Standar Nasional Indonesia Standar Nasional Indonesia
Ca
Cara uji ra uji kuat lentur b kuat lentur b e eton ton normal normal dengan dua
dengan dua ti titik p tik pembeba embebanan nan
ICS
ICS 91. 91.100 100.30 .30 Badan Badan Standardis Standardis asi asi Na Nasio sio nal nal
© BSN 2011
© BSN 2011
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang menyalin atau menggandakan sebagian atau Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang menyalin atau menggandakan sebagian atau seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun dan dilarang mendistribusikan seluruh isi dokumen ini dengan cara dan dalam bentuk apapun dan dilarang mendistribusikan dokumen ini
dokumen ini baik secara elebaik secara elektronik ktronik maupun tercetamaupun tercetak tanpa izin tertulis k tanpa izin tertulis dari BSNdari BSN BSN
BSN
Gd. Manggala Wanabakti Gd. Manggala Wanabakti Blo
Blo k IV, Lt. 3,4,7,10.k IV, Lt. 3,4,7,10.
Telp. +6221-5747043 Telp. +6221-5747043 Fax. +6221-5747045 Fax. +6221-5747045
Email: [email protected] Email: [email protected] www.bsn.go.id
www.bsn.go.id Dite
Diterbitkan di rbitkan di JakartaJakarta
©
© BSN BSN 2011 2011 ii Da
Daftar isiftar isi
Daftar
Daftar isi isi ... ... ii Prakata
Prakata ... ... iiii Pendahuluan... iii Pendahuluan... iii 1
1 Ruang Ruang lingkup...lingkup... ... 11 2
2 Acuan Acuan normatif...normatif... ... 11 3
3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi ... . 11 4
4 Ketentuan Ketentuan dan dan persyaratanpersyaratan ... ... 22 4.1
4.1 PeralatanPeralatan ... ... 22 4.2
4.2 Sarana Sarana penunjangpenunjang ... ... 22 4.3
4.3 Persyaratan Persyaratan benda benda ujiuji... ... 22 4.4
4.4 Persyaratan Persyaratan pengujian...pengujian... ... 33 5
5 Cara Cara pengujianpengujian ... .... 33 5.1
5.1 Rumus-rumus Rumus-rumus perhitunganperhitungan ... ... 33 5.2
5.2 Persiapan Persiapan ujiuji ... ... 44 5.3
5.3 Prosedur Prosedur pengujian...pengujian... ... 44 5.4
5.4 Prosedur Prosedur perhitunganperhitungan ... ... 55 6
6 PelaporanPelaporan ... ... 55 Lampiran
Lampiran A A Bagan Bagan alir alir (normatif)...(normatif)... ... 66 Lampiran
Lampiran B B Gambar Gambar – – gambar gambar (normatif)...(normatif)... ... 77 Lampiran
Lampiran C C Tabel Tabel contoh contoh formulir formulir isianisian ... ... 99 Lampiran
Lampiran D D Tabel Tabel daftar daftar deviasi deviasi teknis teknis dan dan penjelasannya penjelasannya (informatif)(informatif) ... .. 1111 Bibliografi
Bibliografi ... ... 1212
©
© BSN BSN 2011 2011 iiii
Prakata Prakata
Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang
Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Cara uji kuat lentur beton dengan dua titikCara uji kuat lentur beton dengan dua titik pembebanan
pembebanan adalah revisi dari SNI 03-4431-1997 Metode pengujian kuat lentur beton adalah revisi dari SNI 03-4431-1997 Metode pengujian kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan, dengan perubahan pada penambahan istilah dan normal dengan dua titik pembebanan, dengan perubahan pada penambahan istilah dan definisi, penambahan dan penyempurnaan gambar-gambar, penjelasan notasi, penambahan definisi, penambahan dan penyempurnaan gambar-gambar, penjelasan notasi, penambahan contoh pengisian formulir uji, pembuatan bagan alir, penghapusan daftar istilah dan
contoh pengisian formulir uji, pembuatan bagan alir, penghapusan daftar istilah dan lain-lain.lain-lain.
Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil
Sipil pada pada Subpanitia Subpanitia Teknis Teknis Bidang Bidang Sumber Sumber Daya Daya Air Air 91-01-S 91-01-S 1 1 melalui melalui Gugus Gugus KerjaKerja Pendayaguna
Pendayagunaan Sumber Daya Air an Sumber Daya Air Bidang Bahan dan Geoteknik.Bidang Bahan dan Geoteknik.
Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 08:2007 dan dibahas pada forum rapat Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 08:2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 2 Desember 2006 di Bandung dengan melibatkan para nara konsensus pada tanggal 2 Desember 2006 di Bandung dengan melibatkan para nara sumber, pakar dan lembaga terkait.
sumber, pakar dan lembaga terkait.
© BSN 2011
© BSN 2011 iiiiii
Pendahuluan Pendahuluan
Pada prinsipnya struktur beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang Pada prinsipnya struktur beton pada bangunan sipil harus mampu menahan gaya yang bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibatkan oleh energi dari luar seperti angin dan bekerja seperti tekan dan lentur yang diakibatkan oleh energi dari luar seperti angin dan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan gempa pada bangunan gedung, tekanan air dan gempa pada bangunan air, tekanan kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya kendaraan pada jembatan dan sebagainya. Struktur beton harus aman terhadap gaya-gaya tersebut. Untuk itu maka
tersebut. Untuk itu maka struktur beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidakstruktur beton harus memenuhi syarat tertentu agar bangunan tidak mengalami kegagalan, tetap stabil dan aman.
mengalami kegagalan, tetap stabil dan aman.
Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk Untuk mendapatkan mutu beton yang sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukan struktur bangunan sipil, perlu dilakukan pengujian laboratorium baik untuk agregat, adukan beton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur beton maupun beton pada umur tertentu. Agar struktur beton aman terhadap gaya lentur yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan.
yang bekerja, beton harus mempunyai kuat lentur tertentu sesuai dengan yang disyaratkan.
Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di Untuk mengetahui kuat lentur dari struktur beton perlu dilakukan pengujian kuat lentur di laboratorium, sehingga perlu adanya pedomaan cara uji kuat lentur beton yang dapat laboratorium, sehingga perlu adanya pedomaan cara uji kuat lentur beton yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengujian di
digunakan sebagai acuan dalam pengujian di laboratorium.laboratorium.
Standar ini dipakai sebagai acuan dan pegangan bagi praktisi dan laboran yang melakukan Standar ini dipakai sebagai acuan dan pegangan bagi praktisi dan laboran yang melakukan pengujian kuat lentur beton di laboratorium.
pengujian kuat lentur beton di laboratorium.
©
© BSN BSN 2011 2011 1 1 dardar i i 1111
Ca
Cara uji k ra uji k uat lentur uat lentur beton norm beton norm al dengan dua titik al dengan dua titik pembeba pembebanan nan
1
1 RuaRuang ng lingkuplingkup
Standar ini menetapkan cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan.
Standar ini menetapkan cara uji kuat lentur beton normal dengan dua titik pembebanan.
Standar ini membahas ketentuan dan persyaratan, cara pengujian dan prosedur pengujian Standar ini membahas ketentuan dan persyaratan, cara pengujian dan prosedur pengujian dan perhitungan.
dan perhitungan.
2
2 Acuan Acuan normatifnormatif SNI
SNI 03-2493-1903-2493-1991,91,Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di Metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratoriumlaboratorium SNI
SNI 03-6414-2003-6414-2002,02,Spesifikasi timbangan yang digunakan untuk pengujian bahanSpesifikasi timbangan yang digunakan untuk pengujian bahan SNI.03.6861.1.2002,
SNI.03.6861.1.2002,Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam)Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) JIS A
JIS A 1132-1993,1132-1993,Method of making and Method of making and curing concrete specimenscuring concrete specimens
3
3 Istilah Istilah dan dan definisidefinisi Istilah dan definisi y
Istilah dan definisi yang berkaitan dengan standar ini adalah sebagai berikut.ang berkaitan dengan standar ini adalah sebagai berikut.
3.1 3.1
beton normal beton normal
beton yang mempunyai berat isi antara 2200 kg/m
beton yang mempunyai berat isi antara 2200 kg/m33 sampai 2500 kg/m sampai 2500 kg/m33 dengan bahan dengan bahan penyusun air, pasir, semen
penyusun air, pasir, semen PortlandPortland, dan batu alam baik yang dipecah maupun tidak, tanpa, dan batu alam baik yang dipecah maupun tidak, tanpa menggunakan bahan tambahan sesuai dengan SNI-03-6861.1-1992
menggunakan bahan tambahan sesuai dengan SNI-03-6861.1-1992 3.2
3.2
kuat lentur beton kuat lentur beton
kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, arah tegak lurus sumbu benda uji, yang diberikan kepadanya, sampai benda uji patah, dinyatakan dalam
dinyatakan dalamMega Pascal (MPa)Mega Pascal (MPa) gaya per satuan luas gaya per satuan luas 3.3
3.3 sumbu p
sumbu p anjaanjang benda ujing benda uji garis yang melalui pusat
garis yang melalui pusat berat benda uji pada arah panjangberat benda uji pada arah panjang 3.4
3.4
tampang lintang benda uji tampang lintang benda uji
penampang benda uji apabila dipotong tegak lurus sumbu panjang penampang benda uji apabila dipotong tegak lurus sumbu panjang 3.5
3.5
perletakan benda uji perletakan benda uji
alas penyangga atau penumpu berbentuk silinder dari baja yang dapat berputar pada jarak alas penyangga atau penumpu berbentuk silinder dari baja yang dapat berputar pada jarak tertentu, untuk meletakkan benda uji
tertentu, untuk meletakkan benda uji 3.6
3.6 titik
titik pembebapembebanannan dua titik pada
dua titik pada jarak tertentu sebagai tempat beban diberikanjarak tertentu sebagai tempat beban diberikan
©
© BSN BSN 2011 2011 2 2 dari dari 1111 3.7
3.7
segregasi segregasi
terpisahnya agregat kasar dari mortar pada adukan beton s terpisahnya agregat kasar dari mortar pada adukan beton segaregar
4
4 Ketentuan Ketentuan dan dan persyaratanpersyaratan
4.1 Peralatan 4.1 Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut.
Peralatan yang digunakan adalah sebagai berikut.
a)
a) Mesin tekan beton yang dapat digunMesin tekan beton yang dapat digunakan untuk pengujian kuat lentur denakan untuk pengujian kuat lentur dengangan perlengkapan antara lain manometer dengan dua jarum pembacaan beban, dua buah perlengkapan antara lain manometer dengan dua jarum pembacaan beban, dua buah titik perletakan berbentuk silinder, dua buah titik pembebanan berbentuk silinder, titik perletakan berbentuk silinder, dua buah titik pembebanan berbentuk silinder, ketelitian peralatan pada skala pembacaan minimum adalah 12,5 g.
ketelitian peralatan pada skala pembacaan minimum adalah 12,5 g.
b)
b) Cetakan bendCetakan benda uji denga uji dengan penampan penampang lintang ang lintang berbentuk bberbentuk bujur sangkar ujur sangkar ukuran lebaukuran lebarr 15 cm dan tinggi 15 cm,
15 cm dan tinggi 15 cm, panjang 53 cm.panjang 53 cm.
