• Tidak ada hasil yang ditemukan

TESIS OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK BENDUNGAN SELESAI

N/A
N/A
ALFADIN AZZAHRAWAANI EL NAUVAL

Academic year: 2023

Membagikan "TESIS OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK BENDUNGAN SELESAI"

Copied!
135
0
0

Teks penuh

(1)TESIS. OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK BENDUNGAN SELESAI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENDO TAHAP 2) Disusun dalam Rangka Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Mencapai Gelar Magister Teknik (MT). Oleh :. ANDIKO IRHASH PUTRA NIM : 20202100010. PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG 2023.

(2) HALAMAN PERSETUJUAN TESTS. OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK BENDUNGAN SELESAI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENDO TAHAP 2). Disusun oleh:. ANDIKOIRHASHPUTRA NIM :20202100010 Telah disetujui oleh. Tanggal 04 September 2023. Tanggal, 04 September 2023. Pembimbing I,. Pembimbing II,. Dr. Ir. H. Kartono Wibowo, MM., MT. Ir.. NIK: 210291015. NIK : 210296020. . aigun Ni'am, MT., Pb.D.

(3) HALAMAN PENGESAHAN TESlS OPTlMASl WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK BENDUNGAN SELESAI (STUDT KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENDO TAHAP 2) Disusun oleh ANDIKOIRHASHPUTRA NIM :20202100010 Dipertahankan di Depan Tim Penguji Tanggal: 30 Agustus 2023. Tim Penguji. 1. Ketua g�. Ir. M. F/u�m,�MT., Ph.D. 2. Anggota. Prof. Ir. H. Pratikso, MST., Ph.D. 3. Anggota. / ; AJ. _. Dr. Ri�ef, ST., MT. Tesis ini diterima sebagai salah satu persyaratan untuk Memperoleh gelar Magister Teknik (MT) rang, 04 September 2023 engetahui, ogram Studi,. .-, u\M SIJ. .._. ;.;_. (. I. �. Jr. H.. Mengesahkan 11 s Teknik, .. MT Ph.D II.

(4) MOTTO QS. Ali ‘Imran Ayat 110. Artinya : Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.. QS. Al-Mujadalah Ayat 11. Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapanglapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orangorang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.. iii.

(5) HALAMAN PERSEMBAHAN. Karya ini dipersembahkan buat semua yang telah mendukung dan membantu dalam doa, buat Papa Drs. Irhash A. Shamad, M.Hum, Mama Rosnelly, Abang Aidhya Irhash Putra, S.Si, M.Si, Adek Altahida Irhash Putra, SE. Serta buat keluarga kecil yang sangat kusayangi, Istri Vessy Milna, S.Psi, Ananda Naufal V. H. dan Halwa V. H. yang telah berkorban waktu untuk membuat karya ini.. iv.

(6) ABSTRAK Pelaksanaan suatu proyek tidak akan terlepas dari tiga faktor yaitu mutu, waktu dan biaya. Faktor waktu dan biaya dapat dilakukan perhitungan yang cermat serta dapat dilakukan optimasi. Hal ini perlu dilakukan untuk melakukan evaluasi kinerja suatu proyek, sehingga menjadi pembelajaran pada proyek selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja proyek, membuat reschedule yang optimal, crash program yang optimal serta menghitung efektifitas waktu dan efisiensi biaya terhadap reschedule yang dibuat pada proyek Bendungan Bendo Tahap 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan earned value dan crash program dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule, Laporan Bulanan Proyek dan Laporan Keuangan Proyek. Kemudian dilakukan analisis terhadap kinerja waktu dan biaya proyek, serta menghitung optimasi terhadap alternatif penambahan jam kerja lembur dan penambahan tenaga kerja sehingga didapatkan perbandingan waktu dan biaya yang optimal dari beberapa alternatif tersebut. Hasil kinerja proyek dengan metode earned value secara biaya lebih akurat mulai pada bulan ke 18 sampai dengan bulan ke 25, serta secara kinerja waktu penyelesaian sesuai dengan rencana time schedule. Sedangkan reschedule dan crash program yang optimal adalah dengan melakukan penambahan tenaga kerja dengan efisiensi biaya sebesar 0,66 % terhadap total cost dengan durasi normal dan efektifitas waktu selama 88 hari kalender. Kata Kunci : Optimasi, Earned Value, Crash Program, Efektifitas, Efisiensi. v.

