• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi koping waria yang mengalami penolakan dari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "strategi koping waria yang mengalami penolakan dari"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Dari segi gender, masyarakat juga hanya mengenal gender laki-laki dan perempuan secara eksplisit, dan keduanya diposisikan berpasangan antara laki-laki dan perempuan. Tidak ada tempat bagi laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan maskulinitas dan perempuan dengan feminitas.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang bertajuk “Strategi Coping pada Waria yang Mengalami Penolakan dari Keluarga dan Masyarakat (Studi Kasus di Yayasan Pesona Kota Bengkulu)”.

Batasan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui bentuk-bentuk penolakan yang dialami Waria dari keluarga dan komunitas di Yayasan Pesona Kota Bengkulu. Untuk mengetahui strategi coping yang dilakukan Waria yang mengalami penolakan dari keluarga dan komunitas di Yayasan Pesona Bengkulu.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk penolakan yang dialami perempuan transgender dari keluarga dan komunitasnya. Strategi coping Waria yang mengalami penolakan dari keluarga dan masyarakat di Yayasan Pesona Kota Bengkulu.

Kajian Terhadap Peneliti Terdahulu

Sistematika Penulisan

LANDASAN TEORI

Kajian Strategi Koping

  • Pengertian Koping
  • Pengertian Strategi Koping
  • Jenis-jenis Koping

Definisi Waria

  • Pengertian Waria
  • Faktor-faktor Penyebab Menjadi Waria
  • Berbagai Pandangan Tentang Waria

Sedangkan sosiokultural (kehidupan budaya) berkaitan dengan faktor budaya yang diyakini mempengaruhi perubahan perilaku laki-laki menjadi waria. 22 Meike Kurniawati, Latar Belakang Hidup Laki-Laki Transgender: Kegagalan Proses Pendidikan Mengenali Identitas Gender, (Jakarta: Universitas Terumanegara, TT), hal.

Ruang Sosial Waria

Proses menjadi seorang waria juga diawali dari perilaku yang muncul pada masa kanak-kanak melalui pola bermain dan bersosialisasi. Konflik-konflik ini menyebabkan seorang waria menjadi lebih mandiri secara finansial, dan juga menunjukkan kurangnya intervensi orang tua terhadap respons anak mereka terhadap perilaku transgender. Biasanya intervensi yang dilakukan oleh orang tua transgender umumnya dilakukan setelah mengalami proses menjadi waria dan hidup sebagai waria.

Seorang waria yang lahir dari keluarga yang baik, religius, terpelajar, serta hadirnya orang tua yang pada akhirnya menerima keberadaannya, otomatis akan memberikan dampak positif bagi perkembangan seorang transgender.

Waria Dalam Lintas Sejarah

Karena bentuk penolakan yang diterima Ambo dari keluarga, pihak keluarga menolak keputusan yang diambil Ambo yang mengubah penampilan Cak Tino. Bentuk-bentuk penolakan yang dialami TN dari keluarga dan masyarakat antara lain diusir, dikucilkan, mendapat perlakuan buruk, dijadikan bahan cemoohan dan hinaan. Jika ada penolakan di komunitas TN, bentuk penolakan yang diterimanya pun sama.

Sebelum membahas secara detail hasil penelitian strategi coping pada waria yang mengalami penolakan dari keluarga dan masyarakat, penulis memberikan gambaran mengenai strategi coping yang dilakukan informan terhadap penolakan yang dialami informan berdasarkan jenis copingnya.

Pandangan Islam Tentag Waria

METODOLOGI PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Metode penelitian pada hakikatnya adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Penelitian adalah suatu proses, yaitu serangkaian langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis untuk memperoleh hasil dalam memecahkan masalah atau memperoleh jawaban atas pertanyaan tertentu. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan biasanya adalah teknik observasi dimana metode pengumpulan datanya adalah keterlibatan langsung.

Lalu ada teknik dokumentasi dimana peneliti terlebih dahulu mencari informasi tentang subjek yang diteliti dengan menggunakan media tertulis seperti buku dan kemudian ada teknik wawancara yang teknik pengumpulan datanya dilakukan secara lisan langsung dari tatap muka dengan bertanya. pertanyaan. kepada informan terkait proses penelitian.

