• Tidak ada hasil yang ditemukan

Status Perkawinan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Status Perkawinan "

Copied!
57
0
0

Teks penuh

Untuk melukiskan gambaran tersebut, peneliti menganalisis faktor-faktor dan struktur sosial yang mempengaruhi kehidupan perempuan kepala rumah tangga dan juga melihat implikasi teoritis dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan perempuan kepala rumah tangga terdiri dari faktor internal dan eksternal.

Latar Belakang

Meski pilihan orang lain bertentangan dengan keinginannya sendiri, namun gambaran kehidupan perempuan kepala keluarga diwarnai dengan kemiskinan. Pemerintah daerah dan tokoh agama harus melindungi perempuan kepala keluarga agar mereka mendapat perlindungan hukum dan hak atas nafkah.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Berdasarkan penjelasan dalam konsep fenomenologi, terlihat jelas bahwa mengkaji fenomena kehidupan sosial perempuan kepala keluarga miskin merupakan potret kehidupan yang sebenarnya ada dalam kehidupan manusia. Dari berbagai fenomena dan permasalahan kehidupan yang muncul di masyarakat, tentunya ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

Fenomena Sosial Perempuan Kepala Keluarga

Defenisi Kemiskinan dan Keluarga Miskin

Menurut Soerjono Soekanto, kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu menghidupi dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental dan fisiknya dalam kelompok. Menurut Somodiningrat (1997:14), kemiskinan dibedakan menjadi kemiskinan struktural dan kemiskinan alami. Kemiskinan struktural terjadi ketika pendapatan seseorang berada di atas garis kemiskinan namun relatif rendah dibandingkan pendapatan masyarakat sekitarnya. Jadi disebabkan oleh ketimpangan struktur kelembagaan masyarakat. Selain itu, Somodiningrat menyatakan ada kemiskinan absolut atau alamiah. Seseorang dikatakan miskin mutlak jika tingkat pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan atau tidak mencukupi kebutuhan minimum. Kemiskinan juga dapat dibedakan menjadi kemiskinan relatif dan kemiskinan budaya: seseorang yang tergolong relatif miskin sebenarnya hidup di atas garis kemiskinan, namun masih di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.

Menurut Max Weber, sikap seseorang terhadap kehidupan dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianutnya, seperti “Etika Protestan” yang mendorong pertumbuhan di Barat, jika kita melihat pertumbuhan ekonomi. Namun sejauh mana nilai-nilai agama tersebut mempengaruhi sikap hidup seseorang bergantung pada berbagai faktor. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kemiskinan adalah suatu keadaan dimana kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan tidak dapat terpenuhi.

Perempuan dan Kehidupan Sosialnya

Kondisi ini memungkinkan perempuan mengalami kemiskinan dalam berbagai bentuk, seperti; kurangnya pilihan (miskin secara ekonomi karena pendapatan rendah), kurangnya suara (secara politik ditempatkan pada ceruk yang jauh dari proses pengambilan keputusan; baik keputusan untuk diri sendiri maupun dalam masyarakat dan negara), kurangnya status (dalam praktiknya masyarakat dipengaruhi budaya patriarki seringkali memberikan diferensiasi fungsi sosial antara laki-laki dan perempuan sehingga menimbulkan relasi yang timpang; perempuan berada di bawah laki-laki) dan kurangnya rasa percaya diri (runtuhnya kekuatan diri ketika berhadapan dengan orang lain, terutama laki-laki). Melihat kehidupan sosial perempuan kepala keluarga dengan berbagai persoalan yang berbeda dengan kepala keluarga laki-laki. Teori feminis menganalisis kehidupan sosial dan pengalaman manusia. Fungsionalisme struktural atau sering disebut fungsionalisme dalam ilmu sosial dikembangkan oleh Robert Merton dan Talcott Parson Teori ini tidak secara langsung membahas permasalahan perempuan. Namun, ini membahas empat fungsi penting untuk semua sistem.

Dengan cara ini, status quo harus dipertahankan. Teori ini menolak segala upaya yang dapat menggoyahkan status quo, seperti hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Teori ini beranggapan bahwa hubungan antara laki-laki dan perempuan sampai saat ini belum terjalin, sehingga perlu adanya perubahan. Mempertanyakan status masyarakat Perempuan pada dasarnya mempertanyakan sistem dan struktur yang sudah ada, dan mempertanyakan posisi perempuan berarti mengguncang status quo. Jika perubahan terpaksa dilakukan, yang diperlukan adalah “reformasi” yang terkendali dan tidak mengganggu stabilitas sosial. Teori konflik beranggapan bahwa setiap masyarakat mempunyai kepentingan dan kekuasaan dalam setiap hubungan sosial, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan. Nilai, norma, adat istiadat dijadikan instrumen untuk mengontrol atau melegitimasi kekuasaan seperti yang dilakukan laki-laki untuk mengontrol.

