• Tidak ada hasil yang ditemukan

Supriyanto NIM : 0839216011 Program : Magister Insti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Supriyanto NIM : 0839216011 Program : Magister Insti"

Copied!
200
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Fokus Penelitian

Bagaimana Rencana Penanganan Pembiayaan Bermasalah pada Produk Pembiayaan Syariah di BMT Maslahah Cabang Sukowono, Pembiayaan Syariah di BMT Maslahah Sukowono Kabupaten Jember. Bagaimana implementasi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan syariah di BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember. Bagaimana evaluasi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan syariah di BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dalam hal ini mengacu pada strategi yang digunakan BMT dalam mencegah pembiayaan bermasalah dan menyelesaikan pembiayaan bermasalah.

Definisi Istilah

Purnomo Setiawan Hari menyatakan bahwa strategi sebenarnya berasal dari bahasa Yunani ‘strategos’ yang diambil dari kata stratos yang berarti militer dan Ag yang berarti memimpin. Strategi yang baik memberikan gambaran mengenai tindakan dan pola keputusan terpenting yang akan dipilih untuk mencapai tujuan organisasi. Jual beli berdasarkan akad َ بَ يَ اَ ل ََ ةَ حَ باَ رَ مَ اَ ل, jual beli ini dapat berlaku secara umum terhadap seluruh barang yang dapat ditahan pada saat terjadinya transaksi.

Jual Beli َ ع ي ب ل ا dengan akad َ م ل سل ا, jual beli ini adalah pembelian barang yang dananya dibayar terlebih dahulu, sedangkan barangnya diserahkan di kemudian hari. Jual Beli َ ع ي ب ل ا dengan akad َ ك ل م تلا بَ ه ت ن م لاَ ة را ج لْ ا , jual beli karena merupakan gabungan antara sewa dan jual beli yaitu sewa yang diakhiri dengan pembelian karena transfer.kanan. Ashari mengatakan, secara teori, ada tiga hal yang menjadi ciri pembiayaan syariah, yaitu (1) tanpa bunga, (2) prinsip bagi hasil dan risiko, dan (3) perhitungan bagi hasil dilakukan pada saat transaksi selesai.

Artinya pembagian keuntungan dilakukan setelah ada keuntungan nyata, bukan berdasarkan asumsi bahwa besarnya keuntungan usaha yang akan diterima berada di atas pinjaman.12.

Sistematika Penulisan

Berencana menangani permasalahan pendanaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember Cabang Sukowono Kabupaten Jember. Penyitaan agunan merupakan langkah terbaru yang dilakukan BMT Maslahah Cabang Sukowono untuk mengatasi pembiayaan bermasalah. Penilaian Pembiayaan Bermasalah pada Produk Pembiayaan Syariah pada BMT Maslahah Cabang Sukowono di BMT Maslahah Cabang Sukowono.

Berikut data wawancara kepada nasabah pembiayaan yang mempunyai permasalahan pada produk pembiayaan di BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember. Temuan Penelitian Strategi Mengatasi Pembiayaan Bermasalah pada Produk Pembiayaan Syariah di BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember yaitu. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa kendala pendanaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono disebabkan oleh tiga faktor yaitu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan keuangan bermasalah pada BMT Maslahah Sukowono Kabupaten Jember dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Manajemen
  • Pembiayaan
  • Pembiayaan Barmasalah
  • Produk-produk yang ditawarkan di BMT Maslahah Cabang Sukowono

Manajemen strategis merupakan suatu proses yang dinamis karena terus berkembang dalam suatu organisasi. Proses manajemen strategis meliputi beberapa tahapan: Pengamatan Lingkungan, Perumusan Strategi, Implementasi Strategi, Evaluasi dan Pengendalian Strategi. Manajemen strategis adalah proses manajemen strategi yang terdiri dari tahapan perumusan-implementasi-evaluasi/pengendalian perbaikan strategi, agar strategi dapat dilaksanakan sehingga mewarnai dan mengintegrasikan seluruh keputusan dan tindakan dalam organisasi.”

Siagian, dalam bukunya ‘Manajemen Strategis’ pengertian manajemen strategis adalah: ‘Serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang diambil oleh manajemen puncak dan dilaksanakan oleh seluruh tingkatan organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.’ 27. Nisjar juga memberikan wawasan atau definisi bahwa Manajemen Strategis adalah seni dan ilmu merumuskan, menerapkan dan mengevaluasi keputusan strategis di seluruh fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan masa depan. Dari berbagai definisi yang ada, dapat disimpulkan bahwa Manajemen Strategis adalah seni dan ilmu dalam mengambil, melaksanakan, dan mengevaluasi keputusan-keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan suatu organisasi mencapai berbagai tujuan di masa depan.

