City Branding adalah suatu proses atau upaya pembentukan merek suatu kota untuk memudahkan pemilik kota dalam memperkenalkan kotanya kepada target pasar kota tersebut (investor, wisatawan, talent, event) dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, ikon dan berbagai lainnya. . media. 2Mansur Hidayat, https://tintaliterasi.blogspot.com/2017/08/pengertian-dan-function-city-branding.html diakses pada 10 Oktober 2020. Konsep city branding adalah tujuan dari sebuah image yang merupakan sebuah strategi bagi sebuah kota untuk menciptakan positioning di benak khalayak sasarannya.
Brand yang kuat berarti mampu membedakan dirinya dari kompetitor dalam hal investasi, bisnis, pengunjung dan penduduk. Brand yang kuat dari suatu kota harus terlebih dahulu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan kota tersebut. 4Anna Raubo, City Branding dan Dampaknya terhadap Daya Tarik Kota di Mata Eksternal Audiens (Rotterdam: Erasmus University Rotterdam, 2010), hal. Dalam mengukur efektivitas suatu city brand, terdapat enam aspek yang terdiri dari kehadiran, potensi, tempat, denyut nadi, manusia, dan prasyarat.
2011, City branding sebagai strategi pengembangan pariwisata dilihat dari aspek hukum branding (Studi kasus city branding Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia), Jurnal Ilmiah Hukum QISTI Vol.5. Minat artinya kecenderungan atau kegiatan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai kecenderungan yang tinggi terhadap suatu nafsu atau keinginan.9. Timbulnya minat pada diri seseorang juga dapat didorong oleh motivasi sosial, yaitu perolehan pengakuan dan penghargaan dari lingkungan masyarakat dimana seseorang berada, sedangkan faktor emosional menunjukkan ukuran intensitas seseorang untuk memberikan perhatian untuk memberikan suatu aktivitas tertentu. atau objek. adalah "perasaan lebih suka dan tertarik. melakukan sesuatu atau aktivitas tanpa seseorang menyuruh Anda melakukannya."
Pengertian Masyarakat
Adakah sesiapa di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai; dia mempunyai di dalam kebun itu segala jenis buah-buahan, kemudian datanglah kepada lelaki itu usia tua sedang dia mempunyai anak-anak yang masih kecil.
Pengertian Bank
Abdurrachman dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan menjelaskan bahwa, “Bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melakukan berbagai jenis jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan uang, memantau mata uang, dan kemudian bertindak sebagai tempat menyimpan semua benda simpanan yang berharga. , dan membiayai bisnis orang atau perusahaan lain dan sebagainya." 19 Dari pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa Bank adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, artinya kegiatan perbankan selalu berkaitan dengan sektor keuangan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pada Bab 1 dan ayat 7 disebutkan bahwa Bank Syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah. (BUS) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).20 Dalam pengertian lain disebutkan bahwa yang dimaksud dengan bank syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan. 20 Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, pada Irham Fahmi, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, (Bandung: ALFABETA, cv, 2014), hal.
Berdasarkan Pasal 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, bank syariah menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia, seperti prinsip keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan. (maslahah), universalisme (alamiyah), dan tidak mengandung benda-benda gharar, maysir, riba, zalim dan haram. Selain itu UU Perbankan Syariah juga mengamanatkan bank syariah untuk menjalankan fungsi sosial dengan menjalankan fungsi seperti lembaga baitul mal yaitu menerima dana yang bersumber dari zakat, infaq, sedekah, subsidi atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir). . ) sesuai keinginan mereka. pemberi wakaf (waqif).21. Perbankan syariah, menurut Schaik, merupakan bentuk perbankan modern berdasarkan hukum Islam, yang dikembangkan pada Abad Pertengahan Islam, yang menggunakan konsep risiko sebagai metode utama dan menghilangkan sistem keuangan berdasarkan kepastian dan keuangan yang telah ditentukan.22.
Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatannya berdasarkan prinsip syariah dan tergantung pada jenisnya terdiri dari bank umum syariah, unit usaha syariah, dan bank syariah untuk pembiayaan masyarakat. Metode bagi hasil akan membantu masyarakat yang bermodal lemah untuk bergabung dengan bank syariah untuk mengembangkan usahanya. Berdasarkan UU Perbankan Syariah no. 21 Tahun 2008, tabungan adalah simpanan berdasarkan akad wadi'ah atau dana investasi berdasarkan medharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, yang penarikannya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, rekening giro atau sejenisnya.
21 Tahun 2008 adalah penanaman dana berdasarkan akad mudharab atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktunya. Simpanan berupa simpanan nasabah yang mempunyai jumlah minimum tertentu, jangka waktu tertentu dan bagi hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan. Undang-undang nomor 21 tahun 2008 yang dimaksud dengan titipan berdasarkan akad wadiah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan menggunakan cek, wesel, alat pembayaran lain atau dengan wesel. Pada giro meskipun tidak memberikan bagi hasil, namun bank berhak memberikan bonus kepada nasabah yang besarnya tidak ditentukan di awal, tergantung kebaikan bank. Deposito mudharab merupakan dana investasi yang ditempatkan nasabah yang tidak bertentangan dengan kepentingan nasabah. prinsip syariah dan penarikan hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara bank dan klien investor.
