• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sub judul asal usul kota magelang

N/A
N/A
actually i want to study

Academic year: 2023

Membagikan "Sub judul asal usul kota magelang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

no isi 1. Judul 2. Daftar isi

3. Sub judul asal usul kota magelang

4. Dahulu kala, Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Panembahan Senopati merupakan sebuah kerajaan yang besar dan berjaya. Ketika Panembahan Senopati ingin memperluas daerahnya, ia meminta pendapat kepada Ki Gede Pemanahan.

5. Lalu, mereka sepakat untuk membuka hutan di Kedu. Hutan tersebut angker dan hampir tidak pernah dijamah manusia. Menurut masyarakat, hutan tersebut dikuasai oleh kerajaan jin dengan rajanya bernama Jin Sepanjang. Untuk menaklukkan Jin Sepanjang, ditunjuklah Pangeran Purbaya sebagai Senopati perang.

6. Pangeran Purbaya dan tentara Kerajaan Mataram menggunakan pusaka untuk membuka hutan tersebut. Ketika hutan telah terbuka, terjadilah pertempuran hebat antara tentara Kerajaan Mataram di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan tentara kerajaan Jin. Kerajaan jin berhasil dipukul mundur. Namun, Raja Jin Sepanjang berhasil melarikan diri. Raja Jin Sepanjang berniat membalas kekalahannya pada

kemudian hari.

7. Sementara itu, hutan Kedu telah diubah menjadi sebuah desa yang berkembang dan memiliki pemandangan indah. Di desa tersebut hidup sepasang suami istri, yaitu Kyai Keramat dan istrinya Nyai Bogem.

Mereka memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama Rara Rambat yang kemudian menikah dengan salah satu tentara Kerajaan Mataram bernama Raden Kuning.

8. Suatu hari, Kyai Keramat kedatangan seorang Iaki-laki bernama Santa yang ingin mengabdi kepadanya. Dengan senang hati, ia menerima Santa sebagai abdinya. la tidak mengetahui bahwa Santa adalah

(2)

jelmaan Raja Jin Sepanjang yang sedang ingin membalas dendam.

9. Santa menggunakan kesaktiannya dengan menyebarkan berbagai penyakit. Akibatnya, masyarakat dilanda wabah penyakit yang aneh dan mematikan. Banyak orang yang meninggal, begitu juga para tentara.

Hal ini menimbulkan keprihatinan Pangeran Purbaya, sehingga ia segera melaporkannya kepada Panembahan Senopati. Lalu,

Panembahan Senopati bertapa dan mengadakan kontak dengan Ratu Pantai Selatan. Usai bertapa, Panembahan Senopati menyampaikan nasihat dari Ratu Pantai Selatan kepada Pangeran Purbaya.

10. Kemudian, Pangeran Purbaya menemui Kyai Keramat. Alangkah kagetnya Kyai Keramat ketika diberitahu bahwa abdinya yang bernama Santa adalah jelmaan Raja Jin Sepanjang yang telah menyebabkan kesengsaraan rakyat. Santa yang mendengar percakapan Pangeran Purbaya dan Kyai Keramat pun melarikan diri. Kyai Keramat

mengejarnya, sehingga terjadilah pertempuran. Ternyata, kesaktian Santa dapat mengalahkan Kyai Keramat hingga Kyai Keramat pun gugur.

Pangeran Purbaya sangat sedih dengan kematian Kyai Keramat dan memerintahkan untuk menguburkan jenazah Kyai Keramat di daerah tersebut. Daerah itu kemudian dinamakan Desa Keramat.

11. Mendengar kematian suaminya, Nyai Bogem sangat marah. la mengejar Santa dan terjadilah perkelahian. Nyai Bogem dapat dikalahkan oleh Santa dan gugur. Pangeran Purbaya memerintahkan untuk

memakamkan jenazah Nyai Bogem di daerah tempat ia gugur dan menamakan desa tersebut sebagai Desa Bogeman.

12. Kematian Kyai Keramat dan Nyai Bogem membuat Pangeran Purbaya memerintahkan Tumenggung Martoyuda untuk menangkap Raja Jin

(3)

Sepanjang. Namun, ternyata Raja Jin Sepanjang dapat mengalahkan Tumenggung Mertoyuda. Mertoyuda dimakamkan di daerah tempat terjadinya pertempuran tersebut yang itu kemudian dinamakan Desa Martoyuda.

13. Raden Krincing yang merupakan salah satu senopati di Kerajaan Mataram merasa terpanggil untuk ikut membantu membinasakan Raja Jin Sepanjang. Namun, sayang la pun tewas. Pangeran Purbaya

memerintahkan untuk menguburkan jenazahnya di tempaf pertempuran tersebut dan menamakan daerah itu dengan Desa Krincing.

Kematian demi kematian membuat Pangeran Purbaya semakin berniat menghancurkan Santa alias Raja Jin Sepanjang. la memerintahkan pasukannya untuk mengejar Santa.

14. Santa lari ke dalam hutan menghindari serangan tersebut. Dengan kesaktiannya, Pangeran Purbaya dapat melihat Santa dari atas sebuah pohon yang tinggi. la segera menyerang Santa, sehingga terjadilah perkelahian sengit. Ternyata, kesaktian Pangeran Purbaya Iebih hebat daripada Santa.

