HUBUNGAN DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS X SMA 1 PANTAI CERMIN
KABUPATEN SOLOK
Wengki Andika Putra, Zulfa, Juliandy Kurniawan Junaidi Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP PGRI Sumatera Barat
[email protected] ABSTRACT
The X grade of Pantai Cermin State Senior High School 1 SolokRegecy students discipline is kind of low, because many students that do not join the History subject, it will affect the students’ understanding that is left compared with the students that join the class.
This study intends to figure out the relation of learning discipline towards history subject learning result for the X grade students of Pantai Cermin State Senior High School 1 Solok Regecy. The type of this study is expose facto research with the correlational design. The study population is taken from all the X grade students of Pantai Cermin State Senior High School 1 Solok Regecy, consisted of 7 classes with the students sum 201 students. The sampling uses Taro Yamane term, so it gets the saple 67 students. The data is taken by giving the students forms at grade X of Pantai Cermin State Senior High School 1. Solok Regecy The data analyzing uses product moment correlation descriptive analyzing. The data analyzing result shows that there is the high relation between learning discipline towards the students’ learning result at X grade of Pantai Cermin State Senior High School 1` Solok Regecy, because it exists at the scale of 0,6 – 0,8. The relation direction is positive because the score of n is positive, means that if the discipline is getting high so the students’ learning result is better on the History subject. It can be concluded that there is the relation of learning discipline towards history subject learning result for the X grade students of Pantai Cermin State Senior High School 1 Solok Regecy.
Keywords: Learning Discipline, Learning Result, History Subject.
PENDAHULUAN
Pendidikan dikatakan berhasil apabila proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efesien. hasil belajar yang diperoleh siswa sesuai dengan tujuan pendidikan. Tetapi hal itu belum terwujud karena masih terdapat hasil belajar siswa yang kurang memuaskan.
Pada mata pelajaran sejarah siswa diharapkan mampu untuk selalu mengembangkan potensidiri yang dimilikinya agar hasil belajarnya juga bagus. Rendahnya hasil belajar sejarah
juga dipengaruhi oleh beberapa faktor- faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri dan yang berasal dari luar diri siswa, ataupun sistem lingkungan belajar yang terdiri dari berbagai komponen yang masing-masing saling mempengaruhi.
SMA Negeri 1 Pantai Cermin mempunyai komitmen untuk selalu meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya mengoptimalkan hasil belajar sejarah. Namun kenyataan yang terjadi hasil belajar sejarah yang dicapai siswa kurang optimal. Banyak diantara siswa
yang tidak tuntas didalam pelajaran sejarah, dapat dilihat pada table dibawah ini
Tabel 1. Rata Rata Nilai Semester Genap Sejarah Tahun Ajaran 2016/2017
Kelas Jumlah Siswa
KKM Ketuntasan Ya Tidak
XMIPA 1 29 75 4 25
XMIPA 2 29 75 2 27
XMIPA3 27 75 3 24
X IPS1 29 75 1 28
X IPS 2 30 75 2 30
X IPS 3 29 75 1 29
X IPS 4 28 75 0 28
Jumlah 201 13 191
Sumber : Dokumen guru Sejarah SMA Negeri 1 Pantai Cermin tahun 2016/2017 tanggal 13 Agustus 2017
Tabel di atas memperlihatkan hasil belajar sejarah siswa kelas X SMAN 1 Pantai Cermin yang masih beragam.
Berdasarkan data Absensi guru sejarah ketuntasan belajar yang diperoleh oleh setiap kelas masih rendah,yaitu untuk kelas X MIPA1 siswa yang tuntas dalam mata pelajaran sejarah yaitu 4 orang, siswa X MIPA 2 yang tuntas dalam mata pelajaran sejarah yaitu 2 orang, siswa kelas X MIPA 3 dalam mata pelajara sejarah yaitu 3 orang, siswa kelas X IPS 1 yang tuntas dalam mata pelajaran sejarah yaitu 1 orang, siswa kelas X IPS 2 dalam mata pelajaran sejarah yaitu 2 orang, siswa kelas X IPS 3 dalam mata pelajaran sejarah yaitu satu orang, dan siswa kelas X IPS 4 dalam mata pelajaran sejarah tidak ada yang tuntas. Jadi hanya ada 13 orang siswa yang
tuntas dalam ujian semester genap pada mata pelajaran sejarah semester ganjil tahun ajaran 2016/2017
Menurut Hamalik (2002:30) disiplin belajar adalah sikap patuh siswa untuk mengikuti semua ketentuan belajar dengan senang hati. Namun kenyataannya yang terjadi. Berdaasarkan hasil observasi penulis melalui buku absensi guru sejarah kelas X kedisiplinan siswa kurang optimal. Dari 16 minggu efektif dalam semester kehadiran siswa sangat beragam tercatat absen lebih menonjol disbanding siswa izin ataupun sakit, dapat dilihat pada table dibawah ini
Tabel 2. Absensi Belajar Siswa SMAN 1 Pantai Cermin
Kelas Jumlah Siswa
KEHADIRAN A I S Total
X MIPA 1 29 11 9 5 25
XMIPA 2 29 6 2 6 18
X MIPA 3 27 8 6 12 26
X IPS 1 29 12 3 6 21
X IPS 2 30 18 7 2 27
X IPS 3 29 47 3 3 53
X IPS 4 28 18 5 6 29
Jumlah 201 96 35 40 21 5
Sumber: Guru mata pelajaran sejarah SMAN 1 Pantai Cermin
Tabel di atas memperlihatkan rendahnya tingkat kehadiran siswa dalam mengikuti proses belajar. Banyak diantara siswa SMAN 1 Pantai Cermin yang tidak tuntas dalam mata pelajaran sejarah, banyaknya siswa yang absen di sekolah akan menyebabkan hasil yang kurang optimal dalam belajar, bagaimana kita
ketahui bahwa pendidikan itu penting, karena masa depan suatu bangsa tergantung pada generasi yang kita didik sekarang.
