Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siklus hidup pengembangan sistem dan application vault pada PT. Faktur Pajak Gambar 4.50 Layar #1 Cetak Faktur Pajak SDB Gambar 4.51 Layar #2 Cetak Faktur Pajak SDB Gambar 4.52 Layar #3 Cetak Faktur Pajak SDB.
PENDAHULUAN
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Bank Sahabat Sampoerna juga memiliki siklus hidup pengembangan sistem untuk produk Safe Deposit Box. Menganalisis perbedaan teori dan penerapan siklus hidup pengembangan sistem aplikasi vault di Bank Sahabat Sampoerna.
METODE PENELITIAN
Tinjauan Pustaka .1 Pengertian Sistem
- Pengertian Informasi
- Pengertian Akuntansi
- Pengertian Sistem Informasi
- Sistem Informasi Akuntansi
- Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
- Tujuan Sistem Informasi Akuntansi
- Manfaat Sistem Informasi Akuntansi
- Komponen Sistem Informasi Akuntansi
- Kegiatan Sistem Informasi Akuntansi
- Pengertian System Development Life Cycle
- Inisiasi Proyek (Project Initiation)
- Pengembangan Sistem Internal (In-House Systems Development) Organisasi biasanya memperoleh sistem informasi dengan dua cara,
- Paket Komersil (commercial package)
- Pemeliharaan dan Dukungan (Maintenance and Support)
- Pengertian Safe Deposit Box
- Tujuan Safe Deposit Box
- Keuntungan Safe Deposit Box
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut building block yang terdiri dari (Sutabri, 2004). Komponen pengendalian digunakan untuk memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi adalah informasi yang akurat.
Penelitian Terdahulu
Dampak positif perubahan SDLC di Bank UOB Buana terhadap kualitas produk TI dan kepuasan pengguna TI dan karyawan dilihat dari lima dimensi kualitas layanan. Kesamaan penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya terdapat pada salah satu variabel yang digunakan. Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya terletak pada pembahasan variabel aman.
Dalam penelitian ini penelitian lebih terfokus pada penjelasan deskriptif mengenai siklus hidup perkembangan sistem vault di Bank Sahabat Sampoerna. Persamaan dan perbedaan yang terdapat pada penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya tentu mempunyai konsekuensi terhadap hasil penelitian yang diperoleh. Jika hasil penelitian terdahulu bertujuan untuk memperoleh gambaran/deskripsi mengenai variabel itu sendiri (siklus hidup pengembangan sistem) beserta indikator-indikatornya dalam lingkup organisasi, maka penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan analisis terhadap implementasi vault. . Siklus hidup pengembangan sistem di Bank Sahabat. Sampoerna.
Rerangka Pemikiran
Berdasarkan gambaran permasalahan diatas maka penelitian ini dilakukan di Bank Sahabat Sampoerna yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman kavling 45 Jakarta pada bagian aman. Alasan penulis memilih PT Bank Sahabat Sampoerna sebagai objek penelitian karena penulis dan tim sales mengembangkan sistem vault di PT Bank Sahabat Sampoerna. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif yaitu dengan mencari fakta dari pengumpulan data yang diperoleh selama penelitian yang kemudian akan dianalisis dengan bantuan teori-teori yang ada.
Data yang Dihimpun
Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer maupun oleh pihak lain (Uma Sekaran, 2009).
Teknik Pengumpulan Data
Metode Analisis
Teknik Pengolahan Data
Profil PT. Bank Sahabat Sampoerna
Bank Sahabat Sampoerna bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan peluang dan dukungan untuk berhasil dalam usaha mikro, kecil dan menengah. Bank Sahabat Sampoerna bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan (service excelence) dan sistem informasi/teknologi informasi. Tujuannya untuk memberikan kepuasan dan kepercayaan pelanggan, serta mendorong peningkatan kinerja seperti peningkatan budaya kinerja melalui kualitas sumber daya manusia dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, peningkatan nilai-nilai perusahaan dan citra perusahaan.
