Berdasarkan kebijakan tersebut, penerapan Kurikulum 2013 dilakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2014/2015 semester 2 sampai dengan tahun ajaran 2018/2019. Pelatihan dan pendampingan tersebut menggunakan modul bimbingan teknis Kurikulum 2013 yang mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (CEP) sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017. Modul pelatihan Kurikulum 2013 ini telah mengintegrasikan tiga strategi implementasi penguatan pendidikan karakter, yaitu karakter berbasis kelas. pendidikan karakter berbasis sekolah, pendidikan karakter berbasis budaya, dan pendidikan karakter berbasis masyarakat.
Kami berharap teks modul ini dapat bermanfaat dan membantu guru mata pelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan kurikulum 2013.
PENDAHULUAN
RASIONAL
Memperhatikan perkembangan penyempurnaan kurikulum di atas, diperlukan beberapa contoh praktis agar guru dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan baik dalam pembelajaran dan penilaian, serta unsur pendukung lainnya. Untuk membantu guru dalam melaksanakan Kurikulum 2013, Direktorat Pengembangan Sekolah Menengah telah menyiapkan Modul Pelatihan Kurikulum 2013 yang berisi petunjuk atau manual, contoh praktik setiap mata pelajaran dan uraian tugas yang harus dilakukan oleh peserta pelatihan. Modul disusun menjadi 4 (empat) rangkaian modul yang saling berhubungan dengan harapan dapat membantu peserta (guru) menyusun rencana dan melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan persyaratan Kurikulum 2013.
BAHAN BACAAN
TUJUAN
HASIL YANG DIHARAPKAN
ALUR PENYAJIAN MATERI
PENUGASAN
Coba kutip pasangan KD-KI 3 dan KD-KI 4, lalu analisa menggunakan contoh di atas.
REFLEKSI
Kegiatan di atas dilakukan dalam rangka memudahkan siswa memahami realitas sosial dan keberadaan individu dalam kehidupan bermasyarakat. KD dari KI-3 dan KD dari KI-4 dicapai siswa melalui pembelajaran langsung. Dengan demikian, siswa dapat belajar di dalam dan di luar kelas, yang akan memperkuat karakter melalui pembelajaran (berbasis kelas), interaksi dengan dunia digital atau.
Melalui materi yang diperoleh dari berbagai sumber pembelajaran juga dapat mengarahkan siswa untuk lebih meningkatkan keterampilan abad 21 yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Karakter serta IPS materi pembelajaran dijelaskan langsung dari KD dari KI-1 dan KD dari KI-2. Kompetensi ilmu yang diperoleh KD dari KI-3 selanjutnya digunakan untuk mencapai kompetensi keterampilan pada KD dari KI-4.
Sumber belajar kompetensi tersebut di atas adalah lingkungan sekitar tempat tinggal siswa, selain itu siswa juga dapat menggunakan sumber lain misalnya internet, televisi, radio, surat kabar, majalah dan lain-lain. Muatan lokal yang disampaikan dalam pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik KD dari KI-3 dan/atau KD dari KI-4 serta materi pembelajaran yang dikaitkan dengan materi kekinian/lingkungan, materi interdisipliner, dan materi transdisiplin. Aktualisasi muatan pembelajaran dalam kegiatan Pramuka dikembangkan dari muatan sikap yang terdapat pada KD dari KI-1 dan KD dari KI-2, serta muatan pengetahuan dan keterampilan yang terdapat pada KD dari KI-3 dan KD dari -KI. -4. pelajaran.
Pada modul ini pembahasan dibatasi pada implementasi aktualisasi isi pembelajaran pada KD dari mata pelajaran KI-4 yang relevan dengan Persyaratan Keterampilan Umum (SKU) Pramuka. Mentransfer keberhasilan berupa perubahan pola pikir dalam analisis materi pembelajaran sesuai tuntutan KD, maupun materi dalam buku, serta pengintegrasian muatan lokal dan materi yang dapat diaktualisasikan dalam kegiatan eksplorasi, serta materi yang dapat mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan literasi dan memperkuat nilai-nilai karakter dan keterampilan abad 21, baik dalam proses pembelajaran berbasis kelas maupun lainnya.
