SPO BDRS LABORATORIUM
RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
Jl. Raya Solo-Sragen KM. 11 Telp./ Fax ( 0271 ) 6882218; IGD (0271) 7881202 Kebakkramat, Karanganyar, Surakarta; Email : [email protected]
KARANGANYAR
PENCATATAN DAN PELAPORAN KEJADIAN REAKSI TRANSFUSI DARAH
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Pencatatan dan pelaporan kejadian reaksi transfusi darah adalah pencatatan terhadap seberapa besar jumlah kejadian akibat dari reaksi transfusi pada pasien di Rumah Sakit Umum Indo Sehat Karanganyar, nomor kantong darah yang bermasalah, dan waktu kejadiannya.
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah dalam pencatatan dan pelaporan kejadian reaksi silang sehingga memudahkan petugas untuk pengendalian mutu pelayanan darah dan untuk menjamin keamanan transfusi darah.
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Petugas menerima formulir kejadian reaksi transfusi yang telah diisi oleh perawat ruangan selanjutnya menulis pada buku register pelayanan darah serta memasukkan ke dalam file formulir kejadian reaksi transfusi darah tersebut.
2. Petugas memberitahu petugas PMI Cabang Karanganyar.
CATATAN :
24 jam setelah proses transfusi selesai dilakukan, perawat ruangan harus menyimpan bekas kantong darah sebelum dibuang.
Unit Terkait Instalasi Laboratorium (BDRS)
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Proses mereaksikan darah donor dengan darah pasien in vitro secara silang, yaitu serum pasien direaksikan dengan sel darah merah donor (mayor crossmatching) dan serum donor direaksikan dengan sel darah merah pasien (minor crossmatching).
Tujuan 1. Untuk mengetahui apakah sel darah merah donor dapat hidup di dalam tubuh pasien.
2. Untuk mengetahui ada tidaknya antibodi : antibody komplet (tipe IgM) maupun antibodi inkomplet (tipe IgG) yang terdapat dalam serum/plasma pasien maupun dalam serum/plasma donor.
Kebijakan Pelaksanaan proses Uji Cocok Serasi (Crossmatching)
berpedoman pada stamdar pemeriksaan medis yang berlaku dan ditetapkan oleh UTD PMI.
Prosedur A. Persiapan Alat, Reagen dan Bahan Pemeriksaan :
1. Petugas menyalakan incubator/waterbath pada suhu 37 C⁰ 2. Petugas membiarkan reagensia pada suhu kamar sebelum
digunakan.
3. Petugas menyimpan reagensia pada suhu 2 - 8 C sesudah⁰ digunakan.
4. Darah yang akan diperiksa yaitu darah tanpa anti koagulan atau darah dengan antikoagulan, tidak boleh lebih dari 48 jam.
5. Petugas memisahkan serum/plasma dari sel darah merah menggunakan centrifuge.
6. Petugas melakukan cuci sel darah merah untuk dibuat suspensi sel darah merah.
B. Buat Lembar Kerja Uji Cocok Serasi
1. Catat tanggal penerimaan sample, tanggal pemeriksaan sample, identitas sample, asal sample, tanggal pencatatan lembar kerja, kemudian tanda tangani lembar kerja setelah semua data terisi.
2. Petugas kemudian melakukan cek ulang semua pencatatan yang telah diisi oleh orang kedua.
C. Buat Lembar Kerja Pemeriksaan
1. Lembar kerja pemeriksaan golongan darah ABO & Rhesus.
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 2/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur 2. Lembar kerja pemeriksaan uji cocok serasi permintaan darah 1 kolf.
