• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS - Oleh: Fetty Kurnia Dewi NIM - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "TESIS - Oleh: Fetty Kurnia Dewi NIM - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Penerapan budaya religius kepala sekolah belum matang dalam mengimplementasikan budaya sekolah agama di SMPN 5 Kota Bengkulu 2. Kebijakan kepala sekolah tidak ditanggapi oleh guru dalam implementasi budaya sekolah agama di SMPN 5 Kota Bengkulu.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi pengambil kebijakan, sebagai salah satu acuan dalam membuat kebijakan mengenai penerapan budaya sekolah agama di sekolah.

Penelitian Terdahulu

Skripsi penelitian ketiga strategi kepala sekolah Ach Baihaki dalam mewujudkan budaya religius di SMA Negeri 1 Sumenep Madura dan SMA Negeri 1 (Studi Multikasus di SMA Negeri 1 Sumenep Madura dan SMA Negeri 1). 29 Strategi Kepala Sekolah Ach Baihaki dalam Menciptakan Budaya Religius di MA dan SMA Negeri 1 Sumenep Madura (Studi Multikasus di SMA dan SMA Negeri 1 Sumenep Madura). 31 Edmond, Strategi Kepala Sekolah untuk Meningkatkan Sikap Keagamaan Siswa Putra di Kabupaten Aceh Selatan (Studi di Putra 2 Aceh Selatan).

Hal lain yang membedakan penelitian ini adalah terfokus pada proses penerapan yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai fungsi manajemen dalam implementasi budaya religius sekolah. Jika membaca hasil penelitian tentang peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu sekolah secara umum.

Sistematika Penulisan

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Manajemen

Defenisi Kepala Sekolah

Fungsi dan Tugas Kepala Sekolah

Penerapan Budaya Sekolah yang Religius

  • Budaya Sekolah
  • Pengertian Religius
  • Konsep Budaya Sekolah yang Religius

Kerangka Berfikir

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Subjek Penelitian

Kehadiran peneliti di lokasi penelitian sebagai pengamat non partisipan yang akan mengamati setiap program, kegiatan dan hal-hal lain yang diperlukan oleh peneliti. Oleh karena itu, kehadiran peneliti tidak dapat diwakili oleh instrumen lain, karena kehadiran peneliti di lokasi penelitian dapat merumuskan kembali subjek jika informasi yang diperoleh hilang atau tidak sesuai dengan interpretasi peneliti. Peneliti berusaha selektif, hati-hati dan objektif menyaring data yang dikumpulkan agar benar-benar terjamin validitasnya.

Anda memilih bidang penelitian dengan menentukan lokasi penelitian dan memastikan bahwa formulasi penelitian yang akan diteliti benar-benar ada di lokasi tersebut dan dapat diteliti oleh peneliti. Menjamin perizinan termasuk izin dari akademisi dan izin dari lembaga yang terkait dengan lokasi penelitian sampai dengan dan termasuk. Menjelajahi dan mengkaji kondisi lapangan, kegiatan ini dilakukan di hadapan peneliti untuk melakukan kajian atau eksplorasi awal di lokasi penelitian untuk mempelajari kondisi sosial, fisik dan alam.

Menyiapkan perlengkapan penyidikan meliputi persiapan mental, tenaga kerja, dana, alat tulis, alat penyidikan dan kamera sebagai alat bantu dalam mendokumentasikan hal-hal yang dianggap perlu dalam penyidikan. Soal etika penelitian berkaitan dengan hubungan antara peneliti dengan orang atau subjek, peneliti harus dapat menyesuaikan diri dengan norma dan nilai masyarakat yang berlaku di lokasi penelitian sehingga peneliti lebih mudah mengumpulkan informasi dan tidak ada konflik antara peneliti dan subjek yang menghambat penelitian. Memahami latar belakang penelitian dan persiapan diri yaitu peneliti harus memahami tempat penelitian baik terbuka maupun tertutup serta menjaga etika penelitian, menyesuaikan penampilan dengan kondisi penelitian, memahami posisi peneliti dengan mengetahui hubungan peneliti di lapangan, dan memperhatikan waktu belajar sehingga paling efisien dan dihabiskan secara efektif.

Berpartisipasi dalam mengumpulkan data, termasuk mengatur batas-batas studi dengan pertimbangan waktu, tenaga, dan dana. Tahap analisis data merupakan tahap terakhir dari prosedur yang harus dilakukan oleh peneliti dengan kehadirannya di tempat penelitian. Dalam melakukan penelitian, peneliti akan selalu hadir di lokasi penelitian, baik terencana maupun tidak terencana.

