• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDARISASI HADIS SAHIH MENURUT IBNAl-QAYYIMAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "STANDARISASI HADIS SAHIH MENURUT IBNAl-QAYYIMAL"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Diajukan ke Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur'an (Jakarta) untuk memenuhi beberapa persyaratan penggunaan. Skripsi yang berjudul “STANDARDISASI HADITS SAHIH MENURUT IBN AL-QAYYIM AL-JAUZIYYAH” yang disusun oleh Mahasiswa Khodziqotul Fitriyah Nomor Induk : 10210398 telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada sidang Munaqasyah. Tesis berjudul “Standarisasi Hadits Shahih Menurut Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah” karya Khodziqotul Fitriyah dengan NIM 10210398 diuji pada sidang Munaqasyah Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Qur'an pada (IIQ) 1 Agustus 2016.

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Standarisasi Hadits Shahih Menurut Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah” benar-benar karya asli saya, kecuali kutipan yang telah disebutkan. Maria Ulfah, MA., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta, beserta para pembantu Dekan. Kepada almamater saya “LEMBAGA ILMU AL-QUR’AN JAKARTA” terima kasih telah menjadikan saya pribadi yang berilmu. Semoga ilmu yang saya bawa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kaedah kefahaman Ibn Qayyim Al-Jauziyyah dalam menyelesaikan hadith (syarat sah hadith masa hadapan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah). Transliterasi Arab-Latin yang digunakan dalam disertasi ini adalah berdasarkan buku "Garis Panduan Penulisan Tesis, Tesis, dan Disertasi", terbitan Institut Ilmu Al-Qir`an (IIQ) Jakarta (edisi semakan), edisi kedua , Mei 2011 Kenyataan lain, al-Khathib al-Baghdadi menjelaskan bahawa maqbul hadith matan (diterima sebagai dalil): tidak boleh bercanggah dengan akal; dengan hukum al-Quran yang telah ditetapkan; dengan hadis mutawatir; dengan amalan yang telah menjadi ijmak ulama salaf; dengan hujah yang jelas; dan dengan hadisahad yang kualiti kesahihannya lebih kukuh.

Adapun rumusan masalah yang akan penulis ajukan mengenai pembahasan, yaitu; Pertama, bagaimana menyeragamkan hadis sahih menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah.

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

ابن القيم الجوزية، نقد النصوص المنقولة والمقلدة، والتفريق بين المرفوض والمنقول (بيروت: دار الكتاب العربي، 2010).

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

9 menyumbang kepada memperkayakan perkembangan pengajian hadith dan juga dapat mencipta ilmu kepada pembaca daripada penyelidikan ini. Secara khususnya, ia dapat memberi gambaran tentang penyeragaman yang digunakan oleh Ibn Qayyim al-Jauziyah untuk menilai nas-nas hadith dan juga memberi kefahaman tentang pandangan Ibn Qayyim al-Jauziyah.

Kajian Pustaka

IbnQayyim dan Binti Syati' dalam ayat Qasm dan tesis Abdul Aziz "Kajian kritis terhadap perspektif IbnQayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Manar Al-Munif fi Al-Sahih wa Al-Daif". 11. Berdasarkan itu, penulis perlu menekankan bahawa penulisan yang membincangkan pemikiran Ibn Qayyim masih dalam bidang tafsir, tetapi tesis Abdul Aziz lebih kepada kajian kritis terhadap kitab Al-Manar Al-Munif Fi Al- Sahih wa Al. -Daif12 maka penulis melakukan perkara yang sama dalam bidang hadith, tetapi kajian penulis adalah untuk mengetahui pemikiran Ibn Qayyim dalam bidang hadith khususnya untuk menyeragamkan hadith sahih menurut Ibn Qayyim Al-jauziyyah membincangkan.

Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Sumber data primer yaitu data yang dikumpulkan oleh Ibnu Qayyim yang membahas kajian hadis antara lain: al-Manâr al-Munîf fî Sahîh wa Daif, Şurutul Aimmah Al-Sittah, Tahzib Sunan Ibnu Dawûd, Idahul Ilal wa Musykilatuhu, Zâd al-Ma' dan Hadi Khair al-Ibâd. Sumber data sekunder yaitu data dari referensi lain yang berkaitan dengan tema pokok pembahasan yang bersangkutan. Langkah pertama dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mengumpulkan berbagai sumber data baik sumber data primer maupun sekunder, langkah selanjutnya setelah data terkumpul adalah menyaring berdasarkan poin-poin atau sub pembahasan.