(7) ABSTRACT The implementation of a project will not be separated from three factors, namely quality, time and cost. Time and cost factors can be calculated carefully and can be optimized. This needs to be done to evaluate the performance of a project, so that it becomes a lesson for the next project. This study aims to measure project performance, create optimal reschedules, optimal crash programs and calculate the time effectiveness and cost efficiency of rescheduling made in the Phase 2 Bendo Dam project. The method used in this study is the earned value and crash program with the data needed in this study is the Budget Plan (RAB), Time Schedule, Project Monthly Reports and Project Financial Reports. Then an analysis of the time and cost performance of the project is carried out, as well as calculating the optimization of alternatives for adding overtime hours and adding labor so that an optimal comparison of time and costs is obtained from the several alternatives. The results of the project performance using the earned value method in terms of costs are more accurate starting from the 18th month to the 25th month, as well as the completion time according to the planned time schedule. Meanwhile, the optimal rescheduling and crash program is adding workers with a cost efficiency of 0.66% of the total cost with a normal duration and time effectiveness of 88 calendar days. Keywords : Optimize, Earned Value, Crash Program, Effectiveness, Efficiency. vi.

(8)

(9)

(10) DAFTAR ISI HALAMAN PERSETUJUAN TESIS ..................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN TESIS ..................................................................... ii MOTTO.................................................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................................. iv ABSTRAK .............................................................................................................. v SURAT PERNYATAAN KEASLIAN................................................................. vii KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii DAFTAR ISI .......................................................................................................... ix DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xiv DAFTAR RUMUS................................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah........................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 3 1.3 Batasan Masalah.................................................................................... 3 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................. 3 1.4.1 Tujuan Penelitian ................................................................... 3 1.4.2 Manfaat Penelitian ................................................................. 3 1.5 Sistematika Penulisan............................................................................ 4 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................. 5 2.1. Tinjauan Manajemen Proyek .......................................................... 5. 2.2. Pengendalian Biaya Proyek.............................................................. 7 2.2.1 Rencana Anggaran Biaya Proyek ...................................... 9. 2.3. 2.2.2. Optimasi, efektifitas waktu dan efisiensi biaya ................. 9. 2.2.3. Crash Program ................................................................ 11. Konsep Earned Value Management.............................................. 13 2.3.1 Indikator Acuan berdasarkan Metode Earned Value. ..... 13 2.3.2. Varians Biaya (Cost Variance) dan Varians Jadwal (Schedule Variance) ........................................................ 14. 2.3.3. Indeks Kinerja Proyek ..................................................... 15. 2.3.4. Analisis Perkiraan Waktu Penyelesaian Proyek.............. 16. 2.3.5. Analisis Perkiraan Biaya Akhir Proyek........................... 16 ix.

