• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sudahkah Umat Katolik Menjadi Keluarga Ekologis?

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Sudahkah Umat Katolik Menjadi Keluarga Ekologis?"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

I

DALAM SEGALA MENCARI DIA

Bukalah Hatiku

I

I I

Rp2O.OOO,OO

(Belum termasuk onqkos kiim)

NO. 06 TAHUN KE'73, JUNI 2023

utlEsnJIet

I I

GP. SINDHUNATA, 5J

r

7 \ 7

+ I

i

I I

a t

t \

l

I

a /

I

E

I

':

I

i

0

Sudahkah Umat Katolik Menjadi Keluarga Ekologis?

Pemenang upan

Vonis Mati Tanpa Kecuali Yesus Sang

Kehid

(2)

Iaflar isi

UIUSAN

Padupan Kencana Pembaca Budiman

2 3 5

6

8 9 10 11

Parenting 't8

Pustaka 19

Meniadi Sehat 20

Pelita 21

Mojoloh Rohoni Kotolik

Latihan Rohani

-

Jendela

-

22 Keranjang

-

24

Udar Rasa

-

lzin: No 1200/SVDTIEN PPG/5TT/1987 Tanqgal 2l D€sember 1987 26

Penerbir: iaringan Doa Eapa 51. SedLna ndonesa Pemimpin Redaksi/Penanggung Jaw.b: G P 5 ndhun.ra, 5.1 Koordinator Umum:5am€t Riyddi Redaktur Pelaksana: A. Wlly Satya Putranta Redaktur: Bambang Shakunt.la, Fr.n.s.a Tr h.ryanl Konkibutor:

Yohdnes Murydd, vonne Suryanto, P Citra Trlwamwoto E-mail Redaki: utusanred.k @ryahoo.om Keuangan: Ani Ratna Sari lklan:

5lamet R yadi Adminiskasi/Distribusi/si*ulasi: Ananq Pramur yanlo, Mariir Dw layanu Alamat R€daki/Administrasi/Di5ribusi: 11. Pring- gokuslman l5,Yogyakarta,55272 Telp & Fax.: (0274) 54681I, Mobile:

085729544877, E-mail Administrasi: ulusan adB @mai .om E-mail lklan: Lrturanlklir n@gmai .com Per.etakan: PT Kdn sius Yogy. ka tu.

Liturgi

Literasi

-

Kelingan

*-

2829

30 31 Katekese

**-**-

--

12 PaganTulis '13

Seniniong 14 Taruna

-

34 HaNa

-

37

Pak Krumun

_-_____-

Cover 3

15

Pengalaman Doa 16

Hidup Bakti CARA BERI.ANGGANAN

HLrbung agen ser€mpat atau lanqsunq ke bag an Dstrlbur Maja ah UTUSAN Harga ercranr @

Rp200m,00r dnggdnan l2 bLr dn Fp240 000,00; angganan I tahun dibayar di muka

Redaki menerima kiriman naskah 1-2 halaman A4 ketikan I spasi (,t/e tipe rtf). Khu- sus naskah hasil reportase hendaknya disertai foto (3-5 foto). Naskah dan foto yang dimuatakan mendapatkan imbalan. Redaksiberhak me.vunting naskah sejauh tidak mengubah substansi maupun isinya.

S uujutuhutrrun IED@malatahururun $ oestzssuan Q

PT. KUDA.KUDA TOTAL PRIMA

Lightweight

Steel Pre-Engineered

Building Fahricator

Jt. Poiok, Hotjobinangun, Pokem, Slemon 55582

6!

