STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR COMMUNITY DEVELOPMENT
GERAKAN MENGAJAR DESA INDONESIA TAHUN 2023/2024
DIVISION OF COMMUNITY DEVELOPMENT GERAKAN MENGAJAR DESA NUSANTARA YAYASAN GENERASI SAHABAT PENDIDIKAN
TAHUN 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala karena dengan rahmat dan karunia-Nya, maka “Standar Operasional Prosedur Community Development Gerakan Mengajar Desa Indonesia Tahun 2023/2024” dapat tersusun dengan baik.
Maksud dan tujuan disusunnya petunjuk pelaksanaan ini adalah sebagai petunjuk, arahan, dan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan baik secara teknis maupun administratif serta untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah pelaksanaannya di lapangan.
Dengan tersusunnya petunjuk pelaksanaan ini diharapkan program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, tepat sasaran, dan tertib administrasi sesuai dengan persyaratan dan tata cara yang telah ditetapkan. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku petunjuk pelaksanaan program dan kegiatan ini, kami ucapkan terima kasih.
Brebes, September 2023 Chief of Community Development Gerakan Mengajar
Desa Indonesia,
Achla Elnada S.Tr.Sos.
BAB I
COMMUNITY DEVELOPMENT GERAKAN MENGAJAR DESA Pasal 1
Community Development adalah kegiatan pengembangan masyarakat sesuai potensinya, yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kondisi sebelumnya di Gerakan Mengajar Desa Indonesia.
Pasal 2
Tugas pokok dan fungsi Community Development Gerakan Mengajar Desa adalah sebagai berikut:
(a) Mempersiapkan data riset terkait desa yang akan dikunjungi untuk melaksanakan pengabdian
(b) Menghimpun data terkait desa yang sudah dikunjungi dan dilaksanakan pengabdian oleh Gerakan Mengajar Desa
(c) Mengembangkan program yang sudah terlaksana oleh Gerakan Mengajar Desa dengan didasari oleh evaluasi di kegiatan sebelumnya
(d) Mengembangkan berbagai program pemberdayaan pemuda dengan kreatif dan mengedepankan prinsip untuk menghadirkan manfaat dan solusi.
BAB II
POLA HUBUNGAN KERJA COMMUNITY DEVELOPMENT GERAKAN MENGAJAR DESA PUSAT DENGAN COMMUNITY DEVELOPMENT
GERAKAN MENGAJAR DESA WILAYAH Pasal 3
Pola hubungan kerja antara Gerakan Mengajar Desa Pusat dengan Gerakan Mengajar Desa Wilayah mengandung prinsip:
a. saling membantu dan mendukung untuk meningkatkan kinerja fungsi program kerja dan pelayanan terhadap tutor inspiratif maupun masyarakat binaan;
b. saling menghargai kedudukan, tugas dan fungsi serta wewenang masing-masing;
c. saling memberi manfaat; dan
d. saling mendorong kemandirian dan kedisiplinan masing-masing perangkat yang mengacu pada peningkatan kemampuan penyelenggaraan program kerja dan pengabdian.
Pasal 4
(1) Penyelenggaraan tugas, fungsi, dan wewenang Gerakan Mengajar Desa dilakukan melalui hubungan kerja yang meliputi:
a. konsultatif;
b. kolegial;
c. fungsional;
d. struktural; dan e. koordinatif.
(2) Pelaksanaan hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan keterbukaan, akuntabilitas, profesionalitas, dan keterpaduan.
(3) Yang dimaksud hubungan kerja konsultatif pada ayat (1) poin a adalah hubungan kerja dalam meminta pertimbangan sebelum pengambilan keputusan.
(4) Yang dimaksud hubungan kerja kolegial pada ayat (1) poin b adalah hubungan kerja sama antara Gerakan Mengajar Desa Pusat dengan Gerakan Mengajar Desa Wilayah.
(5) Yang dimaksud hubungan kerja fungsional pada ayat (1) poin c adalah hubungan kerja untuk memberikan peran substansial secara fungsional dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan wewenang masing-masing.
