Harga Eceran Rp.15̲000,― Luar 8ali RP,18.000,‐
MAJALAH KEBUDAYAAN BALI
Edisi 238 0 2014
F
︐
国 噸 い °陶 制 艶 蜘
0
0 0
¨
―
。
●
●
SttGEHAN WONG― WONGAN
SIMBOL MIANUSIA ttIRUAN
Oleh: I Wayan Watra-UNHI
I Wayan Simpen AB (1985)
Nasi.=
Ajengon,nasi
kukus,nasi
tepeng, nasi bubuh, nasi kuning.Kamus
Besar Bahasalndonesia (I993)
Nasi adalah beras yang sudah dimasak (dengan cara ditanak atau dikuskus),kuning
nasikunyit; kunyit
nasi yang dimasak dengan santan dan diisi airkunyit supaya kuning. Nasi
gurih-ulam;nasi
putih
dengan lauk lalap mentah danbumbu.
Kata Wong samadengan
wwang artinyaorang,
dalam Kamus Bahasa Jawa lndonesia (1.Mardiwarsito,lg85).
KamusBesar
Bahasalndonesia (.l994)
orangartinfa manusia, orang-orangan
artinyatiruan orang, boneka, patung;
ditengah sawah dipegunakan untuk menakut-nakuti burung.Menurut
I Wayan Gosio Cakeping Agamaning Segeh (1991), yang dimaksuddengan
Nasi adalah Sege. "Sane moteges segegumanti ojengan
(nasi)ring
bahaso Bali, nanging sege sane mateges ajengan,ring roos Boli kasar, mokcihna
wenten bahasa osapuniki "Sesege" mateges ajengon, moteges nosi. Raos segehanpunika
kruna linganipun wantah
"Sege"polih
tengenon'hni yaning
kasambungdados
"Segeon, meweh antuke ngucapangring
cangkem, sue-kosuen ucapon segeanpunika
nyukti utawimolih
bahasapolih
sisipan ,,h,, roris kaucopon "segehan".Arti
bebasnya; ,,yangdisebut dengan "sege"
sesungguhnya adalah makanan (nasi) dalam bahasa Bali, tapi'sege'yang
disebut dengan makanan,itu adalah
bahasa kasar,seperti
contoh"sesege",
artinya
makanan,dan
makanaridisebut dengan nasi. Bahasa
"segehan"atauran
bahasanyaberasal dari
""Sege"mendapat akhiran "an" jika
digabungmenjadi
"segean'i susahuntuk
diucapkanmelalui mulut, lama-kelamaan
ucapan"segehan"
berubah atau lagi
mendapan sisipan"h'i sehingga
ucapannya menjadi"5egehan"
Kemudian dalam Buku
Kajeng KIiwon Kerinduan Kosmik Panca Mahabhuta Niken menjelaskan (2004) bahwa; Bantensegehan atau blabaran adalah
simbolisdari
PancaMaha Bhuta di
Bhuwana Alit(dalam hal ini ditubuh
manusia) berupanafsu-nafsu negatif yang
disimbolkandengan nasi
mancawarna (putih,
hitam,merah, kuiring).
Nafsu-nafsunegatif
inisering diistiIahkan dengan
"Bhuta Kala,!Misalnya saja warna merah adalah simbol
Edisi 238
.
2014|
5Majalah Taksu
daya nafsu amarah, warna
kuning
adalahsimbcl nafsu iri hati (ingin
diperhatikan,ingin mengungguli
orang lain, serta tidakmau mengakui kelebihan orang
lain).Warna
hitam
adalahsimbol
nafsu serakah (nrerampas hal<orang lain, mencuri
dan sebagainya).Warna putih adaiah
simbul kesuciari(senang pada perbuatan
yang baik,rnenolong
orang,memberi
seciekal-rcian sebagainya). Sedangkan
warna brumbunI
pembauran dari keempat warn,rtadi rrerupakan periambanq
gebur:ganclari keempat sifat-sifat negatif itll
tadi.Sedangkan bumbunya yaltu; bawang, jahe
dan
qaramyang
mentah. Jikabumbu
itu dimakantentu
akan mL.rasa;:edas. lnilahsimbcl dar! suatu
ranEsirnclirl. sehinggajika
rangsanganitu tidak
te rkendali, rnakasifat-sifat negatif itu cendrung
menjadi perbuatan yang berakibat tidak baik.Swami Sivananda
rnenjelaskan"Simbol-simbol yang mengarah ke
luardiperlLrkan
dan sangat bermanfaat,
bila cliparrclang dari sudut pandang yang benar.Anda akarr mendapatkan bahwa hal
itu memainkan perananyang penting
dalam kehidupan material,demikian
pula dalam kehidupan spiritual.Walaupun kelihatannyasangat
sederhanadan
remelr,tetapi
halitu
sangat ilmiah danefektif.
