Pendahuluan
Latar Belakang
Agar dapat bersaing dengan perbankan konvensional, fitur Pembiayaan Murabahah yang mudah dan sederhana menjadi primadona bank syariah dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan konsumen seperti pembelian kendaraan bermotor, pembelian rumah dan kebutuhan konsumen lainnya. Sayangnya, kemudahan mekanisme pembiayaan Murabahah tidak menjamin praktik di lapangan sesuai dengan peraturan dan standar syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Isu Permasalahan
Beberapa hal terkait penyimpangan praktik pembiayaan Murabahah dengan konsep dan ketentuan standar hukum syariah dan hukum positif masih banyak terjadi sehingga menjadi dasar penyusunan standar produk Murabahah.
Ruang Lingkup dan Tujuan
Penyusunan standar produk Murabahah bertujuan sebagai pedoman pelaksanaan operasional terkait produk pembiayaan dan aktivitas perbankan syariah dengan akad Murabahah. Adanya standar produk ini diharapkan dapat membantu pelaku industri perbankan syariah untuk memanfaatkan produk berbasis akad Murabahah secara optimal tanpa mengurangi kepatuhan industri produk terhadap ketentuan dan standar syariah yang berlaku.
Metodologi
Definisi Umum
Harga perolehan ditambah margin yang disepakati antara bank dan nasabah sebagaimana diatur dalam akad Murabahah. PT Bank.. suatu perusahaan perbankan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, berkedudukan dan berkantor pusat di..didirikan berdasarkan akta nomor..yang dibuat di hadapan notaris.., dalam hal ini bertindak (melalui Syariah Unit Usaha) yang diwakili oleh..as.., dengan demikian sah bertindak untuk dan atas nama PT Bank.., yang selanjutnya disebut "BANK", dan.
Ketentuan Standar Operasional Produk (SOP)
Ruang Lingkup
Pangsa pembiayaan Murabahah saat ini memberikan kontribusi paling besar terhadap keseluruhan pembiayaan perbankan syariah Indonesia, yaitu sekitar 60%. Kemudian para ahli dan ulama perbankan syariah memadukan konsep murabahah dengan beberapa konsep lainnya sehingga membentuk konsep pembiayaan akad murabahah.
Tujuan
Landasan Hukum
Perubahan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/19/PBI/2007 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Penerapan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah.
Definisi Istilah
Sejumlah uang yang dapat diminta Nasabah kepada Bank sebagai tanda kesungguhan Nasabah dalam bertransaksi Murabahah. Harga yang diberikan Pemasok kepada Pelanggan setelah dikurangi uang muka yang Pelanggan bayarkan kepada Pemasok.
Muatan Standar
Harga Pokok Bank wajib diberitahukan secara tegas dan jujur oleh Bank kepada Nasabah dan dituangkan dalam akad Akad Pembiayaan Murabahah. Uang muka yang telah dibayarkan akan dikembalikan kepada NASABAH setelah dikurangi kerugian atau biaya-biaya yang ditanggung BANK.
Standar Umum SOP Pembiayaan Murabahah
Fitur Produk
Pembiayaan jangka pendek yang dilengkapi dengan skema fasilitas wa’ad in the line berupa penarikan pembiayaan serial. One time financing, yaitu penarikan pembiayaan hanya satu kali selama periode pembiayaan dalam mata uang Rupiah atau mata uang asing.
Prinsip Pembiayaan Murabahah
Akad pembiayaan murabahah harus secara jelas menyatakan bahwa bank menjual objek pembiayaan kepada Nasabah dengan harga jual yang terdiri dari harga beli dan margin. Harga pembelian terdiri dari jumlah dana yang digunakan bank untuk memiliki objek pembiayaan, ditambah biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan pembelian barang tersebut, dan harus dinyatakan secara jelas dan transparan oleh bank.
