• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Analisis Gender Mansour Fakih) - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "(Studi Analisis Gender Mansour Fakih) - Digilib UIN SUKA"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

Peneliti dengan sepenuh hati menyadari bahwa terselesaikannya tugas ini merupakan pertolongan nyata dari Allah SWT. Skripsi ini merupakan kajian terhadap pemikiran Nawal el-Saadawi dalam novelnya “Memoirs of a Doctor” yang dikaji melalui analisis gender Mansour Fakih. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak.

Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., menjabat sebagai Dosen Pembimbing Akademik Penelitian selama empat tahun terakhir dan memberikan kontribusi perkuliahan selama ini. Segenap dosen dan pegawai Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang banyak membantu peneliti dalam menyelesaikan administrasi. Ayahanda tercinta Ahmad Ibnu dan ibunda tercinta Jainem yang telah mendidik, membesarkan dan memberikan kasih sayang tiada batas sepanjang masa serta dukungan moril dan materil kepada para peneliti.

Kakak dan adik tercinta Arif Ijayana dan Putri Faridatul Hasna yang selalu memberikan doa, motivasi dan dukungannya kepada peneliti agar penelitian dan skripsi ini segera terselesaikan. Sutan Adi Nugraha yang telah memberikan doa, dukungan dan motivasi serta keberanian dalam menghadapi segala bentuk emosi dalam menyelesaikan skripsi ini. 10 orang teman organisasi saya, Himpunan Mahasiswa Islam, yang selalu memberikan semangat kepada para sarjana untuk menyelesaikan skripsi ini.

Mahasiswa program studi Aqidah dan Filsafat Islam angkatan 2014 yang telah menjadi teman belajar selama empat tahun hingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk: Tujuan penelitian ini adalah untuk

Cari tahu bagaimana pemikiran Nawal el-Saadawi dalam novelnya "Memoirs of a Doctor", di mana ia menggambarkan perempuan dan budaya di sekitar mereka. Mengetahui bagaimana analisis gender dapat digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam novel melalui refleksi Nawal el-Saadawi. Tujuan penelitian sendiri, pertama, untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana Nawal menggambarkan sosok perempuan dalam novelnya “Memoir Seorang Dokter Wanita”.

Telaah Pustaka

Ahmad Sri Murtanto dalam tesisnya yang berjudul “Konsep gender menurut Nawal el-Saadawi dan rumusannya dalam tujuan pendidikan agama Islam”. Menurutnya, rumusan konsep gender dalam tujuan pendidikan agama Islam harus lebih memperhatikan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Indiyah Prana Amertawengrum dalam artikelnya yang berjudul “Novel Memoir Seorang Dokter Wanita: Tinjauan Psikologis Tokohnya”, menjelaskan aspek psikologis dari tokoh Nawal.

Benturan psikologis yang timbul dari kekecewaan, kemarahan, kebencian, kemunafikan, ketidakpuasan, kegagalan, perlawanan, dengan keheningan, kesepian dan kerinduan pada tokoh “aku”, menunjukkan bahwa pengarang berhasil memadukan secara intensif berbagai aspek psikologis dalam karya sastra Memoir of seorang dokter wanita. Artikel Titin Ernawati di majalah Educatio berjudul “Analisis Gender Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas”. Berisi informasi tentang temuan permasalahan kesenjangan gender yang terdapat dalam novel Perempuan di Titik Zero dan relevansinya dengan siswa SMA.

Tulisan Deffi Syahfiri Ritonga dalam jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa Arab, dengan tajuk Kajian Gender dalam Novel Nawal el-Saadawi dan Sutan Takdir Alisjahbana. Di sini dijelaskan tentang pemikiran Nawal el-Saadawi tentang sosok Aku dalam tulisan Mudhakkirât Thabîbah yang mempunyai pemikiran radikal tentang wanita dan curiga terhadap budaya dan agama dalam kedudukan wanita. Sakinah bertajuk Al-niswa fi Riwayah "Zeina" Li Nawal el-Saadawi: Dirasah al-Naqd al-Adabi.

