• Tidak ada hasil yang ditemukan

soal ujian rekayasa jalan

Putra Mahendra

Academic year: 2024

Membagikan "soal ujian rekayasa jalan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER REKAYASA JALAN

1. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi jalan menurut:

o Fungsi dan perannya o Wewenang pembina o Kelas jalan

2. Jelaskan pengertian perencanaan geometrik jalan

3. Sebutkan dan jelaskan parameter yang termasuk untuk perencanaan geometrik jalan raya

4. Sebutkan faktor utama yang mempengaruhi kapasitas lalu lintas

5. Apa yang di maksud Volume Lalu Lintas Rencana (VLHR) ? Tuliskan rumus nya lengkap dengan penjelasannya

6. Jelaskan pengertian alinyemen horisontal dan alinyemen vertikal

7. Jelaskan pengertian jarak pandang dan sebutkan serta jelaskan macam-macam jarak pandang.

8. Sebutkan hal-hal yang dapat membatasi superelevasi muksimum pada suatu jalan raya

9. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk lengkung peralihan Yang digunakan pada desain alinyemen jalan

10.Hasil perencanaan yang baik perlu memperhatikan keterpaduan antara tiga eleman yaitu Alinyemen Vertikal, Alinyemen Horisontal dan potongan melintang Jalan.

Koordinasi antara alinyemen Vertikal dan Horisontal harus memenuhi ketentuan- ketentuan. Sebutkan ketentuanketentuan yang di maksud

JAWAB

(2)

1. Berikut adalah penjelasan mengenai klasifikasi jalan berdasarkan fungsi, wewenang pembina, dan kelasnya:

Klasifikasi Jalan Berdasarkan Fungsi:

o Jalan Arteri: Menghubungkan pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan wilayah. Terdiri dari jalan arteri primer (kecepatan rencana ≥ 60 km/jam) dan jalan arteri sekunder (kecepatan rencana ≥ 30 km/jam).

o Jalan Kolektor: Menghubungkan pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan lokal atau antarpusat kegiatan wilayah. Terdiri dari jalan kolektor primer (kecepatan rencana ≥ 40 km/jam) dan jalan kolektor sekunder.

o Jalan Lokal: Menghubungkan kawasan lokal di dalam suatu wilayah.

o Jalan Lingkungan: Terletak di permukiman dan lingkungan sekitar.

Klasifikasi Jalan Berdasarkan Wewenang Pembina:

o Jalan Nasional: Dibina oleh Menteri dan menghubungkan antarpusat kegiatan nasional.

o Jalan Propinsi: Dibina oleh Pemerintah Provinsi.

o Jalan Kabupaten/Kotamadya: Dibina oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

o Jalan Desa: Dibina oleh Pemerintah Desa.

o Jalan Khusus: Termasuk jalan tol dan jalan lain yang memiliki pengaturan, pembinaan, dan pengawasan khusus

2. Perencanaan geometrik jalan adalah suatu perencanaan rute jalan dari suatu tempat atau kota ke tempat atau kota lainnya secara lengkap berdasarkan kelengkapan data dasar. Data ini diperoleh dari hasil survei lapangan dan kemudian dianalisis

berdasarkan peraturan dan standar Perencanaan Geometrik Jalan yang telah ditetapkan oleh Bina Marga. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bentuk fisik jalan memenuhi fungsi dasar, yaitu memberikan pelayanan yang optimal pada arus lalu lintas dan sebagai aksesibilitas dari daerah asal ke tujuan perjalanan 3. Berikut adalah beberapa parameter perencanaan geometrik jalan raya:

o Jenis Kendaraan:

Nilai angka emp untuk setiap jenis kendaraan, seperti sepeda, mobil penumpang, truk ringan, bus, dan kendaraan tak bermotor, mempengaruhi perencanaan

geometrik jalan. Nilai ini berbeda tergantung pada lokasi jalan (datar, perbukitan, atau pegunungan)1.

o Tingkat Pelayanan Jalan:

Dalam Highway Capacity Manual, tingkat pelayanan jalan dibagi menjadi enam keadaan, dari A hingga F. Tingkat pelayanan ini mempertimbangkan arus lalu lintas, kecepatan, dan kebebasan bergerak pengemudi2.

o Peraturan dan Standar:

(3)

Perencanaan geometrik jalan mengacu pada peraturan dan standar yang berlaku, seperti Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya (PPGJR) dan standar untuk jalan perkotaan dan antarkota

4. Faktor-faktor utama yang memengaruhi kapasitas jalan meliputi:

o Lebar Jalan: Lebar jalur atau lajur memengaruhi kapasitas jalan.

o Pemisah Arah: Keberadaan pemisah/median jalan juga memainkan peran.

o Hambatan Samping: Faktor hambatan samping (side friction) dan bahu jalan/kereb berpengaruh.

o Ukuran Kota: Kapasitas jalan dapat berbeda di daerah perkotaan dan luar kota

5. Volume Lalu Lintas Rencana (VLHR) adalah taksiran atau prakiraan volume lalu lintas harian untuk masa yang akan datang pada bagian jalan tertentu. VLHR dinyatakan dalam kendaraan per jam atau satuan mobil penumpang per jam.

Rumus VLHR lengkapnya adalah:

o [ VJR ]= VLRH \times F \times K ]

(VJR) adalah Volume Jam Perencanaan (dalam kendaraan per jam).

o (VLRH) adalah Volume Lintas Harian Rata-Rata (dalam kendaraan per jam).

o (F) adalah Faktor variasi volume lalu lintas dalam satu jam tersibuk (Peak Hour Factor, PHF).

o (K) adalah Faktor volume lalu lintas jam tersibuk dalam setahun

6. penjelasan mengenai alinyemen horizontal dan alinyemen vertikal pada perencanaan geometrik jalan:

o Alinyemen Horizontal:

Alinyemen horizontal mengacu pada bentuk lengkung dari jalan pada bidang horizontal (dari atas). Ini melibatkan kurva horizontal yang menggambarkan bagaimana jalan berbelok atau melengkung.

