PENDAHULUAN
Latar Belakang
Studi yang dilakukan oleh Houston, Lee & Suntheim (2017) dan Hoitash (2010) menunjukkan bahwa koneksi internal yang terjalin di antara anggota dewan perusahaan menciptakan persepsi yang seragam dan mengarah pada komunikasi yang lebih efektif di dalam perusahaan, yang akan mempengaruhi nilai perusahaan. Untuk itu penelitian ini juga akan mengkaji peran kontrol keluarga terhadap hubungan hubungan internal dewan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia.
Perumusan Masalah
Hubungan sosial yang ada antara anggota dewan perusahaan dapat menjadi aspek penting dari keunggulan kompetitif perusahaan. Diyakini bahwa adanya hubungan pendidikan antara anggota dewan perusahaan berdampak pada kinerja perusahaan.
Tujuan Penelitian
Bagaimana peran kontrol keluarga dalam perusahaan yang dapat memperlemah hubungan antara hubungan insider di dewan dan kinerja perusahaan di Indonesia.
Manfaat Penelitian
Sistematika Penulisan
Atas dasar itu, dalam penelitian ini diduga internal board connection berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Dimana dalam suatu perusahaan terdapat pengurus perusahaan (komisaris dan direksi) yang berasal dari almamater yang sama, maka dikatakan memiliki koneksi (koneksi internal).
TINJAUAN LITERATUR
Teori Agensi dan Struktur Kepemilikan
Untuk itu, sebagai kontribusi utama dalam penelitian ini, kami akan menyelidiki pengaruh koneksi internal dewan (dengan koneksi pendidikan sebagai proksi) terhadap kinerja perusahaan di Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini akan mengkaji bagaimana hubungan internal yang terjalin antar anggota dewan dalam perusahaan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan di Indonesia.
Resource-Based View Theory
Board Internal Connection dan Kinerja Perusahaan
Board Internal Connection, Family Control dan Kinerja Perusahaan
Dalam penelitian mengenai hubungan internal board connection dengan kinerja perusahaan di Indonesia tidak terlepas dari peran kontrol keluarga dalam perusahaan. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh papan sambungan internal terhadap kinerja perusahaan di Indonesia. Mengacu pada Fan et al. 2019), ukuran kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi return on assets (ROA) dan price to book value of equity (PBV).
2018) menjelaskan bahwa adanya kontrol keluarga dalam perusahaan dapat memperlemah hubungan positif antara efektivitas dewan dengan kinerja perusahaan.
METODOLOGI PENELITIAN
Rerangka Konseptual
Kontrol keluarga yang tinggi dalam perusahaan dapat melemahkan perlindungan investor dan pengungkapan informasi (La Porta et al., 2000). Keberadaan dewan memainkan peran penting dalam tata kelola perusahaan yang juga dapat berdampak pada kinerja perusahaan. Adanya modal sosial yang dimiliki oleh pengurus perusahaan dapat memperkaya komposisi pengurus di dalam perusahaan.
Kepemilikan sosial merupakan salah satu bentuk modal sosial yang umumnya dimiliki oleh pengurus di dalam perusahaan.
Pengembangan Hipotesis
- Board Internal Connection dan Kinerja Perusahaan
- Board Internal Connection, Family Control dan Kinerja Perusahaan 26
- Variabel Dependen Firm Performance
- Variabel Independen Board Internal Connection
- Variabel Moderasi Family Control
- Variabel Kontrol
Koneksi manajemen internal, kontrol keluarga dan kinerja bisnis keluarga sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan Keluarga sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan menunjukkan bahwa keluarga memiliki kontrol atas perusahaan. Di sisi lain, menurut Cheung et al. (2013) adanya kontrol keluarga dalam suatu perusahaan berpengaruh negatif terhadap efektifitas dewan direksi dalam perusahaan dalam membatasi tindakan oportunistik pemegang saham pengendali. Perusahaan keluarga didefinisikan sebagai perusahaan di mana pemegang saham pengendali adalah individu yang secara langsung atau tidak langsung memegang lebih dari 10% hak suara di perusahaan (La Porta et al., 1999).
Adapun beberapa variabel kontrol yang digunakan dalam model penelitian ini dengan mengacu pada Adam et al.2019) dalam mengukur kinerja bisnis adalah sebagai berikut.