Setelah mengumpulkan data-data, maka penelitian ini menggunakan dua metode yaitu analisis deskriptif, metode deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang objek penelitian dalam jangka waktu tertentu14 dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan, Tuliskan objek kajiannya, inilah latar belakang kehidupan, sejarah pemikiran Ibnu Qayyim. Sedangkan metode analitis berupaya menganalisis dan mengkritik data yang ada sehingga pada akhirnya mendapatkan hasil yang diinginkan. Pendekatan yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah-biografi, yaitu pendekatan yang bertujuan untuk memberikan makna atau keterangan mengenai suatu pokok bahasan dan berusaha mendefinisikan serta menjelaskan secara cermat pokok bahasan yang diteliti, 15 dan dalam hal ini yang diteliti adalah Ibnu Kayim. al-Jauziyah, yang tidak kalah pentingnya adalah pendekatan ini digunakan untuk mengungkap pendekatan yang digunakan untuk meneliti latar belakang penulis ditinjau dari lingkungan sosial budaya sekitar Ibnu Kayyim al-Jauziyah yang menurut peneliti mempengaruhi pembakuan autentik. hadis.

Sistematika Pembahasan

Kaedah ketiga pemahaman Ibn Qayyim al-Jawziyya dalam menyempurnakan hadith (Syarat kesahihan hadith sahih Ibn Qayyim al-Yawziyya). Maksud hadis tearuḏ Ibnu Qayyim, beliau menyelesaikannya menggunakan dua kaedah iaitu menggunakan kaedah Nash-Mansukh dan menggunakan kaedah Tarjih, tanpa menggunakan kaedah al-Jam'u kerana Ibnu Qayyim meyakini bahawa setiap hadis sahih perlu ada beberapa syarat yang menyebabkan. kemunculan hadis tersebut, justeru menggabungkan dua hadis tersebut tidak dianggap menyelesaikan masalah.

Saran

Abu ‘Abd Allah Muhammad bin ‘Abd Allah al-Hakim al-Naysaburi, Kitab Ma’rifah, hlm. Utsman ibn ‘Abd al-Rahman ibn al-Shalah, ‘Ulum, Abu ‘Amr ‘Utsmanibn ‘Abd al-Rahman ibn al-Shalah, ‘Ulum. Abu Muhammad ‘Ali ibn Sa’id ibn hamz, al-Ikhkam Fi Ushul al-Ahkam, juz 1 Caïro: al-‘Ashimah, th.

Ebu Zekerija Jahja ibn Syaraf el-Nevevi, el-Taqrib, xhuz 1 Ahamd ibn ‘Ali ibn Haxher el-Askalani, Nuzhah el-Nazhar. El-A'zamî, Musthafa. (Bejrut, Liban: Dar al-Kutb al-.

Al-Idlibî, Salâẖ al-Dîn. Manhaj Naqd al-Matn ‘Inda’ Ulama al-Hâdîts al-Nabawî, Beiroet; Dâr Afaq al-Jadidah, 198 Al-Jauziyah, Ibn Qayyim, Naqdul Manqul wa al-Muhakkil. Al-Jawâbî, Muẖammad Ṯahir. Juhud al-Muẖaditssîn Fî Naqd Matan al-Hâdîts al-Nabawî al-Syârif, Tunis: Muasasah Abdul Karim, t.th. Al-Khathib al-Baghdadi.al-Kifayah fi ‘Ilm al-Riwayah (Mesir: Mathba’ah al-Sa’adah, 1972).

Al-Mishrî, Ibn al-Manẕûr al-Ifriqî.Lisân al-‘Arab, bab ‘Adala, Beirut: Dâr Sadir, tt. Al-Salafî, Muẖammad Luqmân. Bukhârî, Saẖîẖ al-Bukhârî, bâb Bad'i al-Whyu.

Muhammad Jamal al-Din al-Qasimi, Qawa'id al-Tahdst min Funun Musthalah al-Hadis, (Bejrut: Dar al-Kutub al-. Muassasah 'Abd al-Karȋm, tt) Musfir 'Azmullâh al-Daminȋ, Maqâyȋs Naqd Mutûn al-Sunnah.

Referensi

Dokumen terkait