SOP PBM
A. AGENDA BELAJAR HARIAN Awal belajar masuk kelas
1. Awal belajar dimulai dengan membariskan siswa di luar kelas yang dipimpin oleh guru kelas
2. Siswa masuk ke dalam kelas dengan tertib sambil bersalaman dengan guru. Ketua kelas menunjuk barisan terapih untuk masuk lebih dulu.
Barisan ikhwan dipisah dari barisan akhwat
3. Sebelum dimulai aktivitas mengajar belajar, ketua kelas memimpin do’a dan secara bersama. Do’a yang dibaca adalah radhitu billahi rabba … rabbisyrahli shadri…. Al-Fatihah..
4. Dilanjutkan dengan pembiasaan Sholat duha, pembelajaran pilar karakter dan Tahfidz
Membuka Pelajaran
1. Guru memulai belajar di kelas dengan memberikan salam kepada siswa dan menanyakan kondisi siswa (presensi siswa).
Ketika ada siswa yang tidak masuk:
a. Bila tidak diketahui sebabnya, guru menyampaikan kepada siswa
“Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Semoga Allâh SWT melindungi ….. (sebut nama siswa yang tidak hadir)”.
b. Bila sakit, sebelum mulai belajar guru menjelaskan satu atau dua menit bahwa sakit itu ujian dari Allâh SWT (atau pernyataan senada berkaitan dengan qadla), penderitanya harus sabar, dan diikuti mendo’akan bersama-sama semoga dia lekas sembuh.
2. Sebelum belajar berdoa bersama. Senantiasa guru menyampaikan sebelum berdoa bahwa Allah SWT Maha Penolong dan Penyayang, semoga dimudahkan memahami pelajaran.
Selama Belajar di Kelas
1. Selama belajar senantiasa dalam semangat menuntut ilmu dan berpegang kepada akhlak Islam
2. Selama belajar senantiasa menjaga ketenangan, keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan.
3. Siswa tidak diperkenankan :
- Mengganggu sesama siswa - Makan/minum
- Pindah duduk semaunya sendiri - Keluar kelas tanpa seijin guru Pergantian Pelajaran
1. Pergantian pelajaran ditandai dengan kode bel
2. Mengkaitkan materi pada mata pelajaran sebelumnya dengan materi pada mata pelajaran yang akan disampaikan kemudian
3. Sesekali diselingi dengan relaksasi berupa teka-teki, permainan atau teknik lainnya yang sesuai
4. Memulai pelajaran berikutnya setelah siswa benar-benar siap
Istirahat 1
1. Istirahat pertama selama 30 menit.
2. Acara istirahat I adalah (makan snack) dan bermain
3. Saat makan snack, Siswa didorong untuk bershadaqah memberikan sebagian makanan yang dibawa kepada siswa lain atau dengan cara meletakkannya di piring yang telah disediakan.
4. Waktu istirahat digunakan siswa untuk bermain, dengan catatan tidak berupa aktivitas yang membuat kotor dan terlalu makan energi karena jam pelajaran masih panjang.
Istirahat 2
Acara pertama shalat zhuhur, diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Guru laki-laki menjadi imam. Acara ini berlangsung selama 20 menit.
Evaluasi Rivieuw Akhir Belajar 1. Akhir belajar ditandai dengan bel
2. Pada akhir belajar, guru mengingatkan kembali agenda yang harus dilakukan oleh murid di rumah dan rencana belajar esok harinya
3. Guru menyampaikan harapan semoga besok semuanya disehatkan oleh Allah SWT sehingga dapat hadir di sekolah. Mudah-mudahan siswa-siswi semakin shalih dan shalihah. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini menjadi ilmu yang bermanfaat
4. Belajar harian diakhiri dengan membaca surat Al ‘Ashr dan do’a kifaratul majlis beserta artinya dipimpin oleh ketua kelas
5. Guru mengingatkan kepada siswa untuk merapikan tas dan perlengkapannya agar tidak ada yang tertinggal
6. Guru menunjuk kelompok/individu siswa yang rapih untuk keluar lebih dahulu. Siswa keluar kelas dengan tertib, sambil bersalaman dengan guru.