Tabel 1 :Perbandingan Teori Konflik dan Teori Fungsional
Tabel 1 :Perbandingan Teori Konflik dan Teori Fungsional

Perempuan Kepala Keluarga

Faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan perempuan kepala keluarga terdiri dari dua faktor yaitu. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri wanita itu sendiri, baik yang sudah ada dalam dirinya maupun yang diperoleh selama hidupnya, faktor tersebut terdiri dari : Pendidikan, Umur, Pekerjaan, Status perkawinan, Jumlah tanggungan dalam keluarga, lamanya menjadi kepala keluarga, harapan hidup dan pengalaman perkawinan. Faktor eksternal di luar perempuan antara lain: undang-undang yang tertuang dalam peraturan dan kebijakan, kelembagaan, perkembangan pembangunan, kegiatan masyarakat, program pengentasan kemiskinan.

Di Indonesia, ayah (suami) biasanya merupakan kepala keluarga dan juga anggota keluarga. Pembagian peran ini berkaitan dengan tugas diantara mereka. Sebagai kepala keluarga, suami bertanggung jawab menafkahi, melindungi dan mengasuh anggota rumah tangganya. Sedangkan istri biasanya bertanggung jawab mengurus rumah tangga sehari-hari. - Hari. Menurut Robert Lawang, pengertian kepala keluarga (KK) di Indonesia biasanya merujuk pada suami tidak sama dengan kepala rumah tangga. Namun keadaan yang terjadi saat ini telah terjadi pergeseran perempuan menjadi kepala keluarga juga, perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, dari observasi lapangan secara tidak langsung terdapat beberapa alasan mengapa perempuan menjadi kepala keluarga, antara lain Contoh: suami meninggal dunia dan terpaksa bertanggungjawab menafkahi keluarga, terjadi perceraian, biasanya perempuanlah yang mengasuh anak-anaknya, suami lama pergi ke luar negeri dan sering tidak kembali ke keluarga karena menikah perempuan lain, suaminya sedang sakit parah, yang membuatnya dia tidak bisa mencari nafkah untuk bertahan hidup sehingga semua tanggung jawab keluarga menjadi tanggung jawab istri, mereka masih perawan atau belum menikah tetapi harus menghidupi orang tua dan adik laki-lakinya. Perempuan yang berperan sebagai pencari nafkah tidak bisa lepas dari peran rumah tangganya, berbeda dengan laki-laki yang hanya berperan sebagai pencari nafkah.

Kerangka Pikir

Deskripsi Fokus Penelitian

Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, yaitu sejenis penyelidikan ilmiah yang sistematis terhadap komponen-komponen dan fenomena serta hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah untuk mengembangkan dan menggunakan model matematika, teori-teori yang berkaitan dengan fenomena sosial. Dalam hal ini fenomena sosial, kehidupan perempuan kepala keluarga melalui pendekatan kuantitatif. Ruang lingkup penelitian kuantitatif sama dengan penelitian ilmu sosial, salah satunya adalah sosiologi. Karena semua objek sosial merupakan objek dan ruang lingkup penelitian kuantitatif yang menggambarkan fenomena sosial. Dalam hal ini fenomena kehidupan perempuan sebagai kepala rumah tangga melalui metodologi penelitian kuantitatif. Penelitian ini digunakan dengan pertimbangan bahwa kenyataan di lapangan bisa saja berubah atau berubah. tidak pasti setiap saat, oleh karena itu metode yang berbeda digunakan untuk memperoleh data atletik secara metodologis. Artinya penelitian ini akan dianalisis secara kuantitatif, namun tentu saja akan dimasukkan juga berbagai unsur yang terkait dengan data dan dianggap penting, yang kemudian akan menjadi bukti tambahan untuk mendukung data kuantitatif dan interaksi sosiologisnya serta memperkuatnya.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Jenis Data

Responden

Data sekunder diperoleh dari data yang terdapat pada catatan administrasi pemerintah daerah atau catatan monografi daerah, media cetak, tulisan/artikel, buku, tesis dan bentuk lain yang mengkaji kehidupan perempuan sebagai kepala rumah tangga dan kajian kemiskinan. Peneliti juga menyebarkan kuesioner kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah dan juga lembaga terkait perempuan kepala keluarga miskin. Data sekunder tentunya diperoleh dari monografi daerah masing-masing pemerintahan desa, desa, dan kelurahan, dalam hal ini ada Kepala Urusan Pemerintahan setiap desa dan bagian pencatatan sipil di tingkat kecamatan.