3. Lembar kerja pemeriksaan uji cocok serasi untuk permintaan >1 kolf.
D. Prosedur Crossmatch ODAK Gel Test
1. Petugas membuat suspensi sel OS dan Donor dengan konsentrasi suspensi 1%.
2. Petugas menambahan 500 µL ID Diluent ke dalam tabung OS dan Donor.
3. Petugas menambahkan masing-masing 5 µL sel darah merah pekat ke dalam tabung OS dan Donor.
4. Petugas mencampur hingga homogen Suspensi sel 1%
5. Petugas menyediakan Liss/Coomb’s Card, kemudian Liss/
Coomb’s Card tersebut diberikan identitas OS/Donor, buka penutup aluminium. Dengan bantuan mikropipet, teteskan :
Mayor : 50 µL suspensi sel Donor + 25 µL serum OS
Minor : 50 µL suspensi sel OS + 25 µL serum Donor
AC : 50 µL suspense sel OS + 25 µL serum OS 6. Petugas memasukkan Card ke ID Incubator.
7. Petugas melakukan inkubasi 37 C selama 15 menit.⁰ 8. Petugas memasukkan Card ke ID Centrifuge selama 10
menit
9. Kemudian petugas membaca reaksi dari pemeriksaan tersebut.
10. Kemudian petugas mengisi check list dan lembar kerja.
E. Cara Kerja Direct Coomb’s Test 1. Petugas membuat suspensi 1%.
2. Petugas menyediakan Liss/Coomb’s Card dan memberikan identitas sampel.
3. Petugas memasukkan dengan menggunakan mikropipet 50 µL suspensi sel 1% pada Liss/Coomb’s Card.
4. Putar pada ID Centrifuge (tekan tombol start) selama 10 menit.
5. Kemudian baca reaksi.
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 3/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur F. Cara Membuat Auto Pool Donor jika donor >1 pada Crossmatch
1. Petugas menyediakan darah donor yang akan di pooling.
2. Petugas memindahkan pada 2 tabung kosong masing- masing sel darah merah donor dan serum/plasma donor dengan perbandingan yang sama.
3. Petugas menghomogenkan sel darah merah pada tabung yang berisi pooling sel darah merah donor, kemudian dibuat suspensi 1%.
4. Petugas melakukan crossmatch seperti biasa
Auto Pool : 50 µL pool suspensi sel darah merah donor + 25 µL poll serum donor
G. Bahan Pemeriksaan dan Reagen 1. Liss/Coomb’s Card
2. Larutan Diluent
3. Sel darah merah pasien dan donor 4. Serum/plasma pasien dan donor H. Peralatan
1. ID Centrifuge 2. ID Inkubator
3. Working Table (Card holder dan Tube Holder) 4. Dispenser (ukuran 500 µL)
5. Micropipet ukuran 5 µL, 25 µL, 50 µL 6. Yellow tip
7. Rak ID Liss/Coomb’s Card I. Interpretasi Hasil
Positif : Terdapat aglutinasi sel pada permukaan gel atau bentuk aglutinasi sel yang menyebar pada gel
Negatif : Sel padat di dasar microtube
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDSR/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 4/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM Prosedur J. Interpretasi Hasil Crossmatch
No Mayor Minor AC/DCT Kesimpulan
1. - - - Darah bisa keluar
2. + - - Ganti donor/rujuk
3. - + - Berikan PRC/ganti darah
donor
4. - + + Beri PRC bila minor lebih
kecil/sama dengan AC/DCT
5. + + + Lihat keterangan No.5
KETERANGAN :
1. Crossmatch : Mayor, Minor dan AC = Negatif
Darah donor cocok dengan darah pasien
Darah dapat diberikan kepada pasien
2. Crossmatch : Mayor = Positif; Minor dan AC = Negatif
Periksa kembali golongan darah OS dan Donor
Periksa DCT pada darah donor, bila hasil positif maka darah donor tersebut harus disingkirkan karena akan selalu positif pada croosmatch mayor
Apabila golongan darah sudah sama dan DCT Donor negatif maka kemungkinan ada irregular antibody pada darah OS
Ganti darah donor, lakukan crossmatching lagi sampai didapatkan hasil negatif
Apabila tidak ditemukan hasil croosmatch yang compatible meskipun darah donor telah diganti, maka harus dilakukan screening dan identifikasi antibody pada serum OS, dalam hal ini darah dikirim ke UTD Pembina terdekat
3. Crossmatch : Mayor = Negatif; Minor=Positif; AC= Negatif
Artinya ada irregular antibody pada serum atau plasma donor
