• Tidak ada hasil yang ditemukan

SLIDE MEDIA MENGAJAR: Dasar-Dasar Pemasaran

N/A
N/A
sobirin

Academic year: 2023

Membagikan " SLIDE MEDIA MENGAJAR: Dasar-Dasar Pemasaran"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

Dasar-Dasar Pemasaran

Program Keahlian Pemasaran Volume 2

MEDIA MENGAJAR

Untuk SMK/MAK Kelas X

(2)

Sumber: shutterstock.com

KESEHATAN, KESELAMATAN, DAN KEAMANAN DALAM BEKERJA

BAB 1

(3)

A. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sumber: Pixabay.com

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen

Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk

menjamin serta melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan

kerja dan penyakit akibat kerja.

(4)

Keselamatan (Safety)

Keselamatan kerja adalah upaya-upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja;

menjaga keselamatan orang lain; melindungi peralatan, tempat kerja, dan bahan produksi; menjaga kelestarian lingkungan hidup; serta memperlancar proses produksi.

Kesehatan (Healthy)

Kesehatan kerja diartikan sebagai upaya-upaya yang ditujukan untuk memperoleh kesehatan yang setinggi-tingginya dengan cara mencegah dan memberantas

penyakit yang diidap oleh pekerja, mencegah kelelahan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

(5)

B. Kecelakaan Akibat Kerja

Sumber: Pixabay.com

Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 609 Tahun 2012

tentang Pedoman Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja,

kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja,

termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja.

(6)

Tiga jenis kecelakaan kerja

Begitu juga kecelakaan kerja yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.

Begitu juga kecelakaan kerja yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja dan pulang ke rumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui.

Kecelakaan pada saat melakukan pekerjaan

Kecelakaan sebagai akibat langsung dari pekerjaan

Kecelakaan di perjalanan (saat pergi ke tempat kerja dan saat pulang ke rumah)

1

2

3

(7)

Sumber: shutterstock.com

1. Klasifikasi Kecelakaan Kerja

Otot tegang merupakan salah satu cedera atau sakit akibat kecelakaan kerja.

Penting bagi perusahaan untuk mengetahui

klasifikasi kecelakaan kerja yang berpotensi terjadi. Tujuannya memudahkan

perusahaan dalam

mengidentifikasi proses alami suatu kejadian kecelakaan kerja.

(8)

Bagian-Bagian Tubuh yang Terkena Cedera dan Sakit Kepala:

mata Leher Batang tubuh:

bahu, dan punggung

Alat gerak atas:

lengan tangan, pergelangan tangan, tangan

selain jari, dan jari tangan.

Alat gerak bawah: lutut,

pergelangan kaki, kaki selain jari kaki,

dan jari kaki.

Sistem

tubuh Banyak bagian

a. Cedera akibat kecelakaan kerja

Cedera adalah kondisi patah, retak, tercabik, dan sebagainya yang diakibatkan oleh kecelakaan.

(9)

b. Klasifikasi cedera akibat kecelakaan kerja

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan seseroang meninggal dunia.

Cedera fatal

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan cacat permanen atau kehilangan hari kerja selama satu hari atau lebih.

Cedera yang menyebabkan hilangnya waktu kerja

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawan tidak bisa masuk kerja.

Cedera yang menyebabkan hilangnya hari kerja

(10)

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawan mengalami perubahan bagian, jadwal, atau pola kerja.

Tidak mampu bekerja atau bekerja dengan terbatas

Kecelakaan kerja yang mengakibatkan seseorang harus dirawat inap di rumah sakit atau rawat jalan dengan pengawasan dokter.

Cedera dirawat di rumah sakit

Cedera ringan akibat kecelakaan kerja yang ditangani menggunakan alat pertolongan pertama pada kecelakaan setempat.

Cedera ringan

(11)

Sumber: canva.com

2. Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja

Seperti yang telah disebutkan

sebelumnya, 80- 85% kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor

manusia.

Faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja, yaitu:

faktor manusia,

faktor alat, dan

faktor lingkungan kerja.

a. Faktor manusia

Beberapa kategori kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor manusia, yaitu:

• pendidikan,

• kondisi psikologis,

• pengalaman kerja, dan

• kondisi fisik.

(12)

Perbaikan dan pemeliharaan peralatan kerja secara rutin akan meminimalisasi risiko

kecelakaan kerja dari faktor alat.

