• Tidak ada hasil yang ditemukan

TASKHI>R DALAM AL-QUR’AN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TASKHI>R DALAM AL-QUR’AN"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tugas-tugas dalam Al-Qur'an dengan menggunakan rumusan masalah sebagai berikut :. Banyak fakta ilmiah yang diungkap dalam Al-Qur'an melalui setiap makhluk-Nya.

للّ

Allah telah menundukkan alam semesta kepada manusia untuk menaati-Nya, namun manusia hanya bisa tunduk kepada yang menundukkan alam semesta, bukan kepada yang menundukkannya. 12. Penyerahan alam semesta kepada manusia bukan hanya untuk dinikmati seluruh kemampuannya, tetapi juga sebagai sarana agar manusia dapat mengkaji dan mendalami serta menjalin hubungan harmonis dengan alam semesta.

وٱَّ ى

هِر أِةۦَّ

اٍَ صل

ةٱ

سا لن

فوُءَرَل

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Batasan Penelitian
  • Telaah Pustaka
  • Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian
    • Data dan Sumber Data
    • Teknik Pengolahan Data
    • Teknik Analisis Data
  • Sistematika Pembahasan
  • Tafsir Tematik (Mauḍū’i)

Penelitian ini meliputi analisis semantik terhadap ayat-ayat khalifah, padanan kata dan ciri-ciri khalifah dalam Al-Qur'an. Dalam jurnal Al-Qur'an dan Konservasi Lingkungan: Kajian Ayat Ekologi karya Dede Rodin.

ٱيِلَّ

Secara linguistik, taskhi>r berasal dari akar kata sakhkhara-yusakhkhiru-taskhi>ran yang antara lain berarti memperbudak (dzallala), memaksa (qahara), menguasai (sallatha) dan mempekerjakan tanpa imbalan,10 untuk keuntungan dan kemaslahatan. oleh pihak lain..

م صل

وٱ

رٍَ لث

كا

شل

رآَ لن

ةقايسىلإ

ارهقرخسملاف

ضيقملالعفلل

رآَ لن ٱ

مآَِح

في

يِّرل َّٱ

باَد صل

Sakhar tidak selalu berarti ketundukan sebagai kemaslahatan kepada manusia, sakhar juga dapat berarti ketundukan yang dimaknai sebagai wujud kekuasaan Tuhan.15 Dalam Q.S.

لاَ َلّ

زاَج

ثَيِواَخ

للّ َّٱ

Menurut sebagian ulama, yang dimaksud dengan berserah diri adalah alam dan benda lain mengikuti segala bentuk aturan Allah SWT. Sedangkan menurut Ma> Jid “Irsa> n al-ki> la> ni>, yang dimaksud dengan konsep al-Taskhi> r (ma'na> al-Taskhi> r) adalah: 21.

ريخستلاةغل

هاىعم

امأ

نأ

ناسولإانم

مادختسازهاظم

نىكلايف

ةعفاهناسولإل

تلااجمهثايح

ةفلتخملانود

همدًل نمثلله

Ayat-ayat Taskhir dalam Al-Qur’an

Penggunaan past tense pada kata sakhkhara/ ditundukkan sebagai isyarat bahwa penyerahan sudah lama selesai dan tidak mengalami perubahan atau perubahan apa pun.2 Istilah ini disebutkan enam belas kali dalam tiga belas ayat, yaitu Q.S. Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan untuk rezeki Anda dengan air hujan itu; dan Dia menundukkan bahtera itu kepadamu agar dapat mengarungi lautan sesuai dengan kehendak-Nya, dan Dia menundukkan sungai-sungai kepadamu. Dan Dia (juga) menundukkan kepadamu matahari dan bulan yang senantiasa beredar (pada orbitnya); dan menundukkanmu siang dan malam.