4.2
4.2 SaraSarana na penunjangpenunjang
Sarana penunjang lainnya antara lain timbangan kapasitas 50 kg dengan ketelitian 5 gram Sarana penunjang lainnya antara lain timbangan kapasitas 50 kg dengan ketelitian 5 gram sesuai dengan ketentuan SNI 03-6414-2002 mengenai spesifikasi timbangan yang sesuai dengan ketentuan SNI 03-6414-2002 mengenai spesifikasi timbangan yang digunakan untuk pengujian bahan, jangka sorong, alat ukur panjang (penggaris), alat digunakan untuk pengujian bahan, jangka sorong, alat ukur panjang (penggaris), alat penumbuk beton, kunci sok, obeng, kain lap pengering, sikat ijuk, kamera, alat tulis, dan penumbuk beton, kunci sok, obeng, kain lap pengering, sikat ijuk, kamera, alat tulis, dan formulir isian hasil uji.
formulir isian hasil uji.
4.3
4.3 Persyaratan benda Persyaratan benda ujiuji 4.3.1
4.3.1 PersyarPersyar atan atan bahanbahan Bahan-baha
Bahan-bahan untuk membuat benda uji n untuk membuat benda uji harus memenuhi syarat sebagai berikut:harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a) Semen
a) SemenPortlandPortland Semen
Semen PortlandPortland yang digunakan harus memenuhi syarat sesuai yang ditentukan dalam yang digunakan harus memenuhi syarat sesuai yang ditentukan dalam SNI.03.6861.1.2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan SNI.03.6861.1.2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam)
bukan logam) b) Agregat b) Agregat Agregat
Agregat kasar ditentukan dalam SNI.03.6861.1.2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian Aditentukan dalam SNI.03.6861.1.2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian Akasar dan dan agregat agregat halus halus harus harus memenuhi memenuhi syarat syarat sesuai sesuai dengan dengan yangyang (bahan bangunan bukan logam)
(bahan bangunan bukan logam) c) Air
c) Air Air
Air yang yang digunakan digunakan harus harus memenuhi memenuhi syarat syarat sesuai sesuai dengan dengan yang yang ditentukan ditentukan dalamdalam SNI.03-6861.1-2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan SNI.03-6861.1-2002 mengenai spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam)
bukan logam) 4.3
4.3.2 .2 Persyaratan Persyaratan adukan adukan betonbeton
Pembuatan adukan beton harus memenuhi
Pembuatan adukan beton harus memenuhi ketentuan sebagai berikut;ketentuan sebagai berikut;
a)
a) Penimbangan Penimbangan bahanbahan
Penimbangan bahan-bahan untuk campuran beton menggunakan timbangan sesuai Penimbangan bahan-bahan untuk campuran beton menggunakan timbangan sesuai dengan ketentuan sub-pasal 4.2
dengan ketentuan sub-pasal 4.2 b)
b) Pengadukan Pengadukan campuran campuran betonbeton
©
© BSN BSN 2011 2011 3 3 dari dari 1111 1)
1) Jumlah Jumlah adukan beadukan beton harus ton harus minimum 10minimum 10% melebihi % melebihi adukan badukan beton yang eton yang diperlukandiperlukan untuk pembuatan benda uji.
untuk pembuatan benda uji.
2)
2) Pengadukan dPengadukan dapat dilakukan apat dilakukan dengan medengan mesin atau densin atau dengan tangan gan tangan sesuai dengasesuai dengann ketentuan SNI 03-2493-1991 mengenai metode pembuatan dan perawatan benda ketentuan SNI 03-2493-1991 mengenai metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di
uji beton di laboratorium.laboratorium.
4.3
4.3.3 .3 Persyaratan pePersyaratan pembumbu atan atan benda ujibenda uji
Pembuatan benda uji harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Pembuatan benda uji harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a)
a) Pengambilan Pengambilan adukan beton adukan beton untuk pembuatauntuk pembuatan benda un benda uji harus mengji harus menggunakan sengunakan sendokdok aduk atau sekop
aduk atau sekop sedemikian rupa sehingga tidak terjadi segregasi.sedemikian rupa sehingga tidak terjadi segregasi.
b)
b) Penuangan Penuangan adukan beton ke adukan beton ke dalam cetakan bendalam cetakan benda uji dilakukan seda uji dilakukan secara hati-hati,cara hati-hati, kemudian dipadatkan.
kemudian dipadatkan.
3)
3) Pembuatan Pembuatan benda ubenda uji harus ji harus memenuhi kememenuhi ketentuan SNI 0tentuan SNI 03-2493-193-2493-1991 menge91 mengenai metodenai metode pembuatan dan perawatan benda uji beton di
pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratoriumlaboratorium..