Data dan Sumber Data

Terkait rencana realisasi program budaya religius di SMPN 5 Kota Bengkulu, Kepala SMPN 5 Kota Bengkulu Ny. Rumi Atenah, S.Pd, MM menjelaskannya. Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Kota Bengkulu, Bpk. Warjanah, S.Pd. Ia mengatakan bahwa. Terkait implementasi budaya religi di SMPN 5 Kota Bengkulu, Ny. Rumi Atenah, S.Pd, MM menjelaskannya.

Kendala Implementasi Budaya Sekolah Religius di SMPN 5 Kota Bengkulu Keagamaan di SMPN 5 Kota Bengkulu. Dalam proses implementasi budaya sekolah religi di SMPN 5 Kota Bengkulu didukung oleh berbagai peluang yang memungkinkan terwujudnya budaya sekolah religi di lingkungan sekolah. Meski tidak meluas, namun berperan besar dalam implementasi budaya sekolah agama di SMPN 5 Kota Bengkulu.

Komitmen guru dalam mengimplementasikan budaya sekolah religi di sekolah merupakan peluang yang juga menentukan terwujudnya budaya sekolah di SMPN 5 Kota Bengkulu. Situasi budaya ini merupakan peluang untuk menerapkan budaya sekolah agama di SMPN 5 Kota Bengkulu yang terletak di tengah masyarakat Bengkulu Selatan. Senada dengan itu, Kepala SMPN 5 Kota Bengkulu menilai hal tersebut menjadi salah satu faktor penghambat implementasi budaya sekolah religi di sekolah.

Berdasarkan rumusan masalah penelitian yaitu Kepala sekolah dalam implementasi budaya sekolah religi di SMPN 5 Kota Bengkulu. - Langkah-langkah pelaksana kepala sekolah dalam menegakkan budaya sekolah agama dilakukan secara bertahap. Pemanfaatan budaya sekolah agama di SMPN 5 Kota Bengkulu didukung oleh beberapa peluang yang memungkinkan, namun pada saat yang sama menghadapi beberapa kendala baik internal maupun eksternal.

Teknik Pengumpulan Data

  • Teknik Wawancara Mendalam (Indeph Interview)
  • Teknik pengamatan berperan serta
  • Teknik Dokumentasi (Docomentation)

Teknik Analisa Data

  • Reduksi Data
  • Penyajian Data
  • Verifikasi (Menarik Kesimpulan)

Keabsahan Data

HASIL PENELITAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Berdirinya SMP N 5 Kota Bengkulu

Program Kerja Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Bengkulu

Keadaan personil dan sarana/prasarana SMPN 5 Kota Bengkulu

Hasil Penelitian

  • Proses Manajemen Penerapan budaya sekolah yang religius di
  • Hambatan yang dihadapi dalam penerapan budaya sekolah yang

Sehubungan dengan realisasi budaya religi melalui kegiatan program sholat Dhuha dan Dzhuhur berjamaah, Ny. Teten Marlena, S.Pd selaku guru bimbingan dan konseling SMPN 5 Kota Bengkulu menjelaskan hal tersebut. Mengenai budaya religi kepercayaan terhadap Tuhan, ada pernyataan menarik yang dikemukakan oleh Bpk. Warjanah, S.Pd sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Kota Bengkulu, ujarnya. Penjelasan yang sama mengenai budaya religi dijelaskan oleh Ny. Lopi Herianti, S.Ag selaku guru PAI dan Penasehat Spiritual SMPN 5 Kota Bengkulu, ungkapnya.

Dari penjelasan di atas, budaya religi kepercayaan kepada Tuhan dijelaskan oleh Ny. Teten Marlena, S.Pd selaku guru Bimbingan Konseling SMPN 5 Kota Bengkulu mengatakan hal tersebut. Mengenai perencanaan budaya religi, hal senada juga disampaikan oleh guru PAI yang juga merupakan Penasehat Spiritual SMPN 5 Kota Bengkulu, Ms. Lopi Herianti, S.Ah mengatakan demikian. Kemudian terkait perencanaan budaya religi, hal yang sama disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling SMPN 5 Kota Bengkulu, Ny. Teten Marlena, S.Pd., demikian disampaikannya.

111 Mus Muliadi et al, (2019), Manajemen kepala sekolah dalam mewujudkan budaya religius di SD Islam Terpadu Ar-Rahman Palangki. Mengenai penyelenggaraan budaya religi, hal senada juga disampaikan oleh guru PAI yang juga merupakan Penasehat Spiritual SMPN 5 Kota Bengkulu, Ny. Lopi Herianti, S.Ah mengatakan demikian. Kemudian tentang penataan budaya religi, hal yang sama juga disampaikan oleh guru bimbingan dan konseling SMPN 5 Kota Bengkulu, Ny. Teten Marlena, S.Pd, katanya.

