PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana pula dengan tafsiran Ahmad Must}afa> al-Mara>gi> tentang tabarruj dalam kitab tafsir al-Mara>gi>. Apakah kekhususan tafsiran Ahmad Must}afa> al-Mara>gi> tentang tabarruj dalam kitab tafsir al-Mara>gi>.
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara akademis dan praktis, yaitu sebagai berikut. Menambah wawasan dan memperkaya konsep tabarruj dan ornamen yang diperbolehkan dalam Al-Qur'a>n dapat memberikan wawasan tentang tafsir tabarruj menurut perspektif Ahmad Must}afa> al-Mara>gi>. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi dan tambahan bahan informasi awal yang penting bagi peneliti selanjutnya.
Tinjauan Pustaka
Skripsi Ilmu dan Tafsir Al-Qur'an, Muslih Muhaimin Seknun, 2018, dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berjudul “Eksploitasi Perempuan di Era Modern: (Kajian Analisis Tafsir Tabarruj dalam Al-Qur’an) ‛ Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa tindakan eksploitasi merupakan salah satu bentuk tabarruj modern.24 Sri Harini, Tabarruj on Women from Islamic Perspectives (Studi Tafsir Al-Qur'a>n), Skripsi Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 1995. 26Muslih Muhaimin Seknun, 2018, dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan judul “Eksploitasi Perempuan di Era Modern: (Kajian Tafsir Tabarruj Analitis dalam Al-Qur’an), Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018.
Metode Penelitian
Dari tinjauan pustaka di atas tidak ada yang sama dengan pembahasan yang akan diteliti karena peneliti membahas pengertian tabarruj menurut Ahmad Must}afa> al-Mara>gi>. Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data 28 Menyajikan data langsung langsung, yaitu data yang dijadikan sumber pertama penelitian. Dalam penelitian ini sumber atau rujukan utama penelitian ini adalah pertama sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an, kemudian kitab yang ditulis oleh tokoh atau mufassir sendiri yaitu tafsir al-Mara>gi>>, oleh Ahmad Harus }afa> al-Mara>gi >>.
Data ini boleh diperolehi daripada jurnal, internet, artikel, buku yang mengandungi tabarruj seperti Hak & Kewajipan Muslimah oleh Abdullah bin Jarullah al-Jarullah, atau literatur lain yang berkaitan dan menyokong penyelidikan ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan terjemahan al-Quran yang diperoleh dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Mengumpulkan ayat-ayat al-Quran berkaitan perbincangan tentang tabarruj dalam kitab tafsir al-Mara>gi>>.
Pengarang menentukan watak yang ingin dikaji dan objek masalah yang ingin dikaji iaitu tokoh mufassir Ahmad Must}afa> al-Mara>gi>, dengan tujuan kajian dikaji tentang tabarruj. 29. Uraian, pada tahap ini penulis akan memfokuskan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan objek kajian, yaitu ayat-ayat yang bertema tabarruj, kemudian menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an yang membahas tabarruj dan al-Mara>gi> ' diterangkan. pemikiran tentang tabarruj secara menyeluruh. Analisis, pada ketika ini penulis akan menganalisis pandangan Ahmad Must}afa> Al-Mara>gi>> tentang tabarruj yang diperoleh.
Maka akan didapati ringkasan pandangan Ahmad Must}afa> al-Mara>gi>> tentang tabarruj.
