• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tambang Bawah Tanah 12 - Cut and Fill rev03

N/A
N/A
Ahmad Ryan Hanafi

Academic year: 2025

Membagikan "Tambang Bawah Tanah 12 - Cut and Fill rev03"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

METODE CUT AND FILL

PERTEMUAN KE 11

METODE TAMBANG BAWAH TANAH Rochsyid Anggara, S.T., M.T.

Dian Eka Aryanti, S.T., M.T.

Surya Prima Sudibyo, S.T., M.T.

(2)

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu:

• Memahami dan menjelaskan metode cut and fill stoping

(3)

Pengertian Cut and Fill Stoping

Metode Penambangan dengan Penggalian dan Pengisian

Kembali.

Teknik penambangan di mana ruang yang digali kemudian diisi kembali untuk stabilitas.

Diterapkan pada Endapan Bijih Bernilai Tinggi

Metode ini sering digunakan pada bijih bernilai tinggi karena meminimalkan dilusi.

Biasanya menggunakan material isian seperti tailing

Setelah penggalian, ruang diisi dengan material tailing atau

(4)

Kondisi Geologi Cut and Fill Stoping

Ketebalan Bijih antara 1-6 meter.

Endapan bijih untuk metode ini biasanya memiliki ketebalan sedang hingga besar.

Endapan Mendatar dan Cukup Tebal

Metode ini lebih efektif untuk endapan yang mendatar dengan ketebalan yang cukup.

Endapan Keras dengan Induk Batuan yang Tidak Terlalu

Kuat

Batuan induk yang tidak terlalu kuat dapat ditopang oleh pengisian kembali.

(5)

Kelebihan Cut and Fill Stoping

Ventilasi mudah diatur

Karena tambang diisi kembali, sirkulasi udara lebih mudah diatur.

Dilusi minimal

Dengan metode ini, pencampuran antara bijih dan batuan induk dapat diminimalkan.

Dinding antar stope lebih tipis dibanding metode lain

Struktur tambang dapat dibuat lebih ramping karena ada dukungan dari material pengisi.

(6)

Kekurangan Cut and Fill Stoping

Membutuhkan banyak material filling

Proses pengisian ulang ruang yang digali memerlukan material dalam jumlah besar.

Memerlukan pekerja tambahan untuk proses filling.

Tambahan tenaga kerja diperlukan untuk menangani pengisian ulang.

Membutuhkan banyak air untuk mencampur material filling Campuran isian sering membutuhkan air dalam jumlah besar, terutama untuk membuat pulp.

(7)

Overhand Cut and Fill

Dimulai dari bawah ke atas

Penggalian dimulai dari bagian paling bawah endapan bijih dan bergerak ke atas.

Metode ini cocok untuk endapan vertikal

Overhand Cut and Fill efektif untuk endapan yang memiliki kemiringan besar.

Mengurangi tekanan di atas bukaan

Karena dimulai dari bawah, tekanan di atas dapat berkurang seiring proses berlangsung.

(8)

Underhand Cut and Fill

Dimulai dari atas ke bawah

Pada metode ini, penggalian dilakukan dari bagian atas menuju ke bawah.

Cocok untuk endapan datar atau horisontal

Metode ini efektif untuk endapan yang memiliki posisi horisontal atau mendatar.

Memudahkan akses pada level atas

Karena dimulai dari atas, penambang lebih mudah mengakses bagian-bagian atas.

(9)

Proses Filling dalam Cut and Fill

Material filling berupa tailing atau campuran semen

Material pengisi sering kali berupa tailing atau campuran dengan semen untuk kekuatan tambahan.

Filling membantu stabilitas tambang

Pengisian kembali diperlukan untuk menjaga stabilitas tambang setelah penggalian.

Filling dilakukan setelah penggalian di setiap stope selesai Proses filling dilakukan secara bertahap setelah setiap bukaan ditambang.

