Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak, dan juga penulis sampaikan kepada kepala Surau Syeikh Mato Aie Pakandangan. Syekh Mato Aie Surau | vii Kabupaten Padang Pariaman yang memberikan izin untuk melakukan penelitian, bersama para guru dan Pakiah serta masyarakat yang memberikan informasi data selama penulisan skripsi ini sehingga dapat dijadikan sebuah buku.
Deskripsi Analitis, Lokasi Riset, dan Historis Kritis Bagian menjelaskan perihal deskripsi tentang
Dinamika Pondok Pesantren Surau Syekh Mato Aie Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman Tahun 1985 hingga 2014
PENGKADERAN ULAMA
Perguruan Islam
- Pengertian Perguruan Islam
Makam Syeikh Mato Aie| 35 tujuan hidupnya yang baginya dia dicipta, dan dapat menjadi ahli masyarakat yang berguna untuk dirinya dan rakyatnya seperti; Surau Sheikh Mato Aie menyediakan pelajar atau individu dan membesarkan mereka dari segi fizikal dan mental untuk menjadi ulama. Manakala frasa “Islam” bermaksud agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yang berpandukan al-Quran yang diturunkan kepada dunia oleh malaikat Jibril sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad.75 Selaras dengan itu, Muhammad Atiyah Al- Ibrasyi berpendapat. bahawa pendidikan Islam ialah pendidikan yang berteraskan etika Islam, pembentukan akhlak dan latihan jiwa. 76 Justeru, matlamat akhir pendidikan Islam ialah membentuk insan yang bertaqwa agar terjamin kehidupannya, sebagaimana yang dinyatakan dalam al-Quran. an, Surat Ali Imran ayat 102;.
Sistem Pendidikan & Pelbagai Komponennya
Isi atau materi pendidikan91 adalah segala sesuatu yang diberikan pendidik secara langsung kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan unsur anorganik terdiri atas tujuan pendidikan, filosofi dan nilai-nilai, kurikulum dan sumber belajar, proses kegiatan belajar mengajar, rekrutmen peserta didik dan tenaga kependidikan, teknologi pendidikan, dana, prasarana, evaluasi dan peraturan terkait lainnya dalam pengelolaan pendidikan. 105.
Surau Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Tradisional 1. Pengertian Surau
Surau ini sama dengan surau keluarga, atau sedikit lebih lebar dari itu...surau seperti ini banyak dijumpai di desa-desa atau nagari di Minangkabau. Isi atau materi pendidikan yang diajarkan dalam bacaan Al-Qur'an ini meliputi: (1).
Pengkaderan Ulama
- Pengertian Pengkaderan Ulama
Syekh Mato Aie Surau | 87 Adanya ikatan erat antara surau dan masyarakat diyakini tidak dapat dihindari. Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap muslim dapat berperan sebagai ulama yang mempunyai tugas menyampaikan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia sesuai dengan kemampuannya, sehingga ia mengenal istilah dakwah total, yaitu suatu proses yang dilakukan setiap orang. Muslim bisa melakukan ini. menggunakan kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain agar bertindak dan bertingkah laku sesuai dengan ajaran Islam. Konsep ulama dalam Al-Qur’an tidak hanya tercermin pada penyebutan kata ‘alim dan turunannya yang muncul sebanyak 823 kali, namun terdapat juga sejumlah ungkapan yang memiliki makna yang sama, seperti al-aql, al-fikr, al-nazhr, al-basyar, al-tadabbur, al-'itibar dan al-dzikir.
Kata ملاع'alim yang menurut ahli al-Qur'an Raghib al-ashfahani juga merupakan akar kata ulama yang berarti ilmu tentang hakikat sesuatu. Secara terminologi ulama berasal dari kata ملعي, ملع yang berarti mengetahui. Secara linguistik, kata ulama merupakan bentuk jamak dari kata ‘alim ملاع. Ulama adalah orang-orang yang mempunyai ilmu.180 Kata 'alim mempunyai kekuatan kepemimpinan, terbentuknya individu-individu yang mempunyai kemampuan mengatasi permasalahan umat dan berkembang ke arah yang dicita-citakan.
Makam Syeikh Mato Aie| 89 bermaksud pengaruh/bentuk atau kemuliaan yang membezakannya dengan orang lain dari segi perkataan ulama, difahami sebagai orang yang menggabungkan ilmunya dengan amalannya.181 Terdapat beberapa ayat al-Quran yang menjelaskan tentang ulama dalam Surat An- Nisaa ayat 162.
ةو ٰ ك َّزلا َ
ةو ٰ
لا َو
لا َّ
Dasar Pengkaderan Ulama
Upaya ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan apabila pemberdayaan generasi penerus sebagai kader ulama dilaksanakan secara intensif melalui lembaga-lembaga yang ada. Pendidikan kadaver ulama merupakan suatu keharusan dan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan termasuk memperoleh keterampilan dan kemampuan dalam menyampaikan pesan dakwah dengan menggunakan media lisan atau media lainnya.
