STUDI DATA SEKUNDER TINGKAT URBAN DI KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG PADA TAHUN 2008-2013
By :
Anggriani Siska *, Bakaruddin**, Rika Despica**
* Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI SUMBAR
** Dosen Depertemen Geografi STKIP PGRI SUMBAR ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data sekunder tingkat urban di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada tahun 2008-2013 dilihat dari pendidikan, kekerabatan, dan mata pencaharian.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengantujuanuntukmendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterprestasikan kondisi yang sekarang terjadi. Objek peneltian adalah seluruh kelurahan yang di Kecamatan Koto Tangah yaitu 13 kelurahan, sementara subjek penelitian adalah data kependudukanya itu data penduduk masuk dari tahun 2008-2013.
Penelitian menemukan bahwa tingkat keurbanan nagari bervariasi. Sebagai berikut: 1) Tingkat urban dilihat dari pendidikan di Kecamatan Koto Tangahtahun 2008-2013 berjumlah 9805 orang (53,51%),tertinggiterjadipadatahun 2012 yaitu 1979 orang (56,58%) dan terkecil terjadi pada tahun 2008 yaitu 1378 orang (48,33%) dan kelurahan tujuan utama migran adalah kelurahan BungoPasang. 2) Tingkat urban dilihat dari kekerabatan di Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013 berjumlah 2063 orang (11,26%), tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu 385 (13,27%) orang dan terkecil terjadi pada tahun 2013yaitu sebesar 277 orang (8,48%) dan kelurahan tujuan hampir merata di Kecamatan Tangah dan 3) Tingkat urban dilihat dari mata pencaharian di Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013 sebesar 6457 orang (35,24%), tertinggi pada tahun 2008 yaitu 1195 orang (41,92%)dan terkecil terjadi pada tahun 2011yaitu 910 orang (31,36%) dan kelurahan tujuan utama adalah Kelurahan Air Pacah.
Kunci: Pendidikan, Kekerabatan, Mata Pencharian.
THIS RESEARCH HAVE A PURPOSE TO ANDYZE SECONDARY DATA MIGRATION LEVEL IN KOTO TANGAH KOTA PADANG SUBDISTRICT ON 2008-2013 THAT SEE FROM EDUCATION,
GENETIC RELATIONSHIP, AND LIVELIHOOD.
By :
Anggriani Siska *, Bakaruddin**, Rika Despica**
* Student of Geography Education Departmen of STKIP PGRI SUMBAR
** Lecturer of Geography Education Departmen of STKIP PGRI SUMBAR ABSTRACT
This research have a purpose to andyze secondary data migration level in Koto Tangah Kota Padang subdistrict on 2008-2013 that see from education, genetic relationship, and livelihood.
The kind of this research is descriptive with the purpose to describe, make a note, analyze and to interpret the condition that happen nowdays. The object of this research are all of political district in koto tangah subdistrict that are 13 subdistricts, meanwhite the subject of the research is demography data that is inhabitant data go into from 2008-2013.
The research find that the nagari level of migration have variation. As follows : 1). The migration level from eduacation in koto tangah district on 2008-2013 amunt to 9805 peoples (53,51%), the top level happened on 2012 are 1979 peoples (56,58%) and the smallest happened on 2008 are 1378 peoples (48,33%) and the prior migration political district purpose is political district of Bunga Pasang. 2). The migration level from genetic relationship in Koto Tangah subdidtrict on 2008-2013 amount to 2063
peoples (11,26%), the top level happened on 2011 are 385 (13,27%) peoples and the smallest happenned on 2013 are as big as 277 peoples (8,48%) and the political district purpose almost be spead evenly in tangah subdistrict and 3). The migration level from live lihood in koto tangah subdistrict on 2008-2013 as big as 6457 peoples (35,24%), the top level on 2008 are 1195 peoples (41,92%) and the smallest happened on 2011 are 910 peoples (31,36%) an the prior political district purpose is political distri of Air Pacah.
Keywords : Eduacation, genetic relationship, live lihood.
PENDAHULUAN
Negara Indonesia merupakan Negara kepulauan yang termasuk negara terluas di Asia Tenggara, dengan letak geografisnya yang sangat strategis.Namun bila dilihat dari keadaan wilayahnya yang terdiri dari beribu-ribu pulau baik kecil maupun besar tersebut, persebaran penduduknya belum begitu merata di setiap pulau sehingga masih banyak pulau yang masih kosong maupun jarang penduduknya. Di zaman globalisasi ini, pengangguran di Jakarta semakin meningkat, banyaknya pengangguran tidak hanya terdiri dari para masyarakat yang belum selesai dalam pendidikan dasar, akan tetapi lulusan S1 pun banyak yang menganggur.