Kata sakhhara dalam ayat ini diartikan menundukkan sesuatu agar mudah dimanfaatkan oleh pihak lain untuk memperoleh manfaat.5 Dalam mengungkapkan penaklukan alam kepada manusia, Al-Qur'an selalu mengungkapkannya dengan disertai huruf lam, baik dalam bentuk bentuk lakum6, lana7, atau lahu>8 .

مُٔججلن

Artinya alam semesta, khususnya bumi dan segala isinya, diciptakan Tuhan bukan hanya untuk satu masyarakat atau untuk generasi tertentu, tetapi untuk semua masyarakat dan generasi sepanjang masa.11.

نآَ

يَحاَءاَِ

ر خَشَواَُ

واَدۥََّد

لاَت

ر خَشاََُّ

ةٱ َََّ

ر خ َصَفاََُّ

حيِّرل َّٱ

وُداَر َ أ

اوُدًِخ ُ أ

أُكوُذَو

باَذَع

قيِر ل

لاََِح

اٌَِداَُْؤ

لاَ َلّ َّ

Dalam riwayat Abi Hatim dan Ibn Mardawaih dijelaskan dengan susunan riwayat yang baik dan disambung oleh Ibn Abbas, katanya: “Kaum Quraisy berkata kepada Rasulullah SAW: Mintalah kepada Allah SWT supaya memasukkan bukit Shafa dan Marwah ke dalam. untuk menukar emas supaya kita dapat membuat bekalan untuk menghadapi musuh kita, Aku akan memberikan apa sahaja yang mereka minta, tetapi jika selepas itu mereka ingkar, Aku akan mengazab mereka dengan azab yang tidak pernah diturunkan kepada manusia.

Dari kisah tersebut, kaum Quraisy menyadari bahwa Allah SWT yang mereka sebut sebagai Tuhan Nabi Muhammad (SAW) mempunyai kemampuan untuk mengubah segalanya, termasuk mengubah Gunung Uhud menjadi emas.

تُيۥ

ريِرَخ َّ

كَراَتَت

جبَر

Penafsiran Mufassir tentang Taskhi>r

Dalam pandangan Islam, hubungan segitiga antara Tuhan, manusia dan alam digambarkan dalam tiga gagasan pokok berdasarkan konsep tauhid. Artinya alam dan manusia ada karena ada yang menciptakannya yaitu Allah SWT.27 Kedua, alam diciptakan Tuhan dalam suatu tatanan yang teratur dan dinamis. Oleh karena itu, segala sesuatu yang ada di alam berpusat pada kuasa dan kendali Tuhan, baik secara langsung maupun melalui hukum alam yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Sedangkan manusia dan alam adalah ciptaan yang sama.28 Taskhi>r merupakan bentuk penaklukan dan penyerahan alam dari Tuhan kepada manusia agar dapat dijadikan lengan panjang atau khalifah Tuhan. Arti penting Tauhid dalam penciptaan alam semesta adalah bahwa Allah SWT adalah sumber utama atau penyebab utama dari segala entitas yang ada. Setiap ciptaan adalah sesuatu yang istimewa, agung dan tak tergantikan, berapapun panjang atau pendeknya umur makhluk yang diciptakan Allah, itu adalah anugerah dan mukjizat yang senantiasa menunjukkan keberadaan Penciptanya.29 Eksistensi menunjukkan eksistensi yang lain, tidak lain hanyalah itu. , yang dimaksud disini adalah Allah Kha> liq dan alam semesta sebagai wujud.

ريِرَخ ۥَّ

Selain sebagai cara untuk membawa manusia pada kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan, alam semesta dan segala isinya diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Menurut Sayyed Hosein Nasr, dalam perspektif Al-Qur'an, alam dapat dipahami sebagai sarana manusia untuk meningkatkan kesadaran teologis manusia. Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan dengan berbagai simbol tertulis dan kata-kata yang dirangkai, sedangkan alam merupakan wahyu yang berbentuk kosmis (takwīn).