Penjelasan Judul

Keluarga adalah dua orang atau lebih yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah. Mereka saling berinteraksi dan mempunyai peranan masing-masing dalam keluarga, sedangkan masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama di suatu tempat dan saling berinteraksi. Berdasarkan pengertian beberapa istilah yang terdapat pada judul penelitian yang telah diuraikan di atas, maka dapat peneliti tekankan bahwa melalui judul penelitian ini, peneliti akan menggali lebih jauh mengenai strategi coping perempuan transgender yang mengalami penolakan dari keluarga dan masyarakat.

Waktu dan Tempat Penelitian

Informan Penelitian

Subjek bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini dan dapat memberikan informasi yang lengkap dan terbuka, bukan individu yang dengan sengaja menutup-nutupi informasi yang ditanyakan peneliti. Oleh karena itu, informan dalam penelitian ini adalah waria yang memenuhi kriteria sebanyak 5 orang yang berada di Yayasan Pesona City Bengkulu. Selain itu, terdapat pihak yang dianggap penting dalam penelitian ini karena dapat memberikan informasi pendukung yaitu pengurus Yayasan Pesona Kota Bengkulu dan pegawai Yayasan Pesona Kota Bengkulu.

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Data sekunder adalah mengambil beberapa sumber tambahan atau pelengkap, yaitu data dari lingkungan sekitar, dan meneliti buku-buku yang ada hubungannya dengan objek penelitian. Observasi adalah suatu metode pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena yang diselidiki.41 Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data dan observasi langsung di lapangan pada Yayasan Pesona Kota Bengkulu, serta pihak-pihak terkait untuk memperkuat informasi yang diperoleh. Dalam penelitian ini observasi dilakukan dengan mengamati langsung aktivitas perempuan transgender dan karyawan di yayasan tersebut.

Dokumentasi merupakan instrumen pengumpulan data yang sering digunakan dalam berbagai metode pengumpulan data langsung dari lokasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Yasayan Pesona Bengkulu, yang meliputi laporan kegiatan, foto dokumentasi, rekaman wawancara, dan data yang relevan dengan penelitian.

Teknik Analisis Data

Reduksi data merupakan kegiatan merangkum catatan lapangan dengan mengkaji hal-hal pokok terkait permasalahan dalam meneliti strategi coping para transgender yang ditolak oleh keluarga dan masyarakat. memberikan gambaran yang lebih detail dan memudahkan pelacakan jika suatu saat data diperlukan lagi. Tampilan data berguna untuk melihat gambaran umum dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Yayasan Pesona Kota Bengkulu. Dari hasil reduksi data dan visualisasi data, selanjutnya peneliti dapat menarik kesimpulan dari data tersebut agar menjadi bermakna.

Untuk memperoleh kesimpulan yang lebih masuk akal dan tidak lagi berupa kesimpulan coba-coba, verifikasi dilakukan sepanjang penelitian dilakukan sesuai dengan ketentuan checklist dan triangulasi, sehingga menjamin kebermaknaan penelitian. hasil. dilakukan oleh para peneliti di Yayasan Pesona Kota Bengkulu.

Teknik Keabsahan Data

Penolakan yang diterima JY dari keluarganya ibarat diusir dari rumah, dipermalukan dengan kata-kata kasar yang dilontarkannya. Bentuk penolakan yang dialami kelima informan dapat digambarkan melalui hasil wawancara dengan peneliti transgender. Penolakan yang diterima JY dari keluarganya seperti diusir dari rumah, dihina dengan kata-kata kasar yang menyakiti hatinya.

Bentuk penolakan yang diterima AL dari keluarga dan masyarakat, dimana ia mendapat berbagai macam penolakan, seperti diusir dari rumah, diusir dan dihina, diperlakukan buruk, selalu dianggap buruk. Keluarga Ambo menolak Ambo saat ia diusir dari rumah.Saat Ambo pertama kali diusir oleh kakak laki-lakinya, pada dasarnya keluarganya menjauh dari Ambo. Dilihat dari hasil wawancara yang peneliti lakukan terhadap AL, bahwa beliau mendapatkan penolakan dari keluarga dan juga masyarakat atas perubahan perilaku dan penampilan yang dilakukannya, bentuk penolakan yang beliau rasakan adalah menghina, menghina dan dikucilkan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Diskripsi Wilayah Penelitian