Pratima atau patung merupakan peng ganti. Gambar atau area pada sebuah pura, walaupun terbuatdari
batu, Kayu, kertasatau
logam sangat berharga bagi seorang penyembah, karena hal itu menandakan ada hubungan dengan yang disembah, Iuhan Yang Maha Esa atau manifestasi-Nya, Gamirar, area atau simbolitu
rnenggantikan sesuatu yang ia sucikan dan abadi. (1993).Dalam Lontar
Usada Kayutian dan Usada Budha Kecapi, dijelaskan oleh Ngurah Nala (2002), bahwa Dewi Parwati istri Dari Dewa Siwa sesunggulrnya sangat cantik,tetapi karena menyakiti anaknya
Sang6lEciisi23B.zo14
l-iyang Kumara, dengan mencairuti
dan
Kukunya,maka
dikutuklahmenjadi Dewi Dhurga
sebagai pengkuburan. Semenjak itulah
Dewi dengan amarah nya menyebarkan macam penyakit, seperti; 1) ^ Bake, ber hitam seperti manusia. Dia selalu berada trrenrak-sernak Can nruncul pada malarn terlrtama tengah malam.2).
Baki.berwujud manusia kate, berkepala berkulit putih pucat. Dia muncul pada si
irari,
terutama
padatengah
[:ari ,, (rtepet). Dia bertempat tinggal di
rui'nanusia yang kosong
tanpa
penghuni.Memedi,
berupa
nranusiadengan
rmerah seperti api,
kulit-merahMuncul
padawaktu tengah
hari.ini berterrpat tinggal di tanah
kosong, tegalan. 4). Popengkah, berwlrjuddengan perut gendut,
besar cian buMuncul pada siang hari maupun
nra hari. Diatingg.:l di
sembarang tempat.Raregek-tungge( berwr-rjLrd gadis
tetapi
punggLrngnya terbuka tanpa belakang dan tr-rlangiga (di
Jawa disundelbolong sehingga isi rongga
ddan perutnya tampak dari
belakang. Diabertempat
tinggal di
sernak-belukar,di
air rerjun, dekat danau, sumur, payau, kuburan.Sering muncul pada rnalam lrari. 6). Samor,
berbentuk
r-nanusiatetapi tanpa
lekupada bibir atas. Berdiam disemak-semakdan muncul pacla sore hari. Biasanya berkumpul
menjadi satu keluarga seperti
rnanusia, sehingga sering disebLrtwong
samar, danhidup
seperti rnanusia,tetapi tidak
dapatdilihat oleh manusia.
Sewaktu-waktujika dia
berkehendakagar dapat
dilihatoleh
manusia,dia akan
memperlihatkandirinya dan bergaul dengan
manusia. Di Bali dipercayai bahwa samarini
mayoritasbertempat tinggal di daerah
Pulaki, Buleleng. Pada umumnyawong
samar inibersifat baik.
7). Tonya,berwujud
sepertimanus yang r
:inggi
besar,berdiam di
Pohon angdan
besar. Paling disenangi diam padapohon
berinqin,bunut,
kepuh,rangdu dan
sejenisnya. Tonyaini
jarangpernah pergi jauh
daripohon tempat
tinggalnya. Sering muncul pada malam hari, jaranq pada siang hari.'Diawali dari terjadinya
kekacauanalam semesta di bumi iniyang mengganggu
ketentraman hidup yang lainnya
akibat darigodaan-godaan bhuta kala itu, seperti:Gempa,
Gunung Meletus, Anqin
ToPan,Banjir dan Tanah
Lonsor, Meningkatnya panas bumidan air laut naik, akbit gumpalan es mencair. HyangWidhi
Wasaiuga
telah menurunkan Hyong Trimurti,yaitu
Korsikasebagai Dewa lswara, Gargha
sebagaiDewa
Brahmadan
KurusYa,Yaitu
Dewa Wisnu untuk membantu manusia agar bisa selamatdari
godaan-godaanpara
bhutakala itu. thatara lswara menuntun
dan mengajarkan manusiamembuat
sesajen-sesaien untuk penyucian
(menetralisir) pengaruh-pengaruhbhuta
kala, sehingga mulailah tim bul banten Caru. Hyong Trimurtibeliau berubah rupa menjadi
pendetayang mengajarkan dan
mengantarkan permohonan manusia untuk melaksanakanupacariHlpacara keagamaan
menujupada keharmonisan antara lahir dan batin'
Dalam pengamalannya beliau
bersama- samadengan
manusia menyucikan alam semestaini
dari gangguan Bhatari Durgha dan Bhatara Kala serta para bhuta kala yang lainnya, melalui penyelenggaraan upacara bhutayadnya.lWayan
Gosio menguraikan bahwa datam Agamaning Segeh, bahwa;Raris
I CorurSanok
lesu,apon tan
ketowur olih- olihan sone dumun, punika mawinan wenten anak sitri sanejagi
ngamedalang oka nemu kowehan.Yening astiti bokti
ngaturangsegehan, rikelaning
punika I
Catur Sanak ngamong makaiiwa
pramananI
Monusa,Eciisi23B
.
