Namun menjadi sahabat bagi seorang siswa merupakan sebuah cara pandang yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menghadapi siswanya, atau bahkan menjadi dasar pendekatan seorang guru dalam mendidik siswanya yang harus dilandasi oleh nilai-nilai persahabatan. Salah satu sikap dan profesionalisme yang harus dimiliki setiap guru adalah kemampuan menjadi sahabat bagi setiap siswanya.
Peranan Guru Sebagai Konselor 8
Menurut Corey, tugas utama seorang konselor adalah membantu orang lain (konselor atau klien) menyadari kelebihan dirinya, mengetahui masalah dan hambatan yang dihadapi klien, serta membantu klien mengetahui dan memperjelas apa yang mereka harapkan dari dirinya. Setelah langkah-langkah di atas terpenuhi, maka penekanan terakhir seorang guru sebagai konselor adalah memberikan petunjuk kepada siswa tentang apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah yang menghambat kemampuannya dalam mengikuti.
Peranan Guru Sebagai Leader 11
Guru bukanlah orang yang mengetahui segalanya, sehingga semua guru harus terbuka terhadap siswanya. Karena guru akan selalu dihadapkan pada permasalahan seperti itu, maka setiap guru diharapkan dapat menjadi motivator bagi siswanya. Oleh karena itu, setiap guru memerlukan penghargaan dan keikhlasan saat menyapa siswanya.
Oleh karena itu, salah satu tugas yang harus dilakukan guru tidak hanya mendidik siswanya saja. Maragustam menyatakan, ada empat faktor yang memungkinkan seorang guru memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap siswanya. Namun, bukan pekerjaan mudah bagi seorang guru untuk meningkatkan minat belajar siswanya.
Oleh karena itu, sikap yang ditunjukkan guru kepada siswanya akan mempengaruhi rasa percaya diri mereka. Sebaliknya guru yang selalu mau mengapresiasi dan memuji siswanya dapat meningkatkan rasa percaya diri siswanya. Bahkan proses yang dilakukan guru untuk mengembangkan rasa percaya diri siswanya bisa memakan waktu yang sangat lama.
Peran Guru Sebagai Fasilitator 15
Peranan Guru Sebagai Manajer 20
Tugas utama setiap guru adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Setiap pembelajaran memerlukan pengorganisasian yang baik, tugas ini merupakan tugas mutlak setiap guru.
Peranan Guru Sebagai Motivator 24
Menurut Muhammad Kristiawan, motivasi hendaknya mengandung solusi atau solusi konkrit untuk mengatasi permasalahan yang membuat siswa kurang antusias mengikuti proses pembelajaran. Dengan paradigma ini diharapkan guru dapat menggunakan seluruh keterampilan dan kreativitasnya untuk membantu siswa sebagai mitra agar berhasil berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
Peranan Guru Sebagai Administrator 26
Guru yang berperan sebagai administrator wajib mendokumentasikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Dengan mengelola berbagai hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran, guru diharapkan memiliki pemahaman yang luas terhadap seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Peranan Guru Sebagai Modernisator 27
Peranan Guru Sebagai Ilmuwan 28
Peranan Guru Sebagai Pembangun 29
Oleh karena itu, seorang guru akan memberikan kesan yang sangat mendalam jika ia membiasakan menyapa siswanya dimanapun mereka bertemu. Ada satu hal yang tidak kalah pentingnya bagi setiap guru untuk selalu menjadi guru, yaitu selalu dan setiap saat mendoakan anak didiknya.
GURU SAHABAT SEPANJANG WAKTU 31
Soal Ruang Lingkup Tempat Belajar 38
Sebab di era disrupsi ini masyarakat dibekali dengan berbagai fasilitas yang canggih dan berteknologi maju. Ciri yang paling menonjol dari era disrupsi adalah penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih. 6 Veronica Kusdiartini, 'Pembangunan Sumber Daya Manusia Berkualitas di Era Disrupsi' dalam Benny Danang Setianto, ed.
