• Tidak ada hasil yang ditemukan

terapi rumatan metadon bagi pengguna narkoba suntik dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "terapi rumatan metadon bagi pengguna narkoba suntik dalam"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

Tesis bertajuk “Terapi Rumatan Metadon pada Penasun dalam Tinjauan Hukum Islam” yang disusun oleh Abdullah Syafei dengan nomor induk mahasiswa telah melalui proses bimbingan dengan baik dan dinilai oleh dosen pembimbing telah memenuhi syarat keilmuan untuk diujikan pada sidang Munaqosyah. Tesis berjudul “Terapi Rumatan Metadon Bagi Pengguna Narkoba Suntik Dalam Perspektif Hukum Islam” yang ditulis oleh Abdullah Syafei dengan nomor induk mahasiswa ditinjau pada sidang Munaqasyah Program Pascasarjana Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta pada 14 Januari. 2016/11 Dzulqaidah 1437 H. Perawatan rumatan metadon diatur dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 494/MENKES/SK/IV/2008 tentang Penyelenggaraan Uji Coba Rumah Sakit dan Satelit Pelayanan Terapi Metadon serta sebagai pedoman untuk program terapi pemeliharaan dengan metadon.

Dengan latar belakang tersebut maka permasalahan yang penulis kaji dalam terbitan kali ini adalah mengenai hukum terapi rumatan metadon bagi pengguna narkoba suntik dalam sudut pandang hukum Islam. Pecandu yang mengikuti rumatan metadon dapat kembali menjalani kehidupan normal dan meningkatkan kemampuannya. Kemudian penulis juga menggunakan metode penelitian lapangan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui wawancara terhadap pasien yang mengikuti program terapi rumatan metadon, ahli hukum Islam dan juga pihak-pihak yang berkompeten dan mengetahui banyak tentang seluk beluk permasalahan terapi metadon.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rumatan metadon salah dari sudut pandang pencegahan HIV/AIDS, dan dari sudut pandang penyalahgunaan narkoba sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Hal ini dikenal dengan nama Methadone Maintenance Therapy Program (PTRM), yang sebelumnya dikenal dengan Methadone Maintenance Program (PRM). SK/IV/2008 tentang Penyelenggaraan Uji Coba Rumah Sakit dan Satelit Pelayanan Terapi Metadon dan Pedoman Program Pemeliharaan Metadon.10.

Prinsip utama pemeliharaan metadon adalah menghilangkan gejala putus obat, meminimalkan gejala putus obat, dan menghilangkan efek euforia akibat heroin.

يِ ش ِإش

ماِ

لِا ِإوا

ماِ ِ ك

ب ِإرا

مِإر

Shighat an-Nahî yaitu Allah SWT yang menyebutkan keburukan perbuatan yang dimaksud, dalam hal ini dengan perkataan ِ س ِ ج ِإر. Kata yang berbentuk amr ( رمأ ( atau perintah. 19 Kata yang berbentuk amr menandakan suatu perintah yang harus dilaksanakan. Bukan saja tidak boleh diminum, tetapi juga tidak boleh berjualan) , dan tidak dapat digunakan sebagai obat 21.

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa sifat asli nahi itu haram dan tidak bisa haram kecuali ada dalil lain yang membuktikannya.

إف

نلا

هِإي

إل

حِإر ِ تل

Melarang yang baik dan lezat dan mengharamkan yang keji (kotor). QS.Al-A'râf:[7]:157) Ayat di atas berbicara tentang perintah berbuat baik (ma,ruf) dan melarang berbuat buruk.

م ِ نا

عِ با

لا

وِإسا

ى ِإط

يِإزِ ي ِ نا

نو را

راِ نا

س ِِإإ

لي ِإعا

نِ ِِإب

ع ِ شا

م ِإن

سِإل

إب

مِ ر ِِإع

نا

ن ِ لا

ي ِإرا

دلا

ع ِإءا

إءا اق ِِ

ر ِ لا

إللا

إللاِى

لِ يِإه

إإ

للا ِ

ءاِ

وِ ءا

إلِ ك

دِ وا

واِ و

إبِا

رِ ما

ورا)دوادوبأِه

اك

إنا

Identifikasi Masalah

Dari gambaran di atas terlihat jelas bahwa jika kita mencoba memusatkan perhatian pada masalah terapi metadon, kita akan menghadapi beberapa masalah yang berkaitan dengannya. Permasalahan ini terlalu dominan untuk mempengaruhi dan dijadikan bahan pertimbangan dalam mempertimbangkan boleh atau tidaknya penggunaan metadon dalam proses pengobatan bagi pengguna narkoba. Berdasarkan permasalahan yang dimaksud (pada identifikasi masalah), dalam hal ini penulis akan membatasi pembahasan penelitian terapi rumatan metadon dari sudut pandang hukum Islam, yang dalam pembahasannya juga akan mempengaruhi pendapat para ulama. .

Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya penulis juga akan memaparkan metodologi penarikan kesimpulan hukum yang digunakan para ulama dalam mencari dan menetapkan hukum. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan hukum, yaitu mengumpulkan data-data yang diperlukan, kemudian mengadaptasi dan menganalisisnya secara cermat berdasarkan hukum Islam. Penulis melakukan pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan karya-karya yang berkaitan.

Selanjutnya penulis juga menggunakan metode penelitian lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk melengkapi data yang sudah ada. Penelitian lapangan yang dimaksud lebih kepada upaya para penulis berkompeten yang banyak mengetahui seluk beluk permasalahan terapi metadon melalui wawancara. Proses wawancara melibatkan penggunaan alat berupa panduan wawancara, telepon genggam dan alat-alat lain yang diperlukan.