Seluruh masyarakat yang menganggur bukan karena tidak memiliki skill atau kemampuan akan tetapi kurangnya lapangan kerja yang memadai dalam menampung skill atau kemampuan masyarakat (Puspitasari, 2010).
Di antara masalah-masalah sosial yang paling mendesak adalah pertumbuhan masalah ini merupakan tantangan bagi pemimpin dunia, jika terlampau banyak manusia yang harus diberikan makan, pakaian, dan tempat tinggal, kesusahan, kemiskinan dan kekacauan sosial yang mengikutinya tidak dapat dielakkan.Sebaliknya,jika penduduknya terlampau sedikit maka tidak ada kekuatan untuk membangun suatu bangsa yang dapat disegani bangsa-bangsa lain.
Urban dapat diartikan sebagai suatu bentuk aglomerasi penduduk dengan suasana kehidupan dan penghidupan modern, sebagai salah satu proses suasana modern, tersebut pertama dapat berupa fisik yang menyangkut luas wilayah, tata guna tanah yang non agaris, kedua dapat berupa mental yang bertalian
dengan orientasi pada nilai-nilai serta kebiasaan hidup. (hhtp.ww.goegle.urbanisasi.com)
Interaksi yang timbul antara desa dan kota telah menimbulkan beberapa gejala sosial, ekonomi, budaya dan politik di desa, dikota dan sepanjang jalur hubungan antara desa dan kota.
Beberapa aspek mengenai kehidupan keluraga, pendidikan kelurga, pemukiman desa dan kota, lingkungan perdesaan dan kota mata pencaharian warga desa dan warga kota menunjukkan corak yang berbeda. Berbagai keserasian, tetapi juga berbagai kesenjangan timbul desa dan kota kita masih harus dapat mencari jalan (Bintarto.1989).
Kecenderungan meningkatnya urbanisasi terutama disebabkan oleh perpindahan penduduk dari daerah perdesaan menuju perkotaan, sehingga jumlah di perkotaan bertambah sementara penduduk perdesaan berkurang. Sebab lain urbanisasi adalah terjadinya perubahan status klasifikasi daerah yang tadinya tergolong perdesaan kemudian menjadi perkotaan. Perkembangan penduduk, ekonomi, sarana dan prasarana yang bercirikan kehidupan masyarakat perkotaan membuat suatu daerah (desa/kelurahan) berubah menjadi perkotaan sehingga penduduknya digolongkan menjadi penduduk perkotaan (SUPAS dalam BPS, 2010).
Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan yaitu, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Kuranji, Pauh Dan Koto Tangah dengan luas wilayah keseluruhan sejumlah 649,96 km2. Kota Padang pada tahun 2007 diperoleh hasil persentase urban yaitu 93.526 tergolong medium sized city dari 11 kecamatan tersebut yang paling kecil
adalah kecamatan Bungus Teluk Kabung yaitu 2,81% sedangkan persentase urban yang paling besar adalah kecamatan Koto Tangah yaitu18,84
% ( Kantor Camat:2013).
Jumlah Penduduk kota Padang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah penduduk. Dilihat dari 11 kecamatan Kota Padang, Pada tahun 2008 Kecamatan Koto Tangah jumlah penduduknya yaitu 145.564 di bandingkan pada tahun 2013,Koto Tangah mengalami peningkatan jumlah penduduk lebih pesat yaitu 165.633, jadi pada tahun 2008 Koto Tangah dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk sampai sekarang.
Perpindahan dari desa ke kota sering terjadi di Kota Padang khususnya pada Koto Tangah (Badan Statistik 2013).
Berdasarkan Hasil observasi Koto Tangah faktor utama penyebab timbulnya urban yang paling kuat ekonomi (menjadi motif utama), selain itu disusul dengan faktor pendidikan penyebab lain dari terjadinya urban adalah karena terjadinya over ruralisasi yaitu tingkat dan cara produksi diperdesaan terdapat terlalu banyak orang. Dari tahun 2008 sampai 2013 urban mengalami perubahan cukup pesat yang dahulunya hanya tamatan SLTP dan sekarang sudah menuju ke jenjang perguruan tinggi yaitu starata satu. Tinggi rendah tingkat pendidikan masyarakat urban di kecamatan Koto Tangah Koto Padang tahun 2008 samapai 2013 yang ditamatkan orang tua, mempunyai pengaruh pada sikap orang tua terhadap pendidikan anak. Salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk melihat tingkat kualitas sumber daya manusia adalah tingkat pendidikan yang dicapai oleh masyarakat.
pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan , pengajaran latihan yang berlangsung dalam bentuk pendidikan formal , informal dan non formal. Pendidikan ini berlangsung disekolah dan diluar sekolah yang bertujuan optimalisasi pertimbangan kemampuan individu agar dikemudian hari dapat memainkan peran hidup secara tepat. (mudyaharjo:2000)
Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atua hubungan perkawinan.Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.Sistem kekerabatan merupakan bagian yanga sangat penting dalam struktur sosial.Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. (wikipedia:2014).
Dilihat dari kekerabatan alasan masyarakat urban yang paling sering muncul adalah ikut suami/ istri/ orang tua/ anak, yakni dikatakan oleh 32, 86 persen, jika digabungkan dengan status perkawainan dan ikut saudara kandung/famili lainnya sehingga termasuk menjadi alasan yang berkaitan dapat kekeluargaan, maka persentase urban dari perdesaan menuju perkotaan yang menyatakan alasan ini ada sebesar 41,35 persen.
Di lihat mata pencaharian Perdagangan, hotel, dan restoran (23,50 %), jasa-jasa (13,61
%), Sektor industri pengelolahan dan penggalian (15,87 %), sedangkan sektor lainnya (19,33 %) seperti sektor pertambangan, penggalian, pertanian dan bangunan walupun mempunyai kontribusi kecil (1-3 %) merupakan potensi aset yang dapat dikembang lebih lanjut. Kecamatan Koto Tangah mata pencaharian masyarakat urban lebih mengarahkan ke arah pertanian karena merupakan aset potensi bagi urban dan ada juga sektor wirausaha seperti perdagangan.(Badan Pusat Statistik,2002).
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian deskriptif adalah metode penelitian atau prosedur pemecahan masalah yang diselidiki, yang mengambarkan dan melukiskan keadaan objektif penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta – fakta yang tampak atau sebagaimananya (Arikunto: 2006).
Menurut Sugiyono (2012:38) pengertian objek penelitian yaitu “suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Objek dalam penelitian ini adalah seluruh kelurahan di Kecamatan Koto Tangah
yang terdiri dari 13 kelurahan yaitu: Kelurahan Balai Gadang, Kelurahan Lubuk Minturun Sei Lareh Sungai Lareh, Kelurahan Air Pacah, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kelurahan Koto Pulai, Kelurahan Batipuh Panjang, Kelurahan Padang Sarai, Kelurahan Lubuk Buaya, Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kelurahan Bungo Pasang, Kelurahan Parupuk Tabing dan Kelurahan Pasie Nan Tigo.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Daerah Penelitian
Letak geografis merupakan suatu gambaran gejala dan kondisi keruangan suatu daerah serta aspek kehidupan yang sedang berlangsung pada daerah tersebut. Secara khusus letak geografis dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu kondisi fisik dan kondisi sosial ekonomi. Kondisi fisik antara lain: letak astronomis, letak administratif, iklim, geologi, geomorfologi, penggunaan lahan dan sebagainya.
Wilayah Kecamatan Koto Tangah secara astronomis berada diantara 00 44’00 LS sampai 0053’00 LS dan 100017’00 BT sampai 100031’00 BT. Kecamatan Koto Tangah secara geografis berbatasan dengan:
1) Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman
2) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Utara
3) Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia
4) Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pauh dan Kecamatan Kuranji
Hasil Pembahasan
Berdasarkan deskripsi dan analisis data dari hasil penelitian di atas dapat di jelaskan bahwa :
Pertama, tingkat urban dilihat dari pendidikan tahun 2008-2013 di Kecamatan Koto Tangah, tingkat urban tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu 1979 orang dan terkecil terjadi pada tahun 2008. Dilihat dari kelurahan tujuan, terjadi kenaikan pada kelurahan Air Pacah dari tahun 2011 sampai tahun 2013, sedangkan
kelurahan tujuan utama migran adalah kelurahan Bungo Pasang.
pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan diri seseorang pada 3 aspek yaitu: pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup. Upaya untuk melaksanakan dan mengembangkannya dilaksanakan disokolah, diluar sekolah, dan dilingkungan sekolah. (Zamroni:2001)
Kedua, tingkat urban dilihat dari kekerabatandi Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013, tingkat urban tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu 385 orang dan terkecil terjadi pada tahun 2013. Dilihat dari sebaran urban, hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Tangah merupakan tujuan dari urban dilihat dari kekerabatan, karena urban berdasarkan kekerbatan terjadi karena perkawinan atau ikut saudara.
