Tujuan Penelitian
Pembatasan Masalah
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Pengertian Bank dan Kredit
- Jenis-Jenis Kredit
- Kredit Bermasalah . . .... .... .. ........... .. .............. 1 3
- Faktor Penyebab Timbulnya Kredit Bermasalah
- Menangani Kredit Bermasalah
- Sasaran dan Tujuan Pemberian Kredit
- Penerapan Kebijakan Perkreditan Bank
Jumlah pastinya berarti kredit yang diberikan tidak melebihi kebutuhan debitur dan tidak melebihi nilai agunan yang diberikan. Kelebihan agunan adalah sebagai instrumen jaminan apabila perusahaan yang dibiayai kredit mengalami kebangkrutan atau debitur tidak mampu melunasi kewajibannya. Kredit modal kerja, yaitu kredit yang diberikan bank kepada debiturnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerjanya.
Punca dalaman pertama bank untuk kemunculan kredit bermasalah ialah pelaksanaan analisis kredit yang tidak sempurna. Faktor terakhir ialah menyediakan kredit tambahan tanpa analisis kredit yang baik1 dan jaminan kredit tambahan. Sekiranya usaha menyelamat tidak berjaya, bank mesti menarik balik kredit yang diberikan kepada penghutang.
Perubahan ketentuan kredit hanya sebatas perubahan rencana pembayaran, termasuk masa tenggang, termasuk perubahan jumlah angsuran atau tidak. Perubahan sebagian atau seluruh syarat kredit tidak terbatas pada perubahan jadwal pembayaran, jangka waktu atau syarat lainnya, sepanjang tidak mengakibatkan perubahan saldo maksimal kredit. Perubahan kredit yang melibatkan penambahan dana bank, konversi seluruh atau sebagian tunggakan bunga menjadi pokok kredit baru atau konversi seluruh atau sebagian kredit menjadi investasi oleh perusahaan.
Kualitasnya tidak berubah untuk kredit yang tergolong Lancar, Pertimbangan Khusus, atau Kurang Lancar sebelum direstrukturisasi. Tujuan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB) adalah memberikan landasan bagi pegawai negeri sipil dan pegawai dalam memberikan kredit yang sehat berdasarkan prinsip kehati-hatian. Pemberian kredit yang sehat hendaknya didasarkan pada prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, termasuk memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah, sehingga untuk pelaksanaannya perlu diatur tata cara dan pokok-pokok kebijakan perkreditan selanjutnya.
Risiko kredit yang mungkin timbul antara lain kegagalan debitur dalam mengembalikan kewajibannya kepada bank dan risiko pemulihan. Kredit yang mendapat perhatian khusus wajib dilaporkan secara berkala kepada Kepala Divisi terkait dan kepada Direksi sesuai ketentuan yang berlaku. Golongan kredit bermasalah adalah kredit golongan III, N dan V (Kurang Lancar, Diragukan dan Macet) atau kredit yang karena sebab tertentu harus dilunasi sebelum jatuh tempo.
Analisis kredit merupakan suatu proses kegiatan untuk mengetahui kualitas kredit yang diberikan dan untuk itu harus disiapkan sarana dan data yang diperlukan untuk mengambil keputusan kredit yang sehat. Sifat penelitian ini adalah studi kasus yang bertujuan untuk melihat kebijakan perkreditan bank dan implementasinya dalam rangka mewujudkan penyaluran kredit yang sehat.
Jenis Penelitian
Metode Pengumpulan Data
- Jenis dan Sumber Data
Target Bank Pada bulan ini, jumlah kredit terjamin meningkat dibandingkan 3 bulan sebelumnya, namun tingkat kredit macet menurun. Diketahui, pada tahun 2006 dan 2007, penyaluran kredit Bank X meningkat signifikan.
Berdasarkan angka-angka tersebut dapat disimpulkan bahwa kredit dengan tingkat risiko yang tinggi dibiayai oleh kredit karena rendahnya jumlah kredit yang diberikan. Untuk mengetahui apakah kredit yang diajukan mempunyai risiko yang tinggi atau tidak, Bank Hal ini dikarenakan Bank
Berdasarkan kebijakan perkreditan yang ada dan kinerja selama 2 tahun terakhir, Bank X sebenarnya bertujuan untuk menjadi Anchor Bank. Namun untuk mencapai hal tersebut, Bank X lebih fokus pada kredit konsumsi yang berisiko rendah dan tidak memerlukan analisis kredit yang mendalam. Jika porsi kredit lebih besar diberikan pada kredit usaha, maka tingkat NPL berisiko semakin meningkat dan memerlukan proses analisis kredit yang lebih ketat.
Manajemen risiko kredit bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemberian kredit dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip perkreditan yang sehat. Selain itu, semua pinjaman yang dijamin dengan harta tetap atau barang bergerak harus dinilai dan jaminan yang dapat diasuransikan tersebut harus dilindungi oleh asuransi dari perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh Bank.
Oleh karena itu, kebijakan yang diterapkan oleh Bank Akibatnya, credit spread yang berpotensi menimbulkan risiko peningkatan tingkat NPL harus lebih diperketat agar proses pendanaan tidak menjadi masalah kredit macet di kemudian hari. Selain itu, rendahnya kualitas sumber daya manusia di bidang analisis kredit juga menjadi salah satu kendala Bank X untuk lebih memanfaatkan sektor usaha kecil dan menengah.
- Visi Dan Misi Perusahaan
- Analisi dan Pembahasan
- Kinerja Bank 2006 dan 2007
- Proporsi Penyaluran Kredit dan Tingkatan Kredit
- Peranan Bank X Sebagai Bank Daerah
- Strategi Bank X dalam Mengatasi Kredit
PENUTlJP
Saran
Oleh karena itu, peningkatan volume kredit hendaknya lebih berorientasi pada peningkatan perekonomian kerakyatan melalui Kredit Usaha Mikro. Selain menyasar pengusaha kecil dan menengah, peningkatan volume kredit lJMKM ini juga harus dibarengi dengan penambahan sarana dan prasarana untuk mengurangi kredit bermasalah.
Demikian Bank Selanjutnya Kinerja Keuangan Bank Sebelum dan Sesudah Implementasi, \·i Arsitektur Perbankan Indonesia (API), www.wdoskt tjl;,t.\.vm James C. Van Hom & John M Wachowicz, Jr. A1anagement Edisi 9'h, Penerbit Prentice Hall, New Jersey.
Kasmir.SE.MM., (2002), Dasar-Dasar Perbankan, Penerbit RajaGrafindo Perkasa, Jakarta. 1996), Manajemen Kredit Bank Umum, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Peraturan Bank Indonesia No.7/2/PBI/2005 Tentang Kualitas Aktiva Bank Umum Prasetyo, Wahyu, (2002), Pengaruh Rasio CAMEL Terhadap Kinerja Keuangan. Siaran Pers, Bank Indonesia, (2008), Bl menerbitkan paket kebijakan pemeliharaan Surat Edaran Bank Indonesia, No. 31/ll/UPPB Tahun 1998 tentang Aset.
Sutojo, Siswanto, (2000), Strategi Manajemen Kredit Bank Umum: Konsep, Teknik dan Kasus, Penerbit Damar Mulia Pustaka, Jakarta.