Proses selanjutnya adalah peneliti mencari jawaban atas permasalahan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini, dari hasil wawancara yang telah ditranskrip.

Kajian Pustaka

Dan juga Kitab al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu karangan Wahbah az-Zuẖailî, terdapat bab berkaitan makanan halal dan haram, pendapat ulama tentang kehalalan makanan dan minuman yang haram dalam keadaan darurat dan pendapat ulama tentang benda najis dan haram dalam rawatan. Selain itu, terdapat juga dalam bentuk tesis yang disusun oleh Arison Sani Mahasiswa IIQ Jakarta, Konsentrasi Ulum Al-Qur'an dan Ulum al-Hadith dengan tajuk Khamr dalam Perspektif Al-Qur'an. Tesis ini mempunyai hasil bahawa Khamr boleh dikatakan sebagai dadah atau sebaliknya, dadah juga boleh dipanggil Khamr dalam pengertian majazî.

Dalil yang dikemukakan adalah: Pemanfaatan dan dampak khamr dan narkoba adalah sama: kegunaannya untuk mabuk-mabukan dan kecanduan, sedangkan dampaknya menimbulkan penyakit baik internal maupun eksternal serta mengganggu sistem kerja merusak otak. Juga tesis yang disusun Hilyatuz Zahrah dengan judul Titik Kritis Larangan Narkoba dan Solusinya dalam Kajian Fiqh. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alkohol yang berasal dari khamr dalam pembuatan obat adalah haram, kecuali untuk alasan darurat.

Dari penelitian yang penulis temukan dari dua judul skripsi di atas, pada prinsipnya semua orang mengatakan bahwa khamr atau narkotika itu haram untuk dikonsumsi (minum dan makan), dan haram juga untuk pembuatan obat. Penulis melakukan penelitian terhadap peraturan pemerintah yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 494/MENKES/SK/IV/2008 dan diterapkan di beberapa rumah sakit di setiap kabupaten atau kota di seluruh Indonesia, tentang pelayanan terapi pemeliharaan dengan metadon dan Pedoman Program Pemeliharaan Metadon.

Sistematika penulisan

Bab ketiga, penelitian ini akan fokus pada asas-asas yang diperhatikan dalam penetapan hukum Islam, dimulai dari pengertian hukum Islam dan tujuan hukum Islam. Selain itu, penulis juga akan membahas secara singkat keadaan darurat, makna dan batasannya sebagai rangkaian pembahasan terakhir yang terdapat dalam bab ini. Pada bab keempat, penulis akan fokus membahas kedudukan hukum metadon dan terapi rumatan metadon dari sudut pandang hukum Islam.

Untuk mendapatkan jawaban mengenai kedudukan hukum metadon, pada bab ini penulis akan memaparkan pendapat para praktisi terapi metadon dan ulama hukum Islam. Bab kelima merupakan bagian penutup dari keseluruhan penelitian ini, yang akan dirumuskan dalam bentuk penarikan kesimpulan dan memberikan saran jika diperlukan. Terapi rumatan metadon merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pengguna narkoba suntik.

Terapi metadon dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pengguna narkoba suntik dan penularan HIV dan AIDS. Dari segi efek, metadon merusak sistem kerja otak sehingga menimbulkan banyak penyakit, baik internal maupun eksternal. Faktanya, jika dibandingkan dengan heroin atau obat lain, rasa sakit akibat metadon lebih lama hingga 3 bulan, sedangkan rasa sakit akibat heroin atau obat lain hanya bertahan 7 hari.

ملسم هاور(

ا) ملسم ه

اْوموامدمتم ف ٌءا

ور( ٍمامرمِبِ اْوموامدمت ملاموا ه

دواد وبأ)

إ َّن مللها

اه)ىراخبلا

Saran-saran

Abû Yaẖya, Zakariya Ibnu Muẖammad Ibnu Zakariya al-Anshârî, Al-Hudûd al-Aniqah wa at-Ta'rîfât ad-Daqîqah, Beirut: Dâr al-Fikr al-Mu'âshîr, 1411 M. Hukum Islam: Pengantar Fikih dan Sistem Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: PT raja Grafindo Persada, 2009. Modul Pelatihan Tokoh Masyarakat Sebagai Pendamping Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Jakarta: Pusat Penunjang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Nasional, 2005.

Metode IjtihadMajlisTarjih Muhammadiyah, Jakarta, penerbit logos, cet. Kaidah fiqih: Kaidah-kaidah hukum Islam dalam penyelesaian masalah-masalah praktis, Jakarta: Kencana, cet ke. Ahsin Wijaya dan Totok Jumantoro, Jakarta: Bumi Aksara, 2010 Al-Ghazâlî, Abû H̱âmid Muẖammad bin Muẖammad bin Muẖammad. Mustashfâ bi taẖqiqi Abdullah Mahẖmud Muẖammad 'Umar, Beirut: Dar al Politik Ilmiyah, 2008.

Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa Perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia, 2013. Petunjuk Praktis Terapi (Detoksifikasi) Alkohol dan Narkoba Tanpa Anestesi dan Substitusi (Metadon, Subutex, dll) dan HIV/AIDS , edisi 2, Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2011. Terapi dan rehabilitasi lanjutan pada pasien Metode NAZA prof. dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater, Jakarta: UI-Press, 2008 H̱ayyân, Abû H̱ayyân Muẖammad bin Yûsuf bin 'Ali bin Yûsuf, al-Baẖr al-.

Obat Penting, Khasiat, Kegunaan dan Efek Samping, Jakarta: PT Elek Media Komputindo Gramedia Group, 2002. Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka, 1989.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait