PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
7 Dian Astuti dan Habib, “Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui keterampilan melipat kertas pada anak usia 3-4 tahun,” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 11 Dian Astuti dan Habib Hambali, “Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui keterampilan melipat kertas pada anak usia 3-4 tahun,” Jurnal PAUD Vol. Oleh karena itu, peneliti merancang penelitian yang berjudul “Mendorong perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo”.
Fokus Penelitian
Dari hasil observasi tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui cara menstimulasi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami yang masih dalam taraf rendah.
Rumusan Masalah
Cara mencapai perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan prakarya dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Stimulasi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan prakarya dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Pencapaian perkembangan fisik motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan prakarya dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Tujuan Masalah
Manfaat Penelitian
Sebagai praktik untuk memperoleh pengalaman dan menambah pengetahuan peneliti mengenai promosi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Penting bagi pihak lembaga untuk meningkatkan pemahaman mengenai promosi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kertas origami manual di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Sistematika Pembahasan
Membahas tentang pentingnya stimulasi, perkembangan fisik motorik halus, anak usia dini, kerajinan tangan dan kertas origami. Sedangkan gambaran khusus datanya meliputi peningkatan perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo, faktor penghambat dan pendukung dalam peningkatan dan pencapaian perkembangan fisik anak usia dini. keterampilan motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Berisi pembahasan data terkait peningkatan perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo, Faktor penghambat dan pendukung dalam peningkatan dan pencapaian perkembangan fisik halus keterampilan motorik pada anak usia dini melalui kegiatan kertas origami manual di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Pengertian Stimulasi
- Pengembangan Fisik Motorik Halus
- Pendidikan Anak Usia Dini
- Kegiatan Handicraft
- Origami
18 Nurlaili, Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini (Medan: Modul Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini, 2019), 17. 19 Nurlaili, Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini (Medan: Modul Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini, 2019), 18. Uraian data mengenai pencapaian perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Telaah Hasil Penelitian Terdahulu
Kerangka Pikir
54Endang Sugiarti, “Meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui metode pemberian tugas melipat kertas pada siswa kelompok B di TK Sabila Kota Bandar Lampung.”
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Kehadiran Peneliti
- Lokasi dan Waktu Peneliti
- Data dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengecekan Keabsahan Temuan
- Tahap-Tahapan Penelitian
Teknik observasi ini dilakukan untuk mengetahui pencapaian perkembangan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kertas origami manual di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Deskripsi data spesifik terkait peningkatan perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Deskripsi data terkait promosi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Deskripsi data faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan manual dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo. Di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan perkembangan fisik motorik halus pada anak usia lebih tua. Hasil observasi capaian perkembangan motorik halus anak usia 5 sampai 6 tahun dengan menggunakan kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo Latihan 1:1.
Menampilkan kegiatan kerajinan origami membuat anyaman keranjang untuk merangsang perkembangan fisik motorik halus anak usia dini. Hasil observasi kinerja perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dengan kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo Latihan 2 : 2. Hasil observasi kinerja perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun dengan origami kegiatan kerajinan kertas di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo Praktek 3..
Faktor-faktor yang mempengaruhi stimulasi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Shangung Ponorogo.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Latar Belakang
Pada bab ini akan dibahas mengenai gambaran umum lokasi penelitian mengenai sejarah berdirinya TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo yang meliputi visi, misi, tujuan, jumlah TK. guru, pengembangan siswa, sarana dan prasarana, bentuk struktur organisasi. Taman Bermain Desa Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo merupakan Taman Kanak-Kanak pertama di Desa Ngilio-Ilo dan satu-satunya Sekolah TK tertua di Desa Ngilo-Ilo. Didirikan pada awal tahun 1995 dan didirikan oleh Ibu Sugiarti yang merupakan keturunan asli kelahiran desa Ngilo-Ilo.
TK ini akhirnya berganti nama menjadi TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung dan telah melalui 3 generasi pergantian pimpinan hingga saat ini. Pembelajaran di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo sejak awal berdirinya menggunakan model pembelajaran kelompok, setiap tahun guru selalu berusaha melakukan inovasi, menata, menciptakan suasana nyaman, aman dan menyenangkan bagi siswa, guru berusaha berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang tidak membosankan dan mudah dipahami anak dengan berbagai kegiatan yang merangsang semangat belajar anak. TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo berupaya membenahi dan memperbaiki sarana dan prasarana taman bermain anak, meningkatkan kompetensi pendidik baik akademik maupun non akademik dengan cara mengikuti kegiatan pelatihan, workshop, seminar dan.
TK PGRI 1 Ngilo-Ilo didirikan di bawah tanggung jawab yayasan PGRI, bekerja sama dengan Klinik Kesehatan Terpadu Tumbuh Kembang Anak dan beberapa lembaga pendidikan lainnya, klub olah raga dan pihak terkait lainnya untuk bertukar pikiran dan pengalaman. TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo membuka dua jenjang pembelajaran, yaitu Kelas A untuk anak usia 4-5 tahun dan Kelas B untuk anak usia 6-7 tahun. TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo selalu berusaha dan bertekad untuk terus berkembang dan berinovasi untuk menghasilkan generasi penerus bangsa; anak yang siap memasuki sekolah dasar adalah siap menulis, membaca, mengingat dan berkreasi.1.