(11) 2.4. Percepatan Proyek ......................................................................... 16 2.4.1 Penambahan Jam Kerja (Lembur) ................................... 18 2.4.2. Pelaksanaan Penambahan Tenaga Kerja ......................... 19. 2.4.3. Biaya Tambahan Pekerja (Crash Cost) ........................... 20. 2.5. Proyek Pembangunan Bendungan Bendo ..................................... 21. 2.6. Penelitian Terdahulu Tentang Metode Earned Value Management dan Metode Crashing .................................................................... 23. BAB 3 METODE PENELITIAN.......................................................................... 35 3.1. Tinjauan Umum ............................................................................ 35. 3.2. Jenis Penelitian .............................................................................. 35. 3.3. Sumber Data Penelitian ................................................................. 35. 3.4. Tahapan Penelitian ........................................................................ 36. 3.5. Bagan Alir Penelitian .................................................................... 39. BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................................ 41 4.1. Lingkup Pekerjaan Proyek Bendungan Bendo Lanjutan .............. 41. 4.2. Lokasi Proyek................................................................................ 48. 4.3. Data Umum Proyek ....................................................................... 49. 4.4. Data Teknis Proyek ....................................................................... 50. 4.5. Data Rencana Anggaran Biaya Proyek ......................................... 52. 4.6. Data Time Schedule (Kurva S) ...................................................... 52. 4.7. Data Laporan Bulanan................................................................... 54. 4.8. Data Laporan Keuangan Proyek ................................................... 55. 4.9. Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Proyek dengan Metode Earned Value .............................................................................................. 55 4.9.1 Indikator Acuan................................................................ 56. 4.10. 4.9.2. Varians Biaya dan Varians Jadwal................................... 61. 4.9.3. Indeks Kinerja Proyek ...................................................... 65. 4.9.4. Analisis Perkiraan Waktu Penyelesaian Proyek .............. 69. 4.9.5. Analisis Perkiraan Biaya Akhir Proyek ........................... 71. 4.9.6. Kinerja Waktu dan Biaya dengan Metode Earned Value 76. Percepatan Proyek dengan Metode Crash Program ..................... 77 4.10.1 Durasi Normal Kegiatan .................................................. 78 4.10.2 Lintasan Kritis .................................................................. 80 4.10.4 Menentukan Jumlah Resource pada Durasi Normal ....... 81 4.10.5 Analisis Percepatan Proyek dengan Penambahan Jam kerja ................................................................................. 83 x.

(12) 4.10.6 Analisis Percepatan Proyek dengan Penambahan Tenaga Kerja .............................................................................. 101 4.10.7 Analisis Crashing Terhadap Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung ............................................................. 106 4.10.8 Rekapitulasi Waktu dan Biaya Proyek .......................... 109 4.10.9 Percepatan Proyek dengan Crash Program .................. 111 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN............................................................... 114 5.1. Kesimpulan ................................................................................. 114. 5.2. Saran............................................................................................ 114. DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 115 LAMPIRAN ........................................................................................................ 118. xi.

(13) DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Model The Triple Constraints ............................................................. 1 Gambar 2.1 Bentuk Interaksi Umum Kelompok Proses dalam Manajemen Proyek ................................................................................................................................. 6 Gambar 2.2 Hubungan Area Pengetahuan Manajemen Proyek dengan Keberhasilan Proyek .............................................................................................. 7 Gambar 2.3 Grafik Kurva S Earned Value ........................................................... 13 Gambar 2.4 Grafik hubungan waktu-biaya normal dan dipercepat untuk suatu kegiatan ................................................................................................................. 17 Gambar 2.5 Grafik hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung, dan biaya tidak langsung ....................................................................................................... 18 Gambar 2.6 Grafik Indeks Penurunan Produktivitas Jam Lembur ....................... 18 Gambar 2.7 Timeline Proses Pembangunan Bendungan Bendo ........................... 21 Gambar 2.8 Proyek Bendungan Bendo ................................................................. 23 Gambar 3.1 Bagan Alir Penelitian ........................................................................ 40 Gambar 4.1 Akses Jalan Masuk ............................................................................ 41 Gambar 4.2 Terowongan Pengelak ....................................................................... 42 Gambar 4.3 Gambar Bendungan Utama ............................................................... 43 Gambar 4.4 Tampak Atas Bendungan Utama....................................................... 43 Gambar 4.5 Potongan Melintang Bendungan Utama Bendo Lanjutan ................. 44 Gambar 4.6 Volume Timbunan Bendungan Utama.............................................. 44 Gambar 4.7 Tampak Atas Bangunan Pelimpah Hulu ........................................... 45 Gambar 4.8 Bangunan Pengambilan ..................................................................... 46 Gambar 4.9 Tampak Atas Bangunan Pengambilan .............................................. 46 Gambar 4.10 Pekerjaan Hidromekanikal .............................................................. 47 Gambar 4.11 Pekerjaan Utama Pada Proyek Bendungan Bendo.......................... 48 Gambar 4.12 Lokasi Bendungan Bendo ............................................................... 49 Gambar 4.13 Layout Bendungan .......................................................................... 51 Gambar 4.14 Tipikal Bendungan Utama .............................................................. 52 Gambar 4.15 Time Schedule (Kurva S)................................................................. 53 Gambar 4.16 Grafik Perbandingan Nilai ACWP dan BCWP ............................... 61 Gambar 4.17 Grafik Nilai CV ............................................................................... 63 Gambar 4.18 Grafik Nilai SV ............................................................................... 65 Gambar 4.19 Grafik Nilai CPI .............................................................................. 67 Gambar 4.20 Grafik Nilai SPI............................................................................... 69 Gambar 4.21 Grafik Nilai ETC ............................................................................. 72 Gambar 4.22 Grafik Nilai EAC ............................................................................ 74 Gambar 4.23 Grafik Nilai ACWP vs ETC vs EAC .............................................. 74 Gambar 4.24 Grafik Nilai Perbandingan EAC dan BAC ..................................... 76 Gambar 4.25 Gantt Chart Microsoft Project Penambahan 3 Jam Kerja Lembur. 85 Gambar 4.26 Gantt Chart dari Microsoft Project Untuk Penambahan 2 Jam Kerja Lembur .................................................................................................................. 88 Gambar 4.27 Gantt Chart dari Microsoft Project dengan Penambahan 1 Jam Kerja Lembur ........................................................................................................ 91 Gambar 4.28 Grafik Kepadatan Tenaga Kerja.................................................... 101 Gambar 4.29 Gantt Chart Microsoft Project Crashing dengan Penambahan xii.

