Buku mata kuliah ini membahas tentang konsep dan tema dalam arsitektur serta rumusan dan penerapan tema dan konsep tersebut. Dalam merancang suatu bangunan, seorang arsitek menggunakan tema dan konsep desain melalui pendekatan-pendekatan tertentu, berdasarkan ide atau ide yang menjadi cikal bakal desain tersebut. Selain itu, penciptaan tema dan konsep juga dipengaruhi oleh konteks lokasi dimana bangunan akan dibangun.
Capaian pembelajaran pada mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat merencanakan, merancang dan menjelaskan hasil perencanaan dengan konsep pemecahan masalah (topik dan konsep dasar) yang sesuai serta dapat menghitungnya secara ilmiah dan menyajikan hasilnya dalam bentuk grafik. , sketsa dan gambar arsitektur bertema fungsi bangunan arsitektur perhotelan daerah dengan tinggi lantai antara 1-3 lantai dan luas 4000 m2. Teori dan Metode Perancangan Arsitektur 3 merupakan mata kuliah yang mengajarkan dan membimbing mahasiswa merancang tema dan konsep dasar perancangan berdasarkan tujuan tema perancangan tersebut. Pendekatan perumusan tema dan konsep dasar desain adalah (1) pertanyaan atau permasalahan desain; (2) tujuan desain; (3) kegiatan dan fungsi yang dianut; (4) ada secara kontekstual; dan (5) tipologi arsitektur lokal.
Hasil akhir dari mata kuliah ini adalah mahasiswa dapat menghasilkan rumusan dan skenario tema dan konsep dasar serta mengubahnya menjadi desain skema yaitu perspektif ortogonal, aksonometri, eksternal dan internal. Siswa mampu mengubah tema dan konsep dasar menjadi desain skema melalui pendekatan yang relevan.
DESIGN CONCEPT
Topik 1: Pengertian Design Concept
Topik 2: Skematik Desain
TEMA DAN KONSEP ARSITEKTUR
Topik 1: Pengertian Tema dan Konsep Arsitektur
Topik 2: Tema dalam Arsitektur
Regionalisme abstrak, yang menggabungkan unsur-unsur kualitas abstrak bangunan dalam bentuk yang dikerjakan ulang, seperti kebesaran, soliditas dan kekosongan, proporsionalitas, kesan ruang, penggunaan pencahayaan dan prinsip konstruksi. Bentuk pemanfaatan unsur budaya, lingkungan termasuk iklim setempat dinyatakan dalam bentuk fisik arsitektur (denah, detail, struktur dan dekorasi). Tidak hanya unsur fisik yang diimplementasikan ke dalam desain modern, namun juga unsur non fisik yaitu budaya, pola pikir, kepercayaan, setting yang berkaitan dengan makrokosmos dan lain-lain menjadi konsep dan kriteria desain.
Arsitektur Post Modern merupakan arsitektur yang memadukan seni dan ilmu pengetahuan, kerajinan dan teknologi, internasional dan lokal, yang merupakan hasil pengembangan sumber daya manusia menuju arsitektur modern. Tidak ada sesuatu yang mutlak dalam arsitektur, sehingga tidak ada gaya yang dianggap terbaik, sehingga setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang. Tidak ada pendewaan figur dalam arsitektur, sehingga tidak ada kecenderungan pengulangan ciri hanya antara satu arsitek dengan arsitek lainnya.
Dominasi pandangan dan nilai mutlak dalam arsitektur harus diakhiri, sehingga perkembangan arsitektur selanjutnya harus mengarah pada keberagaman pandangan dan nilai. Perancangan tematik merupakan perencanaan dan perancangan dalam bidang arsitektur yang menetapkan ‘tema’ tertentu dalam aspek perancangan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah desain kawasan. Pendekatan 'desain tema' ini pada hakikatnya menonjolkan atau mengungkapkan tema-tema tertentu yang dijadikan 'merek' dan 'nilai jual' dari kawasan hunian yang dibangun.
Perancangan tematik dinilai cukup efektif selain mengarahkan para perencana untuk memberikan gaya atau tema tertentu dalam perancangan bangunan dan perencanaan wilayah, pendekatan desain tematik juga ditujukan untuk meningkatkan aspek pemasaran industri real estate dan perusahaan real estate yang ada. Misalnya: perumahan resort bernuansa alam, perumahan kota dengan kenyamanan tinggi, perumahan perkotaan baru yang bernuansa edukasi, atau perumahan resor yang hijau dan nyaman.