7. Bagi siswa yang kebagian jadwal piket, siswa diingatkan untuk piket terlebih dahulu dengan didampingi guru.
C. TEKNIK PENGAJARAN BIDANG STUDI 1. Pengajaran Tematik
a. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
b. Sebanyak mungkin memanfaatkan alat peraga.
c. Aneka ragam contoh baik dalam soal, cerita, ataupun kajian.
d. Menggunakan pendekatan peta pemikiran.
e. Contoh-contoh yang disajikan berupa kejadian riil.
f. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
g. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
h. Sebanyak mungkin memanfaatkan alat peraga.
i. Memfokuskan pada kemampuan membaca dan menulis.
j. Mengoptimalkan kemampuan siswa berekspresi baik lisan ataupun tulisan.
k. Membiasakan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
l. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
m. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
n. Koreksi terhadap hukum, pemikiran, dan pendapat yang bertentangan dengan Islam serta ditunjukkan mana yang sebenarnya.
o. Diajarkan sebatas pengetahuan bukan pemahaman.
p. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
2. Pengajaran PAI & Bahasa Arab.
a. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
b. Ditekankan kebanggaan pada bahasa Arab sebagai bahasa Islam, bahasa Al Quran, bahasa persatuan umat dan bahasa ahli surga.
c. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
d. Untuk kelas satu dan dua ditekankan pada penguasaan mufradat, bukan pada tulisan bahasa Arabnya.
e. Tidak menggunakan metode terjemahan, namun dilakukan dengan langsung menunjukkan barang atau mempraktekkan pekerjaan sesuai dengan kata/mufradat yang diberikan.
f. Maksimalkan kamus bergambar dan kamus berjalan.
g. Maksimalkan penggunaan alat-alat peraga.
h. Diberikan dasar-dasar percakapan (muhadatsah) bahasa Arab.
i. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
3. Pengajaran Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris
a. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansa Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
b. Untuk kelas satu dan dua ditekankan pada penguasaan kosa kata, bukan pada tulisan latinnya.
c. Tidak menggunakan metode terjemahan, namun dilakukan dengan langsung menunjukkan barang atau mempraktekkan pekerjaan sesuai dengan kata yang diberikan.
d. Maksimalkan kamus bergambar dan kamus berjalan.
e. Maksimalkan penggunaan alat-alat peraga.
f. Diberikan dasar-dasar percakapan umum bahasa Sunda dan inggris.
g. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
4. Pengajaran SBK
a. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menyajikan sebanyak mungkin contoh bernuansakan Islam, persoalan dan pemecahannya dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, menjelaskan kegagahan Allah Dzat Maha Agung yang mampu menciptakan segala jenis makhluk, dan cara islami lainnya sesuai improvisasi guru.
b. Bentuk-bentuk kerajinan diarahkan pada simbol-simbol Islam atau berhubungan dengan alam (berkebun, pot).
c. Sejauh mungkin dihindari gambar/lukisan bernyawa.
d. Disesuaikan dengan buku paket, tetapi lebih diarahkan pada kreativitas siswa.
e. Melatih kemampuan motorik halus, seperti menggambar, melipat, dan ketrampilan lain yang lebih banyak menggunakan gerakan tangan.
f. Kesenian diarahkan pada kesenian: kaligrafi, sastra, puisi, menggambar, bernyanyi, berdeklamasi, dan perkenalan alat musik.
Semuanya didasarkan pada nilai Islam.
g. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran
5. Pengajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan)
a. Internalisasi nilai-nilai Islam, dengan cara: menjelaskan pentingnya olahraga, kesehatan untuk kegiatan orang muslim (ibadah, belajar, membantu orang tua, jihad dsb.)
b. Lebih difokuskan pada gerakan-gerakan motorik kasar, ketangkasan dan keseimbangan. Seperti atletik, senam, permainan bola dan lain- lain
c. Mengenakan pakaian seragam olahraga.
d. Ditekankan kerjasama tim (team work).
e. Menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat.
f. Menumbuhkan semangat sportivitas.
g. Kesehatan difokuskan pada penerapan hidup sehat (kebersihan badan, tangan, kaki, rambut, gigi, hidung, mata, telinga, mulut, pakaian, makanan, minuman, kamar, kelas, sekolah, halaman, tas, sepatu; beserta kenyamanannya).
h. Ditekankan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.
i. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
6. Pengajaran Tilawah
/
Mengaji
a. Semua diawali dari jilild Satu.
b. Siswa yang sudah lanjut, tetap dimulai dari jilid satu tapi dengan tempo cepat.
c. Ditangani secara perorangan oleh guru pembimbing tetap.
d. Harus sesuai dengan standar yang ditetapkan (makhraj dan tajwidnya).
e. Laporan kemajuan di tulis setiap hari.
f. Memastikan siswa menangkap, mengerti dan memahami pelajaran.