(6) Yang dimaksud hubungan kerja struktural pada ayat (1) poin d adalah hubungan kerja memberikan peran substansial secara struktural dalam melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan wewenang masing-masing.
(7) Yang dimaksud hubungan kerja koordinatif pada ayat (1) poin e adalah hubungan kerja yang bersifat koordinasi antara Gerakan Mengajar Desa Pusat dengan Gerakan Mengajar Desa Wilayah.
BAB III
JALUR KOORDINASI COMMUNITY DEVELOPMENT GERAKAN MENGAJAR DESA PUSAT DENGAN COMMUNITY DEVELOPMENT GERAKAN
MENGAJAR DESA WILAYAH Pasal 5
(1) Jalur koordinasi Gerakan Mengajar Desa Pusat dengan Gerakan Mengajar Desa Wilayah diantaranya sebagai berikut:
a. Saran, kritik, dan pendapat dari tutor inspiratif disampaikan kepada Pengurus Gerakan Mengajar Desa Cabang. Apabila hal tersebut merupakan kewenangan cabang, maka dapat diselesaikan langsung oleh Pengurus Gerakan Mengajar Desa Cabang.
b. Saran, kritik, dan pendapat dari Pengurus Gerakan Mengajar Desa Cabang disampaikan kepada Pengurus Gerakan Mengajar Desa Wilayah. Apabila hal tersebut merupakan kewenangan wilayah, maka dapat diselesaikan langsung oleh Pengurus Gerakan Mengajar Desa Wilayah.
c. Saran, kritik, dan pendapat dari Pengurus Gerakan Mengajar Desa Wilayah disampaikan kepada Chief Community Development Pusat.
d. Selanjutnya oleh Chief Community Development Pusat disampaikan kepada Chief Operating Officer untuk kemudian ditindaklanjuti menurut kewenangan bidangnya.
(2) Koordinasi, komunikasi, dan pengawasan dapat dilakukan melalui Rapat Rutin Community Development dan laporan tertulis atau melalui pesan dalam media elektronik.
BAB IV
KEMITRAAN DAN KERJASAMA Pasal 6
1. Kemitraan yang diizinkan adalah kemitraan yang berkaitan dengan bidang yang dipilih oleh masing-masing kelompok.
2. Contoh kemitraan:
a. Bidang Ekonomi : Koperasi, UMKM, Bank, Kementerian/Dinas yang berkaitan dengan ekonomi dan lain-lain.
b. Bidang Kesehatan : Puskesmas, Tenaga Kesehatan, Rumah Sakit, Kementerian/Dinas Kesehatan dan lain-lain.
c. Bidang Sosial Budaya : Kementerian/Dinas Sosial Budaya, Sanggar, Organisasi seni dan budaya, Kementerian/Dinas Pariwisata dan lain-lain.
d. Bidang Lingkungan : Kementerian/Dinas Lingkungan Hidup, Organisasi yang berkaitan dengan lingkungan, dan lain-lain.
3. Tidak diperbolehkan menjalin kerja sama dengan organisasi/partai/kelompok yang berhubungan dengan dunia politik.
4. Kemitraan yang diambil hendaknya organisasi/kelompok yang memiliki timbal balik bagi keberlanjutan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa.
BAB V
DESA BINAAN GERAKAN MENGAJAR DESA Pasal 7
Ketentuan umun pelaksanaan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa adalah sebagai berikut:
1. Setiap Gerakan Mengajar Desa Kabupaten/Kota wajib mengirimkan minimal 1 kelompok pengabdian desa binaan yang berjumlah 5 s/d 7 orang untuk mengikuti kegiatan desa binaan.
2. GMD provinsi yang mempunyai GMD Aktif di Kokab berjumlah 1-5 wajib mengirimkan minimal 2 kelompok
3. GMD Provinsi yang mempunyai GMD aktif di Kota/Kabupaten berjumlah 6-10 wajib mengirimkan minimal 3 kelompok.
4. GMD provinsi yang memiliki lebih dari 10 GMD aktif di Kota/Kabupaten wajib mengirimkan 1 kelompok pada setiap kota/kabupatennya untuk mengikuti kegiatan desa binaan.