Model Penelitian
Selain itu, pengujian terkait dewan penghubung internal BOK dan BOD terhadap kinerja perusahaan akan dilakukan secara terpisah, mengingat kedua dewan tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Sesuai dengan hipotesis 1a dan 1b dimana diduga hubungan internal pengurus berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, diharapkan β2 yang dihasilkan bernilai positif. Model kedua bertujuan untuk menguji hipotesis 2a dan 2b, dimana diduga kontrol keluarga dapat memperlemah hubungan positif antara komitmen internal dewan dengan kinerja perusahaan.
Selain itu, pengujian terkait papan koneksi internal di Dewan Komisaris dan Direksi juga akan dilakukan secara terpisah terkait kinerja perusahaan, mengingat kedua dewan tersebut memiliki fungsi yang berbeda.
Sampel Penelitian
Langkah Pengujian Empiris
- Uji Statistik Deskriptif
- Penentuan Model Estimasi
- Pengujian Asumsi Klasik
- Pengujian Hipotesis
Dalam asumsi Pooled Least Square, nilai rata-rata (mean) dari variabel dan hubungan antar variabel memiliki sifat yang tetap dari waktu ke waktu pada setiap entitas yang diamati, sehingga tidak mempersepsikan adanya perbedaan antar waktu yang diperoleh dari titik potong dan kemiringan model diasumsikan serupa (Utama & Lumondang, 2009). Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik data dalam penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya kontrol keluarga dalam perusahaan dapat semakin memperlemah hubungan positif antara internal board connection dengan direksi terhadap kinerja perusahaan yang diukur oleh perwakilan PBV.
Efeknya adalah peran dewan dalam perusahaan menjadi kurang efektif dan berpengaruh pada hasil yang buruk bagi perusahaan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Proses Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia kecuali sektor keuangan dan perbankan, dengan periode pengamatan tiga tahun dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Data terkait asal almamater Pendidikan formal yang diambil oleh anggota dewan perusahaan (komisaris dan direksi) yang diambil dari profil anggota dewan dalam laporan tahunan perusahaan. Data perusahaan dalam penelitian ini mencakup semua sektor yang diklasifikasikan oleh Bursa Efek Indonesia, kecuali sektor keuangan dan perbankan.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa observasi dalam penelitian ini hampir mewakili semua jenis industri di Indonesia (kecuali keuangan).
Uji Statistik Deskriptif
Nilai rata-rata kontrol keluarga menunjukkan bahwa 59% sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang dikendalikan keluarga. Memiliki nilai rata-rata 23,6%, artinya perusahaan dalam sampel ini rata-rata memiliki komposisi dewan independen sebesar 23,6% dari total jumlah dewan direksi di perusahaan tersebut. Persentase rata-rata pengurus yang memiliki koneksi berdasarkan kesamaan almamater pada perusahaan sampel dalam penelitian ini adalah 29,5%.
Persentase rata-rata pengurus yang memiliki koneksi berdasarkan kesamaan almamater pada perusahaan sampel dalam penelitian ini adalah 36%.
Penentuan Model Estimasi
Model 2a menunjukkan hasil uji Chow yang signifikan yang berarti metode estimasi FEM lebih baik dari PLS. Hasil uji Breusch Pagan menunjukkan bahwa metode estimasi REM lebih baik dari metode PLS. Model 1b menunjukkan bahwa metode estimasi FEM lebih baik dari PLS jika dilihat dari hasil uji Chow.
Breusch Pagan menunjukkan bahwa metode REM merupakan metode estimasi yang lebih baik daripada PLS.
Uji Asumsi Klasik
- Pengujian Normalitas
- Pengujian Multikolonearitas
- Pengujian Heteroskedastisitas
- Pengujian Autokorelasi
Jika nilai VIF yang dihasilkan melebihi 10, maka dapat diindikasikan terdapat masalah multikolinearitas pada model penelitian (Wibowo, 2016). Berdasarkan hasil uji multikolinearitas semua model pada penelitian ini, nilai VIF yang diperoleh tidak melebihi 10 (Lampiran 3), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinearitas pada semua model penelitian ini. Data panel merupakan bentuk data yang digunakan dalam penelitian ini, sehingga perlu dilakukan pengujian lebih lanjut terkait masalah autokorelasi.
