Penelitian dilakukan di Temboro Magetan khususnya pada wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan, maka pendapatan pondok pesantren juga meningkat sehingga dapat meningkatkan fasilitas dan pelayanannya.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Bagi masyarakat, memberikan pengetahuan strategi pengembangan wisata halal kepada Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan. Bagi peneliti dapat menambah pengetahuan tentang strategi pengembangan wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan.
Studi Penelitian Terdahulu
Analisis Strategi Pengembangan Pariwisata Syariah Kota Sibolga”, Tesis Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. 35 Handayani Jaka Saputra, “Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif di Desa Wisata Pulau Derawan”, e- Journal of Kewirausahaan, Jil.
Sistematika Pembahasan
PENDAHULUAN
WISATA HALAL
ANALISIS WISATA HALAL TEMBORO DENGAN STANDARISASI IMTI
PENUTUP
45 Hendri Hermawan Adinugraha, Mila Sartika og Ana Kadarningsih, "Halal Tourism Village: Concept and Implementation in Indonesia", Human Falah bind 5. 47 Ibnu Elmi As Pelu, Et.Al, Sharia Tourism Development of Halal Tourism in Encouraging Regional Economic Growth ( Yogyakarta: K-Media, 2020), 58.
ه َٰمْح اسن ٱمي ِح اسن ٱ
Standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI)
Jangkauan pasar, pasar wisata halal di Indonesia tidak hanya pasar muslim saja, namun pasar non muslim juga menjadi target pasar yang menjanjikan. Tour guide, kemampuan seorang pemandu wisata dibuktikan dengan tersertifikasinya seorang pemandu wisata yang tidak hanya memahami objek secara umum, namun juga memahami hakikat wisata halal. Kedatangan wisatawan nusantara mengacu pada pasar wisatawan dalam negeri yang akan mengunjungi destinasi wisata halal yang dipromosikan.
Bobot sebesar 45% pada aspek pelayanan menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan wisata halal ditentukan oleh tingkat pelayanan pada destinasi wisata tersebut.
Strategi Pengembangan Wisata Halal 1. Pengertian Strategi
Masjid atau tempat ibadah yaitu fasilitas masjid yang mempunyai standar pelayanan maksimal khususnya kebersihan. Bandar udara, pengembangan bandar udara internasional pada kawasan tempat wisata dengan pasar internasional d.Dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, mempunyai tema yang mengidentifikasi faktor-faktor pendukung sesuai dengan prinsip implementasi ide yang rasional, efisiensi dalam pembiayaan dan memiliki cara untuk mencapai tujuan secara efektif.92.
Pengembangan pariwisata di suatu daerah akan selalu diperhitungkan dengan mempertimbangkan keuntungan dan manfaatnya bagi masyarakat pada umumnya.93.
Analisis SOAR 1. Definisi SOAR
Dalam analisis SOAR ini, seorang anggota organisasi memungkinkan terciptanya masa depan yang sejalan dengan keinginan yang ingin dicapai. 95 Adelia Alfama Zamista, “Analisis SOAR Strategi Pemasaran di Industri Jasa Keuangan”, Jurnal Teknik Industri, Vol. 96 Farid Ardyansyah, Nasrulloh, “Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Menggunakan Analisis SOAR pada Pariwisata Syariah di Pulau Madura”, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Vol.
Analisis SOAR menggunakan kekuatan dan peluang untuk menghasilkan aspirasi dan hasil perusahaan.
Lokasi Penelitian
Data Penelitian dan Sumber Data 1. Data Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Peneliti menggunakan wawancara terstruktur, dimana pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang harus diajukan kepada orang yang diwawancarai agar dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah disiapkan. Hal ini dimaksudkan agar pembahasan wawancara lebih terarah dan terfokus pada tujuan yang dimaksudkan serta menghindari pembahasan yang luas jangkauannya. 114 Peneliti menggunakan metode wawancara untuk menggali data terkait strategi pengembangan wisata halal di Temboro Magetan. Informasi diperoleh dari berbagai sumber tertulis lainnya berupa tinggalan budaya, karya seni, dan karya pemikiran.
Dokumentasi diperlukan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen dan data-data yang dibutuhkan dalam permasalahan penelitian sehingga menunjang dan menambah keyakinan serta pembuktian suatu peristiwa.115 Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data berupa dokumen atau catatan di wisata halal Temboro yang berkaitan dengan profil , foto pada saat proses wawancara, suasana dan fasilitas objek wisata dan lain sebagainya.
Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Dokumentasi dilakukan peneliti untuk mengecek dan memperkuat data-data yang diperlukan untuk rumusan pertama, kedua dan ketiga mengenai potensi wisata halal, standarisasi wisata halal sesuai IMTI dan strategi pengembangan wisata halal di Temboro Magetan. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara pagi hingga sore hari, karena informannya masih baru, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih dapat diandalkan. Dalam penelitian ini triangulasi waktu yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan wawancara pada waktu yang berbeda namun dalam kondisi yang sama yaitu pada saat terdapat wisatawan, masyarakat lokal dan pimpinan wisatawan.
Peneliti menggunakan metode triangulasi ini bertujuan untuk memperkuat data yang diperoleh tentang objek penelitian yaitu wisatawan, masyarakat lokal dan pengelola wisata.
Teknik Pengolahan Data
Kegiatan ini dilakukan peneliti secara terus menerus secara periodik dari awal kegiatan hingga akhir pengumpulan data 119 Peneliti kemudian melakukan reduksi data terkait potensi wisata halal Temboro, standarisasi wisata halal Temboro sesuai IMTI dan pengembangan wisata halal Temboro strategi di Magetan. Data yang diperoleh selanjutnya akan dirinci tingkat validitasnya dan selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif. 120 Data diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di lokasi wisata halal Temboro dengan menggunakan berbagai sumber. Kesimpulan adalah hakikat hasil penelitian, yang menguraikan pernyataan akhir berdasarkan uraian sebelumnya, atau keputusan yang diambil berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif.121 Jadi kesimpulan dalam penelitian kualitatif.
Hal ini disebabkan permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti melakukan penelitian di lapangan.122.
Teknik Analisis Data
Gambaran Umum Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan
Paparan Data Potensi Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan
Dilihat dari sudut pandang pedagang yang juga lahir di Temboro bernama Ibu Indah yang mengatakan: 131. Disini kami telah menyediakan fasilitas mulai dari masjid, kamar mandi terpisah untuk pria dan wanita. Alhamdulillah airnya masih lancar mengalir, lalu makanan atau minuman yang dijual sebagian besar halal ya mbak, tidak semuanya memiliki sertifikat halal, karena apa itu? yang dijual hanya jajanan atau minuman ringan seperti yang ada di Alfamart dan pedagang kaki lima tua semacam itu, serta makanan berat, termasuk Nasi Padang dan warung makan semacam itu. Dilihat dari sudut pandang masyarakat setempat yang juga merupakan pedagang di Temboro, Ibu Indah mengatakan: 134.
Di sini tidak ada siapa-siapa mbak, kalau kegiatannya mengarah pada maksiat, apa lagi ini lingkungan cottage dan bagi pengunjung tidak ada yang berbuat maksiat.. Hotel atau losmen juga ada dan ini pun syariah jadi tidak sembarang orang tidak bisa. menginap, terutama yang memiliki keluarga. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak penginapan atau hotel juga melakukan pengecekan secara selektif.”
Analisis Potensi Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan
Selain itu menyediakan akomodasi yang tidak melanggar etika Islam.145 Wisata Temboro menyediakan akomodasi atau hotel bagi pengunjung yang ingin bermalam. Ketika berkunjung ke obyek wisata tentu saja pengunjung menginginkan lingkungan wisata yang bersahabat, tidak ada kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam atau bertentangan dengan syariat agama.147 Begitu pula dengan wisata Temboro yang kegiatannya halal, produk makanan dan minuman yang disediakan. Aspek ketersediaan restoran halal di wisata Temboro sangat siap mendukung wisata Temboro menjadi wisata halal.
Dari analisa di atas dapat disimpulkan bahwa wisata Temboro Magetan berpotensi memenuhi standar konsep menjadi wisata halal yang dibuktikan dengan potensi budaya Arab di Temboro dan penyediaan layanan, atraksi wisata atau event yang ramah muslim. tidak bertentangan dengan aturan, aktivitas, .