Di sana ia menemukan beberapa gerakan feminis yang disebutkan dalam novel tersebut, misalnya feminisme liberal, feminisme radikal, dan feminisme Marxis. Peneliti mengambil salah satu tokoh feminis yaitu Mansour Fakih karena peneliti berpendapat bahwa analisis gender Mansour Fakih sangat cocok untuk menganalisis pemikiran Nawal el-Saadawi dalam novelnya ‘Memoir Seorang Dokter Wanita’. Dilihat dari permasalahan yang diangkat dalam novel tersebut, terdapat pembahasan yang sinkronis dalam buku Analisis Gender karya Mansour Fakih. Tak hanya itu, Fakih juga memberikan solusi atas permasalahan gender yang muncul di masyarakat.

Jadi peneliti berasumsi bahwa analisis gender Mansour Fakih cocok untuk analisis novel tersebut. Oleh karena itu, peneliti sangat tertarik untuk menganalisis permasalahan dalam novel tersebut dengan menggunakan analisis gender Mansour Fakih untuk mencari jalan keluar dari permasalahan gender yang belum mencapai titik temu. Peneliti juga berharap dengan adanya analisis gender ini dapat dijadikan acuan atau sedikit titik terang untuk menyelesaikan permasalahan gender. Meskipun analisis gender menjadi analisis utama dalam pembahasan permasalahan ini, namun tetap tidak meninggalkan analisis para peneliti terhadap permasalahan ini.

Kerangka Teori

  • Persoalan-persoalan yang ditimbulkan dari Gender Differences
  • Perempuan dan Permasalahannya dalam Masyarakat Islam

Oleh karena itu, sangat diperlukan pemahaman terhadap konsep gender yang sebenarnya, karena konsep inilah yang melahirkan analisis gender. Sejarah perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan sebenarnya telah melalui proses yang sangat panjang. 14. Seiring berjalannya waktu, konsepsi ini kemudian dianggap sebagai ketentuan Tuhan bagi kodrat pria dan wanita.

Dalam bukunya Analisis Gender, Mansour Fakih menjelaskan banyaknya kontradiksi antara laki-laki dan perempuan mengenai pengungkapan permasalahan perempuan dengan menggunakan analisis gender. Kesulitan lainnya adalah bahwa pembahasan gender pada dasarnya berarti pembahasan relasi kekuasaan yang sifatnya sangat personal, yaitu melibatkan dan melibatkan kita masing-masing sebagai individu serta menantang keistimewaan yang kita miliki dan nikmati saat ini.24 Jawabannya jelas, bahwa analisis gender hanya digunakan menjelaskan kesenjangan sosial antara laki-laki dan perempuan. Walaupun gerakan feminisme hadir dengan analisa dan ideologi yang berbeda, namun secara umum mereka mempunyai kepedulian yang sama yaitu memperjuangkan nasib perempuan.26.

Ketidakadilan ini terjadi pada sistem di masyarakat yang berdampak pada laki-laki, khususnya perempuan. 25Mansour Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, hal. 26Mansour Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, hal. Mengingatkan pada pengalaman peneliti di daerah, ada salah satu teman yang mengatakan bahwa perempuan akan tetap kembali ke kodratnya sebagai perempuan. yaitu menjadi seorang istri dan menangani permasalahan rumah tangga seperti masalah dapur dan membesarkan anak.

Dari sudut pandang keadilan, tentu terasa tidak adil bila tugas tersebut hanya dipikul oleh perempuan yang sudah menjadi istri. .. 27Mansour Fakih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, hal. Seperti halnya pernyataan dalam agama bahwa perempuan harus selalu taat dan tunduk pada segala perintah suami, bukan berarti laki-laki bisa memperlakukan perempuan secara sewenang-wenang berdasarkan agama tersebut. Mereka yang meyakini bahwa sistem hubungan laki-laki dan perempuan dalam masyarakat saat ini sudah sesuai dengan ajaran Islam, maka tidak perlu lagi diemansipasi.

