ADMINISTRASI PAJAK
1. PT. Panca adalah PKP yang mempunyai angka pengenal impor. Pada 5 Januari 2017 PT. Panca mengimpor sebuah mesin dari Jepang dengan harga faktur $17.500, biaya asuransi 2% dan biaya angkut 4% dari harga faktur. Tarif bea masuk 10% dan bea masuk tambahan 15% dari CIF. Mesin tersebut dikenakan PPN 10% , Kurs saat ini adalah $1 : Rp 16.500. Hitunglah PPN yang harus dibayar PT. Panca?
: Harga faktur $17.500 Biaya asuransi 2% $ 350 Biaya angkut 4% $ 700 +
CIF $ 18.550 CIF Rupiah (Dikali dengan kurs)
$ 18.550 x Rp 16.500 Rp 306.075.000 Tarif bea masuk 10% x Rp 306.075.000 Rp 30.607.500 Tarif bea masuk tambahan 15% x Rp 306.075.000 Rp 45.911.250 + Nilai Perolehan/ Nilai pembelian Rp 382.593.750 Dikenakan PPN :
10% x Rp 382.593.750 = Rp 38.259.375 2. Data transaksi PT. Sejahtera
Masa Januari
PPN Keluaran Rp 25.000.000 PPN Masukan Rp 42.500.000 Masa Februari
PPN Keluaran Rp 17.500.000 PPN Masukan Rp 20.250.000 Masa Maret
PPN Keluaran Rp 48.000.000 PPN Masukan Rp 15.000.000
Hitunglah PPN LB/KB bulan Januari, Februari, Maret yang harus dibayar!
Bulan Januari Februari Maret
PPN
Keluaran
25.000.000 17.500.000 48.000.000PPN Masukan
42.500.000 -
20.250.000 - 15.000.000 -
LB 17.500.000 LB 2.750.000 KB 33.000.000
Kompensasi Januari
17.500.000 + Kompensasi Februari
20.250.000 -
LB 20.250.000 KB 12.750.000
3. Berikut adalah data transaksi sehubungan dengan PPN periode Agustus 2015 pada PT. Unilever Dalam Surat Pemberitahuan Masa PPN dilaporkan :
Jumlah pajak keluaran Rp 65.500.000 Jumlah pajak masukan Rp 50.500.000 Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : Jumlah pajak keluaran Rp 89.600.000 Jumlah pajak masukan Rp 65.500.000
Hitunglah pengkreditan bulan Agustus 2021 dan LB/KB atas PPN Agustus 2021 berdasarkan hasil pemeriksaan!
➢ SPT Dilaporkan :
PPN Keluaran Rp 65.500.000 PPN Masukan Rp 50.500.000 – Kurang Bayar Rp 15.000.000
➢ SPT Pemeriksaan :
PPN Keluaran Rp 89.600.000 PPN Masukan Rp 65.500.000 – Kurang Bayar Rp 24.100.000 Kurang bayar dilaporkan Rp 15.000.000 – Masih Harus Dibayar Rp 9.100.000
Dipindahkan ke bawah
AKUNTANSI KEUANGAN
1. PT. Karisma pada tanggal 1 Juli 2022 membeli truk dengan harga perolehan Rp 140.000.000,00.
Truk yang dibeli tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis 4 tahun, dengan nilai residu Rp 50.000.000,00. Berapakah besarnya penyusutan jika dihitung menggunakan metode garis lurus?
➢ Peny. 1 tahun = Rp 140.000.000,00 - Rp 50.000.000,00 = Rp 90.000.000 = Rp 22.500.000 4 4
NOTE!
❖ Perhitungan beban peny. Th. Berjalan ( Periode 2022 & 2026) = 6/12 x Rp 22.500.00 = Rp 11.250.000
❖ Akumulasi penyusutan = Akum. Peny. + Beban Peny. Th. Berjalan
❖ Nilai Buku = HP – NR / UE
2. PT. Karisma pada tanggal 31 Desember 2022 membeli truk dengan harga perolehan Rp 370.000.000,00. Truk yang dibeli tersebut diperkirakan memiliki umur ekonomis 5 tahun, dengan nilai residu Rp 20.000.000,00. Berapakah besarnya penyusutan jika dihitung menggunakan metode garis lurus?
➢ Peny. 1 tahun = Rp 370.000.000,00 - Rp 20.000.000,00 = Rp 70.000.0000 5
No. Periode
Perhitungan Beban Penyusutan Tahun
Berjalan
Beban Penysutan
Tahun Berjalan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
1 2022 Rp 11.250.000,00 Rp 11.250.000,00 Rp 11.250.000,00 Rp 128.750.000,00 2 2023 Rp 22.500.000,00 Rp 22.500.000,00 Rp 33.750.000,00 Rp 106.250.000,00 3 2024 Rp 22.500.000,00 Rp 22.500.000,00 Rp 56.250.000,00 Rp 83.750.000,00 4 2025 Rp 22.500.000,00 Rp 22.500.000,00 Rp 78.750.000,00 Rp 61.250.000,00 5 2026 Rp 11.250.000,00 Rp 11.250.000,00 Rp 90.000.000,00 Rp 50.000.000,00
No. Periode
Perhitungan Beban Penyusutan Tahun
Berjalan
Beban Penysutan
Tahun Berjalan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
1 2022 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 300.000.000,00 2 2023 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 140.000.000,00 Rp 230.000.000,00 3 2024 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 210.000.000,00 Rp 160.000.000,00 4 2025 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 280.000.000,00 Rp 90.000.000,00 5 2026 Rp 70.000.000,00 Rp 70.000.000,00 Rp 350.000.000,00 Rp 20.000.000,00
3. Sebuah mesin fotokopi didapat dengan harga perolehan Rp 60.000.000,00 nilai residu Rp 10.000.000,00 ditaksir dapat digunakan untuk memfotokopi satu juta lembar. Pada tahun 2021 mesin tersebut dipakai untuk memfotokopi 250.000 lembar, sedangkan di tahun 2022 digunakan untuk 150.000 lembar. Hitunglah biaya penyusutan di tahun 2021 dan 2022 beserta akumulasi penyusutan dan nilai buku!
➢ Penyusutan = HP – NR / TJP = Rp 60.000.000,00 - Rp10.000.000,00 /1.000.000 lembar = Rp 50,00
Biaya depresiasi tahun 2021 = Rp 50,00 x 250.000 lembar = Rp 12.500.000 Biaya depresiasi tahun 2022 = Rp 50,00 x 150.000 lembar = Rp 7.500.000 Akumulasi Penyusutan = Rp 12.500.000 + Rp 7.500.000
= Rp 20.000.000
Nilai Buku = Rp 60.000.000,00 - Rp 20.000.000
= Rp 40.000.000,00