• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAKE HOME : EXAM EKONOMI REGIONAL

N/A
N/A
Jeky Putra

Academic year: 2023

Membagikan "TAKE HOME : EXAM EKONOMI REGIONAL"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

TAKE HOME EXAM

EKONOMI REGIONAL

OLEH:

JEKY PUTRA G2F122001

Diajukan sebagai Syarat Memenuhi Tugas Final Mata Kuliah Ekonomi Regional

PROGRAM MAGISTER PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI 2023

(2)

1. Jelaskan tiga landasan utama dalam mempelajari ekonomi regional. Gunakan ilustrasi yang memadai untuk mengulas jawaban saudara.

Jawab :

Ada tiga landasan utama yang penting dalam mempelajari ekonomi regional, yaitu (1) mobilitas faktor yang tidak sempurna, (2) keterbagian yang tidak sempurna, dan (3) mobilitas barang dan jasa yang tidak sempurna. Mari kita bahas lebih lanjut tentang ketiga batu fondasi tersebut:

1. Mobilitas faktor yang tidak sempurna: Mobilitas faktor merujuk pada kemampuan faktor produksi, seperti tenaga kerja dan modal, untuk berpindah antarwilayah dengan bebas. Dalam konteks ekonomi regional, mobilitas faktor yang tidak sempurna mengacu pada adanya hambatan atau keterbatasan dalam pergerakan tenaga kerja dan modal antarwilayah. Hal ini dapat disebabkan oleh perbedaan bahasa, budaya, regulasi, dan faktor- faktor lain yang membatasi atau menghambat mobilitas faktor produksi di antara wilayah-wilayah tersebut. Ketidaksempurnaan mobilitas faktor ini dapat mempengaruhi distribusi pendapatan, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Ilustrasi:

Bayangkan sebuah pulau kecil dengan dua desa, Desa A dan Desa B. Di Desa A, terdapat industri perikanan yang berkembang pesat, sementara di Desa B, terdapat sektor pertanian yang kuat.

Namun, mobilitas faktor produksi antara kedua desa tersebut tidak sempurna. Pekerja di Desa B memiliki keterampilan pertanian yang kuat dan terikat dengan tanah pertanian mereka.

Mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam bercocok tanam dan mengelola lahan pertanian. Namun, mereka mungkin tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang dibutuhkan dalam industri perikanan di Desa A.

Di sisi lain, di Desa A, terdapat peluang kerja yang tersedia di industri perikanan yang membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Namun, pekerja di Desa A mungkin tidak memiliki pengetahuan atau pengalaman dalam pertanian dan terikat dengan pekerjaan mereka di sektor perikanan.

Akibatnya, mobilitas faktor yang tidak sempurna menghambat pergerakan pekerja antara kedua desa tersebut.

Pekerja di Desa B sulit untuk beralih ke industri perikanan di Desa A karena kurangnya keterampilan yang diperlukan. Sebaliknya,

(3)

pekerja di Desa A sulit untuk pindah ke sektor pertanian di Desa B karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman dalam pertanian.

Dalam situasi ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan mobilitas faktor produksi antara kedua desa tersebut. Pelatihan dan pendidikan dapat diberikan kepada pekerja di Desa B untuk mengembangkan keterampilan dalam industri perikanan. Di sisi lain, pelatihan dan pengalaman pertanian dapat diberikan kepada pekerja di Desa A untuk memfasilitasi perpindahan mereka ke sektor pertanian.

Dengan meningkatkan mobilitas faktor yang tidak sempurna ini, pekerja dari kedua desa dapat dengan lebih fleksibel memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di sektor yang berbeda, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di kedua desa tersebut.

2. Keterbagian yang tidak sempurna: Keterbagian mengacu pada ketidakseimbangan atau ketidaksamaan dalam alokasi sumber daya dan aktivitas ekonomi di antara wilayah-wilayah.

Keterbagian yang tidak sempurna terjadi ketika beberapa wilayah memiliki keunggulan komparatif atau daya saing yang lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain dalam suatu sektor atau industri tertentu. Hal ini dapat menghasilkan ketimpangan dalam pertumbuhan ekonomi, kesenjangan pendapatan, dan kesenjangan pembangunan antarwilayah. Studi tentang keterbagian ini membantu dalam mengidentifikasi wilayah- wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal pembangunan ekonomi, redistribusi sumber daya, dan pengentasan kemiskinan.

Ilustrasi:

Bayangkan sebuah kota dengan dua wilayah, yaitu Wilayah Utara dan Wilayah Selatan. Di Wilayah Utara, terdapat sektor industri manufaktur yang berkembang pesat, sementara di Wilayah Selatan, terdapat sektor pariwisata yang kuat.