Kegiatan di dalam dan di luar kelas harus mampu memfasilitasi siswa untuk belajar secara lebih luas (broad-based learning) dengan menggunakan seluruh perangkat dan sumber belajar, termasuk alam dan lingkungan sekitar (pembelajaran berbasis komunitas). Ke depan, kegiatan yang dirancang oleh guru juga harus mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad 21 sesuai karakteristik KD atau alat peraga. Siswa mendiskusikan secara berkelompok hasil observasi atau pengamatan tentang hubungan sosial di lingkungan tempat tinggalnya dan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
Pengajaran yang disampaikan harus mampu memotivasi siswa untuk berpikir kritis, logis dan sistematis sesuai ciri-ciri Sosiologi, serta memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, kelompok siswa merancang tindakan pemberdayaan yang akan dilakukan dan merencanakan strategi apa yang akan dilaksanakan. Kelompok siswa ini terlebih dahulu mengamati kemudian merancang dan merencanakan kegiatan pemberdayaan apa yang akan dilaksanakan.
Selain itu guru juga harus mampu mengembangkan model pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengembangkan dan membangun keterampilan abad 21 yang berkaitan dengan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solver skill), keterampilan kreatif (creative skill). ), keterampilan kerjasama (collaboration skill) dan keterampilan komunikasi (communication skill), yang dirancang sesuai dengan karakteristik KD atau materi pembelajaran. Melalui aktivitas yang berbeda dengan menggunakan alat atau sumber daya yang berbeda, siswa dapat didorong untuk belajar lebih luas (broad-based learning), serta dapat mengembangkan dan memperkuat nilai-nilai karakter yang telah dimilikinya melalui berbagai pengalaman berbasis verbal, visual, digital, dan komunitas. . Guru harus memfasilitasi siswa dalam melakukan kegiatan yang membangun kemampuan sesuai dengan persyaratan kompetensi.
Siswa secara berkelompok mengamati tayangan video tentang hubungan sosial negatif yang terjadi dalam sebuah keluarga. Sesuai dengan kurikulum 2013, model pembelajaran yang dikembangkan harus mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk mengembangkan ide dan kreativitasnya, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan dan menginspirasi.
Selama proses pengajaran, guru mengamati dan mencatat baik buruknya tingkah laku siswa dalam buku harian, segera setelah tingkah laku itu diamati atau ia menerima laporan mengenai tingkah laku itu. Misalnya pada saat diskusi kelompok atau diskusi kelas, guru mengamati beberapa siswa yang terlihat sangat aktif bertanya dan/atau memberikan jawaban, sehingga guru dapat mencatat dalam jurnal sikap responsif dan proaktifnya. Begitu pula jika siswa dalam kelompok yang tidak aktif melakukan hal lain, guru juga mencatat perilaku siswa tersebut dalam jurnal.
Penilaian pengetahuan mengukur kemampuan kognitif siswa dan kemampuan berpikir tingkat rendah hingga tinggi. Oleh karena itu, pemberian umpan balik kepada siswa oleh guru sangatlah penting agar hasil penilaian dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penugasan dapat diberikan sebagai sarana bagi siswa untuk belajar secara lebih luas (broad-based learning) dengan menggunakan berbagai sumber belajar, baik manusia maupun non-manusia, termasuk pemanfaatan sumber daya digital dan alam atau lingkungan (pembelajaran berbasis komunitas).
Terhadap penilaian yang dilakukan pada kegiatan ini, guru dapat memberikan nilai tambah dengan fokus pada penguatan nilai-nilai karakter dan multiliterasi siswa. Tujuan pembelajaran remedial adalah untuk menjamin siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat mencapai kompetensi dasar yang tercantum. Jika siswa dalam satu kelas mencapai kesempurnaan kurang dari 50%, maka bentuk pembelajaran remedial adalah pengulangan.