Solusi : Berikan PRC atau ganti darah donor lain bila yang diperlukan adalah plasma, trombosit, WB kemudian lakukan crossmatch lagi
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 5/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM Prosedur 4. Crossmatch : Mayor = Negatif; Minor dan AC = Positif
Lakukan DCT pada OS
Apabila DCT positif, hasil positif pada crossmatch Minor dan AC berasal dari auto antibody
Apabila derajat postif pada minor sama atau lebih kecil dibandingkan derajat positif AC/DCT, berikan PRC
Apabila derajat positif pada minor lebih besar dibandingkan derajat positif pada AC/DCT, darah tidak boleh dikeluarkan. Ganti darah donor, lakukan croosmatching lagi sampai ditemukan positif pada minor sama atau lebih kecil disbanding AC/DCT
5. Crossmatch : Mayor, Minor, AC = Positif
Periksa ulang golongan darah OS maupun donor, baik dengan cell grouping maupun back typing. Pastikan tidak ada kesalahan golongan darah
Positif pada minor kemungkinan berasal dari autoantibody pada OS
Sedangkan positif pada mayor dapat disebabkan oleh irregular antibody pada serum OS
Jika memungkinkan lanjutkan pemeriksaan dengan screening dan identifikasi antibody
K. PEMERIKSAAN
1. Pemeriksaan harus dilakukan sesuai dengan instruksi kerja 2. Harus disertakan pemeriksaan control, untuk memonitor
hasil pemeriksaan
3. Lihat hasil control apakah pemeriksaan valid atau invalid, cek ulang semua hasil oleh orang kedua, kemudian hasil disahkan oleh penanggung jawab laboratorium
L. PEMBACAAN HASIL
1. Baca dan catat hasil pemeriksaan pada lembar kerja pemeriksaan dan lembar kerja Uji Cocok Serasi
2. Hasil yang telah dicatat dicek kembali oleh orang kedua 3. Hasil yang telah dicatat dan dicek ulang oleh orang kedua,
kemudian dicek oleh penanggung jawab
SPO CROSSMATCHING
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 6/6
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur 4. Buat lembar hasil yang telah untuk dikirimkan kepada pengirim sampel
5. Lembar hasil yang telah dibuat dicek kembali oleh orang kedua kemudian ditanda tangani oleh penanggung jawab dan disahkan oleh kepala laboratorium
Unit Terkait 1. IGD
2. Unit Rawat Inap 3. PMI
PENCATATAN DAN PELAPORAN STOK DARAH
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Pencatatan dan pelaporan stok darah adalah pencatatan terhadap stok/persediaan darah di Bank Darah RSU Indo Sehat Karanganyar
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah dalam pencatatan dan pelaporan stok darah sehingga menjamin tersedianya darah/komponen darah secara terus menerus
Kebijakan Instalasi Laboratorium memberikan pelayanan darah dengan cara bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar dan menyediakan Bank Darah Rumah Sakit yang dilengkapi fasilitas dan peralatan lengkap untuk menunjang pelayanan darah yang cepat, aman dan akurat
Prosedur 1. Setiap pengambilan darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar petugas menulis dalam buku stok darah meliputi : jenis golongan darah, jenis komponen darah, nomor kantong darah dan suhu ice box selama transportasi 2. Petugas memeriksa dan mencatat persediaan darah ke buku
stok darah setiap hari
3. Petugas mencatat suhu di ruang BDRS dan suhu kulkas Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS)
2. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar
PENCATATAN DAN PELAPORAN PERMINTAAN DARAH RUTIN/DARURAT
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Permintaan darah merupakan kebutuha darah seorang pasien dalam menanggulangi keadaaan klinis dari penyakit yang dideritanya
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah dalam melayani permintaan darah agar kebutuhan darah dapat terlayano dengan baik dan benar
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Permintaan Darah di Instansi Laboratorium (BDRS)
