PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Sebagai sumber informasi bagi masyarakat bahwa program Keluarga Harapan (PKH) dapat membantu mengatasi beban masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan, kesehatan dan pendidikan. pemerintah juga menyalurkan dana PKH kepada peserta PKH di sekolah-sekolah yang letaknya strategis dan dapat diakses oleh penerima PKH. Bedanya dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian ini lebih terfokus pada kriteria PKH di bidang pendidikan. Penelitian berjudul: Kontribusi Program Keluarga Harapan Dalam Mendukung Pendidikan Siswa-Siswa Kurang Mampu di Desa Marioriaja Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng ini disusun oleh Syahriani Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar.
Hasil penelitian diperoleh: 1) Partisipasi orang tua RTSM dalam meningkatkan pendidikan anak yaitu: keikutsertaan Program Keluarga Harapan (PKH) dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pendidikan anak dalam bentuk keuangan, partisipasi dalam berupa akhlak, partisipasi berupa karya atau ilmu profesi, dan partisipasi berupa sarana dan prasarana. 18 Nurdiana, “Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa”, Sripsi, (UIN Alauddin Makassar, 2017). . dan memenuhi ketentuan PKH di bidang pendidikan. Dari ketiga kajian di atas, dijelaskan bahwa pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di setiap daerah memiliki dampak dan kontribusi yang berbeda terhadap pemenuhan kebutuhan, kesehatan dan pendidikan.
Begitu juga dengan penelitian yang akan peneliti lakukan melalui efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kedaton I Kec. 20Syahriani, “Kontribusi program Keluarga Harapan dalam menunjang pendidikan siswa kurang mampu di Desa Marioriaja Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng”, Skripsi, (Universitas Lampung, 2016).
LANDASAN TEORI
- Pengertian Efektivitas
- Pengkuran Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH)
- Indikator Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH)
- Program Keluarga Harapan
- Pengertian Program Keluarga Harapan (PKH)
- Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH)
- Hak Dan Kewajiban Peserta PKH
- Besaran Bantuan
- Pengentasan Kemiskinan
- Pengertian Kemiskinan Secara Umum
- Program Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia
- Pengentasan Kemiskinan Dalam Ekonomi Islam
Tingkat efektivitas dapat diukur dengan membandingkan antara rencana dan tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan hasil nyata yang diwujudkan dalam pelaksanaannya di masyarakat. Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dapat diartikan sebagai mengukur efektivitas program dengan melihat sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program-program yang dilakukan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia dan berkontribusi dalam memberikan bantuan. rumah tangga miskin (RTM) baik untuk kebutuhan, kesehatan maupun pendidikan. Dampak, ini akibat dari pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui perilaku RTM dan petugas program.
Kelayakan Penerima Manfaat: Hanya Rumah Tangga Miskin (RTM) yang telah memenuhi persyaratan dan lulus verifikasi sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan Bantuan Pengentasan Kemiskinan yang mendapatkan bantuan Keluarga Harapan. Jumlah yang tepat: jumlah uang yang diterima peserta PKH sesuai dengan jumlah bantuan komponen yang diterima. Tepat waktu: saat penyaluran program Keluarga Harapan dilaksanakan empat kali dalam setahun, yaitu tahap pertama di bulan Januari, tahap kedua di bulan April, tahap ketiga di bulan Juli dan tahap keempat di bulan Oktober.
Penggunaan yang tepat: penggunaan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) digunakan sesuai dengan komponennya, yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial bagi lansia dan penyandang cacat. Program Keluarga Harapan (FPH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin (RTM) dan anggota keluarga RTM wajib mematuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disingkat PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang yang miskin dan rentan, yang terdaftar dalam program pendataan terpadu untuk pengobatan fakir miskin, diolah dari data kesejahteraan sosial. dan pusat informasi dan ditetapkan sebagai keluarga penerima PKH.
Jadi, Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan bersyarat bagi keluarga miskin (PPD) yang telah ditetapkan sebagai penerima PKH dengan tujuan jangka panjang memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan. 29 TNP2K, Pedoman Pemantauan Program Penanggulangan Kemiskinan, Kartiawati, “Analisis Efektivitas Program Keluarga Harapan Perspektif Ekonomi Islam”, Ibid., 11. Tujuan Program Keluarga Harapan (FPP) secara keseluruhan adalah pengentasan kemiskinan dan memutus mata rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengubah perilaku RTM yang relatif tidak mendukung peningkatan kesejahteraan khususnya pada kelompok RTM.
Peserta PKH diharapkan memenuhi persyaratan kesehatan sebagaimana tertuang dalam protokol pelayanan kesehatan sebagai berikut: Jadwal pembayaran tiap kecamatan ditetapkan oleh Unit Pengelola Program Keluarga Harapan (UPKH) Kabupaten/Kota setelah berkoordinasi dengan lembaga pembayar. 38 Mudrajat Kuncoro, Ekonomi Pembangunan, Teori, Permasalahan dan Kebijakan Kartiawati, “Analisis Efektivitas Program Keluarga Harapan dari Perspektif Ekonomi Islam”, Skripsi, (UIN Raden Inten, 2017), 28.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Sifat Penelitian
Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Sekunder
Dengan kriteria tersebut peneliti berharap dapat digunakan untuk mengetahui efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengentasan kemiskinan ditinjau dari ekonomi Islam di Desa Kedaton I Kec. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen.51 Data sekunder adalah data yang sudah tersedia dan digunakan sebagai sumber pendukung dalam penelitian yang menggambarkan situasi atau kejadian secara sistematis. , faktual dan akurat. . Artinya, data sekunder digunakan peneliti untuk memahami permasalahan yang ingin diteliti mengenai efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengentaskan kemiskinan dari perspektif ekonomi Islam.
