PENDAHULUAN
Latar Belakang
Laporan keuangan merupakan salah satu media yang akan digunakan sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan bisnis suatu perusahaan. Dengan kinerja keuangan yang baik maka suatu perusahaan mampu bertahan dan berkembang, begitu pula jika kinerja keuangan tidak baik maka akan mengakibatkan kerugian yang besar bagi perusahaan itu sendiri. Standar yang digunakan entitas dalam menyusun laporan keuangannya adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang di Indonesia diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).
PSAK yang dibuat telah mengalami penyesuaian dari waktu ke waktu terkait konvergensi dengan IFRS, termasuk PSAK 72. Perusahaan konstruksi merupakan salah satu industri yang paling terkena dampak perubahan PSAK tersebut, sehingga penelitian ini memilih perusahaan konstruksi sebagai objek untuk diteliti. . Pendapatan merupakan bagian yang akan membentuk laba yang menjadi indikator kinerja perusahaan.
Ada beberapa analisis yang dapat digunakan untuk mendeteksi kinerja keuangan, salah satunya melalui analisis sistem du-pont. Analisis ini merupakan alat yang dapat mengukur kinerja suatu perusahaan berdasarkan sumber daya yang dimilikinya untuk memperoleh keuntungan dengan cara menggabungkan laba bersih dengan total asetnya. Dengan menggunakan analisis du pont kita dapat melihat seberapa efisien dan efektif suatu perusahaan dalam mengoperasikan peralatannya dan merancang operasinya.
Sistem analisis Du Pont dapat memberikan peluang untuk menganalisis hasil keuangan karena dapat menentukan hasil transaksi keuangan dengan cara yang sama. Penelitian yang dilakukan (Veronia, Lestari, & Metekhoy, 2020) menjelaskan bahwa praktik kebijakan moneter berdasarkan PSAK 72 membuat perusahaan real estate kurang menguntungkan dibandingkan perusahaan utilitas. Penelitian (Casnila, 2020) menunjukkan bahwa tidak semua transaksi keuangan perusahaan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72 di BEI Telekomunikasi berbeda.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Perumusan Masalah Penelitian
KAJIAN LITERATUR
- Teori Stakeholders
- Kinerja Keuangan Keuangan
- Analisis Du Pont System
- Pendapatan
- PSAK 72 : Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
- Industri Real Estate
- Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
Analisis sistem Dupont merupakan analisis yang mencakup seluruh indikator keuangan berupa indikator aktivitas beserta margin keuntungan atas hasil penjualan, yang membuktikan apakah indikator-indikator tersebut dapat mempengaruhi kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan (profitabilitas. TATO membuktikan efisiensi dari penggunaan aset, dimana perusahaan menggunakan seluruh asetnya untuk menghasilkan penjualan, semakin tinggi rasio ini semakin baik, karena jika aset tersebut dapat lebih cepat perputarannya dan mencapai keuntungan serta menunjukkan efektivitas penggunaan seluruh aset dalam menghasilkan penjualan (Hutapea, Saerang, & Tulung, 2017. EM merupakan rasio yang mencerminkan kapasitas perusahaan terhadap modal pemegang saham efektif, atau seberapa besar aset perusahaan yang dibiayai oleh pemegang saham (Hutapea, Saerang, & Tulung, 2017).
NPM merupakan rasio yang digunakan untuk mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan laba bersih setelah pajak (Azmi, Andini, & Raharjo, 2016). ROA merupakan rasio yang mencerminkan hasil (return) berdasarkan jumlah aset yang digunakan perusahaan (Hutapea, Saerang, & Tulung, 2017). ROE merupakan rasio yang membuktikan seberapa besar keuntungan atau manfaat yang diperoleh suatu perusahaan dari hasil pengelolaan modalnya (Dwiningsih, 2018).
Pengakuan disebut sejumlah rupiah yang dicatat dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut dapat diakui dalam laporan keuangan (Februari 2020). Pengukuran adalah pemberian nilai dengan menentukan besaran rupiah pada suatu barang yang terlibat dalam suatu transaksi keuangan (Febriani, 2020). Jumlah rupee yang dihasilkan dari pengukuran tersebut akan dicatat sebagai dasar penyusunan laporan keuangan.