Perawat jaga menelpon bagian Laboratorium untuk memesan darah untuk pasien, meliputi: nama pasien, ruang No CM, golongan darah dan jenis darah
Petugas mencatat di buku pemesanan darah jika ada stok maka petugas menelpon ke perawat ruangan jika stok tersedia
Perawat ruang mengirim formulir permintaan darah yang telah diisi lengkap oleh dokter/perawat ruangan, meliputi:
tanggal permintaan darah, nama pasien, tanggal lahir pasien, alamat pasien, nomor rekam medis pasien, ruangan pasien, jumlah darah, jenis golongan darah, jenis
komponen darah, dokter yang meminta dan lain-lain kemudian diserahkan kepada petugas BDRS
PENCATATAN DAN PELAPORAN PERMINTAAN DARAH RUTIN/DARURAT
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 2/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM Prosedur Selain formulir permintaan darah, contoh darah yang
lengkap dilabel (nama, tanggal lahir, alamat, nomor rekam medis) diserahkan ke petugas BDRS oleh perawat ruangan
Petugas mencocokkan formulir permintaan darah dan sampel darah
2. Permintaan Darah di Bank Darah Rumah Sakit
Formulir permintaan darah yang telah diisi lengkap oleh dokter/perawat ruangan, meliputi: tanggal permintaan darah, nama pasien, tanggal lahir pasien, alamat pasien, nomor rekam medis pasien, ruangan pasien, jumlah darah, jenis golongan darah, jenis komponen darah, dokter yang meminta, dan lain-lain diserahken ke petugas BDRS
Selain formulir permintaan darah, contoh darah yang telah dilabel sesuai formulir diserahkan ke petugas BDRS
Petugas BDRS mencocokkan formulir permintaan darah dan sampel darah. Bila sudah sesuai kemudian dilakukan uji cocok serasi (Crossmatch)
Unit Terkait 1. Instalasi Laboratorium (BDRS)
2. Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar 3. Unit Rawat Inap
PENGADAAN DARAH DARURAT
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Pelayanan pengadaan darah merupakan pelayanan darah yang dilakukan untuk menanggulangi keadaan klinis sangat gawat Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah dalam melayani
darah dengan cepat agar dapat menanggulangi keadaan klinis sangat gawat atau life saving
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Petugas laboratorium menerima blanko permintaan darah yang diminta oleh DPJP dan mengecek kembali identitas pasien pada blanko permintaan darah
2. Petugas laboratorium menerima sampel darah pasien yang sudah diberi identitas dari perawat ruangan dan mengecek kembali label pada sampel darah
3. Petugas mencatat di buku registrasi pasien 4. Petugas mencatat di buku permintaan darah
5. Petugas melakukan identifikasi pada sampel pasien
6. Petugas melakukan pemeriksaan golongan darah pasien dan golongan darah donor
7. Petugas melakukan Uji Cocok Serasi (Crossmatch)
8. Bila BDRS dan PMI tidak ada donor darah sesuai permintaan maka :
a. Petugas BDRS menghubungi petugas ruangan untuk memotivasi keluarga pasien agar mencari donor pengganti
PENGADAAN DARAH DARURAT
No. Dokumen No. Revisi Halaman 2/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur b. Petugas BDRS melakukan pemeriksaan golongan darah pada calon donor pengganti
c. Petugas menyarankan pada keluarga pasien yang golongan darahnya sama dengan pasien (donor pengganti) untuk donor ke PMI dengan membawa blanko pengantar donor yang diberikan oleh petugas
d. Antar sampel darah pasien dan surat permintaan darah ke PMI
9. Bila terdapat kelainan pada sampel darah, maka :
a. Darah dengan hasil pemeriksaan rhesus negatif, maka rujuk sampel darah tersebut ke PMI
b. Untuk selanjutnya menjadi tanggung jawab PMI Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS)
2. Unit Rawat Inap
PENGADAAN DARAH RUTIN
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Pelayanan pengadaan darah rutin merupakan pelayanan darah yang dilakukan untuk menanggulangi keadaan klinis tidak gawat.