4.4
4.4 Persyaratan Persyaratan PengujianPengujian 4.4
4.4.1 .1 Persyaratan Persyaratan teknitekni ss Hal-hal yang perlu
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut.diperhatikan sebagai berikut.
a)
a) Sebelum penSebelum pengujian, adukan bgujian, adukan beton harus dibeton harus dibuat sesuai dengauat sesuai dengan ketentuan padn ketentuan pada sub-a sub- pasal 4.3.2
pasal 4.3.2 b)
b) Sebelum Sebelum pengujian, pengujian, harus harus dilakukan dilakukan kalibrasi kalibrasi terhadap terhadap skala skala pembacaan pembacaan beban beban padapada manometer. Kalibrasi dilakukan setiap
manometer. Kalibrasi dilakukan setiap periode tertentu.periode tertentu.
c)
c) Cetakan bendCetakan benda uji yang a uji yang akan digunaakan digunakan untuk mkan untuk membuat benda embuat benda uji harus duji harus dalam keadaaalam keadaann kering, bersih dan bebas dari
kering, bersih dan bebas dari segala kotoran.segala kotoran.
4.4
4.4.2 .2 Petugas Petugas dan dan PenaPenanggunggu ng ng jawabjawab
Pengujian kuat lentur beton normal harus dilakukan oleh petugas yang berpengalaman dan Pengujian kuat lentur beton normal harus dilakukan oleh petugas yang berpengalaman dan diawasi oleh seorang ahli yang
diawasi oleh seorang ahli yang bertanggung jawab terhadap hasil uji.bertanggung jawab terhadap hasil uji.
5
5 Cara Cara pengujpenguj ianian 5.
5.1 1 Rumus-rumus Rumus-rumus perhitunganperhitungan
Rumus-rumus perhitungan yang digunakan adalah:
Rumus-rumus perhitungan yang digunakan adalah:
a)
a) Untuk pengujiaUntuk pengujian dimana bidan dimana bidang patah terletak ng patah terletak di daerah pudi daerah pusat (daerah 1sat (daerah 1/3 jarak titik/3 jarak titik perletakan bagian tengah), maka kuat lentur
perletakan bagian tengah), maka kuat lentur beton dihitung menurut persamaan sebagaibeton dihitung menurut persamaan sebagai berikut.
berikut.
σ
σll == 22 b.h b.h P.L
P.L ... ... (1)(1)
Lihat Lampiran B Gambar B.3.
Lihat Lampiran B Gambar B.3.
b)
b) Untuk pengujian Untuk pengujian dimana patahnya dimana patahnya benda uji ada benda uji ada diluar pusat (dadiluar pusat (daerah 1/3 jarak erah 1/3 jarak titiktitik perletakan bagian tengah), dan jarak antara titik pusat dan titik patah kurang dari 5%
perletakan bagian tengah), dan jarak antara titik pusat dan titik patah kurang dari 5%
©
© BSN BSN 2011 2011 4 4 dari dari 1111
dari jarak antara titik perletakan maka kuat lentur beton dihitung menurut persamaan dari jarak antara titik perletakan maka kuat lentur beton dihitung menurut persamaan sebagai berikut.
sebagai berikut.
σ
σll == 22 b.h b.h P.a
P.a ... ... (2)(2)
Lihat Lampiran B Gambar B.4.
Lihat Lampiran B Gambar B.4.
dengan pengertian:
dengan pengertian:
σ
σll adalah kuat lentur benda uji ( MPa)adalah kuat lentur benda uji ( MPa) P
P adalah adalah beban beban tertinggi tertinggi yang yang terbaca terbaca pada pada mesin mesin uji uji (pembacaan (pembacaan dalam dalam tonton sampai 3 angka di belakang koma)
sampai 3 angka di belakang koma) L
L adalah adalah jarak jarak (bentang) (bentang) antara antara dua dua garis garis perletakan perletakan (mm)(mm) b
b adalah adalah lebar lebar tampang tampang lintang lintang patah patah arah arah horizontal horizontal (mm)(mm) h
h adalah adalah lebar lebar tampang tampang lintang lintang patah patah arah arah vertikal vertikal (mm)(mm) a
a adalah adalah jarak jarak rata-rata rata-rata antara antara tampang tampang lintang lintang patah patah dan dan tumpuan tumpuan luar luar yangyang terdekat, diukur pada 4 tempat
terdekat, diukur pada 4 tempat pada sudut dari bentang (mm)pada sudut dari bentang (mm) Catatan:
Catatan: Untuk benda uji yang patahnya di luar pusat (daerah 1/3 jarak titik perletakan bagianUntuk benda uji yang patahnya di luar pusat (daerah 1/3 jarak titik perletakan bagian tengah) dan jarak antara titik pembebanan dan titik patah lebih dari 5% bentang, hasil tengah) dan jarak antara titik pembebanan dan titik patah lebih dari 5% bentang, hasil pengujian tidak digunakan.
pengujian tidak digunakan.
5.2
5.2 Persiapan Persiapan ujiuji
Persiapan uji dilakukan dengan
Persiapan uji dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut.beberapa tahapan sebagai berikut.
a)
a) Siapkan Siapkan benda benda uji duji dan lakuan lakukan bekan beberapa berapa hal sehal sebagai bagai berikut:berikut:
1)
1) Ukur dan Ukur dan catat dimensi catat dimensi penampang penampang benda uji benda uji dengan jdengan jangka soroangka sorong minimum ng minimum didi 3 (tiga) tempat.
3 (tiga) tempat.
2)
2) Ukur dan cataUkur dan catat panjang bt panjang benda uji padenda uji pada keempat rua keempat rusuknya.suknya.
3)
3) Timbang dTimbang dan catat bean catat berat masing-mrat masing-masing bendasing benda uji.a uji.