Nilai perusahaan dan citra perusahaan juga diharapkan meningkat dengan semakin ekspansif dalam menawarkan jasa dan layanan perbankan. Bank Sahabat Sampoerna merasa penerapan sistem vault akan lebih baik dalam hal meningkatkan pendapatan dari diversifikasi usaha. Sistem vault ini akan diterapkan secara bertahap di Kantor Pusat dan di seluruh kantor cabang PT.
Temuan Studi
Analisis Masalah
Analisis SDLC Safe Deposit Box
Bank Sahabat Sampoerna menggunakan bantuan pengembang (supplier) berupa aplikasi, yang juga berperan sebagai konsultan dalam proses pengembangan proyek. Bank Sahabat Sampoerna selama pengembangan sistem ATM yaitu akuisisi, penyediaan, pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan. Bank Sahabat Sampoerna melakukan proses inisiasi proyek dan menetapkan persyaratan, berdasarkan kebutuhan organisasi dan peluang bisnis.
Jika proses ini dilakukan dengan benar, maka tidak akan terjadi over-planning, over-budget, atau project over-time. Proses ini melibatkan aktivitas pengembang/vendor untuk menganalisis persyaratan, desain, pengkodean, integrasi, pengujian, instalasi, dan proses penerimaan. Aktivitas yang dilakukan dalam proses ini meliputi proses implementasi, pengujian operasional, administrasi sistem, dan dukungan pengguna.
Pengguna yang melakukan pengujian harus kompeten dalam pengoperasian sistem sehingga sistem dapat diverifikasi dan divalidasi sesuai persyaratan Bank Sahabat Sampoerna. Jika Bank Sahabat Sampoerna melakukan seluruh prosedur pengujian di atas sebelum proses operasional, kemungkinan besar tidak akan terjadi kesalahan, kinerja rendah, dan ketidakakuratan laporan yang dihasilkan sistem selama proses operasional. Dalam proses ini, pengelola harus menyiapkan dokumentasi untuk kegiatan pemeliharaan, seperti melakukan pemulihan sistem, mengidentifikasi masalah dan mengubahnya (setiap perubahan harus ditinjau, disosialisasikan, dan disetujui oleh pengguna sehingga tidak membingungkan pengguna dalam pengoperasian sistem. sistem dan kesalahan dalam pengoperasian sistem tidak terjadi) .
Penyelarasan Strategi Bisnis dengan Strategi Sistem
Adanya visi dan misi perusahaan, analisis industri dan kompetensi perusahaan, sistem yang ada di perusahaan serta tanggapan dari pengguna. BSS memperoleh persyaratan proyek Safe Deposit Box berdasarkan visi dan misi perusahaan yang diperoleh dari pertemuan kelompok, selanjutnya akan dianalisis dan kemudian divalidasi keakuratan, kelengkapan, konsistensi dan kepatuhan terhadap standar. Persyaratan tersebut selanjutnya akan disesuaikan dengan kebijakan, prosedur dan proses bisnis yang ada di Bank Sahabat Sampoerna.
Dalam proses ini, persyaratan fungsional proyek Safe Deposit Box ditentukan berdasarkan proses bisnis dan fungsi non-fungsional. BSS akan memilih fitur mana yang nantinya akan digunakan pada proyek Safe Deposit Box sehingga dapat menekan biaya proyek. Tahapan strategi sistem yang diterapkan PT Bank Sahabat Sampoerna sesuai dengan teori yang ada.
Dapat disimpulkan bahwa pada tahap strategi sistem tidak terdapat gap antara teori dan implementasi yang dilakukan oleh PT Bank Sahabat Sampoerna pada proyek vault.
Analisis Inisiasi Proyek
- Analisis Technical Feasibility, Economic Feasibility, Legal Feasibility, Operational Feasibility, dan Schedule Feasibility
- Analisis Cost-Benefit
BSS melakukan analisis kesesuaian proyek safe deposit box yang akan dibuat dengan core banking system yang ada. Tahap awal proyek yang dilakukan PT Bank Sahabat Sampoerna ini sejalan dengan teori yang ada. Saat mengidentifikasi kebutuhan pengguna, manajemen produk tidak terlalu spesifik dalam memenuhi kebutuhan pengguna, sehingga banyak perubahan dalam pengoperasian aplikasi aman.