Standar Obyek Pembiayaan Murabahah dan
Objek pembiayaan Murabahah dapat berupa aset berwujud maupun aset tidak berwujud. Kedua belah pihak menyepakati jenis kerugian Objek Pendanaan yang mempengaruhi hak tukar (khiyar).
Standar Para Pihak Terkait
Bank dapat menunda pencatatan nama Nasabah pada Objek Pembiayaan sampai tercapai kesepakatan mengenai harga jual Bank.
Standar Kriteria Nasabah
Nasabah perseorangan dan perusahaan/badan usaha tidak termasuk dalam daftar hitam dan daftar kredit macet Bank Indonesia. Diberikan kepada nasabah yang berbentuk badan usaha yang bukan badan hukum atau badan usaha yang berbadan hukum selain koperasi.
Standar Wakalah
Kepemilikan barang beralih kepada Bank setelah penyerahan barang oleh penyedia kepada Nasabah sebagai wakil Bank sesuai dengan cara yang ditentukan dalam perjanjian dan disepakati secara khusus. Nasabah menanggung segala risiko yang berkaitan dengan pencurian, kehilangan, kerusakan dan musnahnya barang, kecuali hal tersebut disebabkan oleh peristiwa force majeure sejak tanggal penyerahan dari penyedia sampai dengan tanggal penyerahan oleh bank kepada nasabah.
Standar Metode Pembayaran dan Reschedulling
Terkait dengan penjadwalan ulang angsuran Murabahah, Bank tidak boleh menaikkan harga jual yang telah disepakati dalam akad dengan alasan apapun. Apabila diperlukan, para pihak dapat sepakat untuk melakukan pengaturan lain mengenai penjadwalan ulang syarat Murabahah.
Standar Penetapan Harga
Harga Jual Bank meliputi Harga Pokok Bank dan Margin yang diinginkan sebagai keuntungan bagi Bank. Harga Jual Bank didasarkan pada Harga Pokok Bank ditambah Margin (Laba) yang diinginkan Bank.
Standar Penetapan Margin Murabahah
Standar Penetapan Uang Muka
Apabila nasabah mengakhiri akad Murabahah, maka nasabah harus memberikan kompensasi kepada Bank sebesar uang jaminan sebesar kerugian yang sebenarnya terjadi. Apabila jumlah simpanan melebihi kerugian, maka Bank wajib mengembalikan sisa kelebihan simpanan tersebut kepada nasabah.
Standar Plafond Pembiayaan dan FTV
Standar Angsuran Pembiayaan dan Potongan Angsuran
Potongan Murabahah (Khashm) Cicilan dapat diberikan oleh nasabah jika nasabah (i) melakukan pembayaran angsuran tepat waktu, (ii) mengalami penurunan kapasitas, atau (iii) atas kebijakan bank dapat memberikan potongan angsuran kepada nasabah. Keputusan pemberian potongan angsuran harus disertai dengan bukti yang cukup mengenai alasan dan alasan yang jelas dan masuk akal sebelum jatuh tempo angsuran.
Standar Pelunasan Dipercepat dan Potongan Pelunasan
Mekanisme pencatatan diskon angsuran Murabahah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, dimana bank mencatat biaya diskon angsuran atau biaya operasional atas diskon yang diberikan. Diskon pelunasan dipercepat (muqasah) akan diberikan oleh Bank kepada Nasabah atas pembayaran piutang Murabahah apabila Nasabah (i) melakukan pembayaran lunas tepat waktu atau (ii) melakukan pembayaran lebih cepat dari waktu yang disepakati; dengan syarat syarat-syaratnya tidak disepakati dalam kontrak dan besaran diskon diserahkan pada kebijakan bank.
Standar Diskon (Potongan Harga)
Pemberitahuan tertulis tersebut akan memuat perubahan pengaturan angsuran, baik jangka waktunya diperpendek atau perubahan jumlah angsuran ditambah. Pelunasan seluruh dana pembiayaan Murabahah yang dilakukan Nasabah kepada Bank juga akan menghentikan seluruh pembayaran kewajiban Nasabah kepada Bank dengan sendirinya.