Namun, keterbagian yang tidak sempurna terjadi antara kedua wilayah tersebut. Wilayah Utara mungkin memiliki lebih banyak peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena industri manufaktur yang maju. Sementara itu, di Wilayah Selatan, sektor pariwisata mungkin menyediakan lebih banyak lapangan kerja dan pendapatan bagi penduduk setempat.

Namun, pendapatan dan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari sektor-sektor ini tidak tersebar secara merata di antara penduduk kedua wilayah. Pendapatan dan kesempatan kerja

(4)

mungkin lebih terkonsentrasi di Wilayah Utara, sedangkan Wilayah Selatan mungkin menghadapi kesenjangan ekonomi.

Hal ini bisa terjadi karena faktor-faktor seperti aksesibilitas, infrastruktur, kualifikasi penduduk, dan kebijakan pemerintah yang berbeda antara kedua wilayah. Misalnya, Wilayah Utara mungkin memiliki akses yang lebih baik ke jaringan transportasi, kebijakan investasi yang menguntungkan, dan akses ke pasar yang lebih besar, yang semuanya dapat meningkatkan keterbagian ekonomi.

Upaya diperlukan untuk mengatasi keterbagian yang tidak sempurna ini. Pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menerapkan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor pariwisata di Wilayah Selatan, seperti investasi dalam infrastruktur pariwisata, pelatihan keterampilan, promosi pariwisata, dan pengembangan produk pariwisata unggulan.

Selain itu, langkah-langkah dapat diambil untuk memperkuat konektivitas antara kedua wilayah, seperti pembangunan jaringan transportasi yang memadai dan memfasilitasi pertukaran barang, jasa, dan tenaga kerja antara wilayah tersebut.

Dengan meningkatkan keterbagian ekonomi antara kedua wilayah, pendapatan dan kesempatan kerja akan lebih merata, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di seluruh kota.

3. Mobilitas barang dan jasa yang tidak sempurna: Mobilitas barang dan jasa yang tidak sempurna mengacu pada hambatan atau keterbatasan dalam perdagangan dan aliran barang, jasa, dan investasi antarwilayah. Faktor-faktor seperti biaya transportasi, kebijakan perdagangan, perbedaan regulasi, dan hambatan non-tarif dapat mempengaruhi kemampuan wilayah- wilayah untuk saling berdagang dan berinteraksi secara efisien.

Ketidaksempurnaan mobilitas barang dan jasa ini dapat membatasi akses ke pasar, meningkatkan biaya produksi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi wilayah. Studi tentang mobilitas barang dan jasa ini membantu dalam merancang kebijakan perdagangan, infrastruktur, dan integrasi regional yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas wilayah-wilayah.

Ilustrasi:

Bayangkan dua negara, Negara A dan Negara B, yang saling berdagang. Negara A memiliki industri manufaktur yang maju dan menghasilkan produk elektronik berkualitas tinggi, sedangkan Negara B memiliki sektor pertanian yang kuat dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

(5)

Namun, mobilitas barang dan jasa antara kedua negara tersebut tidak sempurna. Produk elektronik dari Negara A mungkin sulit untuk masuk ke Negara B karena adanya hambatan perdagangan, seperti tarif impor yang tinggi atau regulasi yang rumit. Hal ini membuat produk-produk elektronik tersebut menjadi mahal dan sulit diakses oleh konsumen di Negara B.

Di sisi lain, produk pertanian dari Negara B mungkin juga menghadapi kendala dalam memasuki pasar Negara A. Mungkin ada persyaratan sanitasi yang ketat atau hambatan teknis lainnya yang membatasi akses produk pertanian dari Negara B ke pasar Negara A. Akibatnya, produk pertanian tersebut sulit untuk bersaing dengan produk sejenis yang diproduksi secara lokal di Negara A.

Kondisi ini menciptakan mobilitas barang dan jasa yang tidak sempurna antara kedua negara. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sektor-sektor tertentu.

Perusahaan di Negara A mungkin sulit untuk mengekspor produk elektronik mereka dan memperluas pasar internasional mereka.

Di sisi lain, petani di Negara B mungkin menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk pertanian mereka ke konsumen di Negara A.

Untuk mengatasi mobilitas barang dan jasa yang tidak sempurna ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan antara kedua negara.

Hal ini dapat dilakukan melalui perjanjian perdagangan bilateral atau multilateral, penurunan tarif impor, penyederhanaan regulasi perdagangan, dan harmonisasi standar sanitasi atau teknis antara kedua negara.

Dengan memfasilitasi mobilitas barang dan jasa yang lebih lancar antara Negara A dan Negara B, kedua negara dapat saling menguntungkan dari pertukaran barang dan jasa yang lebih efisien. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan keuntungan kepada konsumen di kedua negara dengan akses yang lebih baik ke berbagai produk dan jasa.

Dengan mempertimbangkan ketiga landasan utama ini,, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang ekonomi regional.