Pernyataan ini mengharuskan entitas untuk terlebih dahulu melakukan analisis terhadap transaksi berdasarkan kontrak ketika memutuskan pengakuan pendapatan, yaitu dengan tahapan sebagai berikut: (1) Mengakui kontrak dengan. Ada juga yang berpendapat bahwa real estate merupakan suatu warisan berupa tanah atau bangunan yang terletak diatasnya. Industri real estate akan terus berkembang pesat setiap tahunnya karena lahan selalu tersedia, dan jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah setiap tahunnya.
Sektor real estate memiliki ukuran usaha yang cukup besar dan diperkirakan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Oleh karena itu, sektor ini merupakan indikator yang sangat berguna untuk mengetahui kesehatan perekonomian suatu negara.
METODELOGI PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Pengukuran Variabel
Hasil uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov terlihat pada Tabel 4.3, dimana angka-angka yang diuji pada tabel diatas merupakan rasio sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72. Pada rasio sebelum penerapan PSAK 72 dapat disimpulkan bahwa menyimpulkan bahwa data Variabel TATO berdistribusi normal karena adanya nilai Asymp. Sedangkan pada rasio setelah penerapan PSAK 72 dapat disimpulkan bahwa data variabel TATO berdistribusi normal karena adanya nilai Asymp.
0,05 berarti terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72 pada rasio perputaran total aset, pengganda ekuitas, margin laba bersih, imbal hasil aset dan imbal hasil ekuitas. 2-tailed) > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kelima rasio kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72. Data di atas menunjukkan bahwa penurunan penjualan perusahaan pasca penerapan PSAK 72 disebabkan oleh penurunan pelaporan.
Pasca penerapan PSAK 72 pada tahun 2020, terlihat pada Gambar 4.2 nilai maksimum sebesar 4,09 termasuk dalam kode perusahaan PPRO. Setelah penerapan PSAK 72 pada tahun 2020, terlihat pada Tabel 4.2 nilai tertinggi sebesar 23,83 terdapat pada kode perusahaan URBN, sama dengan tahun 2019 dibandingkan dengan yang lain. Dampak penerapan PSAK 72 terhadap pengakuan pendapatan adalah laba perusahaan akan semakin erat kaitannya dengan pengurang seluruh perubahan aset.
Dari hasil tersebut dikatakan tidak terdapat perbedaan Pengganda Ekuitas sebelum penerapan PSAK 72, karena empat penerapan PSAK 72 terbukti. Artinya tidak terdapat perbedaan hasil keuangan yang dilaporkan Net Profit Margin sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan Return On Asset sebelum dan sesudah PSAK 72 yang menunjukkan bahwa PSAK 72 mempunyai pengaruh yang kecil terhadap ROA.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa hasil keuangan sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72 berdasarkan return aset tidak berbeda. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan PSAK 72 tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang ditentukan oleh pengganda ekuitas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan PSAK 72 tidak mempengaruhi kinerja keuangan yang didekati dengan margin laba bersih.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan PSAK 72 tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang ditentukan oleh return on assets. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan PSAK 72 tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang ditentukan oleh return on equity.
Teknis Analisis
HASIL DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptive
Uji Normalitas
Variabel ROA dan ROE tidak berdistribusi normal karena terlihat pada lampiran 5 dan lampiran 6 terdapat rasio satu perusahaan yang sangat tinggi dibandingkan dua belas perusahaan lainnya.
Uji Homogenitas
Dari hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov terlihat terdapat dua rasio setelah penerapan PSAK 72 yang distribusinya tidak normal. Berdasarkan data pada Tabel 4.1, hasil penelitian yang diuraikan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2019, semua perangkat yang dimodifikasi sebelum PSAK 72 memiliki kode perusahaan DMAS maksimum 0,35, sehingga hasil keuangan DMAS dapat dijelaskan. Berdasarkan data pada Tabel 4.1 hasil analisis teknis penelitian ini dapat dikatakan bahwa sebelum penerapan PSAK 72 pada tahun 2019, EM memiliki nilai maksimum sebesar 3,20 pada kode perusahaan PPRO.
