“ TEORI PSIKOLOGI TENTANG
MANUSIA DAN FAKTOR - FAKTOR
PERSONAL YANG MEMPENGARUHI
PROSES KOMUNIKASI “
KELOMPOK II
Elsida Maria Artanty (218530173) Margareta Lumban Tobing
(218530044)
Mawaddah Fiwaradita (218530004)
Tarisa Ade Yustika (218530114)
“
Pemeran utama dalam proses komunikasi adalah manusia. Manusia mahkluk sosial yang tentu saja membutuhkan komunikasi dengan sesamanya. Dan tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan komunikasi, karena setiap hari kita selalu berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Hanya saja setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyampaikan pesan kepada orang lain. Maka dari itu keterlibatan psikologi dalam komunikasi tidak bisa diitinggalkan. Karena psikologi merupakan salah satu keilmuan yang
mempelajari berbagai macam kondisi manusia, seperti; perilaku, pikiran dan
mental. Jika fokus psikologi adalah manusia yang terlibat dalam komunikasi, maka yang harus diketahui adalah karakteristik manusia sebagai komunikan yaitu
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku mereka dalam berkomunikasi. 3
LATAR
BELAKANG
“
Psikologi komunikasi merupakan salah satu cabang dari dua ilmu pengetahuan penting, yaitu ilmu psikologi dan ilmu
komunikasi. Psikologi merupakan ilmu yang telah berkembang lama, sedangkan komunikasi merupakan cabang ilmu yang relatif baru berkembang. Salah satu cabang ilmu psikologi yang membahas bagaimana manusia berinteraksi dengan manusia lainnya disebut dengan psikologi sosial
.
Psikologi
Komunikasi
1
5
PEMBAHASAN
Konsepsi Psikologi
Tentang Manusia
Psikologi telah banyak melahirkan teori-teori tentang manusia, tetapi empat pendekatan yang paling dominan: psikoanalisis, behaviorisme, psikologi
kognitif, dan psikologi humanistis. Setiap pendekatan ini memandang manusia dengan cara berlainan. Kita tidak akan mengulas teori mana yang paling kuat.
Karakteristik manusia tampaknya merupakan sintesis dari keempat
pendekatan itu. Sekali waktu ia menjadi makhluk yang secara membuta menuruti kemauannya, pada waktu yang lain ia menjadi makhluk yang
berpikir logis. Pada-satu saat ia menyerah bulat-bulat pada proses pelaziman (conditioning) yang diterimanya dari Iingkungan, pada saat lain ia berusaha mewarnai Iingkungannya dengan nilai-nilai kemanusiaan yang dimilikinya.
“
Psikoanalisis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia.
Sigmund Freud, pendiri psikoanalisis, adalah orang yang pertama berusaha merumuskan psikologi manusia. Walaupun psikoanalisis cukup kompleks untuk diuraikan secara singkat, kita akan berusaha membahas garis-garis besar aliran ini, terutama dalam konsepsi
dasarnya tentang manusia. Menurut teori ini, perilaku manusia merupakan hasil interaksi dari tiga subsistem dalam kepribadian
manusia,yakni: Id,Ego dan Super Ego. Berdasarkan Teori Psikoanalisis (Homo Volens), manusia merupakan makhluk yang perilakunya
digerakkan oleh keinginan-keinginan yang terpendam.
7
1. Teori
Psikoanalisis
“
Teori ini memfokuskan perhatiannya pada perilaku yang kelihatan, yaitu perilaku yang dapat diukur, diramal dan dilukiskan. Teori ini merupakan reaksi terhadap teori
psikoanalisis.Dalam teori behaviourisme, manusia disebut sebagai Homo Mechanicus yang berarti manusia mesin. Mesin adalah suatu benda yang bekerja tanpa adanya motif dibelakangnya. Mesin berjalan tidak karena adanya dorongan alam bawah sadar tertentu, ia berjalan karena lingkungan sistemnya. Manusia, menurut teori ini juga
demikian, selain instink, seluruh tingkah lakunya merupakan hasil belajar. Belajar adalah perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Manusia dalam pandangan teori behaviourisme adalah makhluk yang sangat plastis, yang perilakunya sangat
2. Teori
Behaviorisme
“
Psikologi kognitif menempatkan manusia sebagai makhluk yang bereaksi secara aktip terhadap lingkungan, yakni dengan cara berfikir. Manusia berusaha memahami lingkungan yang
dihadapinya dan meresponnya dengan pikiran yang dimilikinya.
