• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Respon Aitem - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Teori Respon Aitem - Spada UNS"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Rini Setyowati, M.Psi., Psikolog

Teori Respon Aitem

(2)

Review Teori Tes Klasik

Ada beberapa keterbatasan Teori Tes Klasik :

Parameter2 aitem dlm tes sbg instrumen ukur, yaitu indeks kesukaran & indeks diskriminasi aitem ternyata merupakan karakteristik aitem yang bergantung pd kelompok sampel yg digunakan untuk menghitungnya (gorup-dependent)

Asusmsi tes klasik kesetaraan error pengukuran bagi semua subjek yg dikenai tes sulit dipenuhi krn kurang adanya

dukungan yg dpt memperkuatnya

Dapat menghambat usaha2 aplikasi dlm pengembangan bank aitem, dlm komparasi subjek, dlm penyetaraan aitem, studi bias aitem dan bias tes dll

(3)

Untuk mengatasi Kelemahan teori klasik  teori respon aitem (IRT)

Teori respon aitem berusaha membangun model mengenai bagaimana konstrak psikologis yg bersifat laten dpt

dinyatakan dlm bentuk respon thd aitem yg teramati (observable)

(4)

Teori Respon Aitem dikembangkan oleh 2 Postulat

Performasi subjek pd suatu aitem dpt diprediksi oleh

seperangkat faktor yg disebut Traits, Laten Traits, Ability, atau kemampuan

Hubungan antara performansi subjek pd suatu aitem dan

kemampuan (abilitas) laten yg mendasarinya dpt digambarkan oleh kurva fungsi yg menaik scr monotonik yg disebut item characteristic function (ICC). Kelebihan kinerja subjek dapat dilihat dengan Item Characteristic Curve (ICC). Artinya semakin baik performance subjek akan semakin banyak respon

(jawaban pada aitem tes) yang benar.

(5)

Unsur teori dalam tes modern / teori respon aitem meliputi:

Butir (item tes)

Subjek (responnya)

Isi respon subjek

(6)

Asumsi

Parameter butir soal dan kemampuan adalah (Invariant).

Artinya soal yang dibuat memiliki korelasi positif dengan kemampuan yang diukur.

Unidimensionality, artinya 1 item mengukur satu

kemampuan. Asumsi ini kurang terbukti karena pada dasarnya antara item 1 dengan lainnya saling melengkapi.

Local independence, artinya respon terhadap suatu item tidak akan berpengaruh terhadap item lainnya.

(7)

Parameter butir soal pada IRT  ukuran atau aturan-aturan yang digunakan untuk mengetahui mana soal yang valid (bisa dipakai) dan mana soal yang tidak valid (tidak bisa dipakai).

Aturannya ada 3:

Daya pembeda soal, Artinya item soal bisa dianggap baik kalau item soal tersebut dapat digunakan untuk membedakan antara subjek yang berkemampuan tinggi dari subjek yang

berkemampuan rendah.

Taraf kesukaran soal, Artinya item soal bisa dianggap baik kalau item soal tersebut tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah.

Kebetulan menjawab benar. Artinya item soal bisa mendeteksi subjek yang menjawab asal-asalan dan kebetulan benar.

(8)

Beberapa model logistik

Model logistik satu parameter

Jika menggunakan logistik 1 parameter, item-item yang akan digunakan hanya diuji taraf kesukaran soalnya saja. Contoh saya membuat 50 item soal, setelah saya uji cobakan kepada N=100. Langkah selanjutnya saya hanya harus

menyeleksi mana item-item yang memiliki taraf kesukaran sedang (item yang sedang ialah item yang bisa dijawab oleh 60% subjek). Langkah terakhir item- item yang diketahui taraf kesukarannya sedang langsung bisa digunakan untuk tes.r

Model logistik dua parameter.

Jika menggunakan logistik 2 parameter, item-item yang akan digunakan harus diuji taraf kesukaran soalnya dan juga daya beda soalnya. Jelasnya item-item yang tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah serta bisa membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah, itu yang bisa dipakai sebagai item soal tes.

Model logistik tiga parameter

Jika menggunakan logistik 3 parameter, item-item yang akan digunakan harus diuji taraf kesukaran soalnya, diuji daya beda soalnya, dan diuji kemungkinan kebetulan menjawab benar

(9)

Referensi

Dokumen terkait