(14) Tenaga Kerja ....................................................................................................... 103 Gambar 4.30 Perbandingan Biaya pada Alternatif Crashing.............................. 111. xiii.

(15) DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Analisis Varian Terpadu ....................................................................... 15 Tabel 2.2 Koefisien Penurunan Produktifitas ....................................................... 19 Tabel 2.3 Review Penelitian-Penelitian Sebelumnya ........................................... 24 Tabel 4.1 Lingkup Pekerjaan Proyek Pembangunan Bendungan Bendo Lanjutan ............................................................................................................................... 48 Tabel 4.2 Rekapitulasi Adendum Pekerjaan Bendo Lanjutan .............................. 50 Tabel 4.3 Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya ................................................. 52 Tabel 4.4 Contoh Rekapitulasi Laporan Bulan Ke 1 ............................................ 54 Tabel 4.5 Contoh Laporan Keuangan Bulan Ke 1 ................................................ 55 Tabel 4.6 Rencana dan Realisasi Progress Proyek Bendungan Bendo Lanjutan.. 56 Tabel 4.7 Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) ....................................... 57 Tabel 4.8 Actual Cost for Work Performed (ACWP) ........................................... 59 Tabel 4.9 Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) ....................................... 60 Tabel 4.10 Varians Biaya ...................................................................................... 62 Tabel 4.11 Varians Jadwal .................................................................................... 64 Tabel 4.12 Cost Performance Index (CPI)............................................................ 66 Tabel 4.13 Schedule Performance Index (SPI) ..................................................... 68 Tabel 4.14 Perhitungan waktu ETC ...................................................................... 70 Tabel 4.15 Perhitungan waktu EAC...................................................................... 71 Tabel 4.16 Perhitungan Biaya Estimate to Complete (ETC) ................................ 72 Tabel 4.17 Perhitungan Biaya Estimate at Complete (EAC) ................................ 73 Tabel 4.18 Persentase Perbandingan EAC/BAC .................................................. 75 Tabel 4.19 Analisa Harga Satuan Timbunan Inti (Zona 1) ................................... 77 Tabel 4.20 Daftar Harga Satuan Upah .................................................................. 78 Tabel 4.21 Durasi Waktu Normal ......................................................................... 79 Tabel 4.22 Lintasan Kritis..................................................................................... 81 Tabel 4.23 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Timbunan Inti (Zona 1) .................. 82 Tabel 4.24 Durasi Crash Dengan Penambahan 3 jam kerja ................................. 85 Tabel 4.25 Durasi Crash dengan Penambahan 2 Jam Kerja Lembur ................... 88 Tabel 4.26 Durasi Crash dengan Penambahan 1 Jam Kerja Lembur ................... 91 Tabel 4.27 Rekapitulasi Waktu dan Biaya Crashing Penambahan 3 jam kerja.... 94 Tabel 4.28 Rekapitulasi Waktu dan Biaya Crashing Penambahan 2 jam kerja.... 97 Tabel 4.29 Rekapitulasi Waktu dan Biaya Crashing Penambahan 1 jam kerja.. 100 Tabel 4.30 Durasi Crash dengan Penambahan Tenaga Kerja............................. 102 Tabel 4.31 Rekapitulasi Biaya dan Waktu Crashing dengan Penambahan Tenaga Kerja .................................................................................................................... 105 Tabel 4.32 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Timbunan Inti (Zona 1) ................ 106 Tabel 4.33 Rekapitulasi Waktu dan Biaya .......................................................... 110. xiv.

(16) DAFTAR RUMUS. 2.1 Rumus BCWS ................................................................................................. 14 2.2 Rumus BCWP ................................................................................................ 14 2.3 Rumus CV ....................................................................................................... 14 2.4 Rumus SV ....................................................................................................... 15 2.5 Rumus CPI ...................................................................................................... 15 2.6 Rumus SPI ....................................................................................................... 16 2.7 Rumus ETC ..................................................................................................... 16 2.8 Rumus EAC .................................................................................................... 16 2.9 Rumus ETC ..................................................................................................... 16 2.10 Rumus EAC .................................................................................................. 16 2.11 Rumus Produktivitas Harian ......................................................................... 18 2.12 Rumus Produktivitas Tiap Jam ..................................................................... 19 2.13 Rumus Produktivitas Harian akibat lembur .................................................. 19 2.14 Rumus Crash Duration ................................................................................. 19 2.15 Rumus Jumlah Tenaga Kerja Normal ........................................................... 19 2.16 Rumus Jumlah Tenaga kerja dipercepat........................................................ 20 2.17 Rumus Normal Upah per hari ....................................................................... 20 2.18 Rumus Normal Upah per jam ....................................................................... 20 2.19 Rumus Biaya Lembur Pekerja ...................................................................... 20 2.20 Rumus Crash Cost per hari ........................................................................... 20 2.21 Rumus Cost Slope ......................................................................................... 20 3.1 Rumus BCWS ................................................................................................. 36 3.2 Rumus BCWP ................................................................................................. 37 3.3 Rumus CV ....................................................................................................... 37 3.4 Rumus SV ....................................................................................................... 37 3.5 Rumus CPI ...................................................................................................... 37 3.6 Rumus SPI ....................................................................................................... 37 3.7 Rumus ETC ..................................................................................................... 37 3.8 Rumus EAC .................................................................................................... 37 3.9 Rumus ETC ..................................................................................................... 37 3.10 Rumus EAC .................................................................................................. 37 3.11 Rumus Jumlah Resource per hari .................................................................. 37 3.12 Rumus Upah per hari .................................................................................... 37 3.13 Rumus Produktivitas Harian ......................................................................... 37 3.14 Rumus Produktivitas per tenaga kerja........................................................... 38 3.15 Rumus Produktivitas tiap jam ....................................................................... 38 3.16 Rumus Produktivitas Normal Jam Kerja Lembur ......................................... 38 3.17 Rumus Produktivitas Lembur ....................................................................... 38 3.18 Rumus Efektifitas tenaga kerja ..................................................................... 38 3.19 Rumus Crash Duration . ............................................................................... 38 3.20 Rumus Crash Duration ................................................................................. 38 3.21 Rumus Cost On Time .................................................................................... 38 3.22 Rumus Total Biaya Crashing ........................................................................ 38 3.23 Rumus Cost Slope ......................................................................................... 38 xv.

(17) 3.24 Rumus Cost Slope Total ................................................................................ 38 3.25 Rumus Kepadatan Tenaga Kerja ................................................................... 38 3.26 Rumus Durasi Crash ..................................................................................... 38 3.27 Rumus Produktivitas Tiap Jam ..................................................................... 39 3.28 Rumus Total Biaya Crashing ........................................................................ 39 3.29 Rumus Cost Slope ......................................................................................... 39 3.30 Rumus Cost Slope Total ................................................................................ 39 3.31 Rumus Efektifitas Waktu .............................................................................. 39 3.32 Rumus Efisiensi Biaya .................................................................................. 39. xvi.