Sistematika Penulisan
TABARRUJ DAN KARAKTERISTIKNYA
- Pandangan Ulama Tafsir tentang Tabarruj
- Kategori Tabarruj
- Bentuk Tabarruj Khalqqiyah
- Bentuk Tabarruj Muktasabah
- Tabarruj Masa Jahiliyyah
- Bahaya Tabarruj Bagi Wanita dan Masyarakat
Menurut Wahbah az-Zuh}aili>, tabarruj orang jahiliyyah dahulu sebelum datangnya Islam, bentuk tabarruj jahiliyyah ialah sebagai wanita yang memperlihatkan bahagian tubuh seperti dada dan leher, seperti wanita bertudung dengan membiarkannya digantung dan terbuka tanpa diikat sehingga nampak leher, anting-anting dan rantai lehernya.35 Menurut Sayyid Sabiq tabarruj, mempunyai pengertian yang lebih khusus seperti: ‚Keluar wanita dari kesopanan dan penzahiran. Maksudnya: ‚Isha>q bin Ibrahim>m dan Usman bin Abu Shai>bah memberitahu kami (lafaz ini dari Isha>q): Jari>r memberitahu kami dari Mansyur, dari Ibrahim, dari Abdullah, dia berkata: ‚Allah melaknat orang yang bertatu dan orang yang minta ditatu, orang yang mencabut bulu mukanya dan orang yang meminta dicabut bulu mukanya, serta orang yang menabur giginya kerana kecantikan, yang mengubah Ciptaan Allah. .‛ Kemudian ucapan ini sampai kepada (Abdullah bin Mas'ud) seorang wanita Bani Asad yang biasa dipanggil Ummu Ya'qu>b, dia biasa membaca Al-Quran. Benarkah berita yang sampai kepadaku daripada kamu, bahawa kamu melaknat orang yang bertatu dan orang yang minta ditatu, orang yang mencabut rambut dari mukanya dan orang yang meminta supaya rambutnya dicabut dari mukanya, serta mereka yang bergigi kerana kecantikan yang mengubah ciptaan Tuhan?' Abdullah berkata: 'Bagaimana mungkin aku tidak melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah.
Jangan berhias dan jangan berlagak seperti jahiliyyah dahulu." Sedangkan Mujahid berkata, "Wanita selalu mendahului lelaki. 71 Abdullah bin Jarullah al-Jarullah, Hak dan kewajipan wanita Islam menurut Al-Quran dan Sunnah, (Jakarta: Pustaka Imam Ash-Syafi'i, 2005), hlm. Haris Zubaidillah, Hijab dan Tabarruj dalam Al-Quran, (Kalimantan Selatan: CV.Hemat Publishing, 2019), hlm.
Ini mengarah pada rangsangan erotis dan pakaian seksi, sesuai dengan keadaan orang yang sangat menyukai pandangan itu. 77. Membikin para pemuda beritikad buruk dan merusak akal budi akibat perilaku maksiat orang. Haris Zubaidillah, Hijab and Tabarruj in the Qur'an, (Kalimantan Selatan: CV. Hemat Publishing, 2019), hlm.
75 Abdullah bin Jarullah al-Jarullah, Hak dan Kewajiban Wanita Muslim Menurut Al-Qur'an dan as-Sunnah,.., hal.
BIOGRAFI TOKOH
Karya-Karya Ahmad Must}afa al-Mara>gi>
Al-Mara>gi> adalah salah seorang ulama yang menumpukan hampir sepanjang masanya untuk kepentingan ilmu. Tafsi>ir al-Qur'a>n al-Karim yang lebih dikenali sebagai Tafsi>r al-Mara>gi>. Tarikh 'Ulu>m al-Bala>ghah wa Ta'ri>f bi Rija>liha.
Al-Mara>gi> menguasai berbagai disiplin ilmu, seperti sastra Arab, tafsir, hadis, balaghah, akhlak, sejarah dan pendidikan.80 Dari sekian banyak karangan al-Mara>ghi, Tafsi>r al-Mara>gi> adalah yang paling terkenal di antara buku-bukunya, Tafsi>r al-Mara>gi> dicetak sebanyak 10 jilid dan didistribusikan ke negara-negara Islam di dunia. 80Fithrotin, “Metodologi dan Ciri-ciri Tafsir Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Kitab Tafsi>r al-Maraghi (Studi pada QS.Al-Hujurat: 9)”, dalam Jurnal Al-Furqan, Vol.1, No.2 , (Lamongan: Tarbiyatut Tholaba Islamic Institute, Desember 2018), hal. 81 Taufikurrahman, Sketsa biografi Ahmad Mustafa al-Maragi dan Tafsi>r al-Maragi, dalam Jurnal al-Fath, Vol.14, No.1, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2020), hal.5.
Tafsi>r al-Mara>gi>
- Latar Belakang Penulisan Tafsir al-Mara>gi>
- Metode dan Sistematika Penulisan Tafsir al-Mara>gi>
- Corak Tafsir al-Mara>gi>
- Sumber-Sumber Penafsiran Tafsir al-Mara>gi>
Dari segi metodologi, Tafsi>r al-Mara>gi> mengembangkan metode baru dalam menafsirkan Al-Qur'an. 88 Yuni Safitri Ritonga, ‚Metode dan Gaya Tafsir Ahmad Must}af> al-Mara>gi> (Studi Tafsi>r al-Mara>gi>),‛ (Karya Sarjana, Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim RIAU , 2014), hal. Sedangkan kitab Tafsi>r al-Mara>gi> memiliki gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, serta pembahasan tafsirnya disajikan dengan ilmu (sains) yang dapat mendukung pemahaman terhadap kandungan Al-Qur'a. > n.
