PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dengan adanya diskriminasi tersebut, banyak pihak khususnya perempuan sendiri yang menyadari pentingnya mengangkat persoalan hak-hak perempuan sebagai salah satu jenis hak asasi manusia yang perlindungannya harus diakui dan dijamin. Dengan kesadaran tersebut, maka perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan hak asasi perempuan. Akbar Muzaqir (2013), Hak Asasi Perempuan adalah hak-hak yang dimiliki seorang perempuan, baik karena ia sebagai manusia maupun sebagai perempuan. Dalam batang tubuh peraturan perundang-undangan hak asasi manusia, terdapat peraturan-peraturan dalam berbagai sistem hukum mengenai hak asasi manusia. Dalam pengertian ini dijelaskan bahwa Peraturan mengenai pengakuan hak-hak perempuan terdapat dalam berbagai sistem hukum mengenai hak asasi manusia.
Sistem hukum yang berkaitan dengan hak asasi manusia yang dimaksud adalah sistem hukum hak asasi manusia, baik dalam ranah internasional maupun nasional. Khusus mengenai hak-hak perempuan, sistem hukum mengenai hak asasi manusia dapat ditemukan baik secara eksplisit maupun implisit. Namun kenyataannya saat ini banyak tempat kerja yang melarang pegawai perempuan, baik calon perempuan maupun pekerja, untuk berhijab saat bekerja.
Diskriminasi terhadap perempuan akibat peraturan ketenagakerjaan, yakni larangan berhijab di tempat kerja merupakan salah satu wujud pelanggaran HAM. Diskriminasi terhadap pegawai perempuan berhijab sehingga menimbulkan perlakuan tidak adil atau berbeda terhadap perempuan berhijab.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dapat menjadi referensi dan pemahaman lebih baik mengenai makna atau tujuan yang ingin disampaikan RS Stella Maris Makassar. Hal ini bisa menjadi investasi bagi setiap pemilik usaha, agar ketika mempekerjakan pekerja perempuan (yang Islami), mereka bisa lebih menekankan realita yang ada di masyarakat, sehingga tidak berpihak pada sistem diskriminasi.
Definisi Operasional
Diskriminasi adalah segala pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang baik langsung maupun tidak langsung didasarkan pada perbedaan antarmanusia atau atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, pendapat politik, sehingga mengakibatkan pengucilan. , penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan, baik individu maupun kolektif, dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan aspek kehidupan lainnya. Pekerja adalah orang yang bekerja pada orang lain, sedangkan pegawai bekerja pada suatu lembaga, instansi atau perusahaan. Larangan berhijab, atau adanya peraturan yang melarang muslimah berhijab sesuai keyakinan agamanya (sesuai syariat), seperti studi kasus yang menjadi fokus peneliti di RS Stella Maris Makassar. Kota menunjukkan hal ini.
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Tinjauan Tentang Diskriminasi
- Bentuk-bentuk Diskriminasi
- Tinjauan Tentang Pekerja
- Pengertian Buruh dan Karyawan
- Wanita Berhijab
- Dampak Diskriminasi
- Diskriminasi Pekerja Wanita Berhijab
- Teori Alienasi Karl Marx
- Peneliti Yang Relevan
Menjelaskan penggunaan hijab sesuai aturan agama Islam yang menjadi objek pelanggaran di RS Stella Maris. Menjelaskan dampak diskriminasi terhadap pekerja perempuan berhijab yang melanggar aturan agama dan hukum ketenagakerjaan di RS Stella Maris. Salah satu kasus yang terjadi di RS Stella Maris adalah diskriminasi terhadap pekerja perempuan yang beragama Islam berhijab.
Adanya diskriminasi hijab terhadap pegawai muslim di RS Stella Maris tidak mempengaruhi pemberian pelayanan yang dialami pasien. Semua orang menjelaskan bahwa diskriminasi yang terjadi di RS Stella Maris adalah sebuah kebenaran tanpa adanya perhatian khusus dari pihak manapun. Bentuk diskriminasi apa yang dialami pekerja berhijab di RS Stella Maris Kota Makassar?
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Informan Penelitian
Fokus Penelitian
Instrumen Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan data
Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
GAMBARAN DAN HISTORI LOKASI PENELITIAN…
Deskripsi Kota Makassar …
- Profil Wilay
- Aspek Geografi dan Demografi
- Kependudukan
Secara umum tenaga medis, keperawatan, penunjang medis dan non medis di RS Stella Maris beragama Katolik dan Protestan. Berdasarkan hal tersebut, latar belakang agama dan gender menjadi alasan dominan terjadinya subjugasi budaya terhadap pegawai perempuan Muslim di RS Stella Maris.