(18) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Rencana Anggaran Biaya Proyek .................................................... 118 Lampiran 2 Time Schedule Rencana .................................................................. 122 Lampiran 3 Laporan Bulanan Proyek ................................................................. 124 Lampiran 4 Laporan Keuangan........................................................................... 149 Lampiran 5 Analisa Harga Satuan ...................................................................... 162 Lampiran 6 Daftar Harga Satuan ........................................................................ 171. xvii.

(19) BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Pekerjaan Proyek Bendungan beberapa tahun belakangan sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah. Proyek bendungan merupakan salah satu pelaksanaan proyek yang bersifat unik, dimana tidak akan pernah persis sama dengan pekerjaan bendungan lainnya. Karena bersifat unik, maka untuk pengendalian proyek dibutuhkan suatu manajemen proyek. Didalam suatu lingkup manajemen proyek terdapat tiga faktor pembatas atau triple constraint yang dapat mempengaruhi manajemen proyek yaitu cost, scope dan time (Auzan, et al., 2017).. Gambar 1.1 Model The Triple Constraints Sumber : (PMI, 2017) Pengendalian biaya merupakan lingkup manajemen proyek yang utama oleh setiap kontraktor pelaksana, karena setiap proses bisnis adalah berorientasi kepada laba. Pengendalian biaya dilaksanakan sejak proyek dimulai agar pelaksanaan proyek lebih terukur dan terarah sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Banyak metode pengendalian biaya yang dapat diterapkan, salah satunya adalah Metode EVMS (Earned Value Management System) yang dapat mengukur kinerja pelaksanaan suatu proyek serta memprediksi waktu dan biaya akhir proyek. Konsep earned value dapat menyajikan data kinerja dalam tiga dimensi, yaitu biaya aktual, biaya rencana dan nilai pekerjaan fisik yang sudah diselesaikan (earned value/percent completed) (Mahapatni, et al., 2019). Pada pelaksanaan proyek, juga dibutuhkan pengendalian waktu agar pelaksanaan pekerjaan bisa diselesaikan sesuai jadwal, sehingga dibutuhkan 1.

(20) langkah-langkah untuk melakukan percepatan proyek jika terjadi kendala atau hambatan di lapangan. Salah satunya dengan metode Crashing yang mereduksi waktu pelaksanaan pada pekerjaan yang termasuk lintasan kritis (Umar, et al., 2021), sehingga waktu pelaksanaan bisa sesuai dengan jadwal waktu yang direncanakan atau lebih cepat dari rencana. Proyek Bendungan Bendo merupakan salah satu proyek Bendungan yang berada dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Pelaksanaan pekerjaan bendungan Bendo dimulai sejak tahun 2013 dan baru diresmikan pada 07 September 2021. Pekerjaan bendungan Bendo dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap satu mulai tahun 2013 sampai dengan tahun 2019 dan tahap dua mulai tahun 2019 sampai tahun 2021. Pada penelitian ini, pada proyek bendungan Bendo tahap dua dilakukan pengujian metode earned value sehingga didapatkan perkiraan (forecast) biaya sampai dengan akhir dan dilakukan perbandingan dengan biaya realisasi akhir proyek serta dilakukan percepatan menggunakan metode crashing dengan biaya yang optimal. Penelitian-penelitian terdahulu telah banyak menggunakan metode earned value ini, seperti penelitian oleh (Sukmono, et al., 2021) dengan menghitung estimasi biaya penyelesaian proyek yang sedang berjalan, serta penelitian oleh (Susanti, et al., 2019) yang mengukur kinerja biaya dan waktu proyek yang sedang berjalan dan menentukan estimasi biaya dan waktu penyelesaian akhir proyek. Penelitian lain dengan metode crashing oleh (Adi, et al., 2016) dengan menghasilkan durasi percepatan dan biaya percepatan secara optimal, serta penelitian oleh (Haq, et al., 2019) dengan menghasilkan durasi percepatan apabila dilakukan penambahan jam kerja sebanyak satu jam. Sedangkan pada penelitian ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya dengan melakukan pengujian terhadap forecast biaya dan waktu dengan metode earned value serta melakukan perhitungan percepatan pelaksanaan proyek dengan metode crashing yang dibandingkan dengan rencana biaya dan waktu penyelesaian proyek.. 2.