Data tersebut tentunya juga diperoleh dari referensi pendukung berupa tulisan, buku, artikel dan lain-lain yang mengkaji kehidupan perempuan sebagai kepala rumah tangga. Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti mengetahui secara pasti variabel mana yang diukur dan mengetahui apa yang diharapkan dari responden. Uma Sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data, yaitu: dimensi dan tampilan fisik.

Teknik Analisis Data

Secara geografis Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa berada di wilayah Sulawesi Selatan dengan luas wilayah sekitar. Alamnya yang indah dengan berbagai jenis pepohonan dan tanaman buah-buahan.Kabupaten Parangloe berjarak kurang lebih 25 km dari kota Sungguminasa, Gowa atau sekitar 32 km dari Makassar, ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Kecamatan Parangloe terdiri dari 5 desa dan 2 kelurahan yang masing-masing dipimpin oleh seorang kepala desa yang seluruhnya laki-laki dibantu oleh beberapa staf.

Sejak tahun 2008, perkembangan Kecamatan Parangloe berkembang menjadi salah satu jalur wisata menuju Kabupaten Malino dan Sinjai. Sehingga banyak investor dari luar negeri yang keluar menanamkan modalnya untuk membangun pabrik batu dan bahan lainnya yang bahan baku utamanya diambil dari Sungai Jeneberang yang poros yang dilalui tambang tersebut adalah Kecamatan Parangloe. Berdasarkan data Kecamatan Parangloe, dalam jumlah tahun pada kelompok usia sekolah dasar hingga menengah, 90% mampu bersekolah karena didukung oleh program pendidikan gratis dari pemerintah.

Kehidupan Perempuan Kepala Rumah Tangga di Kecamatan Parangloe Parangloe

Dengan berkembangnya wilayah, kebutuhan akan tenaga kerja terampil tidak dapat dipenuhi oleh masyarakat setempat karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menyekolahkannya ke perguruan tinggi dan juga terkendala permasalahan perekonomian. Kemiskinan yang terjadi di Kecamatan Parangloe pada kelompok rumah tangga yang dikepalai perempuan meliputi kemiskinan alami dan kemiskinan struktural. Menjadi janda dan berusaha mencari nafkah untuk keluarga bukanlah sebuah pilihan bagi para perempuan ini, keadaan memaksa mereka untuk mengambil pilihan tersebut. Berdasarkan hasil jawaban kuesioner, mereka cenderung menghindari konflik dan menerima keadaan agar harmonis.

Ini adalah fakta nyata bahwa perempuan rata-rata hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Pada umumnya di daerah ini terdapat perkawinan dengan perbedaan umur antara laki-laki dan perempuan, dimana laki-laki jelas lebih tua dari istrinya. Kehidupan sehari-hari perempuan di daerah ini, khususnya mereka yang menjabat sebagai kepala rumah tangga, mengalami beban ganda, bahkan lebih. Sampel penelitian terdiri dari 35 orang perempuan kepala keluarga miskin yang mewakili 5 desa dan 2 kelurahan, dengan masing-masing sampel terdiri dari 5 orang per desa/kelurahan di Kabupaten Parangloe.

Faktor-Faktor yang berpengaruh Dalam Kehidupan Perempuan Kepala Keluarga

Faktor Internal

  • Pendidikan
  • Usia

Pendidikan

Pekerjaan

Status Perkawinan

Status Perkawinan

Jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan

Berdasarkan data di lapangan, perempuan kepala keluarga mempunyai tanggung jawab menghidupi anggota keluarganya antara 1-4 anggota keluarga.

Faktor Eskternal

PENUTUP

SARAN

Gambar

Tabel 1 :Perbandingan Teori Konflik dan Teori Fungsional

Referensi

Dokumen terkait

The objective of this research is to know whether or not there is the effect of using literary film to improve speaking ability of the tenth grade student at MA Al Imarah Wongsorejo in