Agus Nurjaman menyatakan, era disrupsi secara tidak langsung menuntut guru untuk melek dan menguasai teknologi. Guru juga dituntut memiliki keterampilan dalam mengoperasikan teknologi agar tidak ketinggalan berbagai informasi penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan 7. Oleh karena itu, guru di era disrupsi ini dituntut tidak hanya meningkatkan kualifikasi keilmuan dan keterampilan dalam bidangnya. pengajarannya, namun juga ketrampilannya dalam menggunakan alat – alat teknologi yang ada.
Salam, Sapa dan Nasihat 43
Guru harus sempurna dengan terus berlatih dan belajar memberikan yang terbaik kepada siswanya. Padahal, akan jauh lebih baik jika guru berinisiatif untuk menyapa siswanya terlebih dahulu. Oleh karena itu guru disebut juga supervisor, yang diharapkan dapat membimbing dan mendukung siswanya.
Selain itu, guru yang profesional tidak hanya mengembangkan sisi intelektual peserta didiknya saja, namun juga mengembangkan sikap mental dan kepribadiannya. Inilah beberapa peran yang dapat dimainkan oleh guru, tidak hanya menjadi guru bagi siswanya tetapi juga menjadi teman bagi siswanya.
GURU MANUSIAWI 55
Tantangan Guru Manusiawi 56
Selain kenyataan di atas, terdapat pula hal yang menambah adanya kendala yang sangat melemahkan integrasi humaniora dalam dunia pendidikan. Selain permasalahan kesenjangan paradigmatik seperti yang dikemukakan di atas, terdapat juga permasalahan terkait dikotomi pemahaman perkembangan ilmu pembelajaran dalam dunia pendidikan di Indonesia. Secara historis, proses dikotomi di Indonesia dilatarbelakangi oleh kolonialisme yang juga berperan dalam dunia pendidikan.
Abdurahman Mas’ud melihat hal tersebut sebagai suatu cara pandang yang menyebabkan terjadinya kemunduran dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan Islam itu sendiri. Sedangkan Carl Rogers menulis buku Merdeka Belajar untuk mengembangkan konsep humanistik dalam dunia pendidikan.13 Berdasarkan penjelasan substantif di atas, sebenarnya tidak bertentangan atau tidak sesuai dengan ajaran pesantren.
Keterampilan “Moral Oriented” Guru 64
Dalam hal ini Ta'rifi fn menciptakan beberapa bidang keterampilan diagnostik atau analisis bagi siswa yang akan dilakukan oleh guru. Jadi komponen kebutuhan yang ada dapat disesuaikan dengan apa yang akan dikonsumsi siswa dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini, ada beberapa pendekatan yang direkomendasikan penulis untuk menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa.
Dalam proses pembelajaran, guru harus memiliki keterampilan situasional dalam mentransfer pengetahuan dan nilai. Kelima bidang kompetensi di atas menjadi prinsip utama guru dalam membangun pendidikan yang humanis.
Menggagas “Opened Education" 67
Terakhir, guru harus mahir dalam memahami psikologi, kebutuhan dan karakteristik siswanya, serta memahami metode dan perannya dalam pembelajaran. Beberapa komponen tersebut harus diintegrasikan dalam kompetensi seorang guru dalam dunia pendidikan manusia. Dalam hal ini, menurutnya yang terpenting adalah guru terus meningkatkan empati, apresiasi, dan feedback positif terhadap siswanya.
Dalam hal ini, guru bersedia mengatasi masalah tindakan melalui komunikasi interpersonal dengan orang yang terlibat. Dalam hal ini guru mengamati dengan menyikapi proses yang dilalui siswanya dalam bentuk evaluasi individu.
Prinsip Pendidikan Humanis 69
Oleh karena itu, salah satu syarat agar guru berhasil memenuhi harapan siswanya adalah memahami permasalahan siswa. Namun jika permasalahan tersebut berkaitan dengan masalah pribadi siswa dan keluarga, berapa batasnya seorang guru masih dapat membantu siswanya mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Oleh karena itu, guru hendaknya mengetahui dengan baik siswanya yang mengalami gangguan fisik.
Oleh karena itu, guru tidak hanya diharapkan memperhatikan aspek fisik siswanya saja, namun juga harus memperhatikan aspek mental dan psikisnya. Guru seperti ini selalu memberikan kesempatan yang luas kepada siswanya untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapinya. Di dalam kelas, guru harus selalu siap memberikan bantuan kepada siswanya.