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah dalam melayani darah yang bersifat biasa/rutin agar kebutuhan darah dapat terlayani dengan baik dan benar
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Petugas BDRS menerima blanko permintaan darah yang sudah diisi oleh DPJP dan mengecek kembali identitas pasien pada blanko permintaan darah.
2. Petugas BDRS menerima sampel darah pasien yang sudah diberi identitas dari perawat ruangan dan mengecek kembali label pada sampel darah.
3. Petugas menctat di buku registrasi pasien.
4. Petugas melakukan identifikasi sampel pasien.
5. Petugas melakukan pemeriksaan golongan darah pasien dang golongan darah donor.
6. Petugas melakukan Uji Cocok Serasi (Crossmatching).
7. Jika hasil didapatkan Compatible maka darah donor dapat diberikan kepada pasien.
8. Jika hasil didaptkan Incompatible maka petugas melakukan peneriksaan DCT (Direct Coombs Test), apabila hasil DCT di ACC oleh dokter DPJP maka darah donor bisa diberikan kepada pasien.
PENGADAAN DARAH RUTIN
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 2/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur 9. Darah donor yang diberikan kepada pasien ditulis dalam buku penyerahan darah donor kepada perawat.
Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS) 2. Unit Rawat Inap
PENYIMPANAN DARAH DAN KOMPONEN DARAH
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Prosedur tetap fasilitas penyimpanan darah merupakan prosedur yang mengatur cara pengoperasian dan perawatan alat penyimpanan darah (blood bank refrigerator), sehingga didapatkan produk darah atau komponennya yang aman untuk transfusi.
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah sehingga didapatkan produk darah atau komponennya yang aman untuk transfusi.
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Lokasi blood bank refrigerator dipilih dibagian yang paling sejuk dari ruangan dan jauh dari sinar matahari.
2. Suhu dalam blood bank refrigerator darah dipertahankan pada suhu 2 – 6 C.⁰
3. Pengukuran dan pencatatan suhu dilakukan minimal 3 kali sehari (pagi,siang dan malam) dengan menggunakan
thermometer yang diletakkan sedemikian rupa sehingga dapat dilihat hasil pengukuran suhunya dari luar pintu blood bank refrigerator (terbuat dari kaca), tanpa harus membuka blood bank refrigerator.
4. Suhu blood bank refrigerator dicatat dalam suatu tabel, meliputi : tanggal, jam, posisi thermometer, suhu, dan tindakana yang diambil jika suhu yang terukur diluar batas 2 – 6 C.⁰
5. Tabel pencatatan suhu ditempelkan pada pintu blood bank refrigerator untuk membantu mengingat perlunya pencatatan suhu yang teratur.
PENYIMPANAN DARAH DAN KOMPONEN DARAH
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 2/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM Prosedur 6. Pintu blood bank refrigerator hanya boleh dibuka saat
diperlukan (menyimpan dan mengeluarkan darah).
7. Penempatan darah harus sedemikian rupa, sehingga terjadi sirkulasi udara diantara kantong-kantongnya. Kantong darah dapat diposisikan berdiri dalam keranjang atau mendatar di atas rak blood bank refrigerator.
8. Periksa adanya penumpukan bunga es setiap minggu (jika ada).
Bila bunga es yang terbentuk telah mencapai ketebalan lebih dari 6 – 10 mm, bunga es tersebut perlu dicairkan.
CATATAN :
Darah hanya boleh disimpan di Blood Bank Refrigerator saja.
Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS) 2. Unit Rawat Inap
PERMINTAAN DARAH DI LUAR PALANG MERAH INDONESIA CABANG KARANGANYAR
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Permintaan darah diluar Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar merupakan permintaan darah baik rutin maupun darurat yang tidak tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar.
