TEKNIK PELAKSANAAN DAN ALAT BERAT
Civil Engineering Department Engineering Faculty- Universitas Brawijaya
2024
Masalah utama dalam PTM adalah pekerjaan dapat dilaksanakan :
• dalam jangka waktu yang telah ditentukan
• dengan biaya yang paling murah
Sehingga harus dapat dihitung/diperkirakan :
• kemampuan alat
• biaya yang diperlukan untuk pekerjaan tsb.
Dalam mengukur kemampuan alat : 1. Kapasitas→
kemampuan alat menggusur/mengeruk
/memngangkut dalam satu kali operasi, atau satu siklus (m3/siklus)
2. Produksi →
kemampuan alat untuk memindahkan/menggusur, mengeruk/mengangkut tanah dari satu tempat ke tempat lain dalam satu jam
PRODUKSI
Produksi alat berat tergantung dari
tahanan-tahanan : tahanan gelinding dan tahanan kelandaian, pengaruh tinggi
tempat, pengaruh temperature, pengaruh tekanan udara dsb.
MACHINE PERFORMANCE
Tenaga alat berat dibedakan menjadi : 1. Tenaga yang dibutuhkan
2. Tenaga yang ada
3. Tenaga yang dapat dimanfaatkan
1. Tenaga Yang Dibutuhkan
Required power is the power needed to overcome resisting forces and cause machine motion
• Besarnya tenaga yang dibutuhkan tergantung dari besarnya tahanan gelinding dan tahanan kelandaian.
• Satuan yang digunakan adalah kg-tarik atau kg-dorong.
1. Tahanan Gelinding
Tahanan gelinding adalah tahanan yang dialami kendaraan ketika melalui suatu jalan atau permukaan.
Rolling resistance varies significantly with the type and condition of the surface over which a machine moves
Rumus :
RR = CRR X Berat Total Kendaraan dimana :
RR =Tahanan Gelinding (Rolling Resistance) CRR =Koefisien tahanan gelinding
Harga CRR dapat dilihat pada tabel.
C
RRyang Bekerja Pada Alat Berat
2. Tahanan Kelandaian
besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui
besarnya gaya berat yang melawan atau membantu gerak kendaraan karena kemiringan jalur jalan yang dilalui
Kelandaian ada 2 :
+ : jalan naik → menambah tahanan yang tejadi (+) - : jalan turun →mengurangi tahanan yang terjadi (–) rumus :
GR = CS x Berat Total Kendaraan dimana :
GR =Tahanan Kelandaian (Grade Resistance) CS =Koefisien tahanan kelandaian
Besar Tahanan Kelandaian Untuk Setiap Kemiringan
Contoh :
Sebuah Dumptruck yang mempunyai berat 17 ton mengangkut beban seberat 10 ton melalui jalan proyek yang berupa tanah lunak dan mempunyai kelandaian sebesar 15 %. Berapakah tahanan total yang yang dialami truck ketika melewati jalan proyek tersebut ?
Contoh :
Sebuah Dumptruck yang mempunyai berat 17 ton mengangkut beban seberat 10 ton melalui jalan proyek yang berupa tanah lunak dan mempunyai kelandaian sebesar 15 %. Berapakah tahanan total yang yang dialami truck ketika melewati jalan proyek tersebut ?
Jawab :
CRR = 0.09 untuk landasan tanah lunak dan roda ban
Contoh :
Sebuah Dumptruck yang mempunyai berat 17 ton mengangkut beban seberat 10 ton melalui jalan proyek yang berupa tanah lunak dan mempunyai kelandaian sebesar 15 %. Berapakah tahanan total yang yang dialami truck ketika melewati jalan proyek tersebut ?
Jawab :
CRR = 0.09 untuk landasan tanah lunak dan roda ban (tabel II.2.0.1 [Rochmanhadi] )
Berat total kendaraan = 17 ton + 10 ton = 27 ton
RR = CRR x Berat total kendaraan = 9% x 27 ton = 2430 kg
CRR = 0.09 untuk landasan tanah lunak dan roda ban Berat total kendaraan = 17 ton + 10 ton = 27 ton
RR = CRR x Berat total kendaraan = 9% x 27 ton = 2430 kg Untuk kemiringan 15% diperoleh Cs =148.3 kg/ton
GR = Cs x Berat total kendaraan = 148.3 kg/ton x 27 ton = 4004,1 kg Tahanan Total = 2430 + 4004,1 = 6434,1 kg →naik atau = 2430 – 4004,1 = -1574,1 kg → turun
2. Tenaga yang ada
Tenaga yg ada dapat > atau < dari tenaga yang dibutuhkan.
Tenaga yang ada diperoleh dari mesin penggerak, dapat berupa tenaga tarik atau tenaga dorong.
mesin penggerak mempunyai daya yang besarnya :
Daya/Tenaga (fwHP) = Faktor Tenaga Tarik (kg) x Kecepatan (m/det)
Tenaga tarik/dorong
Rimpull Drawball
Pull
Rimpull adalah tenaga yang diberikan mesin kepada roda supaya kendaraan dapat bergerak (maju/mundur) dengan syarat bahwa daya cengkeraman antara roda dan jalan mencukupi (ban tidak selip).
Jika grafik tidak disediakan pabrik, besarnya rimpull dpt dihitung dg persamaan :
Contoh :
Sebuah traktor roda karet 160 HP, berjalan pada gigi ke 1 dengan kecepatan 3,6 mph. Maka berapa rimpull yang tersedia pada roda-roda maksimal?