Kelompok ini sering disebut sebagai kelompok yang menikmati dan memperoleh manfaat dari sistem dan struktur hubungan laki-laki-perempuan yang ada, dan oleh karena itu berupaya untuk melestarikannya. Penggambaran Tuhan sebagai manusia membuat geram para penganut berbagai agama, salah satunya Islam. Al-Qur’an sebagai rujukan prinsip-prinsip dasar masyarakat Islam menunjukkan bahwa pada dasarnya Al-Qur’an mengakui kedudukan laki-laki dan perempuan adalah adil.

Atas dasar ini maka prinsip Al-Qur’an mengenai hak laki-laki dan perempuan adalah sama, dimana hak perempuan diakui sama dengan hak laki-laki. Dengan kata lain, laki-laki mempunyai hak dan kewajiban terhadap perempuan, dan perempuan juga mempunyai hak dan kewajiban terhadap laki-laki.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Sistematika Pembahasan

Setelah mengetahui isi dan pemikiran Nawal sendiri terhadap novelnya, kita beralih ke bagaimana analisis gender Mansour Fakih memandang pemikiran Nawal dalam novelnya.

PENUTUP

Saran

Menyadari bahwa hasil penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, maka peneliti berharap kedepannya ada penelitian lebih lanjut terkait dengan permasalahan yang peneliti tulis tentang pemikiran Nawal el-Saadawi terhadap analisis gender Mansour Fakih yang sangat menginspirasi bagi wanita dan pria. Dengan mempelajari sumber-sumber yang lebih baik, kita akan memperoleh penelitian akurat yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dan memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang gender dan permasalahannya. Saran dan kritik yang membangun mengenai penelitian ini sangat kami butuhkan demi kesempurnaan penulisan skripsi ini dimasa yang akan datang.

Amertawengrum, Indiyah Prana, Memoar Seorang Dokter Wanita: Tinjauan Psikologis Tokoh, Magistra no.80 Th. Armstrong, Kareen, Perang Suci: Perang Salib di Perang Teluk, Jakarta:. Asmarany, Anugriaty Indah, Bias Gender Sebagai Prediktor KDRT, Universitas Gajah Mada, Jurnal Psikologi Vol. 1 Amin, Qasim, Sejarah Penindasan Perempuan: Kecaman terhadap “Islam Maskulin. Arifa, Ina Refleksi Pemikiran Mansour Fakih Tentang Keadilan Gender Sebagai Alat Transformasi Sosial Dalam Kehidupan Indonesia Saat Ini, Universitas Negeri Yogyakarta, 2017.

Fakih, Mansour, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta: Pustaka Mahasiswa, 2001. dkk.), Membahas Feminisme: Wacana Gender dalam Perspektif Islam, Surabaya: Risale Gusti, 2000. Fauziyah, Yayuk, Nawal Al-Sa'dawi: “Modalitas Sebagai Pembentukan Nilai-Nilai Islam dalam Praktik Wacana Gender Agama dan Penguasa Mesir”, ISLAMICA, Vol. Sepenuh Hati, Bebas, Menandingi Pemikiran dan Ideologi Patriarki, Analisis Tiga Teks Sastra Arab-Muslim Berperspektif Feminis Muslim., Disertasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Jakarta, 2005.

Meilasari, Putri, Mesir pada masa pemerintahan Anwar Sadat: Upaya Anwar Sadat dalam Perdamaian Mesir dan Israel, Skripsi, Fakultas Adab dan Ilmu Pengetahuan Manusia, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2011. Murtanto, Ahmad Sri, Konsep gender menurut Nawal el-Saadawi dan Rumusannya dalam Tujuan Pendidikan Agama Islam, Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2015. Muthahhari, Murtadha Filsafat Perempuan dalam Islam: Hak-Hak Perempuan dan Pentingnya Etika Sosial, Yogyakarta : Institut Rusyanfikr, 2017.

Ritonga, Deffi Syahfitri “Kajian Gender dalam Novel Nawal el-Saadawi dan Sutan Takdir Alisjahbana”, Arabiyât: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa Arab, III, Januari 2016. Ulya, Fina, Perempuan dalam Perspektif Rumi, Skripsi, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2009.

Referensi

Dokumen terkait