5. Desa binaan yang dipilih oleh kelompok disarankan merupakan desa yang sama dengan desa yang akan dijadikan sebagai desa pengabdian formal.
6. Setiap kelompok wajib memilih 1 (satu) dari 4 (empat) bidang yang sudah di sediakan oleh Mengajar Desa.
7. Untuk menentukan bidang yang akan dipilih setiap kelompok wajib untuk melakukan pre-test pada setiap bidang yang telah ditentukan dan memilih mana bidang yang paling dibutuhkan oleh desa.
8. Rekomendasi desa yang dapat dituju untuk desa binaan dapat dilihat melalui link : https://bit.ly/RekomendasiIPMWilayah
9. Pengabdian desa binaan diadakan selama 2 bulan dengan rincian 1 minggu dilaksanakan selama 3 hari.
10. Setiap kelompok dari Gerakan Mengajar Desa Kabupaten/Kota wajib membentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) agar terciptanya program kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Pasal 8
Pra kegiatan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa adalah sebagai berikut:
1. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib melakukan survei lokasi desa yang akan dibina selama 2 bulan.
2. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib melakukan pre-test terhadap desa yang akan dijadikan desa binaan mengenai 4 (empat) bidang yang telah ditentukan oleh Team Mater Gerakan Mengajar Desa.
3. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib memilih 1 (satu) bidang yang nilainya paling rendah dari 4 (empat) bidang berdasarkan hasil pre-test yang telah dilaksanakan.
4. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib membuat laporan rencana intervensi yang akan dilaksanakan guna menangani permasalahan yang ditemukan saat melakukan survei.
5. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib mengirimkan hasil pre-test dan laporan rencana intervensi kepada Team Mater Gerakan Mengajar Desa.
Pasal 9
Pasca kegiatan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa adalah sebagai berikut:
1. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib melakukan post test guna mengetahui tingkat efektivitas kegiatan yang dilakukan.
2. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib melakukan monitoring dan evaluasi bersama dengan Tim Kerja Masyarakat menjelang akhir pengabdian desa binaan.
3. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa wajib membuat laporan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang diberikan.
4. Pengumpulan laporan kegiatan paling lambat 30 hari setelah pengabdian desa binaan melalui : https://bit.ly/PengumpulanLaporanDesaBinaan
5. Setiap kelompok pelaksana Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa dapat menjalin silaturahmi dengan Tim Kerja Masarakat dan melakukan monitoring secara berkelanjutan terhadap program kegiatan yang dilaksanakan.
Pasal 10
Tim Kerja Masyarakat adalah sekumpulan masyarakat yang memiliki pengaruh dalam melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengikuti setiap kegiatan yang sudah direncanakan. Tim Kerja Masyarakat berperan penting dalam keberlanjutan program yang diterapkan di desa binaan.
Pasal 11
Tugas pokok dan fungsi Tim Kerja Masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Membuat dan merencanakan program intervensi bersama dengan Tutor Inspiratif 2. Berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan.
3. Menjadi pelopor dan penggerak masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam program yang telah ditentukan.
4. Mengelola sumber daya dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program.
5. Melakukan monitoring dan evaluasi bersama dengan Tutor Inspiratif terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
6. Melanjutkan program kegiatan yang telah berjalan dan mengembangkannya agar lebih baik lagi.
Pasal 12
Ketentuan izin dalam pelaksanaan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa adalah sebagai berikut:
a. Tutor Inspiratif ijin meninggalkan lokasi pengabdian dengan alasan sakit
No Waktu Konsekuensi
1. 1 – 3 hari Tidak mendapat sanksi
2. 4 – 7 hari Mengganti hari pengabdian sesuai jumlah hari yang ditinggalkan, dikurangi 3 hari.