7. Pengajaran Tahfidz
a. Dilakukan tiap hari senin- kamis.
b. Dilakukan secara perorangan oleh guru pembimbing tetap.
c. Penangan dilakukan oleh semua guru.
d. Mulai dari surah al-Naas dan berlanjut ke surat sebelumnya secara berurutan.
e. Hasil yang diperoleh diusahakan sesuai target yang telah ditetapkan.
f. Memperhatikan makhraj dan tajwid.
g. Ulangi surat-surat yang telah dihafal agar tidak lupa.
h. Menuliskan laporan kemajuan tahfidz.
i. Minimal 1 hari 1 ayat.
j. Memastikan siswa menangkap, mengerti, dan menghafal pelajaran.
8. Pembelajaran Pilar a. Dilakukan tiap hari.
b. Dilakukan secara kelompok tiap kelas.
c. Penangan dilakukan oleh guru pilar.
d. Terintegrasi dengan tema kegiatan inti.
e. Metode knowing – reasoning- feeling f. Metode Acting– reasoning- feeling g. Pujian efektif.
h. Bentuk soal dengan istilah karakter.
i. Menyelesaikan konflik.
j. Memastikan siswa menangkap, mengerti, dan menghafal pelajaran.
MAKAN
1. Perwakilan siswa menyiapkan untuk sikap do’a, dengan kata-kata sebagai berikut:
a Duduk siap grak!
b Tangan do’a
c Mengawali makan pagi marilah kita ber’doa terlebih dahulu, Do’a makan:
Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Allahumma baariklanaa fii maa rojaqtanaa waqinaa adzaabannar “Ya Allah berkahilah rizqi yang telah engkau berikan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.
Do’a masuk WC: Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Allahumma innii audzubika minal hubutsi wal khobaaits “ Ya Allah aku berlindung dari syetan laki-laki dan syetan perempuan.
Laa ta’kul qooiman “tidak makan sambil berdiri”
Laa tasyrob qooiman “tidak minum sambil berdiri”
Annadhofatu minal iiman “kebersihan sebagian dari iman”
Kul biyamiinika “makanlah dengan tangan kananmu”
Jika sedang makan sebaiknya tidak banyak berbicara.
Simpanlah sampah pada tempatnya.
2. Istirahat di tempat grak!
3. Yang sudah siap namanya, siapa...menuju cuci tangan 4. Setelah anak makan, guru mendampingi anak bermain.
5. Siswa masuk ke kelas untuk pembelajaran selanjutnya.
6. Untuk mahfudhoh, tiap kelas bisa menambahkan dengan mahfudhoh yang ada dalam mata pelajaran PAI.
CUCI TANGAN
1. Guru mendampingi anak cuci tangan.
2. Anak mengantri
3. Mengambil sabun cuci tangan.
4. Menelungkupkan 2 tangan bergantian.
5. Mengantup dan mengunci jari jari tangan . 6. Memutar ibu jari secara bergantian.
7. Menggosok-gosok kuku jari secara bergantian.
8. Mencuci tangan dengan air mengalir.
9. Tertib
Dhuha
1. Penanggung jawab sholat Dhuha wali kelas 2. Peserta sholat Dhuha adalah semua murid.
3. Tata urutan sholat Dhuha sebagai berikut:
a. Persiapan b. Shalat Dhuha
c. Do’a setelah sholat dhuha d. Doa belajar
SHALAT DHUHUR
1. Wudhu dan persiapan Shalat Dhuhur
2. Siswa segera masuk kelas kelas 1,aula perempuan dan masjid untuk laki-laki di damping guru kelas dan pembimbing.
3. Siswa melaksanakan Shalat sesuai dengan tata tertib Shalat.
4. Siswa berdoa dengan khusu dipimin imam.
5. bermushofahah
ALUR MASUK DAN PULANG DI MASA COVID 19