• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK LABORATORIUM - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TEKNIK LABORATORIUM - Spada UNS"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIK

LABORATORIUM

Anis Asmediana, S.T.P., M.Sc.

(2)

BAHAYA BAHAN KIMIA

Merupakan bahaya yang berasal dari bahan kimia yang ada di tempat kerja (laboratorium)

Gas

Padat Cair

(3)

Bentuk Bahaya Bahan Kimia

Bahaya Keselamatan

Bahan Mudah Terbakar

Bahan Mudah Meledak

Bahan Mudah Korosif

Bahaya Kesehatan

Bahan Kimia Toksik

Karsinogenik

Patologik

Reproductive hazard

Dampak segera terlihat

(4)
(5)
(6)

Kategori

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

National Fire

Protection Association (NFPA)

NFPA 704

(15)

Kesehatan (Biru) Terbakar (Merah)

4 Sangat sedikit paparan dapat mengakibatkan kematian atau luka residual

parah (misalnya, hidrogen sianida, fosfin) 4

Dengan cepat atau sepenuhnya menguap pada suhu dan tekanan atmosfer normal, atau segara tersebar di udara dan akan mudah terbakar (misalnya, propana). Titik nyala dibawah 23°C (73°F)

3 Sedikit paparan dapat mengakibatkan luka sementara atau luka residual

sedang yang serius (misalnya, gas klorin) 3

Cairan dan zat padat yang dapat terbakar pada hampir semua kondisi suhu sekitar (misalnya, bensin). Cairan memiliki titik nyala dibawah 23°C (73°F) dan memiliki titik didih pada dan di atas 38°C (100°F) atau titik nyala 23°C (73°F) dan 38°C (100°F)

2 Paparan besar atau terus menerus tapi tidak kronis dapat mengakibatkan cacat sementara atau kemungkinan luka residual (misalnya, dietil eter) 2

Harus dipanaskan secara sedang atau dipaparkan ke suhu sekitar yang lebih tinggi sebelum pembakaran bisa terjadi (misalnya, diesel). Titik nyala 38°C (100°F) dan 93°C (200°F)

1 Paparan hanya menyebabkan iritasi dengan luka residual kecil (misalnya,

aseton) 1 Harus dipanaskan sebelum pembakaran terjadi (misalnya, minyak kedelai).

Titik nyala di atas 93°C (200°F) 0 Tidak menimbulkan bahaya kesehatan, tidak ada tindakan pencegahan

yang diperlukan (misalnya, lanolin) 0 Tidak akan terbakar (misalnya, air)

Instabilitas/Reaktivitas (Kuning) Khusus (Putih)

4 Dapat terjadi detonasi atau dekomposisi eksplosif pada tekanan udara dan suhu normal (misalnya, nitrogliserin, RDX)

Label putih dapat mengandung beberapa peringatan khusus. Simbol- simbol ini adalah yang digunakan oleh standarNFPA 704.

3

Dapat terjadi detonasi atau dekomposisi eksplosif namun membutuhkan sumber inisiasi yang kuat, harus dipanaskan di bawah penjagaan sebelum inisiasi, bereaksi eksplosif dengan air, atau akan meledak apabila "terkejut"

(misalnya, amonium nitrat)

W Bereaksi dengan air dengan cara yang tidak biasa atau berbahaya (misalnya, cesium, sodium, asam sulfat)

2

Mengalami perubahan kimia yang besar pada tekanan dan suhu tinggi, bereaksi keras dengan air, atau dapat membentuk campuran eksplosif dengan air (misalnya, fosfor, kalium, sodium)

OX Oksidan (misalnya, kalium perklorat, amonium nitrat, hidrogen peroksida)

1 Stabil, namun dapat tidak stabil pada tekanan dan suhu tinggi (misalnya, propana)

0 Stabil, bahkan apabila terpapar dengan api, dan tidak bereaksi dengan air (misalnya, helium)

(16)

Pengendalian pada fasilitas

(17)
(18)
(19)
(20)

Bahaya yang mungkin dapat terjadi dapat diantisipasi antara lain dengan cara :

Kebakaran , diantisipasi dengan tersedianya alat

pemadam kebakaran yang selalu dimonitor kelayakannya.

Gas beracun , khusus pada laboratorium kimia diantisipasi dengan membuat ruang asam dengan exhauster ,

sedangkan personil dilengkapi dengan masker dengan filter yang dapat menetralisir gas kimia tersebut.

Kontak langsung dengan bahan kimia padat maupun

cair yang berbahaya, diantisipasi dengan sarung tangan dll.

(21)

Contoh Penyebab dan Tindakan Pertolongan

Jenis penyebab Pertolongan

Asam-asam korosif H 2 SO 4 , HBr, HCl,

Pemberian bubur Aluminium Hidroksida diikuti dengan susu atau putih telur

dikocok air Alkali (basa): NH 3 , NH 4 OH, KOH, CaO,

Soda abu

Asam asetat encer (1%), cuka (1:4), asam sitrat (1%), atau air jeruk.

Kation Logam: Pb, Hg, Cd, Bi, Sn Susu, air kelapa, norit, suntikan BAL

(British anti- lewsite),yaitu suatu senyawa yang mengandung 2,3- merkapto

propanol, putih telur

Pestisida Susu, air kelapa, norit, putih telur

Arsen Bila tertelan usahakan dimuntahkan, milk

of magnesia

(22)

Penyimpanan Bahan Kimia

Bereaksi dengan kaca

Bereaksi dengan plastik

(23)

Bahan yang dapat berubah ketika terkena matahari langsung, sebaiknya

disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari tertutup.

Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening.

Penyimpanan Bahan Kimia

(24)

Bahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya

disimpan terpisah

Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran

Penyimpanan Bahan Kimia

(25)

Bahan disimpan dalam botol dan diberi simbol

Penyimpanan

Bahan Kimia

(26)

TERIMAKASIH

Referensi

Dokumen terkait