Menurut para ahli antropologi tua dari pertengahan abad ke-19,seperti J. Lubbock, manusia pada mulanya hidup serupa sekawan berkelompok. Laki-laki dan perempuan melahirkan keturunannya tanpa ikatan.Kelompok keluarga inti (nuclear family) sebagai inti masyarakat pada waktu itu belum ada.Keadaan ini dianggap tingkat pertama dalam proses perkembangan masyarakat dan kebudayaan manusia.Suatu sistem hak dan kewajiban bagi para individunya terhadap sejumlah harta produktif, harta konsumptif, atau harta pusaka yang tertentu. (wikipedia:2014).
Ketiga, tingkat urban dilihat dari mata pencaharian di Kecamatan Koto Tangah tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu 1195 orang dan terkecil terjadi pada tahun 2011.
Dilihat dari kelurahan tujuan, kelurahan tujuan utama adalah Kelurahan Air Pacah, karena di kelurahan Air Pacah terdapat sentra indsutri untuk kota Padang. Sementara daerah tujuan migran terkecil adalah kelurahan Koto Pulai, karena karakter kelurahan Koto Pulai adalah kelurahan untuk permukiman.
Mata Pencaharian adalah kepala keluarga yang mempunyai mata pencarian yang alternatif cendrung memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kepala rumah
tangga yang tidak memiliki mata pencarian alternatif, karena pendapatan berasal dari satu sumber dari mata pencarian saja. Jadi, kesimpulan pekerjaan sampingan adalah cara untuk mencukupi sesuatu yang belum terpenuhi atau mengisi waktu-waktu kosong dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup.(Kasim:2006) KESIMPULAN DAN SARAN
a. KESIMPULAN
Berdasarkan temuan dan pembahasan hasil penelitian, maka kesimpulan hasil penelitian ini sebagai berikut:
1. Tingkat urban dilihat dari pendidikandi Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013 berjumlah 9805 orang (53,51%),tertinggi terjadi pada tahun 2012 yaitu 1979 orang (56,58%) dan terkecil terjadi pada tahun 2008 yaitu 1378 orang (48,33%) dan kelurahan tujuanutama migran adalah kelurahan Bungo Pasang.
2. Tingkat urban dilihat dari kekerabatan di Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013 berjumlah 2063 orang (11,26%), tertinggi terjadi pada tahun 2011 yaitu 385 (13,27%) orang dan terkecil terjadi pada tahun 2013 yaitu sebesar 277 orang (8,48%) dan kelurahan tujuan hampir merata di Kecamatan Tangah.
3. Tingkat urban dilihat dari mata pencaharian di Kecamatan Koto Tangah tahun 2008-2013 sebesar 6457 orang (35,24%),tertinggi pada tahun 2008 yaitu 1195 orang (41,92%)dan terkecil terjadi pada tahun 2011yaitu 910 orang (31,36%) dankelurahan tujuan utama adalah Kelurahan Air Pacah.
b. SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mencoba memberikan saran sebagai berikut:
1. Diharapkan kepada pemerintah untuk meningkatkan jumlah sarana dan prasarana pendidikan di berbagai kelurahan sehingga tingkat urban tidak menumpuk pada satu kelurahan.
2. Bagi pemerintah kecamatan Koto Tangah untuk mendata lebih efektif lagi urban
yang datang sehingga data dapat dimanfaatkan untnuk kepentingan pembangunan.
3. Bagi urban yang datang ke Kota Padang, seharusnya memilih daerah yang sesuai dengan tujuan migrant.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2006. ProsedurPenelitian:
SuatuPendekatanPraktik. Jakarta :RinekaCipta.
Bintarto, R. 1984. Urbanisasi dan
Permasalahannya.Jakarta: Ghalia Indonesia.
Kasim, Muslim.(2006). Karakteristik Kemiskinan di Indonesia dan Strategi Penanggulangannya.Jakarta: Indonesia Global.
Kantor BPS, 2013. BPS of padang. Badan Statitik Padang.
Kantor Camat, 2013 dan 2014. Laporan kependudukan Koto Tangah.Sumatera Barat.
Melva Puspita Sari, (2010). Analisis Kondisi Urbanisasi Kota Padang.FIS UNP Padang.
Sugyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan.
Alfabeta: Bandung
Zamroni, 2001.Pengantar Pendidikan. Jakarta:
Grasindo Persada.