15. Akhirnya Santa tewas di tangan Pangeran Purbaya. Seketika itu juga, langit menjadi gelap-gulita seiring dengan kematian Raja Jin Sepanjang.

Ketika Raja Jin Sepanjang menghilang dan perlahan-lahan hutan

menjadi terang kembali. Daerah tempat Santa tewas tersebut kemudian diberi nama Desa Sanfan.

16. Raja Jin Sepanjang menghilang dan menjelma menjadi sebuah tombak.

Pangeran Purbaya tidak berminat terhadap tombak tersebut, karena berasal dari makhluk yang tidak baik. la memerintahkan untuk menanam tombak tersebut ke dalam tanah. Kini tempat tersebut dinamakan Desa Sepanjang.

17. Pertempuran yang dilakukan oleh Pangeran Purbaya dan tentara

(4)

Mataram dalam melawan Santa menggunakan strategi gelang. Strategi gelang adalah mengepung musuh dengan cara melingkar, mengelilingi musuh dengan rapat. Oleh karena itu, Pangeran Purbaya menamakan daerah ini magelang.

18. Sub judul Asal Usul Gunung Merapi

19. Dikisahkan zaman dahulu kala disebuah hutan lebat ada dua orang pandai besi yang bernama Empu Rama dan Empu Pamadi. Kedua Empu tersebut sangat sakti mandraguna, dan punya keahlian membuat Keris Pusaka. Keris Pusaka tersebut mereka buat ditempa hanya dengan tangan kosong walaupun keris dalam keadaan panas akibat pembakaran tungku.

20. Ditempat lainnya diatas langit Dewa Batara Guru melihat Pulau Jawa miring ke Selatan. Diutuslah dua orang Dewa yaitu Batara Penyarikan dan Batara Narada untuk melihat ke Bumi apa gerangan yang menjadi penyebab Pulau Jawa miring ke Selatan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh kedua Dewa tersebut, maka diketahui penyebab Pulau Jawa miring ke Selatan dikarenakan ada sebuah Gunung yang terlalu selatan dekat pantai. Gunung itu bernama Jamur Dipa, dan setelah mengetahui penyebabnya, maka dua Dewa tersebut melaporkan ke Batara Guru.

21. Atas laporan itu, Batara Guru memerintahkan agar Gunung Jamur Dipa dipindahkan kearah tengah yang datar agar Pulau Jawa tidak terus menerus miring ke Selatan. Kedua Dewa tersebut melaksanakan perintah Batara Guru untuk mencari tempat untuk memindahkan Gunung Jamur. Akhirnya setelah sekian lama mencari, didapatlah suatu hutan yang cocok untuk memindahkan Gunung Jamur Dipa.

22. Tetapi hutan tersebut adalah tempat tinggal dua orang Empu Sakti yang bernama Empu Rama dan Empu Pamadi. Dewa Batara Narada dan Dewa Batara Penyarikan meminta ijin agar kedua Empu tersebut pindah dari lokasi hutan itu, karena hutan itu akan dipakai untuk memindahkan Gunung Jamur

(5)

Dipa disini.

23. Kedua Empu tersebut menolak keras untuk pindah, karena hutan itu tempat tinggalnya sejak dulu. Alasan lainnya karena hutan tersebut tempat terbaik untuk membuat Keris Pusaka. Kalau pindah ke tempat lain, kualitas dari Keris Pusaka yang dibuatnya akan menurun. Atas penolakan tersebut, dengan terpaksa kedua Dewa tersebut melakukan kekerasan dan bertarunglah kedua Empu tadi melawan dua dewa utusan Batara Guru.

24. Pertarungan sengit pun berlangsung berhari hari siang dan malam tanpa henti.

Hingga suatu ketika, Empu Rama bisa mengalahkan Dewa Batara Narada dan Empu Pamadi bisa mengalahkan Dewa Batara Penyarikan. Kedua Dewa yang kalah tersebut akhirnya kabur dan kembali ke langit melaporkan kekalahan itu kepada Dewa Batara Guru.

25. Mendapat laporan tersebut Batara Guru akhirnya memutuskan agar Gunung Jamur Dipa yang menjadi penyebab miringnya Pulau Jawa ke Selatan harus tetap dipindah ke tengah hutan. Batara Guru memerintahkan kepada Dewa Narada dan Dewa Penyarikan agar Gunung Jamur Dipa diangkat dan pindahkan ke hutan tempat tinggalnya kedua Empu Sakti tersebut sesuai rencana.

26. Akhirnya Gunung Jamur Dipa diangkat oleh dua Dewa tersebut dan dibawa menuju tengah hutan untuk dipindahkan. Setibanya di atas hutan tempat tinggal Empu Sakti, betapa kagetnya kedua Empu tersebut melihat ke langit ada benda sangat besar yang akan jatuh menimpa mereka. Tidak berapa lama kemudian benda besar itu yang berupa Gunung Jambu Dipa menimpa kedua Empu sakti dan mati seketika.

27. Dari tengah Gunung Jamur Dipa timbulah kawah yang mengeluarkan asap putih dari dalamnya. Konon asap putih itu berasal dari tungku api pembakaran tempat menempa besi yang akan dijadikan keris oleh kedua Empu. Dari

perpindahan Gunung Jamur Dipa disebelah selatan ke tengah hutan itulah yang kini menjadi Gunung Merapi.

(6)

28. Penutup

29. Cover belakang

Referensi

Dokumen terkait