Sumber data sekunder yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal yang berkaitan dengan program pemerintah terkait pengentasan kemiskinan, Program Keluarga Harapan (FPH), kemiskinan dan artikel lain yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
- Observasi
- Dokumentasi
Teknik wawancara ini digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) dalam pengentasan kemiskinan ditinjau dari ekonomi Islam di Desa Kedaton I Kec. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan kepada 10 orang peserta PKH yaitu Ny. F, Ny. sdr., nyonya. sp, mrs. Rk, Ny. Makan, Bu. Y, nyonya. J, Ny. Ya, Ny. Wr, dan Ny. Matahari. Nyonya. Eka sebagai asisten PKH, mr. Ngateno sebagai sekretaris desa Kedaton I, Bpk. joni dan mr. Parino selaku RT Desa Kedaton I.
Pengamatan secara bahasa berarti memperhatikan seseorang atau sesuatu, memperhatikan secara penuh berarti mengamati apa yang sedang terjadi. Observasi adalah kegiatan mencari data yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan atau diagnosis.54 Penelitian ini bersifat nonpartisipatif. Teknik ini digunakan untuk melihat dampak Program Keluarga Harapan (PKH) sebelum dan sesudah peserta PKH di Desa Kedaton I Kec.
Sebagian besar data yang tersedia berupa surat, catatan harian, laporan... Sifat utama dari data tersebut adalah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga memberikan kemungkinan bagi peneliti untuk melihat hal-hal yang telah berlalu. 55 Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk membantu proses pembelajaran. Dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal terkait program pemerintah terkait pengentasan kemiskinan, program Keluarga Harapan (PKH), kemiskinan dan artikel penelitian terkait lainnya.
Teknik Analisis Data
- Tabel 1 Variabel Mengukur Tingkat Kemiskinan
- Tabel 1.2 Kriteria Komponen PKH
- Tabel 1.3 Peserta PKH Desa Kedaton I
- Tabel 1.4 Besaran Bantuan Komponen PKH
- Tabel 1.5 Berdasarkan Tingkat Pendidikan
- Tabel 1.6 Mata Pencaharian
- Tabel 1.7 Kesejahteraan Keluarga
- Tabel 1.8 Peserta PKH Desa Kedaton I
- Tabel 1.9 Usia Peserta PKH
- Tabel 2.0 Jenis Pekerjaan
- Tabel 2.1 Tingkat Pendidikan
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan di Desa Kedaton I pada tahun 2014 dengan jumlah peserta penerima manfaat sebanyak 37 orang dengan pendamping PKH. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan bahwa rata-rata penerima PKH di Desa Kedaton I adalah ibu-ibu. Dalam hal ini peneliti akan menjelaskan efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kedaton I Kec.
Ibu Sarmi sebagai penerima PKH di Desa Kedaton I menyatakan telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2016 yang masuk dalam kriteria bantuan kepada peserta pendidikan sederajat SMP/Sederajat dan PAUD (0-6 tahun) dengan nominal bantuan Rp 4.400.000/tahun. Ibu Yuni sebagai penerima PKH di Desa Kedaton I menyatakan bahwa dirinya telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2014 yang masuk dalam kriteria pendidikan sesuai SD/sederajat dan balita dengan nominal bantuan Rp 3.300.000. Ibu Supar penerima PKH di Desa Kedaton I menyatakan telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2016 yang masuk dalam kriteria pendidikan SMP/sederajat dengan nominal bantuan sebesar Rp. Pencairan dana telah selesai. empat kali dalam satu tahun.
MS. Rukaningsih sebagai penerima manfaat PKH di desa Kedaton I, menyatakan telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2016 yang masuk dalam kriteria pendidikan setara SD/sederajat dengan nominal bantuan sebesar Rp3.300.000. MS. Jumini sebagai salah satu penerima PKH di desa Kedaton I, menyatakan telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2014 yang masuk dalam kriteria pendidikan setara SD/sederajat, dengan nominal bantuan sebesar Rp900.000. MS. Yati sebagai salah satu penerima manfaat PKH di desa Kedaton I menyatakan telah menerima bantuan PKH sejak tahun 2016 yang masuk dalam kriteria SD/Sederajat dengan nominal bantuan sebesar Rp900.000.
Ibu Suparni sebagai salah satu penerima manfaat PKH di desa Kedaton I menyatakan bahwa sejak tahun 2016 telah menerima bantuan PKH yang masuk dalam kriteria pendidikan SMP/sederajat dan balita. Sebagai penerima manfaat PKH di desa Kedaton I, Ibu Suminah menyatakan bahwa sejak tahun 2016 telah menerima bantuan PKH yang masuk dalam kriteria pendidikan setara SMP/sederajat. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) di desa Kedaton I tidak membawa kesejahteraan bagi penerima manfaat PKH.
Namun, program Keluarga Harapan di Desa Kedaton I telah mengurangi beban rumah tangga miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lansia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat. Sosialisasi program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama di desa Kedaton I dilakukan oleh perangkat kecamatan bersama desa lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan penerima manfaat PKH di desa Kedaton I, besaran uang yang diterima peserta PKH sesuai dengan besaran komponen bantuan yang diterima.
Program Keluarga Harapan (FPF) dapat dikatakan tidak efektif dan efektif melalui variabel-variabel yang mengukur indikator efektivitas dan efisiensi Program Keluarga Harapan (FPF). Program Keluarga Harapan (FPH) dalam perspektif ekonomi Islam dapat dilihat dari nilai-nilai Ekonomi Islam yaitu keadilan, tanggung jawab dan takaful (asuransi sosial).