Prinsip operasional bank syariah yang diterima secara luas di masyarakat dan masyarakat adalah prinsip wadi'ah dan mudharabah. Selain menjalankan fungsinya sebagai perantara (intermediary) antara pihak yang kelebihan dana dan pihak yang kekurangan dana, bank syariah juga dapat memberikan berbagai layanan perbankan kepada nasabah dengan imbalan sewa atau keuntungan. Bank juga dapat menerima dana tersebut berdasarkan prinsip wadi'ah, dimana bank menerima penggantian atas jasa yang diberikan. f) Sharf (Pembelian dan penjualan dalam mata uang asing).
Prinsip ini berlaku bagi bank devisa syariah yang mempunyai izin menjual devisa. g) Wadi'ah (titipan).
Tinjauan Hasil Penelitian yang Relevan
Ia tidak bertanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan terhadap harta titipan, sepanjang hal tersebut bukan akibat kelalaian atau kecerobohan dalam mengurus harta titipan tersebut (karena faktor-faktor di luar kekuasaannya). 2) Terdapat pengaruh langsung City Branding terhadap keputusan Youth Travelers berkunjung ke Jakarta sebesar 54%. Kunjungan melalui City Image melebihi pengaruh tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini city branding mempunyai pengaruh langsung terhadap citra kota, city branding mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan berkunjung wisatawan muda, citra kota mempunyai pengaruh langsung terhadap keputusan mengunjungi wisatawan muda ke Jakarta dan city branding secara tidak langsung mempengaruhi keputusan berkunjung wisatawan muda melalui intervensi citra kota.24. Persamaan penelitian diatas dengan penelitian ini terletak pada metode penelitian yang menggunakan metode kuantitatif dan variabel independen city branding, sedangkan perbedaan pada variabel dependen adalah minat penulis untuk menabung, sedangkan peneliti sebelumnya menggunakan variabel dependen. yaitu citra kota dan keputusan berkunjung. Penelitian tesis selanjutnya oleh Mimbar Budi Santoso, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara Jombang “Pengaruh City Branding “Ramah Beragama” dan Citra Kota “Kota Santri” Terhadap Keputusan Belajar Agama.”
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) brand kota “ramah dan religius” yang baik dapat meningkatkan keputusan tentang studi agama (2) citra “kota santri” yang baik dapat meningkatkan keputusan tentang studi agama. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk mengembangkan city brand dan city image dalam kaitannya dengan keputusan pembelajaran agama secara keseluruhan, sebaiknya dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan periode penelitian yang lebih lama. Dalam penelitian ini terdapat persamaan dan perbedaan yang kami identifikasi dengan menggunakan metode kuantitatif dan variabel independen yang sama yaitu dalam hal city branding.
Perbedaannya terdapat pada variabel dependen, karena penulis menggunakan variabel dependen minat menabung sedangkan penelitian ini menggunakan variabel dependen keputusan belajar agama. Selanjutnya penelitian tesis dilakukan oleh Aris Purwanto IAIN Salatiga dengan judul penelitian “Pengaruh Pengetahuan, Religiusitas dan Tingkat Pendapatan Terhadap Minat Masyarakat Menabung di Bank Syariah Boyolali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengetahuan mempengaruhi minat masyarakat untuk menabung di Bank Syariah Boyolali. menabung di bank syariah, untuk mengetahui apakah religiusitas berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menabung di bank syariah, untuk mengetahui apakah tingkat pendapatan berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk menabung di bank syariah, dan untuk mengetahui apakah pengetahuan, religiusitas dan tingkat pendapatan saling bersinergi.25Mimbar Budi Santoso, “Pengaruh City Brand “ramah beragama” dan Cityscape “Kota Santri”, (Skripsi; Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PGRI Dewantara Jombang, 2017), hal.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena bertujuan untuk mengkonfirmasi data yang diperoleh di lapangan dengan teori yang ada. Objek penelitian yang digunakan adalah masyarakat di Kabupaten Boyolali dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dan wawancara. Dari hasil analisis dan pembahasan mengenai pengaruh pengetahuan, religiusitas dan tingkat pendapatan terhadap minat masyarakat menabung di bank syariah, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Variabel pengetahuan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan yang dibuktikan dengan hasil uji t diperoleh hasil (koefisien tidak terstandarisasi) sebesar -0,114 dan hasil Sig. sebesar 0,037 yang berarti kurang dari 0,05 yang berarti hasilnya negatif dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap minat masyarakat menabung di bank syariah, religiusitas.
Kerangka Pikir
City branding: Lebih fokus pada bagaimana menilai dan menentukan kekuatan citra yang dimiliki sebuah kota dengan melihat dari segi, kesadaran masyarakat, faktor tempat, potensi pemanfaatan, daya tarik kota dan keramahan masyarakatnya. Minat menabung: Tingkat emosi masyarakat itu sendiri setelah melihat branding suatu kota.
Kerangka Konseptual
Berdasarkan grafik di atas dapat diprediksi bahwa merek kota (X) berpengaruh terhadap minat menabung (Y) atau merek kota (X) tidak berpengaruh terhadap minat menabung (Y).
Hipotesis
HA: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara city branding Kota Parepare, “Kota Pelajar dan Ulama Islam”, dengan minat menabung masyarakat Kota Parepare pada bank syariah.
Definisi Operasional Variabel 1. Variabel penelitian