(21) 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana kinerja proyek Bendungan Bendo Tahap 2 dengan metode earned value ? 2. Bagaimana membuat reschedule yang optimal ? 3. Bagaimana crash program pekerjaan yang optimal? 4. Bagaimana efektifitas waktu dan efisiensi biaya pada reschedule proyek Bendungan Bendo Tahap 2? 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah dibuat agar pembahasan penelitian fokus kepada tujuan hasil penelitian dan tidak keluar dari inti permasalahan yang akan dibahas. Batasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sumber data penelitian yang digunakan adalah data Proyek Pembangunan Bendungan Bendo Tahap 2. 2. Pengujian pada penelitian ini dengan menggunakan metode earned value management system dan metode crashing. 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.4.1 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui kinerja proyek dengan metode earned value. 2. Membuat reschedule yang optimal. 3. Mengetahui crash program yang optimal. 4. Mengetahui efektifitas waktu dan efisiensi biaya terhadap reschedule yang optimal. 1.4.2 Manfaat Penelitian Penelitian ini dapat bermanfaat bagi kontraktor pelaksana proyek dalam pengendalian biaya dan waktu sehingga dapat mengetahui prediksi biaya dan 3.

(22) waktu sampai dengan akhir proyek secara lebih akurat dan optimal. 1.5 Sistematika Penulisan Agar mempermudah dalam menyusun dan memahami hasil penelitian ini, maka penulis menggunakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini memuat tentang teori-teori dari studi kepustakaan yang menjadi dasar dalam permasalahan yang diteliti untuk mengambil kesimpulan. BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang metode penelitian, jenis penelitian, sumber data penelitian, tahapan penelitian dan bagan alir penelitian. BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat karakteristik data, deskripsi data, pengolahan data penelitian dan pembahasan hasil penelitian. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Bab. ini. berisi. tentang. kesimpulan. terhadap. hasil. penelitian. dan. pembahasannya, serta saran untuk penelitian berikutnya.. 4.

(23) BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Tinjauan Manajemen Proyek Manajemen adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang seni memimpin organisasi mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian terhadap sumber daya yang terbatas dalam mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan efisien. (Siswanto & Salim, 2019). Sedangkan pengertian proyek adalah suatu rangkaian kegiatan yang bersifat unik yang hanya dilaksanakan sekali dengan pelaksanaan yang umumnya mempunyai waktu pendek dan terbatas (Wiratmani & Prawitasari, 2013). Menurut (Nugroho, et al., 2019) proyek merupakan rangkaian kegiatan yang terorganisir dari gabungan berbagai sumber daya untuk mencapai sasaran dalam jangka waktu tertentu/terbatas. Jadi dapat disimpulkan manajemen proyek adalah seluruh kegiatan dalam memimpin organisasi mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek mulai dari awal sampai dengan berakhirnya proyek sehingga menjamin pelaksanaan proyek tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu (Wulfram, 2005). Sedangkan tujuan manajemen proyek adalah menemukan metode atau cara teknis yang paling baik agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal terhadap ketetapan, kecepatan, penghematan dan keselamatan kerja secara komprehensif walaupun dengan sumber daya yang terbatas (Siswanto & Salim, 2019). Proses yang ada dalam setiap manajemen proyek adalah sebagai berikut (PMI, 2017) : 1. Inisiasi (Initiating) Proses ini merupakan lingkup awal dengan mendefinisikan proyek baru, penetapan sumber dana, stakeholder, dan project manager. Pada fase ini juga menyamakan persepsi tentang tujuan proyek dan fokus proyek pada saat pelaksanaan sampai dengan selesai. 2. Perencanaan (Planning) Pada fase ini dilakukan perencanaan manajemen proyek dengan memperhatikan seluruh aspek yang menunjang ataupun yang menghambat 5.