Uraikan langkah selanjutnya yang akan dilakukan dalam menganalisis hasil belajar siswa dan menggunakan hasilnya untuk melaksanakan hasil remedial dan/atau pengayaan. Mengkomunikasikan hal-hal yang memerlukan perbaikan dalam menganalisis hasil belajar siswa dan menggunakan hasilnya untuk melaksanakan pembelajaran remedial dan/atau pengayaan.
- URAIAN SINGKAT MATERI
- PENUGASAN
- REFLEKSI
- FOKUS MODUL
- REVIEW VIDEO PEMBELAJARAN
- PENUGASAN
- REFLEKSI
Silakan tentukan pembagian waktu berdasarkan indikator yang dibuat dan berdasarkan karakteristik siswa di sekolah Anda. Siswa mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi, yaitu di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kegiatan inti juga menggambarkan siswa sebagai pusat pembelajaran atau pelaku pembelajaran dan tahapan-tahapan yang dilakukan siswa berdasarkan model atau metode pembelajaran yang telah selesai.
Siswa mengumpulkan data setiap variabel dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya perilaku menyimpang. Dari data yang diperoleh, siswa mengolah data tersebut sehingga diperoleh berbagai bentuk perilaku menyimpang dan faktor-faktor yang melatarbelakangi penyimpangan tersebut. Dari hasil verifikasi data, siswa dapat menarik kesimpulan tentang bentuk dan faktor yang melatarbelakangi perilaku abnormal tersebut.
Guru meminta beberapa siswa mengungkapkan manfaat memahami faktor-faktor perilaku menyimpang dalam kehidupan. Misalnya saja pada pembelajaran Sosiologi, mahasiswa diminta untuk memahami realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Alat peraga adalah segala perlengkapan yang dapat menunjang efektifitas dan efisiensi pembelajaran serta dapat mempengaruhi perilaku peserta didik.
Keseluruhan proses pembelajaran hendaknya menggambarkan pengalaman siswa dalam mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, kontekstual dan kolaboratif. Perlu diingat bahwa penilaian sikap dilakukan secara berkesinambungan agar umpan balik diberikan kepada siswa sesegera mungkin.
URAIAN SINGKAT
Nilai kompetensi pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian pengetahuan selama satu semester untuk mengetahui pencapaian kompetensi individu KD di KI-3. Nilai akhir pencapaian ilmu pada mata pelajaran tersebut diperoleh dengan rata-rata hasil pencapaian kompetensi individu KD dalam satu semester. Nilai akhir ditulis dalam bentuk angka dengan skala 0 sampai 100 dan predikat (D-A) serta dilengkapi dengan uraian singkat kompetensi unggulan berdasarkan capaian KD dalam satu semester.
Nilai atas yang sudah dikuasai siswa adalah KD 3.1, namun perlu ditingkatkan pada KD 3.2. Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja/kinerja/praktik, proyek, produk, portofolio dan bentuk lainnya sesuai dengan karakteristik mata kuliah KD. Seluruh nilai KD pada KI-4 dalam satu semester dirata-ratakan untuk memperoleh nilai akhir keterampilan setiap mata pelajaran.
Berikut cara pengolahan skor keterampilan kelas Pada KD 4.1 nilai akhir diperoleh berdasarkan nilai optimum, sedangkan untuk KD 4.2 diperoleh berdasarkan rata-rata karena menggunakan proyek dan portofolio. Rapor keterampilan disertai dengan uraian singkat keterampilan yang menonjol berdasarkan kinerja KD di KI-4 selama satu semester.
Salah satu syarat kenaikan kelas adalah mahasiswa mempunyai paling banyak 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing mempunyai nilai pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM. Apabila ada mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar pada semester ganjil dan/atau genap, nilai akhir diambil dari rata-rata semester ganjil dan genap pada mata pelajaran yang sama pada tahun pelajaran yang bersangkutan.