Standar Biaya-biaya
Standar Agunan dan Jaminan
50% (lima puluh persen) dari nilai wajar apabila penilaian yang dilakukan berlangsung lebih dari 12 (dua belas) bulan tetapi tidak melebihi 18 (delapan belas) bulan terakhir; 30% (tiga puluh persen) dari nilai wajar apabila penilaian yang dilakukan telah berlangsung lebih dari 18 (delapan belas) bulan, namun belum melebihi 24 (dua puluh empat) bulan terakhir; atau iv.
Standar Asuransi
Dasar penghitungan besarnya premi asuransi jiwa yang dibayarkan terdiri atas namun tidak terbatas pada usia nasabah, besaran plafon pembiayaan, dan lamanya jangka waktu pembiayaan. Dasar penghitungan besaran premi asuransi kebakaran terdiri atas namun tidak terbatas pada nilai bangunan yang dipertanggungkan dan jangka waktu pembiayaan.
Standar Perlakuan Tunggakan
Penutupan perlindungan asuransi wajib dilakukan oleh Perusahaan Asuransi Syariah yang menjadi mitra BUS/UUS/BPRS. Jangka waktu penutupan perlindungan asuransi ditentukan sesuai dengan jangka waktu pembiayaan dan harus dibayar terlebih dahulu.
Standar Wanprestasi
Selain dapat dibeli oleh bank, barang pembiayaan yang tidak terutang juga dapat dijual secara lelang kepada pihak ketiga, sehingga hasil penjualan tersebut dapat diprioritaskan untuk menutupi kewajiban nasabah kepada bank. Apabila nasabah tetap ingin memiliki objek pembiayaan yang bersangkutan, maka bank dapat menawarkan kepadanya penguasaan atau penggunaan objek pembiayaan tersebut dengan imbalan sewa (ujroh) dan menyelesaikan perpindahan kepemilikan (ijarahmintahia bi tamlik).
Standar Denda (Ta’zir) dan Ganti Rugi (Ta’widh)
Sanksi yang dapat diterapkan berupa denda (ta'zir) dan/atau ganti rugi (ta'widh). Besarnya ganti rugi yang dapat diakui sebagai pendapatan bank adalah sesuai dengan kerugian yang sebenarnya dan bukan kerugian yang diharapkan (potensial kerugian).
Standar Penyelesaian Sengketa
Apabila eksekusi agunan objek pembiayaan Murabahah dan/atau jaminan lainnya dilakukan, maka hasil eksekusi (penjualan/lelang) diutamakan dalam rangka pemenuhan kewajiban Nasabah kepada Bank. Apabila terdapat kelebihan nilai pelaksanaan dikembalikan kepada Nasabah, apabila masih belum mencukupi untuk memenuhi hak Bank, hal tersebut tetap menjadi kewajiban Nasabah sampai dengan Bank menghapuskan kewajiban tersebut.
Standar Force Majeur
Standar Berakhirnya Murabahah
Perjanjian mengenai penetapan uang muka berdasarkan kesepakatan dan/atau pembayaran biaya-biaya yang diwajibkan oleh bank; Keuntungan adalah keuntungan BANK atas jual beli Murabahah yang disetujui BANK dan NASABAH.
Standar Pelaksanaan
Tahapan Proses Pembiayaan
Bank menyediakan Surat Kelulusan Prinsip Pembiayaan kepada Bakal Pelanggan (Surat Tawaran) 3. Jika Pelanggan diisytiharkan tidak berkemampuan, maka Pihak. Bank akan segera mengesahkan dan memberikan Pelanggan Surat Penolakan Pembiayaan. 1. Apabila Pelanggan dinyatakan layak dan diluluskan untuk mendapatkan pembiayaan, Pelanggan diminta untuk datang ke Bank untuk melakukan ikatan.
