هتاكربو هللا ةمحرو مكيلع لاسلا ميحرلا نمحرلا هللا مسب
Story Telling Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Sayyid Abdulloh bin Muthollib adalah seorang pemuda yang rupawan keturunan dari bangsawan qurais, memiliki perangai yang baik, sehingga kaum wanita pada waktu itu saling berebut ingin diperistri olehnya. Sang pemuda rupawan mendapat petunjuk untuk mencari wanita bernama Aminah untuk diperistri, menerima bocoran bahwa sangpemuda yang rupawan mencari wanita yang bernama Aminah untuk diperistri sehingga semuanya serempak mengaku bernama Amina dari gadis belia sampai nenek nenek demimendapatkan suami sang pemuda rupawan.
Singkat cerita, sang pemuda rupawan berhasil menemukan pujaan hatinya yaitu Aminah binti Wahab yang cantik jelita, dengan perangai yang baik dan mulia. Mereka menikah dengna sukacita, sementara para wanita yang menginginkan sang pemuda kecewa sehingga banyak yang pingsan ketika tahu sang pujaan hatinya menikah dengan wanita selain dirinya.
Ketika siti Aminah mengandung, sayyid Abdulloh meninggal di perjalanan ketika melakukan perdagangan, usia kandungan siti aminah pada waktu itu kurang lebih 3 atau 4 bulan sehingga nabi muhammad sudah yatim sebelum dilahirkan.
Singkat cerita lahirlah nabi muhammad pada tanggal 12 robi’ul awwal tahun Gajah atau 20 april 571 Masehi.
Dinamakan tahun Gajah, karena pada tahun itu, kota Mekah di serang oleh pasukan tentara kaum Nasrani dibawah pimpinan seorang gubernur dari kerajaan nasrani Abessinia yang memerintah di Yaman dengan nama Abrahah. Merekan menggunakan gajah sebagai kendaraan perangnya. Gegap gempita pasukan bergajah menyerbu ke kota Mekah dengan maksud ingin menghancurkan Ka’bah Baitulloh, namun di perjalanan sebelum memasuki kota mekah langit diatas mereka mendadak mendung dan terdengar pekikan burung berwarna hijau yang beterbangan sambil menggit batu dandilemparkan kepada mereka. Alhasil pasukan bergajah di bawah pimpinan Abrahan lari tunggang langgang dan banyak yang mati bahkan seperti halnya kayu bakar yang habis dilahap api. Burung Ababil yang di utus Alloh membawa batu dari neraka dan di lemparkan kepada pasukan bergajah itulah yang meluluhlantakkannya karna di kota Mekkah akan lahir seorang pemimpin besar yang akan melanjutkan membangun dan merawat Ka’bah Baitulloh.
Peristiwa itu dinamakan tahun gajah oleh orang arab sampai sekarang, dan kitu itu terdapat dalam al-Qur’an yaitu surat al-Fiil.
هتاكربو هللا ةمحرو مكيلع لاسلا ميحرلا نمحرلا هللا مسب
Story Telling Nabi Muhammad SAW Muda (sebelum menjadi Nabi)
Di kala umat manusi dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidup, lahirlah seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu di sambut sang kakek dengan penuh kasih sayang kemudian di bawa ke kaki Ka’bah dan di beri nama Muhammad.
Nabi muhammad mempunyai ayah Abdullah bin Muthollib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murroh dari golongan banu Ismail, dan ibunya Siti Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhroh bin Kilab bin Murroh.
Adat orang arab terutama keluarga keturunan bangsawan menyusukan bayinya kepada wanita orang pedesaan agar bayi itu dapat menghirup udara yang bersih, terhindar dari penyakit-penyakit kota dan supaya dapat berbicara bahasa Arab yang murni dan fasih, begitupun nabi Muhammad di susui oleh Halimatusa’diya dari Bani Sa’ad kabilah Hawazin. Di perkampungan Bani Sa’ad ini lah Beliau di asuh dan di besarkan sampai usia kurang lebih 5 atau 6 tahun.
Pada usia 6 tahun, ibunya meninggal dan di makamkan di Desa Abwa yang terletak sekitar 23 di selatan kota Madinah. Kemudian di usia 8 tahun kakeknya meninggal, kemudian Beliau di asuh oleh pamannya yang bernama Abu Tholib.
Pada usia 12 tahun Nabi mengikuti Abu Tholib berdagang ke negri Syam, baru sampai ke Bushra, beliau bertemu pendeta Nasrani yang bernama Buhairo yang bisa melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad remaja, sehingga menasihati Abu Tholib untuk menjaganya dan segera membawanya pulang demi keamananya. Sehingga beliau kembali bekerja menggembala kambing.
Singkat cerita, di usia 25 tahun beliau menikah dengan Siti Khodijah dan pada usia 30 tahun mendapat gelar al-Amin yaitu terpercaya. Pada waktu itu terjadi perselisihan diantara tokoh-tokoh suku yang ada di Quraisy yaitu berebut ingin meletakan hajar aswad, maka datang lah nabi dan di lerai sekaligus diberi solusi yaitu masing-masing kepala suku memegang ujung sorban dan hajar aswad diletakan di tengahnya kemudian mereka sama-sama memindahkannya dan di letakan oleh nabi pada tempatnya, sehingga mereka merasa puas dan nabi di juluki al-Amin.