Dari hasil analisis teknis penelitian, berdasarkan informasi pada Tabel 4.1 dapat disimpulkan bahwa nilai NPM maksimum sebelum penerapan PSAK 72 pada tahun 2019 adalah sebesar 0,52 pada perusahaan berkode DODI. Sebelum penerapan PSAK 72 nilai rata-rata NPM pada tahun 2019 sebesar 0,29, setelah adanya tindakan efektif nilai rata-rata pada tahun 2020 meningkat menjadi 0,24. Dari data diatas terlihat bahwa penurunan normal setelah penerapan PSAK 72 mempengaruhi besarnya pendapatan yang diterima karena adanya perbedaan pendapatan dan mempengaruhi seluruh hasil perusahaan.
Berdasarkan informasi pada Tabel 4.1 hasil pengujian yang diuraikan dalam penelitian ini, dapat dikatakan bahwa ROA sebelum menggunakan PSAK 72 pada tahun 2019 adalah sebesar 3,91 yang merupakan kualitas tertinggi dalam kode bisnis NZIA. Berdasarkan data pada Tabel 4.1 hasil pengujian yang diuraikan dalam penelitian ini, maka dapat dikatakan bahwa ROE PSAK 72 adalah pra-. Pasca penerapan PSAK 72 pada tahun 2020, terlihat pada Tabel 4.2 nilai maksimum suatu perusahaan URBN adalah sebesar 12,62, sama dengan tahun 2019 dibandingkan dengan 12 perusahaan URBN lainnya yaitu sebesar Rp.
Hal ini menurut penelitian (Halim, 2020). TATO diketahui mengukur kinerja perusahaan yang menggunakan sumber dayanya untuk menghasilkan pendapatan dan laba, dengan menggunakan PSAK 72 perusahaan real estate mengalami sedikit penurunan kinerja produknya, aset tersebut harus dilikuidasi seluruhnya untuk diserahkan kepada pembeli. Pengungkapan laba pada penerapan PSAK 72 akan mempengaruhi total hasil, namun tidak signifikan karena tidak mempengaruhi total aset yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan ROE sebelum dan sesudah PSAK 72, hal ini menunjukkan bahwa PSAK 72 mempunyai dampak negatif yang dapat diabaikan terhadap ROE.
Berbeda dengan penelitian (Halim, 2020) yang menemukan bahwa ROE mempunyai pengaruh positif yang kecil, pengaruh positif tersebut berkaitan dengan pandangan bahwa penggunaan PSAK 72 menimbulkan biaya dan manfaat yang sebanding dalam pengambilan keputusan. Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap dapat meningkatkan literasi mengenai PSAK 72 terkait pendapatan dari kontrak pelanggan. Penelitian ini dapat digunakan oleh perusahaan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam mengevaluasi penerapan PSAK 72.
Evaluasi terhadap penerapan PSAK 72 masih sangat memungkinkan karena masa penerapan saat ini baru memasuki periode pertama setelah diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2020. Karena penerapan PSAK 72 tidak berdampak terhadap kinerja keuangan, maka dapat mengatakan bahwa kinerja perusahaan dipengaruhi oleh usaha perusahaan itu sendiri dalam menjalankan usahanya.
Uji Hipotesis
Pembahasan Hasil Penelitian
Dari segi belanja modal pada penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan PSAK 72, rasio TATO mengalami penurunan sedikit banyak karena. Hal ini sesuai dengan penelitian (Casnila, 2020) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan margin laba bersih sebelum dan sesudah penerapan PSAK 72, karena sebagian besar perusahaan mengalami kenaikan dan penurunan laba setelah penerapan PSAK 72, meskipun hal tersebut juga berlaku untuk perusahaan. pergantian.
KESIMPULAN, SARAN DAN IMPLIKASI
Kesimpulan
Perusahaan sebaiknya mengevaluasi kembali penerapan standar yang digunakan agar laporan keuangan yang disajikan dapat dibandingkan secara global.
Saran
Implikasi