• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Studi Maň⁄ni al-H}a d s\ Tentang Hadis-Hadis Gulu>l>>>)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(Studi Maň⁄ni al-H}a d s\ Tentang Hadis-Hadis Gulu>l>>>)"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Pertanyaan yang coba dijawab oleh penelitian ini adalah; (1) apa bentuk atau jenis praktik korupsi ( ) yang terjadi pada masa Nabi?, (2) tindakan atau solusi apa yang diambil Nabi SAW?, (3) apa relevansinya dengan konteks saat ini, khususnya di Indonesia? Untuk menjawab ketiga pertanyaan tersebut, penelitian ini memanfaatkan sepenuhnya kepustakaan (library study) dengan menggunakan metode tematik, yaitu dengan mengumpulkan hadis-hadis terkait dan mengklasifikasikannya. Dari proses penelitian tersebut diketahui bahwa praktik korupsi sudah ada pada zaman Nabi SAW, yaitu pertama, berupa korupsi rampasan perang (kedua, non korupsi atau autogenous korupsi.

Jika nilai-nilai teologis-moral tersebut dikembangkan lebih lanjut, setidaknya akan muncul tiga rumusan epistemologis yang dapat ditawarkan dalam upaya pemberantasan korupsi khususnya di Indonesia, yaitu meningkatkan kesadaran akan bahaya korupsi, tidak saling curiga. bahwa penalaran kritis antar unsur tandingan, korupsi dan berkembangnya retributivisme, yaitu hukuman seberat-beratnya bagi yang terbukti melakukan korupsi. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan hidayah, bantuan dan kekuatan serta limpahan nikmat dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulisan tugas akhir ini dapat tercapai. Tentu saja hal yang paling wajar dari penelitian ini adalah masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Terlebih lagi penulis menyadari bahwa penyelesaian tugas akhir ini tidak lepas dari banyak pihak yang membantu dan terlibat dalam proses penulisan, baik bantuan materi maupun masukan, doa serta motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Hadirin sekalian 'guru' Jurusan Tafsir Hadits; cakrawala ilmu yang penulis gali selama empat setengah tahun belajar bersama dan bersama mereka. Penulis hanya dapat mengucapkan sedikit terima kasih atas begitu banyak yang telah diberikan kepada penulis.

Penulis berdoa setiap saat agar apa yang kami lakukan bisa 'memberikan jawaban' atas apa yang diinginkan dan diharapkan oleh ayah dan ibu terhadap kedua anaknya.

PENDAHULUAN

KORUPSI: SEBUAH TINJAUAN UMUM

PENUTUP

Transliterasi kata Arab yang digunakan dalam penyusunan disertasi ini berpedoman pada Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987.

PENDAHULUAN

Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis bermaksud mengkaji dan mengkaji permasalahan korupsi melalui kacamata hadis Nabi yaitu hadis yang bersuara atau mengandung topik tentang". Penulis berpendapat bahwa membaca hadis tersebut penting karena dari berbagai aspek seperti sebagai hukum dan masyarakat, telah banyak dilakukan kajian mengenai korupsi Makna penting lainnya adalah selama ini hadis-hadis tentang korupsi kurang populer atau mungkin sengaja tidak dipopulerkan di masyarakat.

Terdapat kajian yang mengacu pada fakta sejarah masa awal Islam, yaitu dengan mengacu pada hadis Nabi SAW. Setelah dilakukan cross check melalui perpustakaan dan juga media internet, penulis menemukan kajian-kajian hadis korupsi atau masih hanya berupa makalah itupun jumlahnya masih sangat terbatas. Makalah yang penulis jadikan acuan adalah Urgensi Hadits Anti Korupsi Dalam Upaya Pemberantasan Korupsi oleh Fakrur Rozi, Dosen Hadits Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.

Dalam artikel ini, Rozi, sebagaimana disebutkan secara abstrak, berupaya menghadirkan hadits-hadits tentang perbuatan yang berindikasi korupsi dengan segala akibat hukumnya, dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat akan dampak buruk korupsi terhadap pelaku dan masyarakat.23 Dengan mengacu pada hadis-hadis dan risywah Rozi pun berupaya memaknainya dengan menghubungkannya dengan konteks Indonesia saat ini. Perspektif Kajian Hadits yang ditulis Syamsul Anwar, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berikut artikelnya. Melihat berbagai hasil tinjauan pustaka di atas, penulis menyimpulkan bahwa sejauh ini belum ada kajian atau karya ilmiah yang mengkaji kerusakan hadis secara komprehensif, mulai dari kajian sanad-matan hingga kontekstualisasi maknanya. .