Alinyemen horizontal memperhitungkan radius kurva, superelevasi, dan transisi antara kurva. Tujuannya adalah untuk memastikan kendaraan dapat bergerak dengan aman dan nyaman di sepanjang jalan yang melengkung.

o Alinyemen Vertikal:

Alinyemen vertikal berkaitan dengan ketinggian jalan di bidang vertikal (dari samping). Ini melibatkan kemiringan jalan, termasuk gradasi dan kemiringan lintasan.

(4)

Alinyemen vertikal memperhitungkan ketinggian minimum dan maksimum jalan, serta transisi antara bagian yang berbeda (misalnya, dari datar ke

perbukitan atau sebaliknya).

7. Jarak pandang adalah panjang bagian jalan di depan pengemudi yang dapat dilihat dengan jelas, diukur dari tempat kedudukan mata pengemudi. Kemampuan untuk dapat melihat ke muka dengan jelas merupakan hal yang penting untuk keselamatan dan pemakaian kendaraan yang efisien bagi pengemudi di jalan.

Dilihat dari kegunaannya, jarak pandangan dapat dibedakan atas:

o Jarak Pandang Henti (Jh): Jarak yang ditempuh pengemudi untuk menghentikan kendaraannya setelah melihat adanya rintangan pada lajur jalannya, ditambah jarak untuk mengerem.

o Jarak Pandang Menyiap (Jm) : Jarak yang diperlukan untuk melakukan penyiapan (passing) kendaraan lain, terutama pada jalan dengan dua jalur atau tiga jalur

8. Superelevasi adalah perbedaan ketinggian jalan pada sisi luar dan dalam tikungan.

Faktor-faktor yang membatasi superelevasi maksimum pada suatu jalan raya meliputi:

o Keadaan Cuaca: Cuaca yang buruk dapat mempengaruhi penerapan superelevasi.

o Daerah Berhujan: Jalan yang sering terkena hujan memerlukan pertimbangan khusus.

o Medan: Nilai superelevasi lebih tinggi pada daerah datar daripada perbukitan.

o Lingkungan : Superelevasi dapat berbeda di perkotaan dan luar kota 9. Dalam perencanaan geometrik jalan, terdapat beberapa bentuk lengkung

peralihan yang digunakan pada desain alinyemen jalan. Berikut adalah beberapa bentuk tersebut:

o Spiral-Circle-Spiral (S-C-S): Bentuk ini digunakan sebagai peralihan dari alinyemen lurus (tangent) ke alinyemen lingkaran (circle) pada tikungan. Spiral- Circle-Spiral memungkinkan perubahan secara bertahap dan memberikan keamanan serta kenyamanan bagi pengemudi1 .

Circle: Bentuk tikungan ini digunakan pada tikungan yang mempunyai jari- jari besar dan sudut tangent yang relatif kecil. Circle juga memungkinkan peralihan pelebaran jalan dari lurus ke tikungan2 .

(5)

Spiral-Spiral: Jenis tikungan ini dipakai apabila panjang bagian lengkung (LC) lebih dari 25 meter. Spiral-Spiral menggabungkan dua bagian spiral untuk menghasilkan perubahan jurusan yang lebih halus

10. Dalam perencanaan geometrik jalan, koordinasi antara alinyemen

vertikal dan alinyemen horizontal sangat penting. Berikut adalah beberapa ketentuan yang harus dipenuhi:

Alinyemen Horizontal dan Vertikal Harus Terletak pada Satu Fase: Ini memastikan tikungan tampak alami dan pengemudi dapat memperkirakan bentuk alinyemen berikutnya.

Hindari Tikungan Tajam pada Bagian Atas Lengkung Vertikal Cembung atau Bagian Bawah Lengkung Vertikal Cekung : Hal ini untuk menjaga keselarasan antara` alinyemen horizontal dan vertikal

Referensi

Dokumen terkait

Analisis secara kuantitatif dilakukan dengan menganalisis butir soal dilihat dari jawaban siswa dan kunci jawaban. Teknik Analisis data yang dilakukan terhadap butir- butir Soal

2021-02-08 · Soal Dan Kunci Jawaban Ujian Sekolah Pai Smp Tahun 2020 Kurikulum Berikut ini adalah kisi kisi soal pretest ppg 2018 yang merupakan kumpulan file dari berbagi sumber

02.09.2021 · kumpulan soal un unbk sma tahun 2020 ini terdiri dari soal latihan dan kunci jawaban ujian nasional un sma 2020 semua mapel jurusan ipa yang terdiri dari mata

Mohon maaf untuk setiap download hanya 5 nomor soal, silahkan anda ulangi download untuk mendapatkan soal lebih lengkap. Jika anda ingin melihat kunci jawaban silahkan berkunjung di

Yang dimaksud bidang tugas kunci adalah mengumpulkan data mengenai apa yang kan dikerjakan dan bagaimana mengerjakan apa yang sudah kita tulis dalam sasaran/tujuan kehidupan..

Menurut Kemendiknas 2010, apabila suatu butir soal tidak dapat membedakan kedua kemampuan siswa, maka kemungkinan yang terjadi pada soal tersebut adalah kunci jawaban butir soal itu

soal dan jawaban kunci

Ringkasan ujian akhir semester mata kuliah Rekayasa Irigasi II pada program studi Teknik Sipil S1 DPTS