4)
4) Buat garis-garis melinBuat garis-garis melintang sebagai tandtang sebagai tanda dan petunjuk titik-titik pa dan petunjuk titik-titik perletakan, titik-titkerletakan, titik-titk pembeban
pembebanan dan titik-titk sejauh 5% an dan titik-titk sejauh 5% dari jarak bentang di luar titik perletakan.dari jarak bentang di luar titik perletakan.
5) Tempatkan benda uji yang telah selesai diukur, timbang dan beri tanda pada 5) Tempatkan benda uji yang telah selesai diukur, timbang dan beri tanda pada
tumpuan pada tempat yang tepat dengan sisi atas benda uji
tumpuan pada tempat yang tepat dengan sisi atas benda uji pada waktu pengecoranpada waktu pengecoran berada di bagian samping alat penekan.
berada di bagian samping alat penekan.
b)
b) Siapkan Siapkan mesin tekamesin tekan beton n beton dan dan lakukan lakukan tahapan tahapan sebagai sebagai berikut.berikut.
1) Pasang 2 (dua) buah perletakan dengan lebar bentang 3 kali jarak titik-titik 1) Pasang 2 (dua) buah perletakan dengan lebar bentang 3 kali jarak titik-titik pembebanan dan pasang alat pembebanan sehingga mesin tekan beton berfungsi pembebanan dan pasang alat pembebanan sehingga mesin tekan beton berfungsi sebagai alat uji lentur.
sebagai alat uji lentur.
2)
2) Atur peAtur pembebanan mbebanan dan dan skala pskala pembacaannya.embacaannya.
3) Tempatkan benda uji yang sudah diberi tanda di atas perletakan sedemikian 3) Tempatkan benda uji yang sudah diberi tanda di atas perletakan sedemikian sehingga tanda tumpuan yang dibuat pada benda uji, tepat pada pusat tumpuan dari sehingga tanda tumpuan yang dibuat pada benda uji, tepat pada pusat tumpuan dari alat uji, dengan kedudukan sisi atas benda uji pada waktu pengecoran berada pada alat uji, dengan kedudukan sisi atas benda uji pada waktu pengecoran berada pada bagian samping alat penekan dan menyentuh benda uji pada sepertiga bentang titik bagian samping alat penekan dan menyentuh benda uji pada sepertiga bentang titik tumpuan.
tumpuan.
c)
c) Siapkan forSiapkan formulir ujmulir uji seperti i seperti contoh padcontoh pada lampira lampiran.an.
5.3
5.3 Prosedur Prosedur pengujpenguj ianian
Pengujian dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut.
Pengujian dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut.
©
© BSN BSN 2011 2011 5 5 dari dari 1111 a)
a) Hidupkan mesHidupkan mesin uji tekan betoin uji tekan beton yang telah n yang telah dipersiapkan, tudipersiapkan, tunggu kira-kirnggu kira-kira 30 detik.a 30 detik.
c)
c) Letakkan benda Letakkan benda uji pada tumuji pada tumpuan dan apuan dan atur benda utur benda uji sehingga siji sehingga siap untuk pengap untuk pengujian.ujian.
d)
d) Atur pembAtur pembebanannya ebanannya untuk menguntuk menghindari terhindari terjadi benturajadi benturan.n.
e) Atur katup-katup pada kedudukan pembebanan dan kecepatan pembebanan pada e) Atur katup-katup pada kedudukan pembebanan dan kecepatan pembebanan pada kedudukan yang tepat sehingga jarum skala bergerak secara perlahan-lahan dan kedudukan yang tepat sehingga jarum skala bergerak secara perlahan-lahan dan kecepatannya 8 kg/cm
kecepatannya 8 kg/cm22-10 kg/cm-10 kg/cm22 tiap menit. tiap menit.
f)
f) Kurangi kecepKurangi kecepatan pembeatan pembebanan pabanan pada saat-saat da saat-saat menjelang pmenjelang patah yang atah yang ditandai denditandai dengangan kecepatan gerak jarum pada skala beban agak
kecepatan gerak jarum pada skala beban agak lambat, sehingga tidak terjadi kejut.lambat, sehingga tidak terjadi kejut.
g)
g) Hentikan pembebaHentikan pembebanan dan catat beban mnan dan catat beban maksimum yang menyebabkaaksimum yang menyebabkan patahnya bendan patahnya benda uji, pada formulir uji
uji, pada formulir uji seperti contoh pada lampiran.seperti contoh pada lampiran.
h)
h) Ambil benda uji yaAmbil benda uji yang telah selesai diujing telah selesai diuji, yang dapat dilakukan , yang dapat dilakukan dengan menudengan menurunkan platrunkan plat perletakan benda uji atau
perletakan benda uji atau menaikkan alat pembebanannya.menaikkan alat pembebanannya.
i)
i) Ukur dan catat leUkur dan catat lebar dan tingbar dan tinggi tampang lintagi tampang lintang patah deng patah dengan ketelitian ngan ketelitian 0,25 mm0,25 mm sedikitnya pada 3 tempat
sedikitnya pada 3 tempat dan ambil harga rata-ratanya.dan ambil harga rata-ratanya.
j)
j) Ukur Ukur dan dan catat catat jarak jarak antara antara tampang tampang lintang lintang patah patah dari dari tumpuan tumpuan luar luar terdekat terdekat pada pada 44 tempat di bagian tarik
tempat di bagian tarik pada arah bentang dan ambil harga rata-ratanya.pada arah bentang dan ambil harga rata-ratanya.