Profil Informan Penelitian

Selama ini dia belum melakukan hal tersebut, hanya dengan gerak tubuh, cara berbicara dan berpakaian, dia berperilaku seperti seorang wanita. Di balik hal tersebut, JY memang tidak memiliki penampilan natural seperti seorang wanita saat masih kecil, namun karena teman-temannya, teman-temannya juga transgender dan bekerja di dunia malam, sehingga mempengaruhinya untuk terjun ke dunia malam juga. Hal ini terjadi saat JY duduk di bangku kelas 1 SMP, dan akhirnya JY memutuskan untuk berpenampilan seperti wanita, dan itu menjadi kebiasaan JY.56.

Kini orang tuanya telah menerima keadaannya yang menampilkan dirinya sebagai seorang wanita, terutama sejak JY mengurangi kerja malamnya dan memulai bisnis makanan.

Bentuk Penolakan Yang Dialami Waria

Di komunitas TN, jika ditolak satu kali, bentuk penolakan yang diterimanya sama seperti teman-temannya yang lain, seperti dihina, dikucilkan, dan dihina. Penolakan yang dirasakan Ambo, Ambo diusir dari rumah, dikatoi kasar, pokoknya keluarga meninggalkan Ambo Karno, malu melihat kehadiran Ambo Cak. Dari masyarakat penolakan yang dirasakan Ambo memang tidak baik, intinya Ambo terkadang merasa sudah diluar batas tersebut, bentuk penolakan yang didapat Ambo adalah hinaan dan hinaan yang kasar hingga Ambo dicek orang, apa yang terjadi pada Ambo? , sekali Ambo dilempari batu, makanya Ambo tidak dimasukkan ke dalam gorong-gorong." 78.

Bentuk penolakan yang dialami SM sering kali dihina dengan kata-kata kasar, diperlakukan buruk, diejek, pernah dirajam hingga ingin dimasukkan ke saluran pembuangan.

Strategi Koping Waria Yang Mengalami Penolakan dari

Awalnya aku kesal, tapi aku tidak tahu kelakuan Ambo diluar rumah cak mano. Apalagi saat Ambo sedang bekerja malam, ia mengganti cak Tino. Awalnya Ambo tidak melakukannya karena takut menjadi tua, karena perubahan yang dilakukan Ambo, misalnya saat keluar rumah tidak mengetahuinya. Yang dia tidak tahu, Ambo hanya bertingkah seperti Cak Tino, dia tidak sadar kalau Ambo, kenapa dia jadi bae waktu SMA, dia mencobanya. Boleh saja menasihati Ambo untuk berubah, tapi sulit karena aku masih dalam jiwa Ambo Tino, jadi aku tidak dipaksa menjadi seperti Mano, agak sulit untuk tidak berubah menjadi laki-laki. Misalnya kalau ada pesta meriah, bisa menari dan menyanyi, maka itu Ambo dan Cak Tino, tidak kalau tidak membuat Cak Tino.

Di masyarakat pasti penolakan itu ado carno, tidak semua pacak nerimo sadar akan kehadiran sosok transgender, pokoknya laki-laki yang berperilaku seperti cak tino.

Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan dan berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan waria, perempuan transgender mengalami berbagai bentuk penolakan dari keluarga dan masyarakat. Dari kelima waria yang diwawancarai, ditemukan beberapa strategi coping yang dominan dilakukan oleh kelima waria tersebut untuk mengurangi tekanan akibat penolakan dan perlakuan negatif yang mereka terima dari keluarga dan komunitasnya, yaitu secara emosional focus coping dan distance. Bagaimana cara melakukan strategi ini ketika mengalami penolakan dari keluarga dan masyarakat untuk mencapai kesuksesan.

Kami berharap dengan ditulisnya skripsi yang berjudul “Strategi Coping Penolakan Pengalaman Transgender dari Keluarga dan Masyarakat (Studi Kasus di Yayasan Pesona Kota Bengkulu)” ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.

KESIMPILAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

اب دی هجوت تشاد ذاختا تسایس یاه یلوپ و یلام زا یوس تلود اه و یگنوگچ یارجا نیا تسایس اه یم دناوت راثآ تبثم ای فنم ی نایاش یهجوت رب رکلمع د نانیرفآراک و نابحاص بسک راکو کچوک و طسوتم