201.417
Majalah Taksu
rn aj al a ra n antuk a ny u kt i, I u r r n i a : 1 ). Ye rt Nyom ngaran
I
Sang Anggepati, masurupan ring kulit, pewayangania katon kadigulem, kadikukus, kadi damtth kamaretas dadi dewoning Sang ngentptt Gumi punika kawisesania, 2)' Getih ngaran Sang Meraiapati masurupan
maring getih, pewoyangania katon
kadigeni, kadi gunLtng, kadi marga beneng, dadi Dewa-ning Lebuh,
punika
kawisesania' 3)'Ari-ari
ngaran Sang Banaspati nasurLtpanring
isi, pewayangsnia katon kadi regal, kadi abian, kadi angin,dadi
Dewaning Karang, punika kawisesania, 4).Lamos ngaran 5dn9Banaspati Raia masurupan ring
uwat, pewayan gan n i a katon kad i Ta nya, kadi Wong 5an-tar, dadi Dewaning tLlksti kiwit lan tengen, punikct kawisesania. Yensird elirtg
rinag pasumayantur meta\luran,
\tenanq sarwatinttduh
sekarna-kanta,tlyoga sotru
ring rahina muang wengi,yan
sira lipie muang nitia ring pasumayan utawi maderbe utang, matemrthan meseh magawe ru9, masueupdnring
angga sarira, muang ntasttrupan ring sekala, ngcwentenan sarwa kalik, bebutan, gageringan,satah
beda, koos, boros, rugedan ngamuk, tan prasida
katandingan,ontuk sorwa lelandep, nanging
wenangkapupug clening caru muah
olih-olihan menakadi segehan. Cakeping Agarnaning Segeh (Gosic,1991).Arti bebasnya; I Catur Sanak menjadi iemas, sebab tidak diberikan upah seperti perjanjia nya d r,rlLl, itulah sebabnya seoran g
ibu suiit
ketika rnelahirkan anaknya' Kalaudia ihklas membayar hutangnya
dengan mempersembahkan segehan, pada saat ituI
Catur sanakakan
menjaga keselamatanroh si
cabang bayi, seperti; 1). Yen Nyomnamanya I
Sang AnggePati, menyatudengan kulit, dia akan nampak
sepertirnendung, seperti
kukus,seperti
embunkamaretas menjadi dewa
penyemalatAlam, itulah
keistimewaannya,2)'
Darahyang disebul Sang Meraiapati
menyatufl
I Edisi z.ru.
'2014dengan darah, wujudnYa akan
namPak seperti api, sepertigunung,
seperti jalan lurus, menjadi Dewa ditengah pekarangan, itulah keistimewaannya. 3). Ari-ari namanya Sang Banaspotimenyatu menjadi
daging, wujudnya seperti ladang, seperti hamparan ladang, seperti udara, menjadidewa dalampekai"anganan, itulah
keutamaannya, 4)' t.antasdisebut dengan Sang
BanaspatiRaja
menyatu dalam
urat-urat, wujudnyan,irrpak seperti "Tonya'i seperti
"Wong Sarnar"(orang tidak nampak)
menjadiDewanya Taksu berbuat positif, dan taksu
berbuat negatil itulah
keistimewaannya'Jika kita ingat dengan perjanjian
ituclan membayarnya, boleh
diperintahsesuai clengan keinginan,
untuk
menjagamusuh pada setiap hari maupun
malam,jika kita lupa dan tidak mau
membayar hutang tersebut, semuaitu
akan berbaliknrenjadi musuh, dan membuat
hancurmasuk kedalam tubtrh manusia,
Padaduia nyata yang
menyebabkan berbagaikegelapan dan penyakit; hidup
serbakekurangan, selalu
mengalami
kesalahan,kocs (uang
irabistidak tahu untuk
apa),boros (membeli barang yang tidak
kitabutuhkan), rug (mengalarni
kehancuran) edan ngarnuk (menjadi gila yang merusak dan membr:r-ruh),ian
prasida katandingan (tidak ada yang bisarrengalahkan),
antuksarwa lelandep (iuga tidak akan
bisadibunuh
ciengarr betrda tajaln),tetapi
bisa clilakukan ciengan mempersembahkan caru"Nasi Wong-lVongan" atau "Segehan"
Menurut lWaYan SukaYasa, (Dosen Pascasarjana Unhi) menjelaskan bahwa nasi wong-wongan adalah, nasi
yang
berwanaputih yang
dipergunakan sebagai sarana Segehanuntuk memohon
kesembuhanbagi
orang yangtertimpa
penyakit, akibat"Blick
Magic'i Dengan mempersembahkan segehantersebut
diharapkanorang
yang tertimpa penyakit, dapat sehat seperti sediakala.