Deskripsi Rumah Sakit Stella Maris
- Sejarah Rumah Sakit Stella Maris
- Ketenagaan di Rumah Sakit Stella Maris
- Tingkat Pendidikan
- Tingkat Agama
BENTUK-BENTUK MANIFESTASI DISKRIMINASI
PENGARUH TIDAK BERHIJAB TERHADAP
DISKRIMINASI PEKERJA WANITA BERHIJAB DI
Seperti halnya ketika peneliti melakukan penelitian di Rumah Sakit Stella Maris dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, terdapat beberapa poin penting yang menjadi catatan penting dan perbandingan bagi peneliti, agar kita semua dapat dengan tenang melihat dan memahami perlakuan diskriminatif yang terjadi di sana hakim. . Mengenai makna diskriminasi tersebut, tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia pada Pasal 1 ayat 3. Bahwa jika tidak ada diskriminasi khusus di RS Stella Maris, paling sedikit terdapat satu orang perempuan. pekerja mengenakan hijab sesuai dengan hukum agamanya, namun peneliti belum memahami hal tersebut.
Yang terjadi justru sebaliknya, peneliti selalu menemukan bahwa perusahaan tidak memperbolehkan pekerja perempuan muslim berhijab di lokasi penelitian. Hal ini terjadi, keadaan ini terjadi pada buruh perempuan yang merupakan kelompok minoritas yang terkena dampak dari tindakan para pemilik modal, dan buruh perempuan yang berhijab tidak pernah melawan peraturan yang ada, terutama peraturan yang melarang berhijab. , karena pelapor tidak berani melawan. Meski ada pro dan kontra terhadap diskriminasi karena berhijab, namun sebagai karyawan mereka sadar bahwa mereka terikat dengan aturan yang mengharuskan mereka bekerja sesuai aturan rumah sakit yang telah ditetapkan.
Bentuk-bentuk representasi diskriminasi terhadap pegawai perempuan berjilbab yang terjadi di RS Stella Maris karena latar belakang rumah sakit tersebut non-Islam dan mempunyai visi, misi dan motto yang bercampur dengan non-Islam, sehingga dalam penerapannya aturan yang berlaku juga sama, dimana pemilik usaha tidak menginginkan hal tersebut ada, mengedepankan agama, hanya fokus menjaga keamanan barang produksi dan meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan dan hanya menarik konsumen. Penyelenggaraan pelayanan di Rumah Sakit Stella Maris mempunyai unsur tersendiri yang artinya pengunjung atau pasien memilih untuk tertarik pada pegawai wanita cantik pada saat pelaksanaan. Dampak dari diskriminasi terhadap pekerja perempuan berjilbab di RS Stella Maris adalah pekerja perempuan muslim melanggar aturan syariat Islam dan memilih tetap tinggal karena kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat ditambah dengan terbatasnya lapangan kerja.
Dan langkah selanjutnya adalah membuat pekerja perempuan muslim merasa malu terhadap masyarakat setempat dan ketidaktaatan terhadap hukum yang berlaku. Yang ingin peneliti sampaikan adalah agar setiap pemilik perusahaan dalam perekrutan pekerja perempuan (Islami) dapat lebih menonjolkan realitas yang ada di masyarakat dengan tidak mengedepankan sistem diskriminasi. Dapat membantu peneliti selanjutnya untuk menambah wawasan dan informasi mengenai diskriminasi terhadap pekerja perempuan berhijab di RS Stella Maris. Semoga penelitian ini menjadi langkah awal dan menjadi acuan agar peneliti dapat melanjutkan penelitian ini di masa yang akan datang. Jika diskriminasi yang terjadi saat ini tidak dapat diselesaikan oleh para peneliti, paling tidak upaya bersama untuk meningkatkan hak asasi manusia dan nilai-nilai sosial lainnya dapat terwujud dengan baik.
Daftar wawancara ini bertujuan sebagai panduan untuk memudahkan pengumpulan data mengenai diskriminasi terhadap pekerja perempuan berhijab (studi kasus di RS Stella Maris Kota Makassar). Apakah pekerja perempuan tidak boleh berhijab karena latar belakang perusahaannya tidak beragama Islam? Di perusahaan ini apakah seluruh pekerja perempuan yang beragama Islam tidak boleh berhijab atau ada yang berhijab?
PENUTUP
Simpulan
Hijab Islami tidak membatasi aktivitas dan karir seorang muslimah, karena hijab merupakan penjaga kehormatan dan nilai-nilai kemanusiaan. Bukankah berpenampilan cantik tidak bisa menjamin indahnya hati dan keimanan, dan berhijab bukanlah suatu halangan dalam menjalankan suatu ibadah, selama kita tidak melihatnya sebagai suatu halangan.
Saran
Diharapkan pemerintah daerah terlibat dalam memberikan perhatian khusus dan memberikan sosialisasi kepada generasi muda serta meningkatkan penegakan hukum yang ada, dalam hal ini peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, diskriminasi seperti yang terjadi saat ini, dapat teratasi. atau mencari jalan keluar dengan menambah lapangan kerja tanpa diskriminasi apapun. Hak-hak pekerja yang telah bekerja namun belum menandatangani perjanjian kerja mengenai pengupahan ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bagaimana perasaan Anda saat keluarga mengetahui Anda tidak berhijab saat sedang bekerja?
Adakah alasan khusus mengapa Anda tetap mematuhi aturan tersebut tanpa mencari pekerjaan lain?