Yunan Yusuf menjelaskan pengertian ayat Teduin yaitu ayat yang tertulis dalam kitab suci, sedangkan ayat al-takvin adalah ayat yang menjangkau alam semesta dan bersifat tanzir (peringatan) bagi manusia.44. Al-Qur'an menunjukkan bahwa alasan yang diberikan kepada manusia akan membantu manusia untuk memahami kitab pertama. Adanya hukum alam bersifat tetap dan otomatis, yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut fitrah.

رآَ لن َّٱ

Contoh sederhana Asy-Sya'ra>wi mengajak kita berpikir tentang fungsi dan manfaat matahari dan bulan. Dijelaskannya, matahari dan bulan selalu menjalankan tugasnya untuk terbit dan memberikan manfaat bagi manusia setiap harinya. Selain itu matahari dan bulan merupakan tanda-tanda penghitungan waktu bagi manusia.49 Beberapa firman Allah tentang berserah diri matahari dan bulan adalah Q.S.

ى ًمّ َصجٌ

زيِزَع

Pergerakan triliunan benda langit bergerak secara teratur dan selaras, bahkan pergerakan kuman dan bakteri yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop, semuanya berada dalam kendali Allah SWT, dalam pengaturan-Nya yang Maha Bijaksana. Al-Biqa’i menjelaskan, pergantian malam bagi manusia untuk istirahat dan siang bagi manusia untuk beraktivitas disebabkan oleh adanya subordinasi matahari dan bulan sehingga beredar pada porosnya. Ketundukan matahari dan bulan merupakan nikmat yang tiada terhingga jika manusia mau berfikir.51 Firman Allah dalam Q.S An-Nahl/16:12:.

ججلن

Selain itu semua bintang juga tunduk pada perintah Allah SWT, antara lain jika melihat letak bintang maka akan mendapat petunjuk dalam kegelapan.53 Firman Allah dalam Q.S. Dan Dia menundukkan kepadamu (juga) matahari dan bulan yang terus-menerus berputar (pada orbitnya); dan dia menjadikanmu siang dan malam.54. Selanjutnya dengan adanya keteraturan alam semesta, dalam hal ini bulan dan matahari yang berputar pada porosnya, maka terdapat bukti kekuasaan Tuhan dalam mengatur seluruh makhluk-Nya.

Jadi sifat-sifat alam yang ada di alam semesta merupakan wujud pengaturan Tuhan terhadap makhluk tersebut.55. Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah menundukkan kepadamu segala yang ada di muka bumi dan kapal-kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya? Penaklukan tersebut antara lain melalui ilham manusia tentang hakikat, sifat-sifat, bawaan dari sesuatu, sehingga pada akhirnya dapat ditundukkan dan dimanfaatkan oleh manusia.58 Fakhr al-Din al-Razi menjelaskan ‘apa yang ditaklukkan Allah bumi' sebagai makhluk yang berbeda-beda, diciptakan Allah untuk menunjang kelangsungan kehidupan. man.59 sedangkan kalimatnya.

خۥَّْا

هِرۦ

اوُرُن

اَ َلن

هاَذ

Esensi Penundukkan Alam

Terminologi taskhi>r dalam perbincangan ini adalah bentuk perkataan yang digunakan dalam al-Quran apabila ia menyatakan penyerahan kepada alam. Dalam hal ini taskhi>r ditulis dalam al-Quran dalam dua bentuk, iaitu dalam bentuk kata kerja lampau/fi'il madhi> (sakhkhara, sakhkharna, sakhkharna, sakhkharnaha, sakhkharaha) dan dalam bentuk kata nama. maf 'ul (al- musakhkhar, musakhkharat) . Setiap makhluk ciptaan Allah mempunyai darjat, ukuran, dan batasan yang pasti pada diri, sifat, dan kemampuan yang paling besar.