Dalam Tafsi>r al-Mara>gi> ia tidak menyebutkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kisah-kisah sebelumnya dalam ayat-ayat tersebut. Sumber referensi tafsir Tafsi>r al-Mara>gi> adalah Jami' al-Bayaan fī Tafsīr al-Qur'ān. Menurut Abdurrahman Hasan Habannaka, Dosen Pascasarjana Ilmu Tafsir dan Ulum al-Qur'an Universitas Ummul Qura Mekkah, al-Mara>gi>.
Khoirul Hadi, “Keistimewaan Tafsi>r al-Mara>gi> dan Penafsiran Nalarnya,” dalam Jurnal Hunafa: Jurnal Studia Islamika, Vol. Al-Mara>gi> menjelaskan kata ( ُبْيِب َلاَجْلَا ) Al-Jala>bi>b adalah bentuk jamak dari. Al-Mara>gi> menjelaskan kata Ar-Ri>sy yang berarti pakaian sehari-hari atau hiasan.
Dalam tafsir al-Mara>gi> menjelaskan bahwa taberruji menunjukkan bagian-bagian tubuh wanita yang harus ditutupi. Karakteristik Tafsi>r al-Mara>gi> dan Penafsiran Nalarnya", dalam Hunafa Gazette: Journal of Islamic Studies, vol. Metode dan gaya penafsiran Ahmed Must}afa> al-Mara>gi> (Studi tentang Tafsi>r al-Mara>gi>).
Pandangan Ulama Mengenai Ahmad Must}afa al-Mara>gi>
TABARRUJ MENURUT AHMAD MUST{AFA AL-MARA<GI>
Analisa Penulis
Hal senada juga disampaikan oleh Quraish Shihab dalam tafsir al-Mis}ba>h yang mengatakan larangan memakai tabarruj bermaksud larangan menampakkan perhiasan yang tidak biasa diperagakan oleh wanita yang baik. An-Nu>r/24: 60 dalam tafsir al-Mara>gi> menjelaskan bahawa ayat ini membolehkan wanita tua atau wanita yang telah putus haid yang tidak mempunyai keinginan untuk berkahwin lagi. Begitu juga dalam tafsir al-Muni>r disebutkan bahawa tidak ada dosa untuk mereka menghapuskan.
Dalam tafsir al-Mis}ba>h, al-Biqa>'i menyatakan pendapatnya bahawa pakaian yang longgar menutupi tangan dan kakinya, manakala perintah untuk memanjangkan hijab menjadikannya longgar sehingga menutupi seluruh badan dan pakaian. 145 . QS.Al-Ah}za>b/33: 59 Orang-orang mukmin dan muslimah, terutama isteri-isteri dan anak-anak perempuan. Bentuk tabarruj yang lain seperti sengaja melembutkan suara lelaki pelik yang menggoda, mendedahkan perhiasan tersembunyi seperti gelang, gelang kaki, rantai dan anting-anting.
Negara Islam Bengkulu khususnya program pengajian Al-Qur'an dan Tafsir bagi mereka yang ingin melanjutkan pelajaran. Faridah, Tabarruj Semiotik dalam Al-Quran: Tafsiran QS.Al-Ahzab: 33, dan QS.An-Nur: 31 Perspektif Ferdinand De Saussure, Tesis Fakulti Ushuluddin, Universitas Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Metodologi dan Ciri-ciri Tafsiran Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Kitab Tafsi>r al-Maraghi (Kajian QS. Al-Hujurat: 9)‛, dalam Jhurnal Al-Furqan, jld.1, no.2.
Konstruk Metodologi Tafsi>r Moderne: Telaah Terhadap Tafsi>r Al-Manar, Al-Ma>ra>ghi>, dan Al-Misbah‛, dalam Jurnal Hermenutik: Jurnal Ilmu al-Qur’an dan Tafsi>r, Vo.10 , nr. 2.
PENUTUP
Saran