Sumber: shutterstock.com

b. Faktor alat

Kondisi mesin dan peralatan kerja dapat menjadi sumber terjadinya kecelakaan kerja.

Peralatan-peralatan tua yang fungsinya sudah tidak

optimal lagi tentu dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.

(13)

c. Faktor lingkungan kerja

Kondisi lingkungan kerja setiap instansi atau

perusahaan tentu saja tidak sama. Lingkungan kerja yang tidak aman dapat menjadi penyebab kecelakaan kerja.

Jenis lantai terlalu licin

Kurangnya pencahayaan

Suhu udara yang tidak dikondisikan pengaturannya Ventilasi udara yang kurang memadai

Tata letak tempat kerja dan penyimpanan barang-barang Kotoran dan limbah dibuang tidak pada tempatnya

Adanya peralatan rusak yang cenderung diabaikan

Contoh lingkungan kerja yang dapat memicu kecelakaan kerja.

(14)

Sumber: canva.com

3. Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja dapat menyebabkan berbagai macam kerugian, baik dari

segi fisik maupun materi.

Berikut adalah jenis-jenis kerugian fisik yang disebabkan kecelakaan kerja, yaitu:

• kerusakan,

• kekacauan organisasi,

• keluhan dan kesedihan,

• kelainan dan cacat fisik, dan

• kematian.

(15)

Sementara itu, kerugian materi berkaitan dengan biaya-biaya yang harus ditanggung perusahaan akibat kecelakaan kerja.

Biaya kerugian langsung

Berkaitan dengan biaya-biaya yang harus dibayar langsung saat terjadi kecelakaan kerja.

Biaya perawatan pekerja, pembelian obat-obatan, perawatan rumah sakit,

penggunaan angkutan, serta kompensasi cacat (asuransi).

Biaya kerugian tidak langsung

Berkaitan dengan biaya yang harus ditanggung akibat

terhambat atau terlambatnya penyelesaian pekerjaan akibat kecelakaan.

Biaya perbaikan gedung, peralatan, dan mesin.

(16)

4. Upaya Perlindungan terhadap Kecelakaan Kerja a. Preventif atau pencegahan

Preventif atau pencegahan adalah tindakan

mengendalikan/menghambat sumber-sumber bahaya yang ada di tempat kerja sehingga dapat meminimalisasi potensi kecelakaan kerja.

Penggunaan alat pelindung diri merupakan salah satu tindakan pencegahan kecelakaan kerja.

Sumber: shutterstock.com

(17)

b. Kuratif atau pengobatan/penyembuhan

Kuratif atau pengobatan adalah tindakan pengobatan atau penyembuhan ketika terjadi kecelakaan kerja.

Langkah-Langkah Pengobatan atau Penyembuhan

Merespons kecelakaan kerja dengan tanggap

Melakukan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

(P3K)

Merujuk korban ke rumah sakit

Melakukan pengobatan dan perawatan sesuai ketentuan

dokter

(18)

c. Rehabilitasi atau pemulihan

Tindakan rehabilitasi atau pemulihan bertujuan mengembalikan bekas penderita ke dalam masyarakat sehingga dapat berfungsi lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Tindakan Rehabilitasi Akibat Kecelakaan

Kerja

Fisioterapi

Konsultasi psikologis atau rehabilitasi mental

Rehabilitasi kerja

(19)

C. Penyakit Akibat Kerja

Sumber: canva.com

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan,

proses, dan lingkungan kerja. Penyakit tersebut dapat mengganggu kesehatan jasmani dan rohani. Penyakit akibat kerja merupakan penyakit artifisial atau penyakit

yang disebabkan oleh perbuatan manusia.

(20)

1. Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja a. Golongan fisik

Penyakit Akibat Kerja termasuk Golongan Fisik

Suara yang bisa

menyebabkan pekak atau tuli

Radiasi Suhu yang terlalu tinggi/terlalu

rendah

Tekanan yang

tinggi Pencahayaan lampu yang

kurang terang/terlalu

silau

(21)

b. Golongan kimiawi

Penyebab penyakit akibat kerja yang termasuk golongan kimiawi adalah sebagai berikut.

Debu yang dapat menyebabkan penyakit pneumokoniosis Debu yang dapat menyebabkan penyakit pneumokoniosis

Uap yang dapat menyebabkan keracunan gas Uap yang dapat menyebabkan keracunan gas

Larutan yang dapat menyebabkan penyakit kulit dermatitis Larutan yang dapat menyebabkan penyakit kulit dermatitis

Awan atau kabut Awan atau kabut

(22)

c. Golongan biologis

Penyebab penyakit akibat kerja yang termasuk golongan

biologis adalah bakteri, virus (menyebabkan rabies dan hepatitis), parasit

(menyebabkan infeksi cacing tambang/cacing parasit), dan jamur (menyebabkan tetanus).