(0274)8s7046/

048 &

[email protected]

@

www.gdvasteeLco.id

B 0811 107 5s88

n*A**r**#SEArJh*srEs EAIJ/APR

@ *lll',:'ooa

BaPa

Suciseduda

Spiritualita5 lgnatian Bejana

Katekese Doa Kitab Suci Pewartaan Ljterasi lGuangan

-

hrokipedia

PEIi4BAYARAN MELALUI

I

Wesel Pos ke Dlsiribus Majalah UTUSANII. Prinqgokusuman S5Yogyakafta 55272

2. Transfer : a Bdnk BCA 1263333300 d.n. Ydyasa n Basis. a Ban k BRI Cab. Cik DiTiro, Yogyakarta Rek.

No 0029 01{001 l3 56 8, a n sindhLrnata.

Setiap transfer mohon diberi keterangan unt!kPembayaran Langganan Malalah UTUSAN, nomordan nama pelanggan, iefta .opy buku transferdiklrim ke DlstrlbusiMala ah UTLISAN.

. Utusan.net E-rL

. https://s.id/majalahutusan f'J *

:wwwrt ,tlo3rodc(sn

--"f

7'

T

I

r{

I T

I

a-.L I

{

///

Dapur Bvpati menerima pesonon hantaran don tumpeng

ORPUR

BUPNII

Unluk

pemesonoa

don inlo lebilr lonjuf

hubungi kami

:

n

L

.i

0823 3168 5758

o Qdogurbugali /

Jl.

Kobr.rpotan

no.l31.

Sleman,

Yogyolarto

I

4

(3)

BEJANA

$udahkah Umal I(alolik

Illleniadi !(eluarga tkologis?

Dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tanggal itu ditetapkan bertepatan dengan hari pembukaan konferensi PBB (Persatuan Bangsa-

bangsa) mengenai lingkungan hidup pada tahun 1972 di Stockholm. lndonesia termasuk negara yang memeringatinya.

Konferensi itu berkesimpulan bahwa lingkungan hidup kita ini telah rusak secara masif dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh umat manusia.

Fakta kerusakan

Lingkungan hidup adalah seluruh kom- ponen yang ada didunia iniyang membentuk satu kesatuan. Komponen

itu

menyangkut lingkungan biotik (makhluk hidup) dan abiotik

(makhluk tak hidup) dan saling berinteraksi.

Karena kesatuan dan interaksi itu, lingkungan hidup disebut sebagai ekosistem, yakni ha-

bitat tempat

semuanya

tinggal

bersama.

Namun, sejak zaman

industri,

lingkungan semakin hari semakin rusak.

[4enurut

laporan FAO (Badan Pangan Dunia), lndonesia menghancurkan hutan kira- kira 51 kilometer persegi setiap hari karena penebangan hutan yang tidak terkendali.

Departemen Kehutanan mengeluarkan angka yang lebih besar lagi, 2,84

juta

hektar per tahun dalam kurun waktu 1997-2000 dan di tahun 2000-2020 kehancuran itu mengalami kenaikan 20ol0.

Data ini kiranya memberi gambaran de- forestisasi. Deforestisasi paling tampak di Sumatra, Papua, dan Kalimantan. Rusaknya hutan menyebabkan rusaknya humus, erosi, banjir, punahnya flora dan fauna, mening katnya hama belalang, tikus, dan lainiain.Bagi masyarakat tertentu, hutan adalah "ibu"yang memberi mereka makanan.

Pencemaran udara disebabkan oleh in- dustri, kebakaran hutan, sampah, kendaraan bermotor,dan kegiatan rumahtangga. Daerah- daerah yang padat industri adalah daerah- daerah yang paling terkena pengaruhnya.

Pencemaran

itu

mengakibatkan penyakit lSPA (infeksi saluran pernafsan akut), asma, penurunan lQ, gangguan saraf, gangguan mata, serta

impotensi

karena menghirup udara yang banyak mengandung kadartimbal

dan nitrogen

yang

melebihi

kemampuan tubuh dalam mengolahnya.