Paparan Data Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dengan Standarisasi IMTI
Berdasarkan data wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa parameter akses belum memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index), karena angkutan udara, angkutan kereta api dan angkutan laut membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai lokasi wisata halal di Al- Asrama Islam Fatah. Temboro Magetan dan hanya transportasi darat yang memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena dekat dengan lokasi wisata halal. Kalau sampai ke pasar mau jangkau semuanya gan, dari sabang sampai merauke, non muslim pun tidak boleh gan, kesini kita juga menyebarkan agama islam, siapa tahu pengunjung non muslim di wisata ini menjadi berpindah agama, kan? Entahlah, namun untuk memasarkan wisata ini “Penggunaan digital belum sepenuhnya terealisasi karena masih ada kendala seperti siapa yang berhubungan dengan media sosial, karena saya sendiri kurang pandai menggunakannya.” Kriteria lainnya adalah lingkungan yang terbagi dalam beberapa poin yaitu kedatangan wisatawan nusantara, kedatangan wisatawan mancanegara, penyediaan Wi-Fi dan komitmen wisata halal.
Berdasarkan data wawancara di atas, parameter lingkungan telah memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena kedatangan wisatawan nusantara, kedatangan wisatawan mancanegara dan komitmen terhadap wisata halal.
Analisis Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dengan Standarisasi IMTI
Berbagai parameter akses yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan belum memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena angkutan udara, angkutan kereta api, dan angkutan laut membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai halal untuk mencapai lokasi wisata. yang terletak di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan dan hanya transportasi darat yang memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena dekat dengan lokasi wisata halal. Berbagai parameter komunikasi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan belum memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena belum adanya panduan bagi pengunjung muslim dan pemasaran wisata digital yang belum dilaksanakan secara menyeluruh melalui pemanfaatan. untuk membuat media sosial. Yang ada hanya pemandu wisata yang memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index). Berbagai parameter lingkungan yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa wisata halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan memenuhi standar IMTI (Indonesia Muslim Travel Index) karena kedatangan wisatawan nusantara, kedatangan wisatawan mancanegara dan komitmen terhadap wisata halal.
Paparan data analitik SOAR dalam menentukan strategi pengembangan wisata halal di Pondok Pesantren Al-Ffatah.
Paparan Data Analisis SOAR dalam Menentukan Strategi Pengembangan Pada Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Ffatah
Wisata halal di Temboro Magetan menawarkan fasilitas berupa akomodasi atau hotel halal, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Hasan selaku pengelola wisata:177. Wisata halal di Temboro Magetan menyediakan restoran halal kepada pengunjung yang datang, seperti yang disampaikan oleh Bapak. Imdad selaku Manajer Pariwisata : 183. Wisata halal di Temboro Magetan mempunyai lokasi yang cukup strategis seperti yang disampaikan oleh Bapak. Imdad sebagai pengelola pariwisata: 193.
Berdasarkan data yang tersaji di atas, dapat disimpulkan bahwa wisata halal di Temboro Magetan sudah memiliki beberapa keunggulan.
Analisis SOAR Dalam Menentukan Strategi Pengembangan Pada Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan
Analisis SOAR Dalam Menentukan Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro Magetan. Ketersediaan akomodasi atau hotel halal bagi pengunjung juga menjadi salah satu strategi pengembangan wisata halal, karena ini merupakan salah satu kebutuhan pengunjung yang datang ke tempat tersebut. Strategi ini diciptakan dengan menggunakan kekuatan yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari Wisata Halal Temboro Magetan.
Menjaga hubungan dan mengevaluasi serta melaporkan perkembangan dan hal-hal yang diperlukan dalam pariwisata halal.
Saran
Ariady, Dwi Kusuma, Ridan Muhtadi, Fitryana Agustin, “Strategi Pengembangan Desa Wisata Halal Berbasis Bumdesa di Jawa Timur: Peluang dan Tantangan,” Ulûmuna: Jurnal Kajian Islam, Vol.8 No. 1, Juni 2022. Jaka, Handayani Saputra , “Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Inklusif di Desa Wisata Pulau Derawan”, e-Jurnal Kewirausahaan, Vol. Novita, Dova, I Made Suyasa, Agusman, I Ketut Bagiastra, Rizal Kurniansah, “Strategi Pengembangan Istana Dalam Loka Sebagai Daya Tarik Wisata Kota Sumbawa NTB”, Jurnal Pariwisata Bertanggung Jawab, Vol.2, No.2, November 2022.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Halal Berbasis Bumdesa di Jawa Timur; Peluang dan Tantangan, Ulûmuna: Jurnal Kajian Islam, Vol.8 No.1: Juni 2022.