Motivasi guru akan efektif apabila ada langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan guru sebelum memberikan motivasi kepada siswanya.
Membangun Pendidikan yang Manusiawi 72
STUDENT COMRADE: MARWAH GURU
Kompeten dalam Memahami Masalah Murid 83
Seorang Guru, Seorang Pendengar 94
Rasa percaya diri atau self-trust merupakan perasaan yang sangat kuat yang muncul dari diri sendiri. Orang yang percaya diri, komunikasi yang dibangunnya akan menimbulkan kesan positif bagi orang lain. Sebaliknya, orang yang kurang percaya diri akan mengalami kendala ketika berkomunikasi dengan orang lain.
Cara lain yang dapat dilakukan guru untuk menunjang tumbuhnya rasa percaya diri siswa adalah dengan memberikan hadiah kepada siswa, memberikan kepercayaan diri siswa dan juga memberikan pujian. Siswa yang tidak memiliki konsep diri yang baik terhadap dirinya dapat menghambat terbentuknya sikap percaya diri tersebut. Dengan modal konsep diri yang baik maka siswa akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya dirinya.
Komunikasi yang tidak dilandasi rasa percaya diri yang tinggi bagi penulis dapat mengakibatkan kegagalan komunikasi.
Keterampilan Memberikan Solusi dan Motivasi 98
Mengajar Untuk Membuat Mandiri 110
Membimbing dan Membangun Kepercayaan Diri 116
Sikap percaya diri merupakan salah satu substansi utama yang harus ditanamkan pada diri siswa agar mempunyai keberanian dalam melakukan apa yang dilakukannya. Namun banyak siswa yang mempunyai sikap minder dan ada juga siswa yang memerlukan bimbingan khusus agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Perasaan diabaikan baik oleh keluarga, guru, teman dan lingkungan juga menyebabkan rendahnya harga diri siswa.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, konsep diri dan harga diri merupakan faktor pendukung tumbuhnya rasa percaya diri seseorang. Sebab percaya diri merupakan proses mental yang memerlukan latihan, pembiasaan dan lain sebagainya.
PENUTUP 127
Kesimpulan 127
Guru juga diharapkan dapat mengetahui cara melaksanakan segala tugas dan kewajipan dengan baik dan optimum. Namun begitu, guru juga merupakan medium antara pelajar dan kehidupan masyarakat dengan pelbagai dimensinya, mereka mengembangkan potensi dan sahsiah pelajar serta dapat melindungi mereka daripada pengaruh negatif. Namun begitu, guru diharapkan lebih memahami perwatakan murid-murid mereka supaya pemahaman akan membantu mereka membangunkan kaedah pengajaran yang sesuai dan berkesan.
Guru juga diharapkan mengetahui cara memimpin kelas, mengelola proses pembelajaran dengan baik dan efisien. Sebab tanpa adanya solusi konkrit maka motivasi yang diberikan guru hanya akan bertahan sesaat dan yang terpenting guru juga harus melakukan langkah-langkah inovatif dalam mengajar sehingga dapat meningkatkan semangat belajar siswanya.
Saran dan Rekomendasi 133
Dan kepada berbagai pihak terkait di bidang pendidikan khususnya pemerintah melalui dinas pendidikannya agar mendorong kembali pelatihan untuk menjadi guru yang profesional, guru yang mampu berteman dengan siswanya. David Pranata, Komunikasi Dipermudah: Siapa Bilang Susah Bicara dan Lobi (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2016) Dewi Safitri, Menjadi Guru Profesional (Riau: Penerbit Indragiri, 2019). Pendidikan Sarjana di STAIN Jember pada tahun 2000, Magister di Unsuri Surabaya pada tahun 2009 dan PhD di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada tahun 2014.
Menjadi mahasiswa aktif dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAIN Jember sejak tahun 1998, beliau juga menjabat sebagai ketua umum Senat Mahasiswa STAIN Jember selama 2 periode pada tahun 1998 hingga tahun 2000. Pada tahun 2007, beliau diangkat menjadi pengurus civitas STAIN Jember, dan pada tahun 2012 menerima Amanah yang menjadi kepala subbagian akademik dan kemahasiswaan STAIN Jember hingga tahun 2014.