Ma>jid „Irsa>n Al-Ki>la>ni menyatakan bahwa tujuan hakiki dari al-taskhi>r (ahda>f al-taskhi>r) tidak lain adalah agar manusia mengetahui dengan penuh kesadaran bahwa Allah SWT mempunyai kemutlakan. , baik dalam kemampuan, ilmu, maupun dalam rahmat-Nya.7. Padahal Allah telah menjelaskannya di dalam Al-Qur’an melalui ayat tentang hubungan antara al-taskhi>r (’ala>qah al-taskhi>r), yaitu konsep kepastian ketundukan dan keniscayaan dikendalikan. (al-taskhi>r) pada hakikatnya alam semesta (alam semesta) dengan berbagai potensinya oleh Allah untuk diberdayakan oleh umat manusia demi kemaslahatan hidup dan kemajuan kehidupannya sendiri. 8 Rahendra Maya, “Implikasi Hubungan Eksplorasi ('Ala>qah al-Taskhi>r) dalam Pendidikan Islam: Kajian Filsafat Pemikiran Ma'jid 'Irsan Al-Ki>la>ni>', Pendidikan Islam, 7 (September.

ضَرَعاَِ

لاَت ل

إۥَّ

ي َظاَّ

Manusia sebagai Khalifah di Bumi

Dengan demikian, kita manusia menempati posisi unik antara alam semesta dan Tuhan, yang memungkinkan mereka berkomunikasi dengan keduanya.10 Ini adalah kombinasi yang sempurna, itulah sebabnya Tuhan sendiri menyebut manusia sebagai ciptaan terbaik. Pada ayat di atas Allah menunjukkan bahwa alam semesta merupakan tanda kekuasaan Allah yang perlu mendapat perhatian, baik secara ilmiah maupun fisiologis. Pemahaman terhadap alam semesta dan fenomena alam pada akhirnya akan mengajak manusia untuk menemukan Tuhannya serta hukum alam dan sunnatullah yang mengatur jalannya alam semesta.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi, Allah memberikan penghiburan kepada manusia bukan saja berupa sifat patuh atau tidak melawan apabila digunakan oleh manusia (potensi lahiriah), tetapi juga penghiburan melalui ilham kepada manusia untuk diberikan agar dapat menggunakannya. (potensi dalaman). Menurut MS Ka‟ban, manusia memikul 3 amanah dalam interaksi dengan alam dan persekitaran tempat tinggal mereka. Pertama, Al intifa' Allah membolehkan manusia memanfaatkan dan memanfaatkan hasil alam dengan sebaik mungkin untuk kesejahteraan dan manfaat.

لاَك

لرۡ

وآَ

ريا

اَِجبَر

لۥَّ

Kesimpulan

Ada dua istilah taskhi>r yang ditunjukkan Al-Qur'an dalam arti penaklukan alam, yaitu: berupa kata kerja fi'il mad}i (sakhkhara, sakhkharna, sakhkharnaha, sakhkharaha) artinya penaklukan/telah ditundukkan oleh, dan dalam bentuk isim maf'ul (al-musakhkhar, musakhkharat) artinya sesuatu yang takluk yaitu alam. Taskhi>r merupakan karunia Tuhan yang diartikan sebagai pengendalian alam agar manfaat bagi manusia dapat diperoleh secara bijaksana dan berkelanjutan. Taskhi>r menekankan prinsip tauhid yang diciptakan Tuhan dengan menetapkan standar-standar tertentu pada setiap ciptaan, dan memerintah dengan mengatur dan mengendalikan ciptaan-Nya.

Taskhi>r sebagai dialog reflektif Tuhan mengarahkan pandangan manusia ke dalam misteri alam yang tersembunyi dalam bentuk fenomena kasat mata. Tujuan berserah diri pada alam adalah agar manusia tidak tunduk pada alam karena kelemahannya dan agar manusia tunduk hanya kepada Allah. Kemudahan yang Tuhan berikan kepada manusia bukan hanya alam yang patuh atau tidak menolak ketika manusia memanfaatkannya (potensi luar), namun juga menggugah manusia untuk memanfaatkannya (potensi dalam).

Saran

Referensi

Dokumen terkait