Topik 3: Konsep dalam Arsitektur
Menggambarkan situasi yang indah atau ideal untuk menghasilkan sumber ide dalam pemecahan masalah.. konsep berdasarkan aritmatika dan geometri sebagai pedoman yang tepat dalam desain arsitektur.. konsep berdasarkan prinsip konstruksi adalah proses biologis dan bukan proses estetika. Konsep tersebut berfokus pada hubungan antara bangunan dan lingkungannya serta menunjukkan keterpaduan keseluruhan seluruh bagiannya. Sebuah konsep yang berfokus pada proses pertumbuhan dan pergerakan yang terkait dengan organisme.
Memahami alam, masa lalu, tempat-tempat khusus, benda-benda purba, hubungan dengan rencana, dll. Perasaan takut, khawatir, atau kagum akibat desain yang kontras, situasi yang berlebihan, ukuran dan bentuk yang tidak biasa, serta bentuk yang tidak lazim digunakan oleh arsitek. Arsitektur dianggap terdiri dari unsur-unsur verbal yang ditulis menurut kaidah tertentu, sehingga masyarakat (pengamat) dapat memahami dan menafsirkan apa yang disampaikan oleh arsitektur tersebut.
Bangunan ibarat sebuah mesin yang mengekspresikan realitas bangunan dan fungsinya, namun bangunan tidak. 32 menyembunyikan fakta dengan dekorasi sepele berupa gaya bangunan modern yang tampil apa adanya, transparan dan tanpa kepalsuan atau ketidakberprinsipan. Membuat arsitektur menggunakan bahan-bahan yang tersedia tanpa menetapkan tujuan tertentu.
Konsep tersebut mengidentifikasi pola kebutuhan material dan jenis material bangunan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Pertimbangan dasar: secara biologis, manusia mempunyai kesamaan budaya, namun terdapat kesamaan perilaku dan bangunan. Arsitektur dipandang sebagai panggung, manusia sebagai aktor, dan bangunan sebagai panggung pertunjukan.
Dari sudut pandang dharmawan, arsitek mengarahkan gerak para pemeran ke arah tertentu dengan memberikan isyarat visual. Konsep penggunaan istilah “sebagai” atau “sebagai” untuk mengidentifikasi hubungan antara objek tertentu dan denah arsitektur. Hal ini berdampak pada pemahaman terhadap sesuatu, yang kemudian menjadi sesuatu yang tidak dapat dipahami atau tidak dipahami sama sekali.
Metafora immaterial, metafora yang didasarkan pada konsep, gagasan, sifat dan nilai-nilai manusia, seperti: individualisme, naturalisme, komunikasi, tradisi dan budaya. Metafora berwujud, yaitu metafora berdasarkan aspek visual dan ciri-ciri tertentu dari suatu benda, misalnya rumah adalah istana atau istana, sehingga bentuk rumah menyerupai istana.
PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PERANCANGAN
- Topik 1: Pendekatan Ekonomi
- Topik 2: Pendekatan Iklim
- Topik 3: Pendekatan Budaya
- Topik 4: Pendekatan Teknologi
- Topik 5: Pendekatan Perilaku
- Topik 6: Pendekatan Bahasa Pola
Ruangannya rumit dan memiliki sekat antar ruangan yang menghalangi aliran udara dan mencegah ventilasi silang di dalam rumah. Gunakan pohon kelapa dan pohon tinggi lainnya untuk menciptakan keteduhan yang baik dan tidak menghalangi pergerakan angin di ketinggian rumah. Berdasarkan kondisi yang ada pada permukaan bumi, baik dari segi daratan, lautan, topografi, angin dan arus laut.
TRANSFORMASI DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR
Topik 1: Pengertian Tranformasi
Topik 2: Strategi Transformasi
Suatu proses dimana tatanan yang ada dipisahkan untuk mencari cara baru untuk menggabungkannya dan menciptakan unit baru dengan strategi struktural dalam komposisi yang berbeda. Bentuk yang diperkecil dan diperbesar memperhatikan komposisi yang benar, agar hasil transformasinya diterima secara statistik dan visual.
DESKRIPSI TUGAS
Deskripsi Tugas I
Tugas II
Materi yang dibahas untuk setiap mahasiswa adalah : Tujuan Proyek, Konsep Dasar dan Tema, Skenario dan Konsep Dasar Bertema, Gambar Aksonometri, Perspektif Ortogonal, Eksterior dan Interior.