Pengajuan Pembiayaan
Bank wajib meminta laporan arus kas (baik pendapatan pribadi maupun usaha yang akan dibiayai) selama periode pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh Nasabah. Dalam menghitung proyeksi arus kas, Bank dan Komite Keuangan harus memperhatikan fluktuasi arus kas dari riwayat arus kas nasabah.
Proses Risk Assessment dan Keputusan Pembiayaan
Bank harus mempelajari pola pendapatan nasabah setiap bulan selama 1 periode akuntansi dengan menganalisis riwayat pendapatan nasabah. Bank akan menggunakan model pendapatan ini untuk menghitung kemampuan membayar nasabah dan memberikan plafon yang sesuai bagi nasabah agar tidak menimbulkan kemungkinan penyalahgunaan dana oleh nasabah.
Realisasi dan Pengembalian Pembiayaan
Pembayaran Angsuran
Monitoring Pembiayaan
Sebaliknya Pengambil Keputusan harus terlebih dahulu memastikan atau memantau bahwa Nasabah mempunyai persyaratan administrasi (bankable) dan Nasabah mempunyai prospek usaha dan/atau pilihan pembayaran yang baik (visible). Mohon dipastikan bahwa Nasabah telah menerima atau menggunakan barang pembiayaan Murabahah yang dibeli melalui fasilitas pembiayaan Bank.
Pengakhiran Akad Murabahah
Pemantauan di luar lokasi dilakukan antara lain melalui pemantauan melalui telepon atau penggeledahan rekening tabungan dan rekening pembiayaan nasabah.
Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan
PELANGGAN adalah pembeli yang wajib membeli barang mengikut pesanan yang dibuat oleh PELANGGAN kepada BANK. Hutang Murabahah ialah hutang pelanggan yang timbul daripada jual beli Murabahah yang wajib dibayar oleh pelanggan kepada BANK.
Standar Manajemen Risiko
Analisis dan Identifikasi Jenis Risiko
Risiko strategis adalah risiko yang timbul akibat ketidaktepatan pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan strategis serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. Risiko kepatuhan adalah risiko yang timbul karena bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta prinsip-prinsip syariah.
Ruang Lingkup Penerapan Manajemen Resiko
Uang jaminan yang telah dibayarkan akan dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi kerugian atau biaya-biaya yang dikeluarkan oleh bank. Kepemilikan barang beralih kepada BANK pada saat penyerahan barang oleh penyedia kepada NASABAH selaku agen BANK sesuai dengan tata cara yang diatur dalam perjanjian pembiayaan ini.
Standar Manajemen Sistem Informasi
Standar Quality Control
Standar Perlindungan Nasabah
Transparansi Informasi Produk
Bank wajib memberikan keterangan dan penjelasan baik lisan maupun tertulis mengenai produk yang ditawarkan atau disepakati. Bank wajib meminta konfirmasi nasabah atas kejelasan informasi produk yang disampaikan dan memastikan nasabah memahami sepenuhnya hak dan kewajibannya terkait produk.
Penggunaan Data Pribadi Nasabah
Bank diperbolehkan memberikan kuasa kepada Nasabah melalui akad wakalah untuk bertindak sebagai wakil Bank untuk membeli objek Murabahah sesuai dengan spesifikasi, syarat dan harga yang disetujui oleh Bank. 10. Harga jual adalah harga pembelian ditambah sejumlah keuntungan BANK yang disepakati oleh BANK dan NASABAH sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
Standar Akuntansi dan Pembukuan
Perlakuan Akuntansi
Pada akhir periode akuntansi, stok aset Murabahah diukur :. a) pada biaya perolehan jika aset tersebut tersedia untuk dijual dalam pesanan pengikatan Murabahah. Pada akhir periode akuntansi, persediaan diukur pada nilai realisasi bersih atau harga perolehan, mana yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih.