Pencemaran air disebabkan oleh pem-

buangan limbah, menurunnya debit

air tanah, pendangkalan sungai, intrusi air laut, serta penggunaan pupuk kimia dan insek- tisida- Pencemaran air laut disebabkan oleh

pembuangan limbah minyak dari

kapal- kapal laut, tambang di pantai, bongkar muat barang, sampah perkotaan (LS 23-24). Akibat paling nyata adalah rusaknya terumbu karang dan biota laut yang hidup di sekitarnya dan ada beberapa dusun yang hilang

di

pesisir pantai karena adanya abrasi air laut.

Pencemaran

tanah disebabkan oleh

limbah cair atau bahan kimia industri, lim- bah pertanian, dan limbah rumah tangga yang masuk ke dalam tanah mengganggu metabolisme tanah dalam mengatur daur kehidupannya. Pupuk kimia, pestisida, dan limbah tidak terurai seperti plastik, kaleng, limbah cair, dan air hujan yang tercampur de- ngan senyawa kimia di udara adalah limbah- limbah yang sulit diurai oleh tanah.

Limbah itu akan berdampak negatif

terhadap ekosistem yang

hidup di

dalam dan di atas tanah. U.S. Worldwacht lnstitute pada tahun'1984 memprediksi bahwa pada tahun 1990 ada

l0

spesies dalam sehari akan hilang dan pada tahun 2000 ada satu spesies hilang dalam setiap iam. setiap tahun bumi

UIUttH

No. 06 Tahun Ke-7J, Juni2o2l

6

Mateus Mali CSsR

*

*

t

t * * rt &.

* 4 &

*

Gereja Katolik memberikan reaksi yang sangat

positif

atas kesimpulan

itu.

Gereja Amerika Latin mengecam keras eksploitasi

atas alam di

sana

dan berjuang untuk

menyela

matkan alam.

Gereja lndonesia (melalui Konferensi Waligere.ia lndonesia/

KWI) juga memberikan tanggapannya dengan mengelua rkan

"Nota

Pastoral" mengenai

lingkungan hidup

pada

tahun

2013. Paus Fransiskus, sebagai pimpinan Gereja juga

mengeluarkan

pandangannya mengenai

lingkungan hidup lewat

Ensiklik

tdudato

5r'(2015).

*

(4)

kehilangan 20-25

juta ton

humus melalui erosi, penggaraman, dan penggurunan.

Data

di

atas

tentu ingin

mempertegas bahwa lingkungan hidup kita telah rusak. Paus Fransiskus menyebut bahwa lingkungan hidup sedang "mengeluh dalam rasa sakit bersalin"

(Rm.8:22). Manusia lupa bahwa tubuhnya terbentuk dari tanah, air, dan udara (LS 2).

keberadaan lingkungannya ditentukan oleh- nya. Pandangan antroposentrisme

di

atas

ditopang

pula

oleh

rasa keberimanannya bahwa dia adalah makhlukyang diserahitugas oleh Allah untuk berkuasa dan menaklukkan bumi (Kej. l:28). Karenanya, manusia merasa

diri

bahwa dia adalah penguasa atas alam semesta ini.

Cara pandang diatasadalah cara pandang

yang

salah

dari

manusia. Manusia lupa, seperti kata Paus Fransiskus diatas, bahwa dia terbentuk daritanah, udara, dan air. Artinya, manusia sejatinya

adalah makhluk

yang ekologis. Dia hanyalah salah satu makhluk di dalam lingkungan hidup ini. Dia tidak boleh memandang dirinya unggul dari yang lain.

Bukankah semua ciptaan Tuhan adalah "baik adanya'i sepertiterbaca di dalam Kisah Pen- ciptaan (Kej. 1:1-28)?

Secara moral, sebagai makhluk ekologis, manusia harus menghormati

nilai

bawaan

(intrinsic

volue) dari setiap ciptaan. Allah Pencipta pastimempunyai rencana indah bagi setiap ciptaan-Nya. Manusia tidak mempunyai hak untuk menentukannya. Sebagai sesama ciptaan, manusia semestinya membangun persaudaraan lcosm i c brothet/si stethood) dengan ciptaan lainnya.