Berdasarkan hasil uji autokorelasi melalui uji Wooldridge pada semua model dalam penelitian ini, ternyata terdapat beberapa model yang menunjukkan adanya masalah autokorelasi (Lampiran 5).
Pengujian Hipotesis dan Pembahasan
- Koneksi Internal Dewan Komisaris dan Kinerja Perusahaan
- Koneksi Internal Dewan Direksi dan Kinerja Perusahaan
Model 1a mengkaji hubungan antara koneksi internal yang ada antara dewan komisaris dengan kinerja perusahaan di Indonesia. Di sisi lain, model 1b menguji hubungan antara hubungan internal yang ada antara dewan perusahaan dan kinerja perusahaan di Indonesia. Berdasarkan hasil di atas dapat dijelaskan bahwa komitmen internal direksi dengan ROA sebagai proksi kinerja perusahaan menghasilkan nilai koefisien positif (0,025) tetapi tidak berpengaruh signifikan.
Selain itu, menguji interaksi antara hubungan internal dewan direksi dengan kontrol keluarga terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan PBV memberikan nilai.
Pengujian Robustness
Studi ini secara empiris mengeksplorasi dampak ikatan dewan internal yang diukur dengan kesamaan almamater dewan komisaris dan direksi perusahaan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia. Sehingga penelitian ini juga mengeksplorasi bagaimana peran kontrol keluarga dapat mempengaruhi hubungan antara ikatan dewan internal terhadap kinerja perusahaan di Indonesia. Di sisi lain, dengan menggunakan ROA sebagai ukuran kinerja perusahaan, ditemukan bahwa hubungan orang dalam dengan dewan direksi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan di Indonesia.
Namun dengan menggunakan PBV sebagai ukuran kinerja perusahaan, diperoleh hasil bahwa hubungan internal dewan dengan direksi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan sampel seluruh perusahaan di berbagai sektor di Indonesia (kecuali keuangan dan perbankan) pada periode tahun 2017 sampai dengan tahun 2019, diperoleh bukti adanya hubungan internal direksi yang terjalin antara direksi perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. terhadap kinerja perusahaan, baik menggunakan proxy ROA maupun PBV. Hasil yang konsisten juga terlihat ketika terdapat kontrol keluarga dalam perusahaan, dimana ternyata juga adanya kontrol oleh keluarga sebagai pengendali utama perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap hubungan hubungan internal dewan komisaris. direksi dari dewan direksi terhadap kinerja perusahaan. Artinya semakin besar keterkaitan antara direksi maka semakin besar pula sinergi yang akan berujung pada peningkatan kinerja perusahaan.
Selain itu, kehadiran kontrol keluarga telah terbukti secara signifikan melemahkan hubungan antara koneksi dewan internal dewan direksi dan kinerja perusahaan, dimana penggambaran tindakan pengambilalihan oleh keluarga sebagai pengendali perusahaan dapat membatasi peran dewan. direksi, dan sinergi yang tercipta menjadi kurang efisien dan berdampak pada menurunnya kinerja perusahaan. Pengukuran hubungan internal pengurus dalam penelitian ini hanya mengacu pada kesamaan antara pendidikan formal almamater yang ditempuh oleh pengurus perusahaan (educational coherence), berdasarkan jenjang pendidikan akhir pengurus perusahaan, mengingat informasi yang ada terbatas. dalam laporan tahunan perusahaan. Selanjutnya agar perusahaan mempertimbangkan pentingnya modal sosial pendukung yang diperoleh atau dibangun oleh anggota dewan di perusahaan dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan.
Batasan Penelitian
Saran
Dampak keragaman dewan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia selama 2008–2011. Masalah keagenan dan teori perusahaan Masalah keagenan dan teori perusahaan. Strategi politik perusahaan dan kinerja perusahaan: Indikasi manfaat khusus perusahaan dari layanan pribadi di AS
Pengaruh kepemilikan keluarga terhadap profitabilitas perusahaan pada perusahaan dengan menggunakan ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan pertumbuhan pendapatan sebagai variabel kontrol. Pengaruh pengendalian keluarga dan direktur independen terhadap kebijakan dividen dan struktur modal pada perusahaan yang terdaftar di BEI. SRTG PT Saratoga Investama Sedaya Tbk TLKM PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk TMPO PT Tempo Inti Media Tbk.