Ilustrasi Jurnal Umum
Jika terjadi peningkatan nilai wajar persediaan melebihi biaya perolehannya, maka tidak ada keuntungan yang harus diakui sampai keuntungan tersebut diidealkan. Jika terjadi penurunan nilai wajar persediaan di bawah biaya perolehannya D: Beban murabahah sebesar selisih penilaian aset.
Ilustrasi Jurnal Pembiayaan Langsung
Jika kenaikannya lebih besar dari harga pokok persediaan, maka laba yang dicatat tidak boleh melebihi harga perolehan). Apabila Bank pertama kali menerima pelunasan tagihan Murabahah dari Nasabah setelah pelunasan, maka Bank akan membayarkan Diskon Pelunasan Awal Murabahah kepada Nasabah dengan mengurangi keuntungan Murabahah.
Ilustrasi Jurnal Pembiayaan Tak Langsung
Tentang Persediaan (Mengacu pada PAPSI 2003)
Bank wajib menyatakan harga jual fasilitas pembiayaan yang pada prinsipnya dimiliki oleh Bank. Menyerahkan kepada BANK segala dokumen, materi dan/atau informasi yang diminta BANK dari NASABAH.
Standar Kontrak Perjanjian Murabahah
Pengantar Standar
Dalam konteks syariat Islam, Al Qur'an dan Hadis bertindak sebagai al ushul (ketentuan fundamental) yang mengandungi asas yang menjadi rujukan ketika memuktamadkan akad atau akad perbankan syariah. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam syariat Islam termasuklah a) prinsip kebebasan (al hurriyah), b) prinsip persamaan atau persamaan (al musawah), c) prinsip keadilan (al adalah), d) prinsip kesukarelaan atau konsensualisme. . (ar ridhaiyyah), e ) asas kejujuran dan kebenaran (ash-shidq), f) asas kegunaan (al-manfaat), g) asas bertulis (al-kitabah). Oleh karena itu, penyusunan perjanjian perbankan syariah haruslah mengandung berbagai prinsip hukum Islam dan mentaati berbagai larangan agar hak dan kewajiban para pihak terpenuhi sepenuhnya.
Ketentuan Umum Standar Perjanjian
Akad pembiayaan atau akad Murabahah harus memenuhi syarat dan ketentuan hukum sebagaimana ditentukan dalam Pasal 22 KHES dan 1320 KUH Perdata. Badan hukum atau badan hukum (syirkah) yang tidak cakap yaitu apabila terjadi pernyataan taflis/pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 KHES.
Klausul Identitas dan Jangka Waktu Pembiayaan
Klausul Barang Atau Obyek Pembiayaan Murabahah
Peralihan kepemilikan barang yang dikenai Murabahah harus efektif dilakukan oleh Bank sebagai penjual dan Nasabah sebagai pembeli. Setiap cacat yang ditemukan dan diketahui oleh obyek Murabahah sebelum akad ditandatangani, memberikan hak kepada nasabah untuk memilih (khiyar al ayb) meneruskan akad atau mengakhiri akad.
Klausul Penunjukan Nasabah Sebagai Kuasa Bank
Sebagai perwakilan, Nasabah bertanggung jawab atas pembelian dan penyerahan barang langsung dari penyedia pada tanggal penyerahan yang tercantum dalam pemberitahuan transaksi yang disetujui oleh Bank. Nasabah menanggung segala risiko yang berkaitan dengan pencurian, kehilangan, kerusakan dan musnahnya barang, kecuali disebabkan oleh peristiwa besar, sejak tanggal penyerahan oleh penyedia sampai dengan tanggal penyerahan barang oleh Bank kepada Nasabah.
Klausul Kesepakatan Jual-Beli
Klausul Harga Pokok dan Margin
Biaya-biaya tidak langsung (indirect pengeluaran) yang berkaitan dengan transaksi Murabahah seperti biaya utilitas (listrik, air, pulsa), gaji pegawai, upah lembur dan lain-lain yang sejenis tidak boleh dibebankan sebagai komponen biaya langsung. Segala biaya langsung yang timbul setelah akad Murabahah disepakati tidak dapat ditambahkan sebagai komponen Harga Perolehan dan harus ditanggung oleh Nasabah.
Klausul Uang Muka (Urbun)
Perhitungan margin dapat mengacu pada tingkat pengembalian yang diterima secara umum di pasar keuangan dengan memperhitungkan biaya dana yang diharapkan, premi risiko, dan tingkat keuntungan. Bank dapat memberikan diskon margin Murabahah sepanjang hal tersebut tidak menjadi kewajiban Bank sebagaimana tercantum dalam perjanjian.
Klausul Syarat dan Tata Cara Realisasi Pembayaran
Menyerahkan kepada Bank suatu Kewajiban (Promissory Note) untuk membayar kepada Bank Harga Jual secara penuh. Bank wajib memastikan bahwa nasabah dan/atau penjamin tidak termasuk dalam Daftar Hitam Nasional yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.
Klausul Biaya-biaya
Ganti rugi dikenakan kepada nasabah yang sengaja atau lalai melakukan sesuatu yang menyimpang dari kontrak dan mengakibatkan kerugian bagi Bank. Setiap pembayaran/pelunasan utang sehubungan dengan perjanjian ini dan/atau perjanjian-perjanjian lain yang berkaitan dengan perjanjian ini akan dilakukan oleh Nasabah kepada bank tanpa potongan, retribusi, bea, pajak dan/atau biaya-biaya lainnya, kecuali pemotongan tersebut diperlukan pada saat sah. undangan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Klausul Mekanisme Pembayaran
Klausul Jaminan (Collateral/Rahn)
Klausul Kewajiban Nasabah (Affirmative Covenant)
Klausul Larangan (Negative Covenant)
Klausul Pelunasan Dipercepat
Klausul Cidera Janji (Wanprestasi)
Pihak yang ingkar janji tidak dapat membuktikan bahwa perbuatan ingkar janji itu terjadi karena keadaan memaksa di luar kekuasaannya (force majeure). Kerugian nyata adalah biaya nyata yang dikeluarkan Bank dalam menagih hak Bank yang harus dibayar oleh Nasabah.
Klausul Force Majeur
Keadaan force majeure dapat digunakan sebagai alasan pengecualian dari kerugian karena tidak dilaksanakannya suatu perjanjian atau kontrak. Bank wajib memberikan bukti dari pihak kepolisian/pihak yang berwenang untuk diberikan oleh Nasabah sehubungan dengan pelaporan kasus force majeure.
Klausul Berakhirnya Akad Murabahah (Fasakh)
Apabila terjadi force majeure, Nasabah wajib menyampaikan pernyataan atau pemberitahuan tertulis mengenai keadaan force majeure yang dialami kepada Bank. Bank wajib mencantumkan klausul force majeure untuk mencegah terjadinya perselisihan atau konflik jika terjadi force majeure dimana kedua belah pihak akan merasa dirugikan dan saling menghindar dari kewajiban yang berakibat pada saling menuntut.
Klausula Pilihan Penyelesaian Sengketa
Bank sebagai penjual (bai') memutuskan untuk menggunakan hak suara (khiyar al ayb) untuk mengakhiri akad. Masing-masing pihak dalam kontrak setuju untuk mengakhiri kontrak dalam jangka waktu kontrak yang disepakati.
Larangan Pencantuman Klausula Eksemsi dalam
NASABAH membutuhkan barang dan meminta BANK untuk memberikan pembiayaan Murabahah untuk pembelian barang tersebut. Mengganggu batas waktu pemenuhan kewajiban BANK berdasarkan kontrak ini dan selanjutnya meminta NASABAH untuk membayar seluruh kewajiban kepada BANK berdasarkan kontrak ini, atau