• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN "

Copied!
81
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORI

Uraian Teoritis

  • Komitmen Organisasi
  • Lingkungan Kerja
  • Etika Kerja

Lingkungan kerja yang kondusif dapat meningkatkan kinerja karyawan, dan sebaliknya, lingkungan kerja yang kurang memadai dapat menurunkan kinerja karyawan. Kondisi lingkungan kerja yang baik dapat dikatakan apabila orang-orang yang terlibat dapat melakukan aktivitas secara maksimal, aman dan nyaman. Lingkungan kerja yang baik mungkin memerlukan lebih banyak tenaga dan waktu serta tidak mendukung terciptanya rancangan sistem kerja yang efektif.

Menurut Kaswan, lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Menurut (Sutrisno, 2010), lingkungan kerja adalah seluruh sarana dan prasarana kerja di sekitar pegawai yang melakukan pekerjaan yang dapat dipengaruhi oleh pelaksanaan pekerjaan tersebut. Pengertian yang dikemukakan para ahli di atas mengenai lingkungan kerja, pada dasarnya lingkungan kerja mencakup hubungan kerja yang terjalin antar.

Siagian menyatakan manfaat lingkungan kerja adalah menciptakan gairah kerja, sehingga produktivitas dan prestasi kerja juga dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Sedangkan menurut Afandi (2016), ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan kerja secara umum meliputi lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja psikologis.

Lingkungan kerja yang baik dapat membentuk hubungan kerja yang baik dengan rekan kerja, sehingga tercipta etos kerja yang positif. Sikap disiplin dalam bekerja akan menjadikan pekerjaan lebih terorganisir dan menciptakan nilai-nilai etika yang positif dalam lingkungan kerja.

Kerangka Konseptual

Seseorang yang memiliki etos kerja akan selalu mempunyai totalitas dan semangat untuk mendorong dirinya bertindak guna mencapai kinerja yang optimal serta mempunyai keyakinan yang kuat dalam melakukan pekerjaannya dengan ikhlas dan ikhlas. Faktor pribadi mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap munculnya komitmen organisasi pegawai, terutama karena karakteristik pemimpin yang peduli terhadap keberadaan kemampuan pegawai (Wijoyo, 2017). Hasil penelitian (Sari, 2017) dan (Akbar, 2018) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan variabel lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh para ahli, disimpulkan bahwa faktor pribadi dan kualitas kehidupan kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi karyawan. Dari hasil penelitian terdahulu (Erika, 2016), (Sari, 2017), (Akbar, 2018), hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasi.

Gambar 2 Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Komitmen Kerja
Gambar 2 Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Komitmen Kerja

Hipotesis

Dengan penelitian ini dapat diketahui pengaruh etika kerja dan lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja dan etos kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi Dinar Industri dan Komersial Kota Tanjung Balai. Berdasarkan penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh lingkungan kerja terhadap komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai, hasil pengujian hipotesis secara parsial menunjukkan nilai t hitung.

Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan etos kerja secara bersama-sama dapat meningkatkan komitmen organisasi pegawai Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disebutkan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian mengenai pengaruh lingkungan kerja dan etos kerja terhadap komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai sebagai berikut. Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai.

Secara parsial etos kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai. Sedangkan lingkungan kerja dan etos kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai. Peneliti akan melakukan penelitian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai dengan judul “Pengaruh Etos Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai”.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Menurut Sugiyono (2013), penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.

Definisi Operasional Variabel

Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di lingkungan pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugasnya.

Tempat dan Waktu Penelitian

Teknik Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi pegawai tetap yang bekerja pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai yang berjumlah 30 orang pegawai pada program pembangunan sarana distribusi perdagangan.

Teknik Pengumpulan Data

  • Angket/Kuesioner
  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas

Selanjutnya setelah angket disebar untuk mengukur validitas dan reliabilitas suatu instrumen, dilakukan uji validasi dan reliabilitas. Uji validitas adalah menguji sejauh mana akurat atau benarnya suatu instrumen sebagai alat untuk mengukur variabel penelitian. Apabila instrumen tersebut valid atau benar, maka kemungkinan besar hasil pengukurannya benar. Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah instrumen penelitian merupakan instrumen yang reliabel dan dapat dipercaya.

Apabila variabel penelitian menggunakan instrumen penelitian yang handal dan reliabel, maka hasil penelitian juga dapat mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau reliabel apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan tersebut konsisten atau stabil.

Teknik Analisis Data

  • Regresi Linier Berganda
  • Pengujian Hipotesis

Sebagian besar responden menjawab merasa menjadi bagian dari keluarga di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai. Berikut uraian atau penyajian data penelitian variabel lingkungan kerja yang terangkum pada tabel di bawah ini. Jawaban responden lingkungan kerja saya tenang dan tanpa kebisingan mesin mayoritas menjawab “setuju” sebanyak 18 orang dengan persentase 60%.

Konstanta sebesar 8,408 menunjukkan jika seluruh variabel independen lingkungan kerja dan etos kerja diasumsikan nol, maka nilai komitmen organisasi sebesar 8,408. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah lingkungan kerja mempunyai pengaruh individu (parsial) terhadap komitmen organisasi atau tidak. Nilai t hitung untuk variabel lingkungan kerja sebesar 3,040 dan nilai t tabel dengan α = 5% diketahui sebesar 2,045 maka t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi lingkungan kerja sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak (Ho diterima) menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai.

