Teknologi Pasca Panen Simplisia Bahan Alam
Dr. Diyah Tri Utami, S.Si.
Materi pokok
•
Perdagangan simplisia, Produksi bahan obat mentah (simplisia, ekstrak)•
Zat pengatur tumbuh tanaman•
Sel tumbuhan dan kultur jaringan•
Perubahan biologi pada perbanyakan secara klon•
Variasi fitokimia pada suatu spesies tanaman•
Penurunan kualitas obat yang disimpan•
Pengawasan mutuPerdagangan simplisia
• Berdasarkan pada sumbernya, tanaman obat yang diperdagangkan di Indonesia dapat dibedakan menjadi
a. Tanaman obat hasil budidaya
b. Tanaman obat hasil pengambilan langsung (eksploitasi) dari hutan
• Saat ini hasil budidaya (22%) dan pengambilan langsung 78% (DPP GP Jamu, 2016)
• Saat ini tanaman obat hasil budidaya dibutuhkan oleh perusahaan seperti PT. Sidomuncul, PT.
Air Mancur, PT. Indo Farma, Dayang Sumbi, CV. Temu Kencono, Indotraco, PT. Nyonya Meneer, Herba Agronusa dan Jamu Jenggot
•
Produksi bahan obat mentah (simplisia, ekstrak
• Tanaman obat adalah tanaman yang bermanfaat untuk obat-obatan, kosmetik dan kesehatan yang dikonsumsi atau digunakan dari bagian-bagian tanaman seperti daun, batang, buah, umbi (rimpang) ataupun akar (Hortikultura, 2016)
• Tanaman obat sangat bermanfaat dalam dunia farmasi khususnya sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi obat tradisional yang diakibatkan oleh isu gaya hidup back to nature dan mahalnya obat-obat modern membuat permintaan tanaman obat semakin meningkat (Herdiani, 2012).
Produksi bahan obat mentah (simplisia, ekstrak
Budidaya tanaman obat nasional
Zat pengatur tumbuh tanaman
•
Zat pengatur tumbuh tumbuhan adalah hormon•
Hormon tumbuhan/fitohormon merupakan sekumpulan senyawa organik yang berfungsi untuk menghambat/mendorong pertumbuhan suatu tumbuhan•
Zat pengatur tumbuh (ZPT) memiliki peranan penting dalam pertumbuhan serta perkembangan suatu tanaman•
Terdapat lima kelompok utama ZPT antara lain1.
Auksin: berperan perpanjangan sel pucuk/tunas tanaman2.
Sitokinin: berperan dalam pembelahan sel3.
Giberelin: berperan dalam mendorong perkembangan biji4.
Etilena: berperan dalam percepatan pemasakan buah5.
Asam absisat: berperan dalam inhibitor pertumbuhanPerubahan biologi pada perbanyakan secara klon
•
Kloning merupakan Teknik perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan•
Kultur jaringan dilakukan dengan cara menumbuhkan tanaman atau jaringan secara steril pada medium buatan (invitro) secara aseptik•
Perubahan biologi pada perbanyakan secara klon yaitu adanya peningkatan produksi metabolit sekunder pada tanaman•
Kultur jaringan merupakan salah satu cara yang efisien untuk penghasil metabolit sekunder yang memiliki berkhasiat sebagai obat•
Keuntungan lain dari penggunaan kultur jaringan adalah sebagai metode alternatif untuk memperoleh metabolit sekunder, karena dapat dilakukan modifikasi media, sumber karbon, zat pengatur tumbuh untuk produksi metabolit yang diinginkanVariasi fitokimia pada suatu spesies tanaman
• Variasi kandungan senyawa pada tumbuhan disebabkan karena
1. Genetik
2. Lingkungan (iklim, tempat tumbuh)
3. Fertilizer, perlakuan saat masa tumbuh
4. Waktu panen dan perlakuan pasca panen
Penurunan kualitas obat yang disimpan
• Faktor lingkungan (oksigen, cahaya, kelembaban, karbondioksida, temperatur)
• Obat/eksipien dalam sediaan (pH sediaan, ukuran partikel obat)
• Kontaminasi mikroba
• Kontaminasi logam berat
Pengawasan mutu