5.4
5.4 Prosedur Prosedur perhitperhit unganungan
Perhitungan hasil uji dilakukan sebagai berikut.
Perhitungan hasil uji dilakukan sebagai berikut.
a)
a) Untuk pengujian dimana patahUntuk pengujian dimana patahnya terjadi di daerah pusat (1/3 jarak perletakanya terjadi di daerah pusat (1/3 jarak perletakan) kuatn) kuat lentur beton dihitung dengan rumus (1) sub-pasal 5.1
lentur beton dihitung dengan rumus (1) sub-pasal 5.1 butir a).butir a).
b)
b) Untuk pengujiaUntuk pengujian dimana patah tern dimana patah terjadi di luar pjadi di luar pusat (di luar daerusat (di luar daerah 1/3 jarak perah 1/3 jarak perletakan) diletakan) di bagian tarik beton,dan jarak titik pusat sampai t
bagian tarik beton,dan jarak titik pusat sampai titik patah kurang dari 5% dari bentang titikitik patah kurang dari 5% dari bentang titik perletakan maka kuat lentur beton dihitung dengan rumus
perletakan maka kuat lentur beton dihitung dengan rumus (2) sub-pasal 5.1 butir b).(2) sub-pasal 5.1 butir b).
c)
c) Untuk pengujian Untuk pengujian dimana patah terjadimana patah terjadi di luar pusadi di luar pusat (di luar daerat (di luar daerah 1/3 jarak perleh 1/3 jarak perletakan) ditakan) di bagian tarik beton,dan jarak titik pusat sampai titik patah lebih dari 5% dari bentang titik bagian tarik beton,dan jarak titik pusat sampai titik patah lebih dari 5% dari bentang titik perletakan maka hasil pengujian tidak digunakan.
perletakan maka hasil pengujian tidak digunakan.
d)
d) Contoh penContoh pengisian formulir ugisian formulir uji dapat dilihji dapat dilihat pada Tabat pada Tabel C.2, Lampirael C.2, Lampiran C.n C.
6 Pelaporan 6 Pelaporan
Hasil pengujian kuat lentur beton normal ini, dilaporkan dalam bentuk formulir seperti pada Hasil pengujian kuat lentur beton normal ini, dilaporkan dalam bentuk formulir seperti pada Lampiran C Tabel C.1 dan contoh pengisian formulir dapat dilihat pada Tabel C.2 yang Lampiran C Tabel C.1 dan contoh pengisian formulir dapat dilihat pada Tabel C.2 yang antara lain memuat:
antara lain memuat:
a)
a) Nomor contoh Nomor contoh benda uji, jubenda uji, jumlah benda mlah benda uji, jenis pekeruji, jenis pekerjaan, lokasi pekerjaan, lokasi pekerjaan.jaan.
b)
b) Tanggal Tanggal pembuatan pembuatan dan tandan tanggal peggal pengujian.ngujian.
c)
c) Identifikasi Identifikasi benda benda uji.uji.
d)
d) Asal agregaAsal agregat halus, agregt halus, agregat kasar dan at kasar dan nama produnama produsen semensen semenPortland.Portland.
e)
e) Hasil uji Hasil uji seperti pada seperti pada contoh formulicontoh formulir pada r pada lampiran.lampiran.
f)
f) Nama Nama petugas petugas uji, uji, pengawas pengawas dan dan penanggunpenanggung jag jawab pewab pengujian ngujian dengan dengan dibubuhkandibubuhkan tanda tangan.
tanda tangan.
©
© BSN BSN 2011 2011 6 6 dari dari 1111
Lampiran A Lampiran A
(normatif) (normatif)
Baga
Bagan Alir n Alir
Ga
Gambar mbar A.1 A.1 BagaBagan an alir pelir pengujian kuangujian kuat let lentur bentur betonton Mulai
Mulai
Siapkan benda uji Siapkan benda uji
Siapkan mesin uji Siapkan mesin uji
Siapkan formulir uji Siapkan formulir uji
Tempatkan benda uji pada tumpuan Tempatkan benda uji pada tumpuan
•
• Lakukan Lakukan pembebanan pembebanan dengan dengan kecepatan kecepatan 8 8 kg/cmkg/cm22 - 10 kg/cm - 10 kg/cm22 per menit
per menit
•
• Kurangi Kurangi kecepatan kecepatan pembebanan pembebanan menjelang menjelang benda benda uji uji patahpatah
•
• Hentikan Hentikan pembebanan pembebanan setelah setelah benda benda uji uji patahpatah
•
• Ukur Ukur dan dan catat catat lebar lebar dan dan tinggi tinggi permukaan permukaan bidang bidang patahpatah
Hitung kuat lentur beton dengan Hitung kuat lentur beton dengan
Rumus (1) atau (2) Rumus (1) atau (2)
Laporkan hasil uji kuat lentur
Laporkan hasil uji kuat lentur beton dalambeton dalam formulir uji
formulir uji
Selesai Selesai
©
© BSN BSN 2011 2011 7 7 dari dari 1111
Lampiran B Lampiran B
(normatif) (normatif)
Gambar-gambar Gambar-gambar
Keterangan gambar:
Keterangan gambar:
A-A
A-A adalah sumbu madalah sumbu memanjangemanjang B