(6)
(7)

2. Jelaskan dan ulaslah tentang grafik/gambar di bawah ini.

Saudara harus mampu mengutarakan sebenarnya grafik tersebut ingin menjelaskan apa ?

Jawab :

Pada gambar diatas terdapat dua garis iso-outlay yang terkait dengan lokasi I dan J. Garis iso-outlay yang terkait dengan lokasi I ditandai dengan garis AA, sedangkan yang terkait dengan lokasi J ditandai dengan garis BB.

Jarak yang lebih pendek dalam pengangkutan input 1 ke lokasi I daripada ke lokasi J menunjukkan bahwa rasio harga input-input tersebut akan lebih besar di lokasi I. Dalam hal ini, kemiringan garis iso-outlay AA lebih besar daripada kemiringan garis BB. Kemiringan garis iso-outlay ini menentukan rasio input tertentu (x1/x2) yang digunakan. Pergerakan keluar sepanjang sinar dari titik asal seperti OR menunjukkan peningkatan penggunaan input dan tingkat output yang lebih tinggi.

Garis iso-outlay ACB merupakan garis pengeluaran-iso yang efektif. Garis ini menggambarkan kombinasi input yang optimal dengan mempertimbangkan keterbatasan pengeluaran dan substitusi input yang tidak sempurna.

Keputusan lokasi dan keputusan produksi saling terkait. Saat memilih kombinasi input yang optimal untuk mencapai tingkat output tertentu, perusahaan juga harus mempertimbangkan lokasi alternatif yang tersedia. Dalam gambar tersebut, garis Q0 merupakan isokuan atau kurva produk yang sama, yang menunjukkan kemampuan

(8)

perusahaan untuk mensubstitusi input dalam proses produksi. Setiap kombinasi input yang berada pada garis isokuan tersebut dapat menghasilkan tingkat output yang sama.

Dalam contoh ini, perusahaan dapat memproduksi tingkat output Q0 secara paling efisien dengan menggunakan rasio input yang diwakili oleh OR''. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi optimal untuk mencapai tingkat output tersebut adalah di J.

Dengan demikian, gambar tersebut menggambarkan bagaimana keputusan lokasi dan keputusan produksi saling mempengaruhi. Keputusan lokasi terkait dengan orientasi terhadap input x2, yang menunjukkan bahwa struktur tingkat transfer dan sifat proses produksi dapat menarik perusahaan menuju lokasi yang lebih dekat dengan input x2.

Dalam rangka meminimalkan biaya dan memaksimalkan efisiensi produksi, perusahaan perlu mempertimbangkan substitusi input, keterbatasan pengeluaran, dan orientasi lokasi yang optimal.

(9)

3. Jelaskan dan ulaslah tentang grafik/gambar di bawah ini.

Saudara harus mampu mengutarakan sebenarnya grafik tersebut ingin menjelaskan apa ?

Jawab :

Gambar di atas merujuk pada laporan tahun 1966 tentang laboratorium penelitian di wilayah Washington, DC. Gambar tersebut menjelaskan bagaimana pembukaan Beltway (digambar ditunjukan dengan garis hitam), jalan lingkar sepanjang 65 mil yang mengelilingi District of Columbia (ditengah gambar) sekitar 10 mil dari pusat, berdampak pada penjemputan bisnis penelitian di wilayah tersebut.

Jalan raya tersebut melewati kawasan berhutan (digambar di simbolkan dengan latar hijau) yang ideal untuk pembangunan sebagai kawasan industri, dan dilindungi oleh undang-undang zonasi perumahan yang ketat. Wilayah tersebut menjadi tempat yang disukai untuk fasilitas penelitian dan pengembangan karena industri R&D tanpa polusi adalah satu-satunya industri yang ditoleransi oleh penduduk yang sadar rumah di Montgomery dan Prince George di Maryland, serta di Arlington dan Fairfax di Virginia.

Akibatnya, lebih dari selusin perusahaan mendirikan fasilitas penelitian (digambar simbol titik biru/laboratorium komersial) mereka di dekat Beltway, termasuk di "kota baru" yang dipublikasikan di Reston, Virginia. Penguat lokal memprediksi bahwa penelitian di Beltway akan bersaing dengan Route 128 di Boston, dan prediksi ini terbukti cukup akurat.

Kesimpulan yang dapat diambil dari gambar diatas adalah bahwa penelitian dan pengembangan industri manufaktur, serta fasilitas penelitian lainnya, cenderung terkonsentrasi di pinggiran kota dan komunitas satelit wilayah metropolitan. Lokasi yang strategis dan

(10)

aksesibilitas yang baik menjadi faktor penting dalam pemilihan lokasi, seperti yang tercermin dalam contoh Beltway di wilayah Washington, DC.

Referensi

Dokumen terkait