ل َون ْو َهنَي َوْ
ن ِمن ْوُ
لا
Pembinaan Pengkaderan Ulama
Keduanya harus berjalan secara sinkron dan simultan karena tidak banyak yang bisa dilakukan sebuah gerakan dakwah jika hanya memiliki sedikit pendukung. Surau merupakan penjaga pemikiran ulama Indonesia pada setiap zaman, agar pemikiran ulama berkembang, setidaknya perkembangan pemikiran Islam menjadi lima, yaitu; tradisionalis, revivalis, modernis klasik, neo-revivalis, dan neo-modernis 187 Yang pertama adalah kelompok tradisionalis, yaitu kelompok yang memiliki ikatan kuat dengan ulama abad pertengahan. Kelompok tradisionalis menganggap pintu idjtihad tertutup, hal ini terkait dengan pandangan bahwa ulama mahzab terdahulu telah merumuskan permasalahan kehidupan secara utuh.
Selain itu, hal ini juga dipengaruhi oleh pandangan masyarakat yang berpendapat bahwa ulama saat ini tidak mampu melakukan ijtihad karena keterbatasan ilmunya. Hal ini tentu saja menimbulkan gelombang kontroversi yang sangat besar di kalangan umat Islam dari kelompok tradisionalis dan revivalis yang masih menggunakan cara-cara kaku dalam menafsirkan Al-Qur'an, terutama kaum tradisionalis yang masih kuat memuja ulama abad pertengahan. Khususnya di Indonesia, banyak peneliti yang mencoba menggali peta pemikiran Islam di Indonesia secara lebih spesifik.
Menurut Fahri Ali dan Bachtiar Effendy, pemikiran Islam di Indonesia dapat digolongkan menjadi formalis, substansialis, transformatif, totalis, idealis.
GEOGRAFI SURAU SYEIKH MATO AIE
Snophot Surau Syeikh Mato Aie
Pada tahun 1827 Syekh Mato Aie mendirikan surah tersebut pada usia 25 tahun di Nagari Pakandangan, Kecamatan Enamlinkung, Kabupaten Padang Pariaman. Nagari Pakandangan, Kecamatan Enamlinkung, Kabupaten Padang Pariaman menjadi tempat dipilihnya pembangunan Surau Syekh Mato Aie. 227An, keponakan Syekh Mato Aie, Wawancara langsung, 10 Juli 2014, di Surau Syeikh Mato Aie.
228 Datuak 'P', cucu Syekh Mato Aie, Wawancara Langsung, 10 Juli 2014, di Surau Syeikh Mato Aie. Kemudian kepemimpinan Surau Syeikh Mato Aie dilanjutkan oleh Tuanku Kuning Zubir pada tahun 1979 hingga sekarang. Tuanku Kuning Zubir, lahir pada tahun 1945 di Nagari Pakandangan, Kecamatan Enamlinkungan, Kabupaten Padang Pariaman dan pada umur 34 tahun, Tuanku Kuning Zubir memimpin Surau Syeikh Mato Aie.
Penulis difahamkan, walaupun Surau Sheikh Mato Aie tidak mempunyai visi, misi, tetapi mempunyai matlamat untuk melatih ulama.
SURAU SYEIKH MATO AIE
Proses Dinamika Surau Syeikh Mato Aie 1. Surau Syeikh Mato Aie
- Dinamika Kepemimpinan Surau dalam Pengkaderan Ulama
- Pengkaderan Ulama Moderat Tradisional
- Kiprah Ulama Moderat Tradisional
Syekh Mato Aie Surau 133 masih mempertahankan tradisinya dan berganti nama, hanya untuk menerima dana bantuan dari pemerintah. Tuanku Mudo Suheili menjelaskan, di Surau Syekh Mato Aie terdapat 20 orang guru yang dikenal dengan sebutan guru tuo. Syekh Mato Aie Surau 139 seorang guru syekh dan tuo dijadikan teladan bagi semua orang di sekitarnya.
Makam Syeikh Mato Aie| 171 menguasai bahan sebelumnya dan boleh mengikuti kajian buku seterusnya. 302. Surau Syeikh Mato Aie ini tidak tahu sistem siap, tetapi hanya tahu "salasai" (sudah habis) kaji. 309 Tuanku Y, Temu bual langsung, bertarikh 12 Mei 2014, di Surau Syeikh Mato Aie. 310KG, Temubual Langsung, bertarikh 28 Mei 2014, di kediaman beliau di Jorong Kampung Guci, Pekan Pakandangan.
Penulis menganalisis bahwa pengkaderan ulama yang dilakukan di Surau Syekh Mato Aie melahirkan ulama tradisional moderat. Sistem pendidikan Surau Syeikh Mato Aie tidak mengubah kurikulum surau menjadi kurikulum pemerintah, dan masih tetap non klasik, serta tidak ada jenjang pendidikan. Syekh Mato Aie Surau | 253 (enam), yaitu: 1) Pembela agama Islam, 2) Pemimpin spiritual, 3) Pembawa amanah Tuhan, 4) Pembimbing umat, 5) Pembimbing umat, dan 6) Penegak kebenaran.