B adalah adalah titik-titik titik-titik perletakanperletakan C
C adalah adalah titik-titik titik-titik pembebananpembebanan Ga
Gambar mbar B.1 B.1 Benda Benda ujiuji , , perletakan perletakan dan dan pembebananpembebanan
Keterangan gambar:
Keterangan gambar:
L
L adalah jarak (benadalah jarak (bentang) antara dua garis perletang) antara dua garis perletakan (cm)takan (cm) b
b adalah lebar tampadalah lebar tampak lintang benda ujak lintang benda uji (cm)i (cm) h
h adalah tinggi tamadalah tinggi tampak lintang benda pak lintang benda uji (cm)uji (cm) P
P adalah beban adalah beban tertinggtertinggi i yang ditunjukan oleh yang ditunjukan oleh mesin uji mesin uji (kg)(kg) Gambar
Gambar B.2 B.2 GaGarisris -garis pe-garis perletakan darletakan dan n pembebananpembebanan Tampa
Tampang ling li ntangntang
©
© BSN BSN 2011 2011 8 8 dari dari 1111 Ga
Gambar mbar B.3 B.3 Patah Patah pada pada 1/3 1/3 bentang bentang tengah tengah (Rumus (Rumus 1)1)
Ga
Gambar B.4 mbar B.4 Patah Patah di luar 1/3 di luar 1/3 bentang tengah dan bentang tengah dan garis patah pada garis patah pada < < 5%5%
dari bentang (Rumus 2) dari bentang (Rumus 2)
Ga
Gambar A.5 mbar A.5 Patah Patah di luar 1/di luar 1/3 3 bentang tengah dan gabentang tengah dan garis patah pada ris patah pada >5% >5% dari bentangdari bentang
©
© BSN BSN 2011 2011 9 9 dari dari 1111
Lampiran C Lampiran C
(normatif) (normatif)
Tabel contoh formulir isian Tabel contoh formulir isian
Ta
Tabel Cbel C.1 .1 Contoh formulir pengujian kuaContoh formulir pengujian kuat lentur bet lentur betonton PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON
PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON
PATAH PADA PUSAT 1/3 LEBAR PADA SISI TARIK PATAH PADA PUSAT 1/3 LEBAR PADA SISI TARIK
RUMUS :
RUMUS :σσll = (P.l) / (B.H = (P.l) / (B.H22))
Nama :
Nama :
Tanggal
Tanggal uji uji : : Tanggal Tanggal dibuat dibuat ::
Tempat Tempat uji uji ::
Benda
Benda uji uji : : Ukuran Ukuran ::
PERBANDINGAN CAMPURAN PERBANDINGAN CAMPURAN Ukuran maks.
Ukuran maks.
Agregat kasar Agregat kasar
(mm) (mm)
Slum Slum (cm) (cm)
Kadar udara Kadar udara
(%) (%)
Faktor air Faktor air semen semen W / C % W / C %
Volume Volume agregat halus agregat halus
s / a (%) s / a (%) Kondisi
Kondisi
Air Air W W (kg/m (kg/m33))
PC PC C C (kg/m (kg/m33))
Pasir Pasir
S S (kg/m (kg/m33))
Kerikil Kerikil
C C (kg/m (kg/m33))
Bahan Bahan pencampur pencampur (g atau cc/m (g atau cc/m33)) Berat
Berat Volume Volume
Nomor
Nomor benda benda uji uji 1 1 2 2 33
Umur
Umur benda benda uji uji ( ( hari hari )) Lebar
Lebar benda benda uji uji ( ( cm cm )) Tinggi
Tinggi benda benda uji uji ( ( cm cm )) Panjang benda uji Panjang benda uji ( cm ( cm )) Berat
Berat benda benda uji uji ( ( kg kg )) Volume
Volume benda benda uji uji ( ( cmcm33)) Berat
Berat Volume Volume ( ( kg/mkg/m33 ) ) Beban maksimum
Beban maksimum ( N ( N )) Jarak
Jarak bentang bentang ( ( cm cm )) Lebar tampak lintang = b ( Lebar tampak lintang = b ( cm )cm ) Tinggi tampak lintang = h ( cm ) Tinggi tampak lintang = h ( cm ) Kuat
Kuat lentur lentur uji uji ( ( MPa MPa )) Rumus :
Rumus :σσll = ((P.l) / (B.H = ((P.l) / (B.H22)))) Kuat lentur rata-rata( MPa) Kuat lentur rata-rata( MPa)
...,...200..
...,...200..
Penanggung Jawab Penanggung Jawab
(...) (...)
Pengawas Pengawas
(...) (...)
Pelaksana Pelaksana
(...).
(...).
©
© BSN BSN 2011 2011 10 10 dardar i i 1111 Ta
Tabel Cbel C.2 .2 Contoh formulir pengujian kuat leContoh formulir pengujian kuat lentur beton yantur beton yang telang telah diisih diisi PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON
PENGUJIAN KUAT LENTUR BETON
PATAH PADA PUSAT 1/3 LEBAR PADA SISI TARIK PATAH PADA PUSAT 1/3 LEBAR PADA SISI TARIK
RUMUS :
RUMUS :σσll = (P.l) / (B.H = (P.l) / (B.H22)) Nama
Nama : : PT. PT. BOROBUDURBOROBUDUR Tanggal
Tanggal uji uji : : 29-11-2006 29-11-2006 Tanggal Tanggal dibuat dibuat : : 01-11-200601-11-2006 Tempat
Tempat uji uji : : Lab. Lab. Balai Balai PBPSPBPS Benda
Benda Uji Uji : : Balok Balok beton beton Ukuran Ukuran : : 15 15 cm cm x x 15 15 cm cm x x 53 53 cmcm PERBANDINGAN CAMPURAN
PERBANDINGAN CAMPURAN Ukuran maks.