3. Lebih dari 7 hari
Mengganti hari pengabdian sesuai jumlah hari yang ditinggalkan, dikurangi 3 hari
Sertifikat ditangguhkan
b. Tutor Inspiratif ijin meninggalkan lokasi desa binaan dengan alasan berduka cita karena keluarga inti dan atau nenek/kakek meninggal dunia
No Waktu Konsekuensi
1. 1 – 3 hari Tidak mendapat sanksi
2. 4 – 6 hari Mengganti hari pengabdian sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
3. 7 – 10 hari
• Mengganti hari pengabdian sesuai jumlah hari yang ditinggalkan
• Sertifikat ditangguhkan
c. Tutor Inspiratif ijin meninggalkan lokasi pengabdian dengan alasan menengok keluarga inti dan atau nenek/ kakek sakit keras/ kritis
No Waktu Konsekuensi
1. 1 – 3 hari Tidak mendapat sanksi
2. 4 – 6 hari Mengganti hari pengabdian sebanyak 1,5 kali dari jumlah hari yang ditinggalkan.
3. 7 – 10 hari
Mengganti hari pengabdian sebanyak 1,5 kali dari jumlah hari yang ditinggalkan
Sertifikat ditangguhkan
d. Tutor Inspiratif meninggalkan lokasi pengabdian tanpa ijin.
No Waktu Konsekuensi
1. 1 – 3 hari Mengganti hari pengabdian sebanyak 2 kali jumlah hari yang ditinggalkan
2. 4 – 9 hari Mengganti hari pengabdian sebanyak 2 kali jumlah hari yang ditinggalkan.
3. 9 hari ke atas Mengulang pengabdian
Tidak mendapatkan sertifikat
BAB VI TEMAN DESA
Pasal 13
Teman Desa merupakan program keberlanjutan dari Pengabidan Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa, dimana desa tersebut akan menjadi salah satu branding bagi Gerakan Mengajar Desa dan akan dibina oleh Gerakan Mengajar Desa selama 1 (satu) tahun periode Gerakan Mengajar Desa.
Pasal 14 Ketentuan umum Teman Desa adalah sebagai berikut:
1. Desa Binaan Teman Desa merupkan 1 desa terbaik dari Pengabdian Desa Binaan Gerakan Mengajar Desa.
2. Pemilihan Desa Binaan Teman Desa merupakan keputusan mutlak dari Gerakan Mengajar Desa Pusat berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
3. Kelompok yang terpilih untuk menjadi Desa Binaan Teman Desa wajib mengelola desa tersebut selama 1 (satu) periode Gerakan Mengajar Desa.
4. Kelompok terpilih Teman Desa akan mendapatkan pendampingan dan monitoring dari Gerakan Mengajar Desa Pusat.
5. Kelompok terpilih Teman Desa diwajibkan untuk membuat proposal dan MoU untuk kegiatan Teman Desa selama 1 (satu) periode.
6. Segala hal yang berkaitan dengan Desa Binaan Teman Desa harus melalui persetujuan Gerakan Mengajar Desa Pusat.
7. Desa terpilih Teman Desa bukan merupakan Desa Terpilih dari program lain yang ada di Community Development Gerakan Mengajar Desa.
BAB VII KEMBANG DESA
Pasal 15
Kembang Desa merupakan program pengembangan UMKM bersama dengan Gerakan Mengajar Desa yang menjadikan branding bagi Gerakan Mengajar Desa dan akan mendapat binaan dari Gerakan Mengajar Desa selama 1 (satu) periode.
Pasal 16 Ketentuan umum Kembang Desa adalah sebagai berikut:
1. Desa Terpilih Kembang Desa merupakan 1 (satu) rancangan pengembangan UMKM terbaik dari seluruh rancangan yang diterima oleh Gerakan Mengajar Desa Pusat.
2. Pemilihan Desa Terpilih Kembang Desa merupakan keputusan mutlak dari Gerakan Mengajar Desa Pusat berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.
3. Desa Terpilih Kembang Desa wajib mengelola UMKM terpilih selama 1 (satu) periode Gerakan Mengajar Desa.
4. UMKM terpilih akan mendapatkan uang pembinaan dan akan mendapatkan pelatihan serta monitoring dari Gerakan Mengajar Desa Pusat.