Berdasarkan tabel diatas terlihat nilai R square sebesar 0,619 yang berarti 61,9% yang berarti variabel lingkungan kerja dan etos kerja mempunyai pengaruh sebesar 61,9% terhadap variabel komitmen organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja mampu meningkatkan komitmen organisasi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjung Balai, dimana dengan lingkungan kerja yang kondusif, aman dan nyaman maka pegawai akan merasa senang dalam bekerja, sehingga pegawai akan merasa seolah-olah menjadi bagian dari perusahaan. dan ini akan meningkatkan komitmen organisasi. Berdasarkan penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh lingkungan kerja dan etos kerja terhadap komitmen organisasi di lingkungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Tanjung Balai, hasil pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan nilai F hitung sebesar 21,973 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.

Gambar 4 Uji T dan Uji F
Gambar 4 Uji T dan Uji F

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Data

  • Deskripsi Data Variabel Penelitian
  • Karakteristik Responden
  • Jawaban Responden

Jawaban responden mengenai pencahayaan pada ruang kerja sesuai dengan kebutuhan, mayoritas menjawab “setuju” sebanyak 16 orang dengan persentase 53%. Jawaban responden tempat kerja saya jauh dari bising mayoritas menjawab “setuju” sebanyak 17 orang dengan persentase 57%. Jawaban responden mengenai ventilasi udara di tempat kerja saya cukup baik, mayoritas menjawab “setuju” sebanyak 11 orang dengan persentase 37%.

Terhadap jawaban responden ruang kerja saya luas dan luas mayoritas menjawab “setuju” yaitu sebanyak 16 orang dengan persentase 53%. Jawaban responden mengenai warna cat tembok yang saya gunakan saat bekerja tidak mempengaruhi kenyamanan saya dalam bekerja, mayoritas menjawab “Saya setuju”, yaitu sebanyak 16 orang dengan persentase 53%. Terhadap jawaban responden bahwa saya mempunyai keinginan yang besar dalam bekerja, mayoritas menjawab “Saya setuju”, yaitu sebanyak 13 orang dengan persentase sebesar 43%.

Dari jawaban responden mengenai keterikatan emosionalnya dengan tempat saya bekerja, mayoritas menjawab ‘setuju’ yaitu sebanyak 16 orang dengan persentase 53%. Dari jawaban responden bahwa saya bekerja sesuai pelatihan yang saya miliki, mayoritas menjawab ‘setuju’ yaitu sebanyak 19 orang dengan persentase 63%. Jawaban responden mengenai waktu saya bekerja, saya hanya menggunakan cara-cara resmi bila diperlukan saja. Mayoritas menjawab ‘sangat setuju’ sebanyak 16 orang dengan persentase 53%.

Table 4 Deskriptif Responden
Table 4 Deskriptif Responden

Analisis Data

  • Uji Asumsi Klasik
  • Regresi Linier Berganda
  • Pengujian Hipotesis
  • Uji Koefisien Determinasi (R-square)
  • Pembahasan

Dari tabel diatas terlihat bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai nilai toleransi sebesar 0,602 > 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,662 < 10. maka komitmen organisasi meningkat sebesar 0,473 dengan asumsi variabel independen lainnya nol. Lingkungan kerja yang kondusif akan memberikan rasa aman dan memungkinkan karyawan bekerja secara maksimal.

Apabila seorang pegawai menyukai lingkungan kerja dimana ia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah berada di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas, sehingga waktu kerja dapat digunakan secara efisien dan pegawai optimis bahwa usaha yang dikeluarkan juga akan tinggi (Maharani, 2009). ). Dimana pegawai dengan lingkungan kerja yang menyenangkan dan etos kerja yang baik akan merasa nyaman dalam melakukan pekerjaannya, sehingga komitmen organisasional pegawai tersebut meningkat. Lingkungan kerja merupakan sarana penunjang kelancaran proses kerja, dimana kenyamanan dan keamanan dalam bekerja juga diperhatikan dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan menyenangkan bagi para pegawai, sehingga dapat menunjang kinerja para pegawai. dalam melaksanakan aktivitas kerjanya.

Lingkungan kerja juga merupakan seperangkat kondisi atau keadaan lingkungan kerja suatu instansi tempat para pegawai yang bekerja pada lingkungan tersebut bekerja (Sinambela & Tanjung, 2018). Penting untuk meningkatkan lingkungan kerja yang baik dan kondusif untuk membantu meningkatkan produktivitas karyawan dalam hal suhu udara, keselamatan, dan pencahayaan tempat kerja. Perlu adanya pengawasan agar setiap pekerja merasa aman dan nyaman tanpa merasa cemas atau khawatir dalam menggunakan peralatan. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja perawat melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening (studi pada perawat ruang instalasi rumah sakit kelas I, II, III-A dan III-B di RS Islam Unisma Malang.

Table 8 Hasil Uji Multikolonieritas  UJI MULTIKOLINIERITAS
Table 8 Hasil Uji Multikolonieritas UJI MULTIKOLINIERITAS

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Penting bagi atasan untuk selalu memberikan apresiasi kepada pegawai yang telah berkomitmen baik, juga di lingkungan kerja. Pegawai yang telah menjaga etika yang baik juga patut diapresiasi agar dapat memberikan motivasi di kemudian hari.

Keterhambatan Penelitian

Mohon bantuan Bapak/Ibu untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan memberi tanda centang (√) pada kuesioner dan memilihnya sesuai dengan situasi saat ini. Sulit meninggalkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai karena khawatir tidak mendapatkan lapangan kerja di tempat lain. Saya merasa nyaman karena Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai adalah tempat yang tepat bagi saya.

Keputusan yang saya ambil mengenai pekerjaan didasarkan pada aturan etika Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjung Balai. Saya mempunyai disiplin kerja yang baik, dengan memahami dan mentaati peraturan mengenai perilaku dalam bekerja. Saya bekerja setelah menyelesaikan pendidikan saya agar saya dapat mengerjakan pekerjaan saya dengan teliti dan rapi.

Referensi

Dokumen terkait