I Ketut Mona, (dari
Bajra-Tabanan), yang pernah
melakukan"Caru Angkus" dalam
Pekarangan,dengan mempergunakan nasi
wong-wongan. Carunya
cukup
besar, yang juga menggunakanbinatang Anjing,
termasuk didalamnya "Nasi Wong-Wongan"' Sebelum melaksanakan caru, dalam pekarangannyakeluarga sering mengalami
sakit-sakitan, pernahterjadi
ceceran darah, uga pernahterjadi bunuh diri dan
pembunuhan'Setelah dilakukan, "Caru Angkus"
maka sampai sekarangkelaurga
berada dalamkeadaan, sehat dan harmonis.
Salah satu dari sekian
banYakpangelukatan mantram adalah
sepertisebagai
berikut; "Ong
lukat ira Bhuta Kala Dengen, Sumurupring
Bhuta Kalika, lukatiro
Bhuta Kalika, sumurupmaring
Bhucari Durgha, Lukatira
Bhatari Durgha Sumurupring Bhotari
Uma,Lukat ira Bhatari
Uma sumurupmaring Bhatara
Guru,Lukat
ira Bhatara Guru sumurup maring Sang Hyang Tunggal,Lukat ira Sang Hyang
Tunggal sumurup maring tan paharah, siraiuga
tanpasangkanyo, sira iuga paranya, sida kalukat mola popo pataka kabeh.
Ong Ang Ksama samPurna
Yanamahi
Da ri ba it-bait manlr am pc n gl u kat a n Kala tersebut
di
atas menunjukkan bahwa dengan melakukan panglukatan ini adalahmembersihkan kekuatan negatif
yangbersifat merusak,
daritingkat
paling bawah,yaitu
Bhuta Kala Dengen,setelah
dilukatberpindah ke Bhuta Kalika,
kemudian setelah dilukat berpindah ke th a cari Du rgha, setelahdilukat
berpindah ke Bhatari Uma, setelah dilukat berpindah ke Bhatara Guru, setelahdilukat berpindah
ke Sang HyangTunggat, setelah
dilukat berpindah
ke tan paharah,menjadi tidak menentu,
artinya siapapun yang dilukat akan mencapai sehatdan sernpurna"
Dari r.rraian di atas riaSrat disirr;:l';lkarl bahwa, kala nasi ialarrr b,:hasa Baii drsebili Ajengan, mal(ana!l yang ditanak,
di
kuius, adayairg di
campurair :aja,
disebtrt nosi tepeng, clan nosi k.urtirigatau kunyit,
irasi yang dir-nasak dengan santan sett.r :rii:;i airkunyit
supaya berwarnakuning p,rr'
rl;ga yang disebut dengan rtasi gurih-r:i.
, r',r5i putih dengan lauk !alap mentah datr h'. rrrl-lu.Kala
Wong samadengan wwang lrrinya
orang, orJrtg ;irtirrya manusia,
orarrg- orangan artinyatiruan
orang, boneka, dan patung. Sesunggultnya nasi-wong-wonganterdapat dalam
"caru"yang disebut
sege.Sege adalah makanan (nasi) Calam bahasa Bali, termasuk bahasa kasar, bahasa sege mendapat akhiran
"an" menjadi
"segean'i kemudianmendapat
sisipan"h'i
menjadi"segelr.rn'l J,tdt segehon nasi wong-wongan aclalah
simbol
tnanr:sia tiruan,yang
pakaipersernbahan metrolak bala
(penyakit)sehingga mertjadi waras, clan
jugadipergunakar.r dalam caru'Angkus" sebagai persembahan
penggallti
manr:sia, ketika mengalami sal<it yang tidak berkesr-tdahan,akibat pernah terjadi pembunuhan
pada pekarangan, bunuh cliri atau ceceran darah manusia. Demikianjuga
ketika ada orang sakti (Balian),yang
melakukan perbuatan negatif atas suruhan orang,maka
roh-nya (yarrgdisakiti) sudah
dipersembahkan ke Rajapati (Dewi Dhurga),oleh orang
yangmenyakitinya. Dal.tm
penyembuhannyaharus menggunakan Segehan
Wong'Wongan,
yang berwujud
manusia tiruan,sebagai pengganti orang yang
hendakdisakiti
ataudibunuh
secara magik. Maka yang melaksanakan persembahan tersebut akan mengalami, waras dan sehat.r-*/'Eclisi23B
. 20141 I