Penggunaan disinfektan dengan benar dapat mencegah penyebab penyakit akibat kerja dari

golongan biologis.

Sumber: shutterstock.com

(23)

d. Golongan fisiologis atau ergonomis

Sumber: canva.com

Penyebab penyakit akibat kerja yang termasuk golongan fisiologis adalah kesalahan-kesalahan

konstruksi mesin, desain tempat kerja, beban kerja, cara kerja, sikap badan, serta aktivitas lain yang dapat menimbulkan kelelahan fisik,

bahkan perubahan fisik tubuh pekerja.

(24)

e. Golongan psikologis

Beban kerja yang berlebihan dapat menyebabkan stres pada pekerja.

Sumber: shutterstock.com

Penyebab penyakit akibat kerja yang termasuk golongan psikologis adalah stres psikologis dan depresi.

(25)

2. Macam-Macam Penyakit Akibat Kerja

Disebabkan oleh pencemaran debu silika bebas yang terhirup masuk ke paru-paru dan kemudian mengendap.

a. Penyakit silikosis

Disebabkan oleh debu atau serat asbes yang mencemari udara.

b. Penyakit asbestosis

Disebabkan oleh pencemaran debu kapas atau serat kapas di udara yang kemudian terisap ke dalam paru-paru.

c. Penyakit bisinosis

(26)

Penyakit antrakosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu batu bara.

d. Penyakit antrakosis

Penyakit beriliosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh debu logam berilium, baik yang berupa logam murni, oksida, sulfat, maupun dalam bentuk halogenida.

e. Penyakit beriliosis

(27)

Contoh penyakit kulit akibat kerja yang berpotensi timbul adalah dermatitis kontak. Sebanyak 90% kasus dermatitis kontak berhubungan dengan

pekerjaan.

f. Penyakit kulit

Banyak kasus gangguan pendengaran disebabkan oleh pajanan kebisingan yang lama saat bekerja. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerjanya agar tidak terjadi kasus gangguan, bahkan kehilangan pendengaran.

g. Penyakit pendengaran

(28)

D. Mengidentifikasi Bahaya di Lingkungan Kerja

Sumber: canva.com

Setiap pekerjaan atau karyawan harus dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat kerja.

Mereka juga harus mengetahui dan memahami betul risiko dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh pekerjaan mereka.

Dengan demikian, karyawan dapat

melaksanakan tugas dalam memenuhi syarat dan tanpa mengalami ketegangan-ketegangan.

(29)

1. Bahaya Potensial

Bahaya potensial adalah hal-hal potensial yang dapat mengakibatkan cedera, penyakit, kerusakan, dan kerugian pada tenaga kerja atau perusahaan.

Bahaya fisik adalah segala hal yang secara langsung membuat cedera. Hal-hal yang menyebabkan bahaya fisik antara lain sebagai berikut.

• Gerakan bagian peralatan.

• Bising, getaran, pencahayaan, debu, dan tekanan udara.

• Penanganan manual dan pengangkatan.

a. Bahaya fisik

(30)

Berbagai bahan kimia yang digunakan memiliki sifat berbahaya karena sifat reaktivitas kimia, mudah terbakar, toksisitas, dan sebagainya.

b. Bahaya bahan kimia

Bahaya ergonomik terjadi apabila desain peralatan buruk atau tata letak peralatan tidak tepat sehingga dapat menyebabkan cedera.

c. Bahaya ergonomik

Beban psikis dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres. Bahaya ini terjadi apabila para pekerja merasa tertekan (stres).

d. Bahaya psikologis

(31)

Bahaya radiasi dapat ditimbulkan oleh berbagai peralatan, di antaranya:

• radiasi microwave,

• sinar gama dari zat radioaktif,

• cahaya laser berdaya tinggi,

• pemanas inframerah berdaya tinggi, dan

• radiasi ultraviolet dari matahari.

e. Bahaya radiasi

(32)

Bahaya radiasi dapat menyebabkan sakit akibat penularan infeksi dari kuman.

