PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Identifikasi dan analisis gambaran dismenore yang dialami seorang wanita sebelum melakukan latihan dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam. Identifikasi dan analisis gambaran skala nyeri wanita saat dismenore setelah dilakukan latihan dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam.
Manfaat Penelitian
Sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang senam dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi dismenore serta memahami proses penelitian ilmiah dalam tinjauan pustaka yang sistematis.
Keaslian Penelitian
Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,000 yang berarti p > α, dengan nilai > 0,05 maka terdapat pengaruh pemberian senam dismenore terhadap penurunan nyeri pada remaja putri karena senam dapat memperlancar aliran darah dan menghasilkan hormon endorfin sehingga nyeri dismenorea dapat diatasi setelah remaja putri melakukan senam. Hasil dari penelitian ini adalah senam dismenore yang dilakukan secara rutin pada sore hari menjelang menstruasi pada setiap siklusnya dapat menurunkan tingkat nyeri haid. Hasil penelitian ini menunjukkan p < α (0,000 < 0,005), sehingga Ho ditolak yang berarti pemberian senam dismenore berpengaruh terhadap penurunan skala dismenore.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dismenore primer setelah mendapat terapi nafas dalam pada remaja di Asrama Putri Ma'Had Aly Sukorejo.
TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Hipotesis
METODOLOGI PENELITIAN
- Diagram Alur Penelitian
- Desain Penelitian
- Pengumpulan Data
- Analisa
Peneliti menggunakan Systematic Literature Review (SLR) yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam dalam menurunkan dismenore, sesuai dengan literatur yang diperoleh peneliti. Untuk mengetahui efektivitas teknik nafas dalam dan relaksasi terhadap dismenore di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik nafas dalam dan teknik relaksasi terhadap dismenore di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi relaksasi otot dan teknik relaksasi nafas dalam dalam pengobatan dismenore. O (Hasil): Diharapkan siswa dapat melakukan teknik relaksasi nafas dalam dengan benar untuk mengatasi dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas fisik dan relaksasi pernapasan terhadap penurunan intensitas nyeri saat menstruasi.
Pada tinjauan pustaka pada Bab IV ditemukan 4 temuan jurnal yang memberikan penjelasan efektivitas teknik relaksasi nafas dalam dalam menurunkan dismenore. Jurnal kedua menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan teknik relaksasi nafas dalam terhadap dismenore. Pada bab ini peneliti memberikan kesimpulan dan saran dari Penelitian Tinjauan Pustaka Sistematis yang berjudul “Efektifitas Latihan Dismenore dan Teknik Relaksasi Pernapasan Dalam dalam Mengurangi Dismenore”.
Yulita, dkk (2019) 'Pengaruh teknik relaksasi nafas terhadap dismenore', International Journal of Nursing and Midwifery. Konsultasikan video latihan dismenore dan teknik relaksasi pernapasan dalam sebelum membagikannya di YouTube lulusan terapan.
HASIL PENELITIAN
Diagram Prisma
Penelusuran artikel menemukan 402 artikel dari jurnal internasional yang mempunyai peringkat kuartil Q1 (nilai tertinggi) dan Q2 (nilai tertinggi kedua). Pencarian artikel diperoleh dari 4 situs yaitu situs Scimago, Google Scholar, IJSR (International Journal of Science and Research) dan IJNMS (International Journal of Nursing and Midwifery Science), kemudian diidentifikasi artikel duplikat dan beberapa artikel serupa. sehingga sisa pasalnya menjadi 196 pasal. Dari artikel-artikel tersebut, banyak artikel yang disaring atau dikecualikan karena judulnya tidak sesuai kerangka.
Hasil dari 7 artikel yang telah “dinilai kritis” ini merupakan temuan-temuan yang selanjutnya akan digali dan dipetakan untuk bab pembahasan.