Sarana dan prasarana yang dimiliki TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo dikatakan cukup lengkap dan bangunan dalam kondisi baik, dengan berbagai fasilitas sebagai berikut.
Deskripsi Data
Keterampilan motorik halus dapat dirangsang dengan kegiatan prakarya atau kerajinan tangan dengan kertas origami. Selain merangsang perkembangan fisik motorik halus, kegiatan kerajinan tangan dengan kertas origami juga dapat mengembangkan kemampuan bahasa, seni, dan emosional. Selain faktor internal tentunya juga terdapat faktor eksternal dalam kegiatan kerajinan kertas origami untuk meningkatkan perkembangan fisik motorik halus anak di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Berdasarkan tabel di atas, hasil observasi pertama pencapaian indikator penilaian perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan kertas origami, terlihat bahwa pada latihan pertama ini perkembangan anak masih dominan dalam praktiknya. Beberapa anak sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam gerakan menempel dan menggambar (BSB). Berdasarkan tabel di atas, dari hasil observasi indikator penilaian perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan tangan pada kertas origami dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa kelompok B TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung berjumlah 12 orang. Ponorogo. Berdasarkan tabel hasil observasi indikator penilaian perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan tangan pada kertas origami terlihat siswa kelompok B TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo berjumlah 12 orang.
Dengan kegiatan kerajinan origami, Anda dapat membuat kapal laut untuk merangsang perkembangan fisik motorik halus anak usia dini. Berdasarkan tabel hasil observasi indikator penilaian perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan kertas origami terlihat bahwa pada praktik ketiga ini perkembangan anak mengalami peningkatan. Dari tabel hasil observasi indikator penilaian perkembangan fisik motorik halus anak melalui kegiatan kerajinan kertas origami terlihat siswa kelompok B TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo berjumlah 12 orang dan origami tersebut berjumlah 12 orang. Kegiatan kerajinan kertas di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo pada hari biasa dilaksanakan seminggu sekali pada hari Jumat.
Perkembangan motorik halus anak Di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung, anak dapat menunjukkan perkembangan motorik halus yang baik. Berdasarkan berbagai hasil analisis data yang peneliti lakukan, peneliti menyimpulkan bahwa kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo memberikan pengaruh yang baik terhadap perkembangan fisik motorik halus anak. Selain itu pada latihan ketiga pada tabel hasil observasi ketercapaian indikator penilaian motorik halus melalui kegiatan kerajinan kertas origami anak pada indikator menggambar sesuai ide, 9 anak berkembang sangat baik (BSB ), dan 3 anak berkembang sesuai harapan (BSH).
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo untuk mengembangkan motorik halus anak dengan mendorong kegiatan kerajinan origami. Mendorong perkembangan fisik motorik halus pada anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Shangung yaitu kegiatan menganyam origami dan membuat bentuk kapal, pesawat, bunga, rumah dan meronce dari kertas origami. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mendorong perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo dilakukan dengan melakukan gerakan tangan, otak dan mata secara terkoordinasi, membentuk bentuk yang ditiru. dan melipat anyaman origami, kapal, dan tulip.
Sejalan dengan teori diatas, hasil wawancara dengan Ibu Erma menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan kerajinan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo, yaitu internal faktor eksternal dan faktor eksternal.eksternal. Jenis kelamin juga mempengaruhi perkembangan fisik motorik halus anak. Di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo, anak laki-laki lebih unggul dibandingkan anak perempuan dalam aktivitas fisik motorik halus. Sama halnya dengan TK PGRI 1 Ngilo-Ilo, guru memberikan pembelajaran kerajinan kertas origami, melukis jari, bermain pasir, melukis dan kegiatan lainnya untuk mendorong perkembangan fisik motorik halus pada anak yang lebih besar.
Adapun hasil wawancara dan observasi di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung menunjukkan capaian perkembangan fisik motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan prakarya dengan kertas origami dalam pengembangan motorik halus anak sebagai berikut: 86. Faktor-faktor yang mempengaruhi stimulasi perkembangan fisik motorik halus anak usia dini melalui kegiatan prakarya dengan kertas origami di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo antara lain faktor internal yaitu pewarisan gen, makanan sehat dan bergizi, masa sebelum lahir, perkembangan dari kecerdasan anak. Kedepannya kepala sekolah akan selalu mengevaluasi rencana program aktivitas fisik motorik halus untuk menstimulasi perkembangan fisik motorik halus anak di TK PGRI 1 Ngilo-Ilo Slahung Ponorogo.
Perkembangan motorik halus anak usia dini melalui berbagai kegiatan (Studi Jurnal PIAUD). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, 2021. Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui keterampilan melipat kertas pada anak usia 3-4 tahun." Jurnal PAUD Vol. Penerapan metode melipat kertas (Origami) pada fisik motorik halus perkembangan anak kelompok A di TK Islam Terpadu Kayuagung.”
PENUTUP
Kesimpulan
Saran