(mph) Kecepatan
Efisiensi HP
(lb) 375
Rimpull =
Contoh :
Sebuah traktor roda karet 160 HP, berjalan pada gigi ke 1 dengan kecepatan 3,6 mph. Maka berapa rimpull yang tersedia pada roda-roda maksimal?
Jawab :
(mph) Kecepatan
Efisiensi HP (lbs) 375
Rimpull =
lbs 333 . 3,6 13
80 , 0 60 1 (lbs) 375
Rimpull = =
Drawbar Pull (DBP) adalah tenaga tarik
yang tersedia pada alat beroda rantai
Tenaga yang Dapat Dimanfaatkan
Seberapapun besarnya tenaga yang ada, penggunaannya sangat dibatasi oleh : a. Traksi Kritis
Traksi merupakan daya cengkram suatu alat akibat adanya adhesi antara roda penggerak dari alat dengan permukaan tanah. Batas kritis dari daya cengkram ini disebut traksi kritis.
Tenaga yang ada dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan kendaraan jika ada gesekan yang cukup antara roda dengan permukaan jalan.
Nilai traksi ini merupakan tenaga yang dapat dimanfaatkan, walaupun tenaga yang tersedia lebih besar dari traksi kritis, kita tidak dapat memanfaatkannya, sebab daya cengkram
maksimalnya adalah traksi kritis.
Koefisien traksi atau koefisien gesekan adalah suatu faktor yang harus dikalikan dengan berat total kendaraan untuk
mendapatkan traksi kritis yaitu keadaan persis sebelum terjadi selip.
Traksi Kritis = CT x Berat Total Kendaraan
Tabel Koefisien Traksi
Keadaan Jalan Kerja Macam Roda
Roda ban Track Kelabang
Jalan Beton 0,90 0,45
Tanah liat, kering Tanah keras, kering Jalan tanpa perkerasan, kering
0,55 0,90
Tanah liat, basah Tanah biasa, basah Tanah muka (top soil), basah
0,45 0,70
Tanah pengambilan batu (stock pile) Jalan pasir, basah
Jalan kerikil, gembur Jalan pasir gembur, kering Jalan tanah berlumpur
0,65 0,40 0,36 0,20 0,20
0,55 0,50 0,50 0,30 0,25
Contoh :
Sebuah bulldozer dengan ban roda beratnya 30 ton.
Tempat bekerjanya di tanah liat basah. Berapakah tenaga yang bisa dimanfaatkan (berapa traksi kritisnya) ?
Jawab :
Tenaga yg dapat dimanfaatkan
= koef.gesekan x berat alat berat = 0,45 x 30 ton
= 13,5 ton = 13.500 kg
b. Pengaruh Tinggi Tempat
• Kalau ketinggian tempat bertambah maka akan mengurangi kerapatan udara, kandungan O2 akan berkurang, shg mengurangi energi pembakaran yang terjadi.
• Hal ini akan mengakibatkan penurunan daya pada mesin.
• Setiap mesin yang bekerja pada lokasi dengan ketinggian lebih dari 3000 feet akan mengalami kehilangan tenaga mesin.
• Besarnya penurunan tenaga tergantung system pengisapan udara dari tipe engine alat tersebut.
Pengaruh ketinggian tempat terhadap tenaga mesin adalah sbb. :
feet
feet ja
tempat inggian me xHPx
tenaga kehilangan
1000
) 3000 ker
(ker
%
sin=3 −
❑ Diesel 4 tak.
Alat dengan tenaga diesel jenis ini, akan mengalami penurunan 1
% pada setiap 100 m kenaikan diatas ketinggian 300 m DPL.
❑ Diesel 2 tak.
Akan mengalami penurunan sebesar 1 % untuk setiap 100 m kenaikan diatas ketinggian 150 m DPL.
❑ Turbocharger.
Mengalami penurunan 1 % untuk setiap 150 m kenaikan, pada ketinggian diatas 1500 m DPL.
Sebuah traktor mempunyai daya 300 HP pada keadaan standar. Beropaerasi pada ketinggian 7500 feet.
Tentukan daya efektif mesin..
Sebuah traktor mempunyai daya 300 HP pada keadaan standar. Beropaerasi pada ketinggian 7500 feet.
Tentukan daya efektif mesin..
Jawab :
-Hilangnya tenaga mesin
SIFAT-SIFAT TANAH YANG BERHUBUNGAN DG. PTM
Dlm PTM, ada 3 keadaan tanah yang dijumpai :
• Keadaan asli
Ukuran volume tanah dinyatakan dalam Bank Measure (BM)
→BCY
• Keadaan lepas
Ukuran volume tanah dinyatakan dalam Loose Measure (LM) → LCY
• Keadaan padat : keadaan tanah setelah ditimbun kembali kemudian dipadatkan → CCY
Perubahan volume tanah dari berbagai keadaan tsb. dapat dihitung dg. rumus :
• Sw = pengembangan (Swell)
• Sh = penyusutan (Shrinkage)
• B = berat jenis tanah keadaan asli
• L = berat jenis tanah keadaan lepas
• C = berat jenis tanah keadaan padat
% 100 1
%
100
−
=
= −
L B L
L Sw B
% 100 1
%
100
−
=
= −
C B C
B Sh C
% 100 1
%
100
−
=
= −
L B L
L Sw B
% 100 1
%
100
−
=
= −
C B C
B Sh C