Dalam implementasinya, manajemen program tidak mampu memberikan konsep secara detail dan detail dari setiap fungsi sistem aplikasi vault yang akan dibuat. Biaya yang dikeluarkan oleh BSS akan ditanggung seiring berjalannya waktu oleh pelanggan yang menggunakan layanan vault. Secara umum jika dilihat dari teori dan penerapan analisis kelayakan proyek penerapan vault, maka dapat dikatakan bahwa Bank Sahabat Sampoerna lolos uji kelayakan untuk melaksanakan proyek penerapan vault dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan penerapannya. .
Lokasi brankas di setiap cabang sebaiknya dipersiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan biaya yang terlalu besar. Biaya sebenarnya yang dikeluarkan oleh Bank Sahabat Sampoerna untuk melaksanakan proyek dengan menggunakan pengembangan sistem in-house mungkin lebih besar dibandingkan dengan paket komersial. Hal ini tercermin pada biaya perancangan sistem, pemrograman dan pengujian, serta pelatihan dimana biaya tersebut termasuk dalam biaya yang dibayarkan kepada vendor ketika Bank Sahabat Sampoerna menggunakan paket komersial untuk memilih proyek vaultnya. Dari segi analisis biaya, terdapat gap dimana Bank Sahabat Sampoerna tidak mengenakan biaya konversi data untuk proyek safe deposit boxnya, sedangkan secara teori terdapat biaya konversi data.
Keunggulan In House System Development
Kelemahan In House System Development
Hal ini dapat terjadi karena semua program yang dibuat juga diuji oleh orang yang sama, sehingga ketika program memasuki proses pengujian penerimaan pengguna, akan ditemukan berbagai jenis bug yang terlewat selama pengujian.
Keunggulan Commercial Package
Jika ada kesalahan sistem yang tidak ditemukan selama pengujian, vendor yang menjual sistem tidak akan membutuhkan waktu cukup lama untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Meskipun tidak ada sistem yang bebas dari kesalahan, sistem komersial tentunya memiliki lebih sedikit kesalahan dibandingkan dengan sistem pengembangan sistem internal. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah sistem yang akan dibeli memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan.
Kelemahan Commercial Package
Pengguna menghadapi potensi risiko jika vendor bangkrut atau berhenti memberikan dukungan untuk sistem yang dibeli perusahaan. Dalam beberapa kasus, pengguna memerlukan sistem yang unik dan kompleks yang hanya dapat disediakan melalui pengembangan sistem internal, sedangkan paket komersial yang biasa dijual terlalu umum dan tidak fleksibel untuk memenuhi kebutuhan spesifik tersebut. Jika pengguna menuntut perubahan pada sistem, maka hal tersebut menjadi penghalang bagi perangkat lunak komersial dan terkadang perubahan tersebut tidak mungkin diterapkan.
Hal ini bisa terjadi jika pengguna memerlukan banyak perubahan pada sistem yang dibuat oleh penyedia. Ada kemungkinan paket komersial hanya dapat digunakan pada jenis perangkat keras tertentu (tidak kompatibel dengan perangkat yang sudah ada).
Analisis Pemilihan Commercial Package
Analisis Maintenance, Support dan Feedback
Pemeliharaan pada dasarnya dapat berupa penggunaan perangkat lunak versi terbaru dari paket komersial atau melakukan modifikasi pada sistem yang sudah ada, tergantung kebutuhan pengguna. Proses maintenance ini juga dapat menjadi masukan bagi vendor mengenai permintaan kebutuhan baru atau untuk berbagi ide mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sistem yang ada menjadi lebih baik lagi. Memberikan informasi dan saran jika ada aplikasi versi baru yang dibeli oleh pelanggan.
Bank Sahabat Sampoerna belum menerapkan hal tersebut karena versi brankas yang digunakan masih versi terbaru. Dukungan dapat berupa pemberian pelatihan kepada pengguna, pembuatan dokumentasi formal, dan pemberian solusi jika terjadi masalah dan kesalahan pada sistem yang sudah beroperasi. Umpan balik dari pengguna terhadap sistem yang telah diterapkan, dalam proses ini saran yang diberikan dapat menjadi data masukan untuk pengembangan sistem kedepannya.