PENUTUP
Kesimpulan
Syekh Mato Aie Surau | 255 berjumlah 20 orang, perekrutan guru tidak melalui seleksi terbuka, melainkan melalui evaluasi yang sudah berlangsung lama sejak masih pakiah (proses evaluasi), yang mempunyai kemampuan mentransfer ilmu yang dimilikinya. atau mengajar (transmisi ilmu dan akhlak yang baik (transmisi nilai). Nilai-nilai yang terkandung dalam mamakiah antara lain; pendidikan untuk bersabar, menjadi orang yang dermawan dengan ikhlas dalam harta yang diberikannya, mendidik pakiah menjadi seorang yang orang yang berani dan percaya diri dalam kesehariannya serta memberikan ciri khas pada lembaga tersebut agar dikenal masyarakat karena kekhasan dan kekhasannya, membantu Syekh dan para guru dalam memenuhi biaya hidup para pakiah untuk menutupi dan secara tidak langsung akan membantu para guru dalam membiayai kesehariannya membantu guru untuk membiayai kehidupannya sehari-hari.
Pakiah mengenali surau daripada orang tuanya, orang yang mempelajari tarekat Syathariyah, dan juga dari orang yang belajar. Hubungan sosial dengan masyarakat sekitar mempunyai hubungan yang baik, baik dalam bentuk kehidupan sehari-hari, mulai dari urusan agama hingga urusan sosial, seperti kajian tarekat Syathariyah, pengajian rutin dengan lambatnya penjelasan tentang isi bacaan. ayat-ayat suci al-Quran atau hadis dan kitab. Dinamika sumbangan Surau Syeikh Mato Aie kepada pengkaderan ulama ialah melahirkan pemimpin berkarisma seperti Syeikh, Tuanku, Urang Siak.
Menjadi guru pada lembaga pendidikan formal dan nonformal, serta menjadi aktivis masyarakat yang bergerak dalam bidang sosial keagamaan di masyarakat, memberikan pelayanan sosial dan pemelihara tradisi keagamaan.
Implikasi
Syekh Mato Aie Surau 257 Model kepemimpinan dalam proses pembelajaran, tidak mengubah kurikulum surau ke kurikulum pemerintah, masih mempertahankan nonklasisisme, tidak ada jenjang pendidikan kecuali hanya ditandai dengan pergantian kitab. Masyarakat dapat membantu biaya yang dibutuhkan oleh pakiah, guru dan lembaga Surau Syeikh selama proses pembelajaran surah. Apalagi hasil penelitian tentang pemikiran pemimpin Syeikh Mato Aie saat ini dapat memberikan implikasi kepada masyarakat luas tentang pemikiran pemimpin Surau Syeikh Mato Aie yang sesuai dengan kurikulum yang ada yaitu kurikulum yang sudah ada. telah dilaksanakan sejak berdirinya Surau.
Sebagai seorang guru, wajib menilai penilaian peserta didik dalam proses pembelajaran, serta penilaian terhadap ilmu yang dimiliki dan dipahaminya, serta penilaian terhadap penerapan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Secara realistis, lulusan berkontribusi pada masyarakat dengan menjadi pemimpin yang karismatik seperti Syekh, Tuanku dan Urang Siak. 34;Tuanku” atau syekh dapat berupa seorang pendidik yang akan mendidik masyarakat di lembaga pendidikan formal dan nonformal.
Cetak seorang aktivis masyarakat yang bekerja dalam bidang sosial dan keagamaan dalam masyarakat, yang menyediakan perkhidmatan sosial dan mengekalkan tradisi keagamaan dalam masyarakat.
BIBLIOGRAFI
Daulay, Haidar Putra, Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2009 Dawam, Ainurrafiq, Manajemen Madrasah Berbasis Pesantren,. Khatima, Hasnial, Perkembangan Pendidikan Surau di Minangkabau Pada Masa Padang: Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam, IAIN Imam Bonjol Padang, 2009. Nata, Abudin, (ed), Sejarah Tumbuh dan Berkembangnya Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia , Jakarta: Grasindo, 2011.
Nizar, Samsul, Sejarah dan Gejolak Pemikiran Pendidikan Islam, Potret Awal Timur Tengah dan Indonesia, Jakarta: Quantum Teaching, 2005. Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2010 Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, Jejak Perubahan dalam Konsep, Filsafat dan Metodologi Pendidikan Islam Era Nabi SAW Hingga Ulama Nusantara, Jakarta: Kalam Mulia, 2011. Sudrajat, Ajat, Etika Protestan dan Relevansi Kapitalisme Barat dengan Islam di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara, 1994.
Wahid (Ed.), Abdurrahman, Ilusi Negara Islam: Perluasan Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, Jakarta: Wahid Institute, 2009.
BIOGRAFI PENULIS