Banyaknya siswa yang tidak mencapai KKM juga dilatar belakangi oleh banyak faktor, salah satunya adalah disiplin belajar, dalam proses pembelajaran, disiplin belajar merupakan suatu masalah penting. Hal ini disebabkan karena dengan adanya disiplin siswa dalam belajar, maka pola belajar mereka lebih teratur dan terarah sehingga tujuan dari proses belajar dapat tercapai dan prestasi belajar siswa dapat diperoleh sesuai harapan. Tanpa adanya kesadaran akan keharusan melaksanakan disiplin dalam belajar maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dan siswa tidak akan memperoleh prestasi belajar yang maksimal. Jadi agar prestasi belajar siswa tinggi diperlukan disiplin belajar yang juga optimal. Disiplin belajar yang optimal tersebut bisa tercermin dalam berbagai aktivitas belajar siswa yang mampu mengendalikan dan mengarahkan dirinya pada prilaku yang taat, patuh, serta menunjukkan keteraturan dalam belajar yang dilakukan di rumah atau yang dilakukan ketika siswa di sekolah.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sukardi (2013:165)
merupakan penelitian dimana variabel- variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian.
Pada penelitian ini keterikatan antara variabel bebas dengan variabel bebas maupun antara variabel bebas dengan variabel terikat telah terjadi secara alami dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang terjadi menjadi faktor penyebabnya.
Lokasi penelitian dilaksanakan di SMA N 1 Pantai Cermin pada semester ganjil 2017/2018. Populasi yang akan di teliti yaitu seluruh siswa kelas X di SMA N 1 Pantai Cermin terdiri dari tujuh kelas dengan jumlah siswa 201 orang. Sampel penelitian diambil dengan rumus Taro Yamane, sehingga pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji normalitas dan uji korelasi.
Untuk menganalisis hubungan variabel bebas dengan variabel terikat digunakan teknik analisis korelasi Product Moment, dengan rumus
Rxy = n ∑ xy − (∑ x)(∑ y)
√{n ∑ x2− (∑ x)2}{n ∑ y2− (∑ y2)}
Keterangan
Rxy = Koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y
N = jumlah sampel
∑xy = Jumlah perkalian antara variabel x dan y
∑x2 = Jumlah dari kuadrat nilai x
∑y2 = Jumlah dari kuadrat nilai y (∑x)2 = Jumlah nilai x kemudian
dikuadratkan
(∑y)2 = Jumlah nilai y kemudian dikuadratkan
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Distribusi Data DisiplinBelajar (X) Data mengenai disiplin belajar diperoleh dari angket yang diberikan kepada siswa SMAN 1 Pantai Cermin, nilai terendah 115,0 sampai tertinggi 150,0 dan nilai rata-rata sebesar 134,4 dan standar deviasi 8,650. Analisis data terhadap hasil disiplin belajar didapatkan jumlah kelas sebanyak 7 dengan kelas interval 2. Hasil analisis menunjukkan responden yang memperoleh nilai rata-rata 10,45%, siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata sebanyak 38,81%, dan responden yang memperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 50,75%.
2. Distribusi Data HasilBelajar IPS (Y) Data tentang hasil belajar siswa kelas X SMAN 1 Pantai Cermin, diperoleh rentangan skor terendah 62,0 dan skor tertinggi 89,0. Dari analisis data didapatkan harga rata-rata sebesar 74,4 dengan standar deviasi 6,175
Analisis data terhadap hasil hasil belajar siswa kelas X, didapatkan jumlah kelas sebanyak 7 dengan kelas interval 3,8.
Hasil analisis data didapatkan
responden yang memperoleh nilai rata-rata 19,40%, siswa yang mendapat nilai di bawah rata-rata sebanyak 49,25%, dan responden yang memperoleh nilai di atas rata-rata sebanyak 31,34%.
3. Pengujian Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas
Uji Normalitas menggunakan uji Jarque Bera, didapatkan nilai JB = 84,821
> chi kudar yaitu 21,94, berarti normal.
b. Analisis Korelasi
Hasil analisis korelasi disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada kelas X di SMA N I Pantai Cermin (r) adalah 0,613, berarti rhitung> rtabel (0,613
>0,246). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tinggi antara disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada kelas X di SMA N I Pantai Cermin karena berada pada rentang 0,6 – 0,8.
Sedangkan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif, berarti semakin tinggi disiplin belajar, maka semakin baik hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Sejarah
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang tinggi antara disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada kelas X di SMA N I Pantai Cermin karena berada pada rentang 0,6 – 0,8. Arah hubungan adalah
positif karena nilai r positif, berarti semakin tinggi disiplin belajar maka semakin baik hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Sejarah.
DAFTAR PUSTAKA.
Abdul Majid. (2011). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Ahmand Susanto. (2013). Teori Belajar Dan Pebelajaran Disekolah Dasar.
Jakarta: Kencana.
A.S. Moenir. (2010). Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia.
Jakarta: Bumi Aksara.
Mulyasa. (2009). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor- faktor yang Mempengaruhinya.
Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta...
Suharsimi, Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Tihendradi.(2012). Step by Step SPSS 20
Analisis Data Statistik. Yogyakarta:
CV Andi Offset.