Dengan perannya sebagai pendidik/pendidik di SMPN 5 Kota Bengkulu, kepala sekolah melaksanakan dengan merencanakan dan menyelenggarakan, kemudian program dengan mempromosikan, membimbing, mengarahkan siswa agar dapat melaksanakan program budaya religius yang disusun secara tertib. Saat isu pengaktifan/pelaksanaan program budaya religi, hal senada juga disampaikan guru bimbingan dan konseling SMPN 5 Kota Bengkulu, Ny. Teten Marlena, S.Pd. mengatakan hal tersebut. Pelaksanaan program budaya religi di SMPN 5 Kota Bengkulu sesuai dengan hasil penelitian Solikhul Amri yang mengatakan bahwa kepala sekolah mempercayakan pelaksanaan pengembangan budaya religi kepada bawahannya sesuai garis komando dalam hal ini.

Selanjutnya terkait inisiasi/implementasi program budaya religi, guru Bimbingan dan Konseling SMPN 5 Kota Bengkulu, Ibu Teten Marlena, S.P., mengatakan hal yang sama. Pengawasan program budaya religi di SMPN 5 Kota Bengkulu sesuai dengan hasil penelitian MP Restu Maulana yang mengatakan bahwa kepala sekolah sebagai pengawas dengan fungsi manajerial mengawasi setiap program yang berbudaya religi. yang dilakukan dengan mengawasi kegiatan yang dilakukan.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Manajemen dalam menerapkan budaya sekolah yang religius di
  • Peluang dan Hambatan yang dihadapi dalam menerapkan budaya

Langkah Implementasi Penggunaan budaya sekolah agama akan didiskusikan lebih lanjut oleh kepala sekolah dengan para guru terkait. Kegiatan budaya pesantren kemudian disosialisasikan kepada para siswa agar pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan. Peluang dan hambatan sehubungan dengan implementasi budaya sekolah agama di sekolah sekolah agama di sekolah.

-Peluang tersebut ada yang berasal dari dalam lingkungan sekolah (peluang internal) dan ada pula yang berasal dari luar lingkungan sekolah (peluang eksternal). a) Peluang dalam mengimplementasikan budaya sekolah agama di sekolah. Situasi ini memungkinkan penerapan budaya sekolah agama di sekolah karena satu visi dan satu keyakinan. Langkah implementasi dalam mengimplementasikan budaya sekolah agama di sekolah dengan membuat rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang.

Hambatan dalam mengimplementasikan budaya sekolah agama ada dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Peningkatan keterampilan manajerial dalam penerapan budaya sekolah agama, sehingga terjadi peningkatan mutu yang berkesinambungan dan berkesinambungan. Wali kelas dan guru lintas bidang studi dapat terlibat aktif dalam setiap kegiatan penerapan budaya sekolah agama di lingkungan sekolahnya.

Melaksanakan reorientasi program pendidikan di sekolah dengan tujuan terwujudnya budaya sekolah yang religius di sekolah. Mencermati dan mendukung upaya penerapan budaya sekolah religi di lingkungan sekolah. Meningkatkan partisipasi dan keterlibatan dengan memberikan dukungan baik moril maupun material dalam pelaksanaan kegiatan budaya pesantren di sekolah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Mempertahankan budaya sekolah religi yang telah dikembangkan dan berusaha mengimplementasikan nilai-nilai Islam sebagai ruh bagi kegiatan pendidikan di sekolah. Meningkatkan semangat dan komitmen terhadap implementasi budaya sekolah di sekolah sebagai wujud implementasi pembelajaran PAI. Menyadari bahwa tanggung jawab implementasi budaya sekolah yang religius adalah tanggung jawab seluruh pendidik dan seluruh warga sekolah, bukan hanya guru.

Bagi sekolah yang belum menerapkan budaya religius di sekolah, penerapan budaya sekolah religius di SMPN 5 Kota Bengkulu dapat dijadikan pertimbangan dalam membangun budaya sekolah religius di lingkungan sekolah. Penerapan budaya sekolah agama di sekolah perlu diperhatikan dengan baik, sehingga setiap individu sekolah dapat menerapkan budaya sekolah agama dengan baik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang mampu mengungkap lebih dalam tentang budaya mazhab di sekolah, sehingga apabila ada aspek-aspek penerapan budaya mazhab yang belum tercakup dalam penelitian ini, dapat disempurnakan oleh peneliti selanjutnya.

Gambar

Gambar 2.2 Proses Manajemen Sekolah
Gambar 3.1 Komponen Analisis Data Menurut Miles dan Huberman 82 Dari  bagan  diatas  dapat  dipahami  bahwa  analisis  data  kualitatif  merupakan  upaya  yang  berlanjut,  berulang  dan  terus  menerus

Referensi

Dokumen terkait

Pekerjaan pemindahan pupuk kompos dari timbangan ke pengayakan dilakukan oleh 1 orang pekerja dengan cara memegang, mengangkat, membawa dan meletakkan secara manual