Pembiayaan adalah penyediaan uang atau wesel yang dipersamakan dengan itu berdasarkan suatu perjanjian atau pengaturan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau wesel itu setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.55. Kepercayaan merupakan keyakinan bahwa dana yang diberikan benar-benar akan diterima kembali di masa yang akan datang dalam jangka waktu tertentu. Setiap pembiayaan yang diberikan mempunyai jangka waktu tertentu, yang meliputi jangka waktu pengembalian pembiayaan yang telah disepakati.

Kerangka Konseptual

Pembiayaan dari lembaga keuangan syariah bagi nasabah untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi haji setelah pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Haji). Kemudian lembaga keuangan syariah ini mengelola pembiayaan BPIH beserta berkasnya hingga nasabah mendapatkan kursi haji. Atas jasa pengelolaan haji, lembaga keuangan syariah menerima imbalan yang besarnya tidak berdasarkan jumlah dana yang dipinjamkan.

Pembiayaan ini pada prinsipnya sama dengan menjaminkan barang, pada saat kita melakukan transaksi gadai, kita menyerahkan barang yang kita miliki untuk mendapatkan pinjaman. Atas dana pinjaman tersebut kita dikenakan berbagai macam biaya hingga kita dapat melunasi pinjaman tersebut.75.

Gambar 2.4  Kerangka Konseptual
Gambar 2.4 Kerangka Konseptual

METODOLOGI PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Objek dalam penelitian kualitatif adalah objek alam atau lingkungan. Oleh karena itulah metode penelitian ini sering disebut dengan metode naturalistik. Objek alam adalah objek sebagaimana adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti, sehingga kondisi saat peneliti memasuki objek, setelah berada di dalam objek, dan setelah meninggalkan objek, relatif tidak berubah. Sedangkan jenis penelitiannya jika dilihat dari tempat penelitiannya adalah jenis penelitian lapangan.

Menurut Suryasubrata, penelitian lapangan bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang, kondisi terkini dan interaksi lingkungan suatu unit sosial, individu, kelompok, lembaga atau masyarakat.79. Sementara itu, Dadang Kuswana menjelaskan penelitian lapangan atau penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan pada masyarakat, lembaga sosial, lembaga pemerintah, perusahaan, dan lain-lain. 80 Penelitian ini merupakan penelitian lapangan karena dilakukan di BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember. Sedangkan jika dilihat dari jenis penelitiannya maka penelitian ini menggunakan jenis studi kasus, dimana studi kasus merupakan penelitian yang mendalami suatu permasalahan. dengan batasan yang rinci, mempunyai pendataan yang mendalam dan mencakup berbagai sumber.

Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang diteliti adalah program, peristiwa, kegiatan atau individu.81. Lebih lanjut Suranto menjelaskan, studi kasus harus mempelajari secara intensif latar belakang situasi saat ini dan interaksi lingkungan unit sosial, individu, kelompok. Studi kasus fokus pada faktor-faktor tertentu dan mungkin juga mencakup seluruh faktor kejadian.82.

Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini akan membahas gambaran secara lengkap dan mendalam mengenai strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan, dalam hal ini menggunakan studi kasus pada BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember.

Lokasi Penelitian

Kehadiran Peneliti

Faktor bermasalahnya pendanaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono seringkali disebabkan oleh BMT yang terburu-buru dalam melakukan analisa pendanaan. Dalam hal ini, BMT Maslahah Cabang Sukowono berupaya mencegah terjadinya pembiayaan bermasalah. Implementasi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan syariah di BMT Maslahah Cabang Sukowono Pembiayaan syariah di BMT Maslahah Sukowono.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa permasalahan pembiayaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono disebabkan oleh tiga faktor yaitu internal.