Ekstraksi Data
6 Efektivitas aktivitas fisik dan teknik relaksasi pada dismenore primer pada pelajar / Susan, et.al / 2018 / IJSR. Keduanya (olahraga/aktivitas fisik dan teknik relaksasi pernapasan) sangat efektif dalam mengurangi intensitas nyeri saat menstruasi. 7 Pengaruh Senam Dismenore Terhadap Nyeri Haid Pada Siswa Kelas 8 SMPN 2 Kecamatan Sooko Mojokerto/.
Critical Appraisal
Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah: siswi yang menggunakan obat pereda nyeri untuk mengatasi dismenore - Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 207 siswi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang siswi penderita dismenore yang dibagi menjadi dua kelompok (kelompok relaksasi otot dan kelompok teknik relaksasi nafas dalam). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik nafas dalam dan relaksasi terhadap dismenore pada siswa SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental.
Tujuan penelitian adalah: mengetahui efektivitas aktivitas fisik dan meningkatkan kesadaran dalam pengobatan dismenore pada siswi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas perawatan diri dan pola hidup sehat khususnya aktivitas fisik seperti olahraga dalam menurunkan intensitas nyeri haid. Sampel dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi 15 artikel dengan uji coba terkontrol secara acak yang memenuhi syarat sehingga berjumlah 1681.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik merupakan pengobatan yang efektif untuk dismenore primer. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok (15 siswa yang melakukan senam atau aktivitas fisik dan 15 siswa yang melakukan teknik pernafasan dalam dan relaksasi). Hasil penelitian ini adalah keduanya (olahraga/aktivitas fisik dan teknik relaksasi pernafasan) sangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan dismenorea terhadap penurunan dismenorea pada siswi SMPN 2 Sooko Mojokerto. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 48 siswa.
Maping Literatur
Tinjauan pustaka ini memberikan penjelasan mengenai teori-teori yang dapat membantu menyelesaikan penelitian ini, yaitu efektivitas latihan dismenore dan teknik pernapasan relaksasi dalam dalam mengurangi dismenore. Sementara itu, jurnal ketiga menunjukkan bahwa aktivitas fisik seperti olahraga untuk dismenore dan peningkatan kesadaran sangat efektif dalam mengatasi dismenore. Terapi ini meliputi meditasi, dukungan emosional, kompres hangat, teknik relaksasi nafas dalam, hipnosis, yoga dan aromaterapi inhalasi.
Teori menurut (Kumalasari, 2013) menyatakan bahwa secara umum pengobatan dismenore yang efektif adalah dengan menggunakan pendekatan non farmakologi, antara lain dengan olahraga teratur, kompres hangat, istirahat dan pernafasan dalam, relaksasi. Hal ini dikarenakan menurut (Susan, et.al, 2018), relaksasi pernafasan dalam dapat merangsang produksi hormon endorfin yang berperan sebagai pereda nyeri alami. Pengobatan non farmakologi yang peneliti jadikan bahan penelitian adalah pengobatan dengan senam dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam, kedua teknik tersebut bermanfaat dan sangat efektif dalam menghasilkan hormon endorfin yang dapat mengurangi nyeri pada saat menstruasi.
Berdasarkan hal tersebut peneliti menyatakan bahwa jika senam dismenore dan teknik relaksasi pernapasan dalam digabungkan dalam satu gerakan saat berolahraga, maka dapat menurunkan kejadian dismenore secara efektif. Berdasarkan keabsahan penelitian, tinjauan pustaka dan tinjauan pustaka yang diperoleh peneliti, serta dari hasil konsultasi peneliti dengan guru senam, diperoleh kombinasi gerakan senam dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam sebagai berikut. Berdasarkan bukti hubungan studi literatur dengan tinjauan pustaka yang telah diuraikan peneliti di atas, maka hipotesis penelitian dapat terjawab bahwa “Latihan dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam sangat efektif dalam menurunkan dismenore.
Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan teori tentang senam dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi dismenore dan menjadi bahan bacaan bagi siswa pada khususnya sehingga dapat dijadikan sumber untuk melakukan penelitian selanjutnya. 2018) “Teknik relaksasi nafas dalam dan latihan pengencangan perut untuk mengurangi nyeri haid (dismenore) pada remaja putri”. 2018) 'Aktivitas fisik untuk dismenore primer: Tinjauan sistematis dan meta-analisis', Scimago Journal Ranking. Efektivitas Teknik Relaksasi Napas Dalam dan Metode Pemberian Coklat untuk Menurunkan Intensitas Dismenore pada Remaja Putri di SMK Swagaya 2 Purwokerto.
Ibrahimy (2015) 'Penurunan intensitas nyeri dismenorea primer dengan teknik relaksasi nafas dalam pada remaja', Jurnal Kebidanan, II.
PEMBAHASAN
PENUTUP
Kesimpulan
Dari berbagai jurnal yang ditemukan, penelitian ini secara efektif dapat mengidentifikasi dan menganalisis gambaran dismenore yang dialami seorang wanita sebelum melakukan senam dismenore dan teknik relaksasi pernapasan dalam. Dari berbagai jurnal yang ditemukan, penelitian ini mampu mengidentifikasi dan menganalisis secara efektif gambaran skala nyeri saat dismenore pada seorang wanita setelah melakukan latihan dismenore dan teknik relaksasi nafas dalam.
Saran
Bangkit dan lakukan aktivitas selanjutnya
Kerangka Teori
Kerangka Konsep
Diagram Alur Penelitian
Penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) yaitu sintesa studi literatur yang dilakukan secara sistematis, jelas, komprehensif, dengan cara mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi melalui pengumpulan data yang ada dengan metode pencarian eksplisit dan melibatkan proses tinjauan kritis dalam penelitiannya. seleksi penelitian (Annas, 2019). Tujuan dari metode Systematic Literature Review (SLR) adalah membantu peneliti untuk lebih memahami latar belakang penelitian yang menjadi pokok bahasan yang dicari serta memahami mengapa dan bagaimana hasil penelitian tersebut, sehingga dapat menjadi referensi untuk penelitian baru (Annas, 2019). Keuntungan menggunakan Systematic Literature Review (SLR) adalah memberikan ringkasan bukti bagi dokter dan pengambil keputusan yang tidak mempunyai banyak waktu untuk mencari bukti primer dalam jumlah besar dan meninjaunya satu per satu (Annas, 2019).
Data primer merupakan data yang diciptakan oleh peneliti untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan penelitian yang sedang dihadapinya. Data dikumpulkan oleh peneliti sendiri langsung dari sumber pertama atau tempat pertama kali obyek penelitian dilakukan. Hal ini dilakukan ketika peneliti melakukan studi pendahuluan dengan melakukan wawancara terhadap 10 siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Balikpapan Selatan yang mengalami dismenore. Data sekunder yang digunakan peneliti untuk menentukan jumlah siswi kelas VIII SMP Negeri 14 Balikpapan Selatan sebagai subjek penelitian untuk studi pendahuluan adalah dengan menggunakan Data Dapodik (Data Pendidikan Dasar).
Berdasarkan karakteristik populasi yang telah diketahui sebelumnya, peneliti memisahkan karakteristik populasi yang berbeda dan memasukkannya ke dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi merupakan kriteria atau ciri-ciri yang harus dipenuhi oleh setiap anggota populasi yang dapat dijadikan sampel. Jurnal nasional yang meliput konsep penelitian yaitu: senam dismenore, teknik relaksasi nafas dalam, nyeri haid (dismenore), dengan tahun terbit antara 2010-2020.
Kriteria eksklusi merupakan eliminasi atau dikeluarkannya subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi dari penelitian karena berbagai alasan (Notoatmodjo, 2012). Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah Jurnal Internasional dan Jurnal Nasional lebih dari 10 tahun terakhir (2009 dan sebelumnya).
Diagram Prisma
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara teknik relaksasi nafas dalam terhadap dismenorea di SMA Negeri Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. O (Outcome): Aktivitas fisik seperti olah raga dan jalan kaki serta manajemen psikologis seperti teknik pernafasan dalam dan relaksasi diharapkan dapat digunakan siswa untuk mengurangi dismenorea.