Tujuan Sebagai acuan menerapkan langkah-langkah melayani permintaan darah yang bersifat rutin atau darurat agar kebutuhan darah dapat terlayani dengan baik dan benar.
Kebijakan 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat
Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standart pelayanan darah;
2. Keputusan Menteri Kesehatan No.423 Tahun 2007 tentang seluruh Rumah Sakit harus mempunyai BDRS;
3. Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Transfusi Darah, Bank Darah Rumah Sakit, dan Jejaring Pelayanan Transfusi Darah;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah.
Prosedur 1. Petugas BDRS menerima blanko permintaan darah yang diminta oleh DPJP dan mengecek kembali identitas pasien pada blanko permintaan darah.
2. Petugas BDRS menerima sampel darah pasien yang sudah diberi identitas pasien dari perawat ruangan dan mengecek kembali label pada sampel darah.
3. Petugas BDRS mencatat di buku registrasi pasien.
4. Petugas BDRS melihat stok darah di BDRS.
5. Apabila darah donor di BDRS tidak tersedia maka petugas BDRS menghubungi PMI cabang Karanganyar.
6. Apabila darah yang dipesan oleh DPJP tidak tersedia di PMI Cabang Karanganyar, maka petugas PMI Cabang Karanganyar akan menghubungi petugas BDRS Rumah Sakit Umum Indo Sehat Karanganyar untuk merekomendasikan ke PMI cabang lainnya.
PERMINTAAN DARAH DI LUAR PALANG MERAH INDONESIA CABANG KARANGANYAR
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 2/2
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Prosedur 7. Petuga BDRS menghubungi DPJP tentang tidak tersedianya darah di PMI Cabang Karanganyar, apabila DPJP setuju maka proses permintaan darah di luar PMI Cabang Karanganyar tetap dilanjutkan.
8. Petugas BDRS mencatat di buku ekspedisi permintaan darah.
9. Petugas menghubungi kurir.
Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS) 2. Unit Rawat Inap
3. Kurir 4. DPJP
5. PMI Cabang Karanganyar
6. PMI di luar Cabang Karanganyar
PENGELUARAN DARAH TRANSFUSI KE BANGSAL
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Suatu tindakan untuk mengeluarkan darah transfusi darah dari unit BDRS untuk dibawa ke bangsal peminta.
Tujuan Sebagai acuan untuk mengeluarkan darah transfusi dari BDRS agar rantai dingin tidak putus.
Kebijakan Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Indo Sehat Karanganyar tentang penyelenggaraan pelayanan darah dan menjamin
pelayanan yang diberikan sesuai dengan peraturan perundang- undangan dan standart pelayanan darah.
Prosedur 1. Petugas BDRS memeriksa kembali golongan darah pasien dan donor menggunakan darah pasien dan sisa selang yang ada di kulkas.
2. Petugas BDRS dan petugas perawat mencocokkan nomor kantong darah yang tertera dipengantar, kantong darah, dan bendera label.
3. Petugas BDSR menulis nama petugas perawat yang mengambil, tanggal dan jam pengambilan pada pengantar.
4. Petugas BDRS yang mengeluarkan dan petugas perawat yang mengambil menulis nama dibuku register transfuse
5. Jika darah sudah diambil semua maka lembar pengantar berwarna putih diserahkan kepada perawat.
Unit Terkait 1. Intalasi Laboratorium (BDRS) 2. Unit Rawat Inap
PENGOPERASIAN ALAT CENTRIFUGE HETTICH
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Centrifuge Hettrich adalah alat untuk memisahkan sel darah merah dengan plasma.
Tujuan Untuk memisahkan sel darah merah pasien/donor dengan plasma pasien/donor sehingga memudahkan ketika akan melakukan Uji Silang Serasi (Crossmatching).
Kebijakan 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tentang Keselamatan Pasien;
3. KMK Nomor 370/MENKES/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Ahli Tenaga Laboratorium Kesehatan.
Prosedur 1. Hubungkan alat menggunakan kabel yang tersedia ke sumber listrik.