(10)

Peralatan dalam Cut and Fill

Jumbo Drill untuk pengeboran

Excavator digunakan untuk menggali dan mengangkat material bijih dari bukaan tambang.

Front shovel untuk memindahkan material

Alat ini membantu dalam memindahkan material hasil galian ke tempat pengisian atau pengangkutan.

Dragline dan shell untuk penanganan bijih

Peralatan ini berfungsi untuk menangani dan memindahkan bijih dengan volume besar di dalam tambang.

(11)

Sistem Ventilasi Cut and Fill

Ventilasi lebih mudah dikontrol.

Bukaan yang diisi kembali memungkinkan pengaturan sirkulasi udara yang lebih efisien.

Sistem ventilasi untuk membuang gas

Ventilasi diperlukan untuk mengeluarkan gas berbahaya dari area tambang.

Ventilasi menjaga kualitas udara.

Sirkulasi udara memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para penambang.

(12)

Penyangga dalam Cut and Fill

Penyangga aktif seperti rock bolt.

Rock bolt dipasang langsung pada batuan untuk menambah kekuatan dan stabilitas dinding tambang.

Penyangga pasif seperti cribbing

Cribbing atau penyangga pasif digunakan untuk menopang batuan yang berisiko runtuh.

Penyangga beton untuk memperkuat dinding

Penggunaan beton memberikan dukungan tambahan pada dinding tambang, terutama di area yang lemah.

(13)

Jenis Material Filling yang Digunakan

Tailing sebagai material isian.

Proses pengeboran dilakukan sebelum peledakan untuk menciptakan bukaan pada bijih.

Campuran semen untuk memperkuat pengisian

Semen ditambahkan pada filling untuk menambah kekuatan, terutama di area dengan tekanan tinggi..

Loading and Hauling

Bijih yang sudah dihancurkan diangkut keluar dari tambang untuk diproses.

(14)

Keamanan Kerja dalam Cut and Fill

Protokol keselamatan ketat untuk pengeboran

Setiap tahap pengeboran harus mematuhi protokol keselamatan guna mencegah kecelakaan.

Pengawasan saat peledakan

Peledakan di area tambang memerlukan pengawasan yang ketat untuk melindungi pekerja.

Pembatasan akses selama filling

Hanya personel dengan APD lengkap yang diperbolehkan di area filling untuk mencegah kecelakaan.

(15)

Perbandingan Cut and Fill dengan Metode Lain

Lebih fleksibel mengikuti bentuk endapan.

Cut and Fill memungkinkan penambangan yang lebih fleksibel, mengikuti bentuk dan kontur endapan.

Dilusi lebih rendah dibandingkan dengan metode lain

Dilusi bijih lebih rendah, sehingga kualitas bijih yang ditambang tetap terjaga.

Biaya lebih tinggi akibat kebutuhan material filling

Meskipun efektif, metode ini membutuhkan biaya tambahan untuk pengisian kembali.

(16)

Kelebihan Cut and Fill Stoping

Cocok untuk bijih dengan nilai tinggi

Metode ini efektif untuk bijih bernilai tinggi karena hasil yang murni tanpa banyak dilusi.

Mampu menahan tekanan batuan dengan baik

Pengisian kembali memberi dukungan pada dinding tambang, menjaga kestabilan.

Memungkinkan penggalian di area sulit

Cut and Fill cocok untuk endapan bijih di area yang berisiko runtuh.

(17)

Kekurangan Cut and Fill Stoping

Biaya operasional tinggi

Material filling dan tenaga kerja tambahan meningkatkan biaya operasional.

Membutuhkan waktu lebih lama karena pengisian ulang

Proses pengisian kembali memakan waktu, sehingga laju produksi lebih lambat.

Perlu banyak air untuk campuran isian

Campuran filling membutuhkan air, yang mungkin sulit diakses di beberapa lokasi tambang.

Referensi

Dokumen terkait