5. UMKM Terpilih Kembang Desa diwajibkan membuat proposal dan MoU untuk kegiatan Kembang Desa selama 1 (satu) periode.
6. Segala hal yang berkaitan dengan Kembang Desa harus melalui persetujuan dari Gerakan Mengajar Desa Pusat.
7. UMKM Terpilih Kembang Desa bukan berasal dari Desa Terpilih dari program lain yang ada di Community Development Gerakan Mengajar Desa.
TIMELINE DAN DESKRIPSI KEGIATAN DESA BINAAN GERAKAN MENGAJAR DESA No Uraian Kegiatan Waktu Penanggung Jawab Keterangan 1 Rapat Internal
Persiapan Desa Binaan
Juli s/d Agustus 2023
Chief Of Community Development
Dilakukan secara daring.
Peserta kegiatan meliputi manager dalam Community Development.
Pemaparan jadwal kegiatan dan petunjuk teknis desa binaan.
2 Launching Kurikulum, Rekomendasi IPM dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Desa Binaan
Agustus 2023 Chief Of Community Development
Dilakukan secara daring melalui zoom/google meet, website, instagram, dan social media GMD.
Disebarluaskan kepada Chief of Community Development Provinsi
3 Pelaporan/Pendaftaran Kelompok Desa Binaan
Agustus s/d September 2023
Community Development dan Human Resource Development
Pendaftaran dilakukan dengan mengisi google form
Pendaftran kelompok desa binaan dilakukan oleh setiap kelompok maksimal 7 hari sebelum survei lokasi kegiatan (melalui ketua kelompok)
4 Survei Lokasi dan Pre- Test
18 September s/d 01 Oktober 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Survei dilaksanakan secara luring di desa tujuan masing-masing
Survei dilaksanakan selama 2 minggu dengan rincian 3 hari kerja setiap minggunya
Setiap kelompok desa binaan wajib melaksanakan pre-test pada 4 (empat) bidang yang telah disediakan
5 Inisiasi Sosial dan Pengorganisasian Sosial
18 September s/d 01 Oktober 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Inisiasi Sosial
Inisiasi sosial adalah kegiatan awal dalam memasuki masyarakat, melakukan kontak pendahuluan, memahami karakteristik masyarakat, membangun relasi dengan masyarakat, sehingga terbangun kepercayaan, penerimaan serta kesiapan dan kesepakatan untuk bekerjasama dalammelakukan pengubahan masyarakat. Proses inisiasi sosial ini dilakukan melalui dialog, artinya interaksi yang terjadi dilakukan secara setara.
Teknik inisiasi antara lain dengan Community Involvement (CI), percakapan sosial (daring dan luring), home visit, studi dokumentasi, observasi, pertemuan warga (daring dan luring).
Pengorganisasian Sosial
Pengorganisasian Sosial merupakan proses dimana praktikan mengidentifikasi struktur pengelompokan sosial dan organisasi-organisasi sosial lokal, melibatkan kelompok yang potensial untuk menggerakan masyarakat secara terpadu dan terkoordinasi dalam upaya kegiatan penyuluhan sosial pemberdayaan masyarakat.
Pengorganisasian antara lain dengan management stakeholder, hendaknya mendayagunakan dan menguatkan struktur pengorganisasian masyarakat dan pemimpin lokal yang memiliki peran relevan atau memiliki power and interest
dalam pemberdayaan masyarakat untuk mencegah maupun mengatasi permasalahan sosial dari populasi target yang disepakati menjadi fokus pengabdian serta untuk mengoptimalkan aksesibilitas potensi dan sumber yang ada
6 Pembentukan Tim Kerja Masyarakat
25 September s/d 01 Oktober 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Tim Kerja Masyarakat adalah sekumpulan masyarakat yang memiliki pengaruh dalam melibatkan masyarakat secara aktif untuk mengikuti setiap kegiatan yang sudah direncanakan. Tim Kerja Masyarakat berperan penting dalam keberlanjutan program yang diterapkan di desa binaan.