Oleh karena itu, maka manusia menurut teori kognitif ini disebut sebagai Homo Sapiens, yakni manusia yang berfikir. Jadi dalam mereaksi terhadap stimuli, manusia berfikir dan berusaha
menemukan jati dirinya. Teori Kognitif memang telah
menempatkan kembali manusia sebagai makhluk yang berjiwa, yang bukan hanya berfikir, tetapi juga berusaha menemukan
identitas dirinya (bandingkan dengan teori behaviorisme). 9
3. Teori Psikologi
Kognitif
“
Psikologi Humanistik memandang manusia sebagai eksistensi yang positif dan menentukan. Manusia dipandang sebagai makhluk yang unik yang memiliki cinta,kreativitas, nilai dan makna serta
pertumbuhan pribadi. Pusat perhatian teori humanistik,adalah pada makna kehidupan, dan masalah ini dalam psikologi humanistik
disebut sebagai Homo Ludens, yaitu manusia yang mengerti makna kehidupan. Menurut teori ini, manusia selalu berusaha untuk
mempertahankan dan meningkatkan kualitas dirinya. Manusia juga cenderung ingin selalu mengaktualisasikan dirinya dalam kehidupan yang bermakna. Dalam keadaan normal, manusia cenderung
4. Teori Psikologi
Humanistik
“Faktor-faktor Personal yang Mempengaruhi Perilaku
Manusia”
11
“
1. FAKTOR BIOLOGIS
Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia. Program ini, disebut
sebagai "epigenetic rules," mengatur perilak) manusia sejak
kecenderungan menghindari incest; kemampuan memahami ekspresi wajah, sampai kepada persaingan politik. Tidak seorang pun yang menolak kenyataan bahwa struktur biologis manusia genetika, sistem syaraf dan sistem hormonal sangat mempengaruhi perilaku manusia.
> Struktur genetik, misalnya, mempengaruhi kecerdasan, kemampuan sensasi dan emosi.
> Sistem Saraf mengatur pekerjaan otak dan proses pengolahan informasi dalam jiwa manusia. Sistem hormonal bukan saja
mempengaruhi mekanisme biologis, tetapi juga proses psikologis.
13
Manusia adalah makhluk biologis yang tidak berbeda dengan hewan yang lain. la lapar kalau tidak makan selama dua puluh jam.
kucing pun demikian, Ia memerlukan lawan jenis untuk kegiatan reproduktifnya. Faktor biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan faktor-faktor sosiopsikologis.
Bahwa warisan biologis manusia menentukan perilakunya, dapat diawali sampai struktur DNA yang menyimpan seluruh memori warisan biologis yang diterima dari kedua orang tuanya. Begitu besarnya pengaruh warisan biologis ini sampai muncul aliran baru, yang memandang segala kegiatan manusia, termasuk agama, kebudayaan, moral, berasal dan struktur biologinya. Aliran ini menyebut dirinya sebagai aliran sosiobiologi.
“
2. FAKTOR
SOSIOPSIKOLOGIS
15
Karena manusia makhluk sosial, dari proses sosial
memperoleh beberapa karakteristik yang mempengaruhi perilakunya. Kita dapat mengklasifikasinya ke dalam tiga komponen komponen afektif, komponen kognif dan
komponen konatif. Komponen yang pertama, yang
merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya. Komponen kognitif adalah aspek intelektual, yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia.
Komponen konatif adalah aspek volisional, yang
berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.
Melalui pembahasan pada ini kita memahami bahwa faktor personal sangat mempengaruhi proses
komunikasi yang terjadi diantara manusia. Faktor biologis
mempengaruhi perilaku dan kegiatan manusia saat berkomunikasi, hal ini terlihat jelas pada komunikasi
nonverbal. Lalu ada faktor
sosiopsikologis yang membentuk aspek emosional dan pola pikir manusia, bagaimana manusia berargument dan bertindak pada proses komunikasi. Maka
terbentuklah cara komunikasi yang berbeda karna latar belakang yang berbeda-beda pula.
Baiknya kita paham bahwa selalu ada sebab-akibat pada suatu hal yang terjadi.
Sebab faktor personal yang berbeda-beda maka akibatnya adalah cara komunikasi yang berbeda pula, yang perlu kita
lakukan sebagai mahkluk sosial ialah menghargai cara berkomunikasi satu sama lain.
Meski begitu pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, maka penulis
mengharapkan kritik yang membangun dari pembaca
17
KESIMPULAN SARAN
“