Ukuran maks.
agregat kasar agregat kasar
(mm) (mm)
Slum Slum (cm) (cm)
Kadar udara Kadar udara
(%) (%)
Faktor air Faktor air semen semen W / C % W / C %
Volume Volume agregat agregat halus halus s / a (%) s / a (%) Kondisi
Kondisi
31,5
31,5 2 2 1 1 0,520,52
Ai Airr
W W (kg/m (kg/m33))
PC PC C C (kg/m (kg/m33))
Pasir Pasir
S S (kg/m (kg/m33))
Kerikil Kerikil
C C (kg/m (kg/m33))
Bahan Bahan pencampur pencampur
(g atau (g atau
cc/m cc/m33)) Berat
Berat Volume Volume 2.400 2.400
131,27
131,27 324 324 675,49 675,49 1.238,24 1.238,24 -- Nomor
Nomor benda benda uji uji 1 1 2 2 33
Umur
Umur benda benda uji uji ( ( hari hari ) ) 28 28 28 28 2828 Lebar
Lebar benda benda uji uji ( ( cm cm ) ) 150 150 150 150 150150 Tinggi
Tinggi benda benda uji uji ( ( cm cm ) ) 150 150 150,1 150,1 150,2150,2 Panjang
Panjang benda benda uji uji ( ( cm cm ) ) 530 530 530 530 530,0530,0 Berat
Berat benda benda uji uji ( ( kg kg ) ) 2,9 2,9 3 3 2.982.98 Volume
Volume benda benda uji uji ( ( cmcm33) ) 11,925 11,925 12,004 12,004 12,08412,084 Berat
Berat Volume Volume ( ( kg/mkg/m33 ) ) 2,4 2,4 2,4 2,4 2,42,4 Beban
Beban maksimum maksimum ( ( N N ) ) 420 420 410 410 430430 Jarak
Jarak bentang bentang ( ( cm cm ) ) 450 450 450 450 450450 Lebar
Lebar tampak tampak lintang lintang = = b b ( ( cm cm ) ) 150 150 155 155 156156 Tinggi
Tinggi tampak tampak lintang lintang = = h h ( ( cm cm ) ) 170 170 168 168 167167
0,043 0,042 0,044
0,043 0,042 0,044
Kuat
Kuat lentur lentur uji uji ( ( MPa MPa )) Rumus :
Rumus :σσll = ((P.l) / (B.H = ((P.l) / (B.H22)))) Kuat
Kuat lentur lentur rata-rata rata-rata ( ( MPa) MPa) 0,0430,043
Yogyakarta, 29 Nopember 2006 Yogyakarta, 29 Nopember 2006 Penanggung Jawab
Penanggung Jawab
Ir. Agus Sumaryono, Dipl. HE.
Ir. Agus Sumaryono, Dipl. HE.
Pengawas Pengawas
Ir. Churiyah Ir. Churiyah
Pelaksana Pelaksana
Suprijatin, BE.
Suprijatin, BE.
©
© BSN BSN 2011 2011 11 11 dardar i i 1111
Lampiran D Lampiran D
(informatif) (informatif)Tabel daftar deviasi teknis beserta penjelasannya Tabel daftar deviasi teknis beserta penjelasannya
No.No. MaMateri teri SebeSebelum lum RevisiRevisi 1
1 Judul Judul Metode Metode pengujian pengujian kuatkuat lentur beton normal lentur beton normal dengan dua titik dengan dua titik pembebanan
pembebanan
Cara uji kuat lentur beton Cara uji kuat lentur beton dengan dua titik
dengan dua titik pembebanan pembebanan 2
2 Format Format Tanpa Tanpa format format acuan acuan Perubahan Perubahan format format dandan layout SNI sesuai BSN layout SNI sesuai BSN No. 8 Tahun 2000 No. 8 Tahun 2000 3
3 Istilah Istilah dan dan definisi definisi Masih Masih kurang kurang Penambahan Penambahan beberapabeberapa istilah dan definisi:
istilah dan definisi:
segregasi segregasi 4
4 - - Ketentuan Ketentuan dan dan persyaratanpersyaratan - Cara
- Cara pengujianpengujian
Tidak
Tidak ada ada Penambahan Penambahan beberapabeberapa materi diantaranya sarana materi diantaranya sarana penunjang, dan
penunjang, dan
persyaratan pengujian persyaratan pengujian 5
5 Rumus Rumus Penjelasan Penjelasan rumusrumus masih kurang masih kurang
Adanya penyerm
Adanya penyermpurnaanpurnaan rumus dan penjelasan rumus dan penjelasan notasi
notasi 6
6 Bagan Bagan Alir Alir Tidak Tidak ada ada Pembuatan Pembuatan bagan bagan aliralir Lampuran A)
Lampuran A) 7
7 Gambar Gambar Gambar Gambar kurang kurang jelas jelas Gambar Gambar diperjelas diperjelas dandan keterangan gambar keterangan gambar dilengkapi (Lampiran A) dilengkapi (Lampiran A) 8
8 Contoh Contoh Formulir Formulir Sudah Sudah ada, ada, tapi tapi belumbelum sempurna
sempurna
Penyempurnaa
Penyempurnaan n contohcontoh formulir pengisian dan formulir pengisian dan penambahan blanko penambahan blanko kosong (Lampiran B) kosong (Lampiran B)