Temuan berupa bug/error pada sistem pendukung akan menjadi feedback bagi sistem yang ada apakah masih selaras dengan strategi bisnis atau tidak dan juga menjadi tolak ukur keberhasilan proyek dan pengembangan yang dapat dilakukan kedepannya. . Sedangkan pada tahap support dan feedback, Bank Sahabat Sampoerna melakukan tindakan sesuai dengan teori yang ada. Secara keseluruhan, meskipun terdapat gap pada tahap ini, namun hal tersebut tidak mempengaruhi penyelesaian proyek vault Bank Sahabat Sampoerna.
Contoh Hasil Pengembangan Sistem Aplikasi Safe Deposit Box Telkom Sigma
- Tabel Database
- Designing User Interface
- Menu Tabel Parameter SDB
- Menu Otorisasi Tabel Parameter SDB
- Menu Informasi Tabel Parameter SDB
- Menu Otorisasi Pendaftaran Nomor SDB
- Menu Informasi Pendaftaran Nomor SDB
- Menu Penginputan Sewa SDB
- Menu Otorisasi Sewa SDB
- Menu Informasi Sewa SDB
- Menu Maintenance Sewa SDB
- Menu Input Log Kunjungan SDB
- Menu Log Kunjungan SDB
- Menu Otorisasi Penutupan Sewa SDB
- Menu Informasi Penutupan Sewa SDB
- Menu Informasi History Penyewaan SDB
- Menu Input Pendaftaran Nomor Faktur Pajak
- Menu Otorisasi Pendaftaran Faktur Pajak Gambar 4.48 Screen #1 Otorisasi Pendaftaran Faktur Pajak
- Menu Informasi Nomor Faktur Pajak
- Menu Pencetakan Faktur Pajak
- Menu Input Parameter Aktivitas Mencurigakan SDB
- Menu Otorisasi Parameter Aktivitas Mencurigakan SDB Gambar 4.55 Screen #1 Otorisasi Parameter Aktivitas Mencurigakan SDB
- Menu Informasi Parameter Aktivitas Mencurigakan SDB Gambar 4.56 Screen #1 Informasi Parameter Aktivitas Mencurigakan SDB
- Menu Input Titipan Perpanjangan SDB
- Menu Otorisasi Titipan Perpanjangan SDB Gambar 4.60 Screen #1 Otorisasi Titipan Perpanjangan SDB
- Menu Informasi Titipan Perpanjangan SDB Gambar 4.62 Screen #1 Informasi Titipan Perpanjangan SDB
- Menu On-Request Kunjungan Nasabah
- End of Month Accrue Pendapatan SDB
- Jurnal - Jurnal
- Jurnal Biaya Sewa dan Perpanjangan Sewa SDB Dr. Rekening Nasabah
- Jurnal Pengakuan Pendapatan Sewa SDB Dr. Sewa SDB Diterima Dimuka
- Jurnal Pendebetan Dana Jaminan Bila Kunci Hilang / Rusak
- Jurnal Penutupan Penyewaan SDB
- Laporan Laporan
- Laporan Input Penyewaan SDB
- Laporan Penutupan SDB
- Laporan SDB Jatuh Tempo
- Laporan Auto Debet Perpanjangan SDB
- Laporan Aktivitas SDB Mencurigakan
- Laporan Kunjungan SDB
- Laporan Accrue Pendapatan SDB
- Laporan Titipan Perpanjangan SDB
Menu Otorisasi Deposit Ekstensi SDB Gambar 4.60 Layar #1 Otorisasi Deposit Ekstensi SDB Gambar 4.60 Layar #1 Otorisasi Deposit Ekstensi SDB. Menu Informasi Setoran Ekstensi SDB Gambar 4.62 Layar #1 Informasi Setoran Ekstensi SDB Gambar 4.62 Layar #1 Informasi Setoran Ekstensi SDB.
KESIMPULAN
SARAN
EKA KURNIA