Pembentukan Tim Kerja Masyarakat diadakan secara luring di desa pilihan masing-masing kelompok.
Tim Kerja Mayarakat hendaknya orang yang berpengaruh dalam masyarakat
Tim Kerja Masyarakat terdiri dari 5 sampai 7 orang
Setiap kelompok wajib membuat struktur organisasi Tim Kerja Masyarakat
7 Pembuatan dan
Perancangan Rencana Intervensi
02 Oktober s/d 15 Oktober 2023
Ketua Kelompok Desa Binaan dan Tim Kerja Masyarakat
Kegiatan ini bisa diadakan secara luring/daring bersama dengan Tim Kerja Masyarakat
Kelompok Desa Binaan bersama dengan Tim Kerja Masyarakat membuat rancangan program yang akan dilakukan berdasarkan hasil pre-test
Setiap kelompok wajib mengirimkan hasil pre-test dan rencana intervensi kepada Chief of Community Development GMD Indonesia
8 Persiapan Pengabdian Desa Binaan
16 Oktober s/d 29 Oktober 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Setiap kelompok melakukan persiapan pengabdian desa binaan seperti peralatan yang dibutuhkan saat pengabdian, penginapan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.
Setiap kelompok dapat juga melakukan kerja sama dengan pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program.
9 Pengabdian Desa Binaan dan pelaksanaan intervensi
30 Oktober s/d 17 Desember 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Pengabdian Desa Binaan dilaksanakan secara luring di desa binaan masing-masing.
Pengabdian desa binaan dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dengan ketentuan 1 (satu) minggu 3 (tiga) hari pengabdian.
Setiap kelompok harus melibatkan Tim Kerja Masyarakat dalam setiap pelaksanaan programnya.
10 Monitoring dan Evaluasi
18 Desember s/d 24 Desember 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Setiap kelompok dan Tim Kerja Masyarakat melakukan evaluasi terhadap program yang telah diterapkan di desa binaan.
Evaluasi meliputi penilaian terhadap hasil asesmen, ketepatan dalam merumuskan rencana intervensi, penerapan rencana/
pelaksanaan intervensi, serta perubahan-
perubahan yang dicapai oleh target group setelah dilakukan intervensi.
11 Terminasi 25 Desember s/d 31 Desember 2023
Chief of Community Development GMD Indonesia, Chief of Community Development Wilayah, Ketua Kelompok Desa Binaan dan pihak- pihak terkait lainnya
Terminasi merupakan tahap pemutusan hubungan secara formal dengan masyarakat atau kelompok sasaran. Tahap ini harus dilakukan karena program sudah harus dihentikan, sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Setiap kelompok melakukan pemutusan hubungan secara profesional dengan desa binaan.
Terminasi dapat dilakukan melalui kegiatan perpisahan, makan bersama, maupun kegiatan lain yang berkesan bagi masyarakat.
TIMELINE KEGIATAN TEMAN DESA
Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
September ● Penentuan Sasaran Desa
● Penentuan Tim Teman Desa
Community Development GMD Nasional
Oktober ● Penentuan Program Kerja
● Rencana Anggaran Biaya PIC + Tim Teman Desa November –
Desember ● Pengabdian Desa Binaan (Non Formal) PIC + Tim Teman Desa
Januari – Maret ● Pengabdian Formal Tim Teman Desa
April – Mei ● Program Lanjutan yang disesuaikan
dengan kebutuhan desa PIC + Tim Teman Desa
Juni Evaluasi dan Penutupan PIC + Tim Teman Desa
TIMELINE KEGIATAN KEMBANG DESA
Waktu Kegiatan Penanggung Jawab
September Penentuan Sasaran Desa (Survey)
Pembentukan Tim Community Development GMD Nasional
Oktober Penentuan UMKM Kembang Desa Community Development GMD Nasional
November
Pengabdian Desa Binaan
Perancangan Proposal
Update Progress (2 Minggu 1x)
PIC + Tim Kembang Desa
Desember
Final Proposal
Presentasi Rancangan Kembang Desa
Pengumuman
PIC + Tim Kembang Desa