Contohnya:

• debu beracun karena limbah industri yang menyebar di udara,

• kondisi ruangan yang sempit dan tertutup yang sangat potensial memicu penyakit influenza, dan

• kontaminasi virus atau kuman.

f. Bahaya biologis

(33)

2. Bahaya Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat beracun dan berbahaya. Limbah B3 dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta mengancam kelagsungan hidup manusia dan organisme lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sumber: Pixabay.com

(34)

Sumber: Pixabay.com

Suatu limbah digolongkan sebagai bahan berbahaya dan beracun jika memiliki sifat-sifat tertentu, seperti mudah meledak atau eksplosif, mudah teroksidasi, mudah menyala, beracun, berbahaya, dapat merusak benda lain (korosif), dan berisifat iritasi.

(35)

E. Menerapkan Prosedur K3 dalam Bekerja

Sumber: canva.com

Lingkungan kerja yang sehat, selamat, dan aman dapat diwujudkan dengan cara menghindari faktor-faktor bahaya penyebab kecelakaan kerja dan melaksanakan pekerjaan

sesuai dengan prosedur operasional standar yang telah ditetapkan.

(36)

1. Rambu-Rambu Keselamatan Kerja

Sumber: canva.com

Rambu-rambu keselamatan kerja adalah peralatan yang bermanfaat untuk membantu melindungi kesehatan serta keselamatan karyawan dan pengunjung

yang sedang berada di tempat kerja.

(37)

Warna Rambu

Keselamatan Warna Kontras

(Simbol dan Tulisan) Makna

MERAH PUTIH Larangan

Pemadam api

KUNING HITAM Perhatian/waspada

Potensi berisiko bahaya

HIJAU PUTIH Zona aman

Pertolongan pertama

BIRU PUTIH Wajib ditaati

PUTIH HITAM Informasi umum

Pedoman warna rambu keselamatan dan maknanya

(38)

Pedoman bentuk geometri rambu keselamatan dan makananya Bentuk Geometri

Rambu Keselamatan Maksud

(Kelompok Rambu) Makna

1. Tanda perintah Sebuah lingkaran yang

mengindikasikan perintah yang harus ditaati.

2. Tanda waspada Sebuah segitiga yang

megindikasikan perhatian atau bahaya.

3. Tanda informasi Sebuah bujur sangkar yang

menyampaikan sebuah informasi.

(39)

2. Alat Pelindung Diri (APD)

Alat pelindung diri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alat pelindung keselamatan industri dan alat pelindung kesehatan industri.

Sumber: pixabay.com

Alat Pelindung Diri (APD) adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja dan orang di

sekitarnya.

(40)

Jenis-Jenis Perlengkapan APD Alat

pelindung kepala

Pelindung mata

Pelindung

pendengaran Pelindung pernapasan

(respirator)

Pelindung tangan

atau sarung tangan

Pelindung kaki

(41)

F. Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Sumber: canva.com

Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pemberian pertolongan serta

perawatan sementara kepada korban kecelakaan sebelum mendapat penanganan

lebih lanjut oleh dokter atau paramedis.

(42)

Pertolongan pertama dilakukan untuk mencegah keadaan bertambah buruk sebelum korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

Menyelamatkan nyawa korban

Meringankan penderitaan korban

Mencegah cedera atau penyakit menjadi lebih parah

Mempertahankan daya tahan korban Tujuan

tindakan pertolongan pertama

(43)

1. Pingsan

Sumber: dokumen penerbit

Pingsan adalah hilangnya kesadaran sementara karena berkurangnya aliran darah ke otak. Pada kasus kecelakaan kerja, pingsan merupakan reaksi terhadap rasa nyeri atau sakit yang

berlebihan, kelelahan, atau tekanan emosional.

Ilustrasi pertolongan pada pasien pingsan dengan membuat posisi kaki menjadi lebih tinggi.

(44)

2. Syok

Sumber: canva.com

Setelah mengalami kecelakaan, sering kali korban mengalami syok. Syok adalah kondisi

tekanan darah turun secara drastis sehingga terjadi gangguan aliran darah dalam tubuh.

Syok dapat memburuk dengan cepat sehingga harus segera dilakukan penanganan.

(45)

3. Pendarahan

Sumber: dokumen penerbut

Pendarahan adalah kondisi ketika seseorang

kehilangan darah. Pendarahan dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari luka tersayat pisau hingga robek karena kecelakaan.

Pada luka pendarahan, langkah awal yang harus dilakukan adalah menutup luka dengan kain kasa kompres yang steril, lalu tekan kuat-kuat sampai pendarahan berhenti.