Metodologi yang digunakan ialah kaedah bertema dengan mengumpulkan hadis-hadis tentang rasuah ( ) v. Beliau berkata bahawa hadis baru diturunkan (apabila hadis yang diriwayatkan oleh perawi 1 bercanggah dengan hadis yang diriwayatkan oleh beberapa perawi yang juga 1. 29 'Illat ialah sebab tersembunyi yang boleh memudaratkan kesahihan hadis yang kelihatan sahih pada zahirnya.

Untuk memudahkan pencarian kitab-kitab hadits yang menjadi pokok kajian ini, penulis menggunakan. Sumber sekunder adalah kitab-kitab lain yang membahas hadis-hadis yang menjadi data penelitian ini dan berfungsi sebagai alat untuk membantu memahaminya, misalnya kitab-kitab syariat. Dan jangan lupa kamus yang menjelaskan arti dari masing-masing hadis, seperti $, al-Munawwir dan lain-lain.

Langkah-langkah kerja dalam analisis data yang dikumpulkan dan diklasifikasi adalah; pertama, jelaskan masing-masing hadis tentang di; kedua, penggolongan hadis-hadis menurut kualitasnya; ketiga, membaca hadis-hadis pilihan dengan menggunakan pendekatan yang penulis sebutkan di atas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengaktualisasikannya, sehingga dapat terwujud makna hadisnya, dan pada akhirnya akan terwujud apa yang disebut dengan living sunnah/hadits atau hadis yang hidup di masyarakat.

PENUTUP

34; Sejarah Korupsi dan Perlawanan Terhadapnya Pada Masa Awal Islam, Perspektif Kajian Hadits “i Hermenia: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, Vol. 34; Peran Penguasa dan Rakyat dalam Upaya Mengatasi Korupsi”, i Suyitno (red), Korupsi , cinta dan moral agama; Diskuterer Fiqih Anti Korupsi. Agama dan Budaya Pemberantasan Korupsi: Gagasan Menuju Revolusi Kebudayaan” i Andar Nubowo (red.), Membangun Gerakan Anti Korupsi dalam Perspektif Pendidikan.

Agama Melawan Budaya Korupsi”, dalam Suyitno dkk. ed), Korupsi, Hukum dan Akhlak Agama: Pembahasan Fiqh Anti Korupsi. 34; Medina Geger: Kajian Kepemimpinan Khalifah ‘Usman bin ‘Affan’ dalam Hermenia: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, Vol.The Seitive Disease Called Corruption' dalam Suyitno (ed), Korupsi, Hukum dan Moralitas Agama: Membahas Fiqh Anti Korupsi Yogyakarta: Gama Media, 2006.

34; Korupsi di Negara Mayoritas Muslim: Kajian Sistem Politik” dalam Suyitna (ed.), Korupsi, Hukum dan Moralitas Agama: Perdebatan Fiqih Anti Korupsi. Praktik Korupsi Sistemik: Kuatkah Hukumnya?” dalam Suyitna (eds.), Korupsi, Hukum dan Moralitas Agama: Perdebatan Fiqih Anti Korupsi, Korupsi, Tradisi dan Perubahan di Indonesia" dalam Mochtar Lubis dan James C. Perkembangan Agama dan Politik: Antara Ibnu Khaldun dan Machiavelli" dalam Ulumul Al-Qur'an : majalah ilmu pengetahuan dan kebudayaan, no. Sudirman, Said dan Nizar Suhendra.

Korupsi dan Masyarakat Indonesia”, dalam Hamid Basyaib dkk. ed), Mencuri Uang Rakyat: 16 Kajian Korupsi di Indonesia. Korupsi pada Masa VOC” dalam http://www.blog.unitomo.ac.Idulul files200904kokerja-di-masa-voc.pdf, diakses 27 Januari 2010. Korupsi pada Masa Pendudukan Jepang” dalam http://www. blog uni tomo.ac.idululfiles200904corruption-in-the-penduhanan-jepang.pdf, diakses 27 Januari 2010.

Agama dan Pemberantasan Korupsi” dalam http://www.antiko ruption.org\antikoburuorg-agamadanpemberantasankourkan.mht, diakses pada 29 Januari 2010. Menguak Jejak Sejarah Budaya Korupsi di Indonesia” dalam http://www.belanegara . net20091106memomong- "jejak-sejarah-budaya-korupsi-di-Indonesia, diakses 27 Januari 2010. RUU Pengadilan Tipikor Tak Disahkan, DPR Tak Boleh Dipilih Kembali" di http://www.The WAHID Institute.com , diakses 6 September , 2009.

34; Indonesia Bebas Korupsi dan Mafia Hukum” dalam seminar nasional Indonesia Bebas Korupsi dan Mafia Hukum”.

Referensi

Garis besar