Moralitas juga akan mengajarkan bahwa

hidup ini

bukanlah panggung struggle

fot

existence (perjuangan untuk hidup) dariseke- lompokciptaan melainkan panggung berbagi cinta (sharing of love). Karena manusia adalah penyebab utama dari kerusakan lingkungan hidup, maka manusia harus bertanggung jawab pula untuk memulihkannya.

Ekopastoral

Ekopastoral adalah tindakan yang da-

pat dilakukan oleh

Gereja

dan umat

se- bagai

pribadi untuk

menyelamatkan ling kungan hidup. Gereja sebagai bagian dari komunitas manusia.,uga berkewajiban untuk memperhatikan pola hidup yang ekologis.Visi keselamatan untuk semua cipraan

lknow-

ledge of

solvation)

akan membantu umat untuk menghayati hidup yang ekologis dan membangun hubungannya yang baikdengan alam semesta, Dengan visi

itu,

umat mesti sadar bahwa dia mesti menyelamatkan ling- kungan hidupnya.

Gerakan pertanian organik, mengubah sampah menjadi berkah, reboisasi, penolakan tambang yang

tidak

berAMDAL, maupun pengurangan penggunaan plastik adalah gerakan-gerakan

positif

yang perlu terus- menerus digalakkan di tengah-tengah umat.

Gereja iuga perlu membangun kajian-kajian lintas agama agar iman yang ekologis dapat dibangun diantara umat beragama. Masalah

lingkungan hidup adalah

masalah yang menyangkut semua pemeluk agama, maka dibutuhkan kerja sama dan dialog yang aktif dari semua aqama

untuk

menyelamatkan alam semesta. Alam semesta haruslah men- jadi"rumah bersama"(oikos) yang aman bagi semua pemeluk agama.

Sebagai sebuah

institusi,

Gereja perlu melakukan pendidikan ekologis yang terus- menerus bagi umatnya agar umat bermental ekologis, yakni mencintai sesama ciptaan sebagai "Saudara'i Pendidikan itu dapat dila- kukan lewat khotbah, katekese, sarasehan.

Aksi

nyata dapat pula dilakukan

seperti penanaman pohon, menghias altar dengan menggunakan pot bunga, serta mengurangi penggunaan

air

kemasan

di

dalam plastik ketika ada pertemuan dewan paroki/stasi.

Terinspirasi oleh sebuah perguruan tinggi diYogyakarta yang menyebut dirinya sebagai universitas "ekologis", bolehlah

juga

kita melaku

kan

gerakan

"keluarga

ekologis".

Keluarga dapat

mela ku

kan pendidikan

ekologis bagi anaknya, memilah sampah, membawa tas sendiri

tatkala

berbelanja, menanam pohon disekitar pekarangan, me- matikan listrik bila tidak dibutuhkan, menq- gunakan

pupuk

organik

untuk

pertanian, serta mengurangi penggunaan plastik. Kalau bukan kita umat manusia yang melakukan penyelamatan lingkungan hidup, siapa lagi?

a

E

I

9

UIUJAII

No. 06 Tahun Ke-71, Juni 2o2,

)

,a

*

I

*

Manusia penyebab utama kerusakan

Penyebab utama

dari

kerusakan

ling- kungan hidup adalah

manusia. Manusia memandang

dirinya

sebagai

pusat

alam semesta dan hanyalah manusia yang mem-

punyai nilai dan berharga pada dirinya

sendiri, sementara lingkungan hidup hanya sekadar sarana atau alat

untuk

memenuhi kepentingan manusia.

Cara pandang

itu

disebut antroposen-

trisme yang akan melahirkan sikap

dan perilaku yang eksploitatif dan tidak peduli pada

lingkungan hidup.

Manusia melalui pikiran, perasaan, dan tindakan menganggap dirinya ungguldariyang lain sehingga status

BEJANA

3

I

7

I

j

t

Referensi

Dokumen terkait