(46)

4. Patah tulang

Sumber: canva.com

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi

ketika tulang patah yang menyebabkan posisi atau bentuknya berubah. Pada kasus

kecelakaan kerja, patah tulang umumnya disebabkan oleh benturan yang kuat, jatuh, atau tertimpa benda keras.

(47)

5. Luka bakar

Sumber: shutterstock.com

Luka bakar stadium IV Luka bakar adalah kerusakan lapisan

kulit yang disebabkan oleh panas api, air panas, minyak panas, atau uap panas. Penyebab luka bakar pada kecelakaan kerja biasanya berupa paparan cairan panas, terbakar api, dan paparan zat atau cairan kimia yang yang mudah terbakar.

(48)

6. Tersengat arus listrik

Sumber: canva.com

Tersengat arus listrik atau tersetrum adalah salah satu jenis kecelakaan berbahaya yang membutuhkan pertolongan darurat. Tubuh manusia adalah penghantar listrik (konduktor) yang baik. Saat manusia tersetrum, arus listrik bisa mengalir ke seluruh tubuh.

(49)

7. Kebakaran

Sumber: shutterstock.com

Kebakaran yang terjadi di sebuah gudang pakaian.

Kebakaran yang terjadi di tempat kerja atau perusahaan merupakan risiko yang harus diminimalisasi

karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.

Untuk mencegahnya, perusahaan perlu menerapkan manajemen keselamatan kebakaran yang tepat.

(50)

G. Standar Penampilan Pribadi

Penampilan diri (grooming) merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap orang tentu saja ingin selalu tampil serasi dan menarik agar disukai oleh orang lain. Hal ini disebabkan penampilan diri yang menarik akan memberikan kesan yang positif bagi orang lain.

Sumber: Pixabay.com

(51)

1. Memelihara Personal Hygiene

Sumber: Pixabay.com

Kebersihan diri (personal hygiene) adalah suatu aktivitas untuk menjaga serta merawat tubuh agar tubuh selalu sehat dan bersih serta mampu

meningkatkan derajat kesehatan pada tubuh sehingga masalah kesehatan serta dampak negatif dari fisik

maupun sosial dapat teratasi dengan baik.

(52)

Faktor yang Memengaruhi Personal Hygiene

• Faktor predisposisi

• Faktor pendukung

• Faktor pendorong atau penguat

Jenis-Jenis Personal Hygiene

• Kebersihan kuku, kaki, dan tangan

• Kebersihan rambut

• Kebersihan gigi dan mulut

• Kebersihan mata

• Kebersihan telinga

• Kebersihan hidung

• Kebersihan kulit atau perawatan kulit wajah

(53)

2. Memelihara Presentasi atau Penampilan Pribadi

Sumber: canva.com

Untuk bisa mencapai penampilan diri

(grooming) yang menarik, seseorang harus mampu mengenali dirinya sendiri sehingga pakaian yang digunakan adalah pakaian yang membuat seseorang nyaman dan percaya diri.

(54)

H. Prosedur Tanggap Darurat di Lingkungan Kerja

Sumber: canva.com

Keadaan darurat adalah kejadian atau insiden tidak terduga yang memerlukan penangangan segera agar tidak membahayakan manusia, mengganggu kelancaran operasi, dan

mengakibatkan kerusakan fisik atau lingkungan.

(55)

Sumber: canva.com

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan

Penanggulangan Bencana, tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan

penyelamatan serta evakuasi korban dan harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar,

perlindungan, pengurusan pengungsi,

penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

(56)

1. Perlengkapan Tanggap Darurat

Untuk mendukung tindakan tanggap darurat, ada beberapa peralatan yang harus diperhatikan perusahaan, yaitu sebagai berikut.

Alat pemadam api ringan (APAR) dan alarm kebakaran

Jalur evakuasi dan titik kumpul

Kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

(57)

2. Prosedur Keadaan Darurat

Sumber: canva.com

Prosedur keadaan darurat adalah tata cara dalam mengantisipasi keadaan darurat. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam prosedur keadaan darurat adalah sistem

peringatan dini (early warning system). Sistem peringatan dini di perusahaan dapat berupa sirene atau alat pengeras suara yang akan berbunyi ketika mendeteksi tanda bahaya.

Gambar

Ilustrasi pertolongan pada pasien pingsan dengan  membuat posisi kaki menjadi lebih tinggi.

Referensi

Dokumen terkait