Subjek Penelitian

  • Tahapan-tahapan Penelitian

PAPARAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

  • Sejarah BMT Maslahah Sidogiri
  • Visi dan Misi BMT Maslahah Cabang Sukowono
  • Struktur Organisasi BMT Maslahah
  • Struktur Pengurus BMT Maslahah Cabang Sukowono

Paparan Data dan Analisis

  • Perencanaan Penanganan Pembiayaan Bermasalah di BMT
  • Implementasi Penanganan Pembiayaan Bermasalah pada
  • Evaluasi Pembiayaan Bermasalah pada Produk Pembiyaan

Temuan Penelitian

Berdasarkan hasil diskusi dengan Savings and Financing Officer (AOSP) BMT Maslahah Cabang Sukowono maka perencanaan penanganan pembiayaan bermasalah dapat digolongkan sebagai berikut: 142. Tindakan yang dilakukan BMT untuk pembiayaan bermasalah dengan recoveryability 3 sampai dengan recoveryability 5 ( kurang lancar, diragukan, tidak menguntungkan), adalah: 143. BMT Maslahah Cabang Sukowono dapat mengatasi pembiayaan bermasalah ini dengan beberapa cara, tergantung dari beratnya masalah yang dihadapi dan penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis pada bagian pembahasan dapat disimpulkan bahwa strategi mengatasi pembiayaan bermasalah pada BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam perencanaan pembiayaan bermasalah pada pembiayaan syariah pada BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember dilakukan dengan melakukan pemantauan terhadap pembiayaan, mengidentifikasi proses penurunan kualitas pembiayaan dan menelusuri tanda-tanda terjadinya pembiayaan bermasalah. Hasil penilaian menunjukkan bahwa permasalahan pembiayaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono disebabkan oleh tiga faktor yaitu internal, eksternal dan fiktif.

Penelitian ini akan diberi judul: “Strategi Mengatasi Masalah Pembiayaan Pada Produk Pembiayaan Syariah” (Studi Kasus BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember, 2018). Banyak cara yang dapat dilakukan BMT Maslahah Cabang Sukowono untuk mengatasi pembiayaan bermasalah tersebut, tergantung dari berat ringannya masalah yang dihadapi dan penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah tersebut.

PEMBAHASAN

Perencanaan Penanganan Pembiayaan Bermasalah

  • Pemantauan Pembiayaan
  • Indikasi Proses Menurunnya Kualitas Pembiayaan
  • Realisasi Pembiayaan
  • Pemantauan (Monitoring)

Evaluasi Penangan Pembiayaan Bermasalah

  • Analisis dalam Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah
  • Penyitaan Barang Jaminan

PENUTUP

Kesimpulan

Dalam menerapkan pendekatan pembiayaan bermasalah, BMT terlebih dahulu melakukan sejumlah tindakan terhadap nasabah yang diyakini masih memiliki prospek usaha bagus. Faktor internal adalah faktor yang ada di dalam BMT itu sendiri, faktor eksternal adalah faktor yang timbul karena kelemahan atau kesalahan anggota, sedangkan faktor fiktif adalah faktor yang timbul akibat manipulasi permohonan pembiayaan dan penjaminan, baik yang dilakukan oleh anggota maupun tidak. BMT.

Saran

Analisis Solusi Penyelesaian Masalah Pembiayaan pada Bank Syariah: Kajian Produk Murabahah pada Bank Muamalat Indonesia Banda Aceh, Majalah Iqtishadia, Vol 10, No. Penelitian ini akan membahas tentang strategi penanganan pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan syariah (studi kasus BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember) sehingga mampu mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi cara penanganan pembiayaan bermasalah secara syariah. . produk pembiayaan pada BMT Maslahah Cabang Sukowono Kabupaten Jember. Uji reliabilitas) menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Sedangkan penilaian terhadap perlakuan terhadap pembiayaan bermasalah dilakukan dengan menggunakan tiga faktor, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor fiktif.

Atas dasar inilah yang mendorong penulis untuk meneliti lebih dalam mengenai strategi apa saja yang diterapkan pada BMT Cabang Sukowono Kabupaten Jember dalam rangka pencegahan pembiayaan bermasalah. Proses penurunan kualitas pembiayaan merupakan salah satu bentuk bertambahnya jumlah pembiayaan bermasalah dalam jangka waktu tertentu, selama periode proyeksi. Tahap terakhir adalah monitoring yang dilakukan untuk mencegah risiko pembiayaan bermasalah dengan melakukan kunjungan rutin ke rumah atau tempat kerja nasabah.

Untuk mengurangi permasalahan pembiayaan, BMT harus melakukan manajemen strategis dalam penyediaan dan penanganan produk pembiayaan syariah.

Referensi

Dokumen terkait