2. Tekan tombol “ON/OFF” ke posisi “ON”. Tombol terletak dibelakang alat.
3. Lakukan pemograman 3000 xg selama 5 menit.
4. Buka alat dengan menekan tombol STOP/OPEN.
5. Masukkan tabung yang berisi sampel ke dalam rotor.
Perhatikan keseimbangan muatan rotor.
6. Tutuplah LID (kunci) dan kunci dengan menekan LID (tutup).
7. Tekan tombol START untuk mulai memutar.
8. Setelah berhenti memutar, centrifuge akan otomatis berbunyi dan terbuka sendiri.
9. Keluarkan tabung yang ada di dalam dan tutup LID.
Unit Terkait Instalansi Laboratorium (BDRS)
PENGOPERASIAN ALAT INCUBATOR BIOBASE
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Incubator Biobase adalah alat untuk menginkubasi Liss Coomb’s Card yang sudah dimasukkan sel darah merah pasien/donor maupun serum pasien/donor.
Tujuan Untuk menyamakan suhu tubuh dan untuk menghilangkan hasil positif palsu dan negatif palsu serta memberikan kesempatan pada antibodi dan antigen saling berikatan.
Kebijakan 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tentang Keselamatan Pasien;
3. KMK Nomor 370/MENKES/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Ahli Tenaga Laboratorium Kesehatan.
Prosedur 1. Hubungkan alat menggunakan kabel yang tersedia ke sumber listrik.
2. Tekan tombol “ON/OFF” ke posisi “ON”. Tombol terletak dibelakang alat.
3. Lakukan pemograman dengan suhu 37,5 C selama 15 menit.⁰ 4. Buka alat
5. Masukkan Liss Coomb’s Card disalah satu lubang yang tersedia di incubator
6. Tekan tombol START untuk memulai inkubasi.
7. Setelah inkubasi selesai maka alat akan berbunyi.
8. Keluarkan Liss Coomb’s Card untuk diputar menggunakan Centrifuge ID Card.
Unit Terkait Instalansi Laboratorium (BDRS)
PENGOPERASIAN ALAT CENTRIFUGE ID CARD
No. Dokumen BDRS/SPO/
No. Revisi 00
Halaman 1/1
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Tanggal Terbit 02 Juni 2023
DITETAPKAN DIREKTUR RSU INDO SEHAT KARANGANYAR
dr. Hj. Mintarsih, MM
Pengertian Centrifuge ID Card adalah alat untuk memutar Liss Coomb’s Card yang sudah dimasukkan sel darah merah pasien/donor maupun serum pasien/donor.
Tujuan Untuk mengetahui hasil dari Liss Coomb’s Card yang sudah diputar apakah hasilnya Negatif (Compatible) ataupun Positif (Incompatible) pada salah satu lubang (Mayor,Minor,AC).
Kebijakan 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691 Tentang Keselamatan Pasien;
3. KMK Nomor 370/MENKES/SK/III/2007 Tentang Standar Profesi Ahli Tenaga Laboratorium Kesehatan.
Prosedur 1. Hubungkan alat menggunakan kabel yang tersedia ke sumber listrik.
2. Tekan tombol “ON/OFF” ke posisi “ON”. Tombol terletak dibelakang alat.
3. Lakukan pemograman dengan kecepatan 1030rpm selama 10 menit.
4. Buka alat dengan menekan tombol “START/OPEN”.
5. Masukkan Liss Coomb’s Card tadi ke dalam rotor. Perhatikan keseimbangan muatan rotor.
6. Tutuplah LID (kunci) dan kunci dengan menekan LID (tutup).
7. Tekan tombol START untuk memulai.
8. Setelah berhenti memutar, centrifuge akan otomatis berbunyi dan terbuka sendiri.
9. Keluarkan Liss Coomb’s Card kemudian tutup LID.
Unit Terkait Instalansi Laboratorium (BDRS)