(24) proyek yaitu lingkup proyek, mutu, biaya, waktu, sumber daya, manajemen resiko, supply chain dan lain sebagainya, sehingga sudah tergambar strategi yang dilakukan pada saat pelaksanaan dengan memperhatikan aspek-aspek tersebut. 3. Pelaksanaan (Execution) Bertujuan untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah direncanakan sesuai dengan spesifikasi yang sudah disepakati dengan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh sumber daya yang ada sehingga pelaksanaan proyek sesuai rencana dan tujuan proyek. 4. Monitoring dan Pengendalian (Monitoring and Controlling) Selama masa pelaksanaan proyek akan selalu terjadi perubahan-perubahan dan hambatan sehingga diperlukan monitoring serta pengendalian proyek yang dilakukan dalam periode tertentu, sehingga kinerja proyek dapat terukur dan terarah walaupun dengan perubahan atau hambatan yang ada. 5. Penutupan (Closing) Proses penutupan pada proyek dilakukan untuk finalisasi seluruh pekerjaan yang ada sehingga proyek dinyatakan sudah selesai. Fase ini dilakukan serah terima pekerjaan yang sudah di audit, pengarsipan seluruh dokumen proyek serta dokumentasi proyek yang bisa dijadikan lesson learned.. Gambar 2.1 Bentuk Interaksi Umum Kelompok Proses dalam Manajemen Proyek Sumber (PMI, 2017) Untuk mencapai kesuksesan suatu proyek, maka diperlukan sepuluh 6.

(25) pengetahuan yang harus dilakukan oleh pelaku manajemen proyek (Mulyoto & Kurniali, 2016) adalah sebagai berikut : 1. Manajemen Integrasi Proyek (Project Integration Management) 2. Manajemen Ruang Lingkup Proyek (Project Scope Management) 3. Manajemen Waktu Proyek (Project Time Management) 4. Manajemen Biaya Proyek (Project Cost Management) 5. Manajemen Mutu Proyek (Project Quality Management) 6. Manajemen SDM Proyek (Project Human Resource Management) 7. Manajemen Komunikasi Proyek (Project Communication Management) 8. Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Management) 9. Manajemen Pengadaan Proyek (Project Procurement Management) 10. Manajemen Pemangku Kepentingan Proyek (Project Stakeholders Management). Gambar 2.2 Hubungan Area Pengetahuan Manajemen Proyek dengan Keberhasilan Proyek Sumber : (Mulyoto & Kurniali, 2016) Sepuluh pengetahuan manajemen proyek tersebut apabila diterapkan pada proyek yang dilaksanakan secara menyeluruh dapat menentukan keberhasilan suatu proyek, karena pada semua pengetahuan tersebut sudah mempertimbangkan seluruh aspek yang mungkin terjadi pada pelaksanaan proyek seperti pada manajemen resiko proyek. Sehingga setiap kemungkinan hambatan yang akan muncul sudah diidentifikasi sejak awal dan diperhitungkan pengelolaan resikonya. 2.2 Pengendalian Biaya Proyek Pengendalian merupakan suatu usaha yang sistematis untuk dapat tentukan 7.

(26) standar yang sesuai sasaran serta tujuan perencanaan, merencanakan sistem informasi, melakukan perbandingan antara realisasi pelaksanaan dengan standar yang sudah ditetapkan, menganalisis kemungkinan terjadinya penyimpangan, melakukan koreksi yang mungkin diperlukan sehingga seluruh sumber daya bisa diberdayakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan yang akan dicapai (Husen, 2009). Pengendalian juga digunakan untuk memastikan program dan aturan kerja yang telah ditetapkan bisa dicapai dengan kesalahan yang minimal (Nahdi & Simanjuntak, 2020). Beberapa bentuk kegiatan pengendalian adalah sebagai berikut (Husen, 2009) : 1. Supervisi, merupakan tindakan pengawasan terhadap pelaksanaan yang dilakukan oleh personil yang berwenang dalam suatu struktur organisasi. 2. Inspeksi, merupakan tindakan pemeriksaan langsung pada objek yang diperiksa untuk mengontrol serta menjamin spesifikasi mutu produk sesuai dengan yang telah direncanakan. 3. Tindakan Koreksi, merupakan tindakan perbaikan yang dilakukan untuk menyesuaikan. perubahan-perubahan. atau. terhadap. penyimpangan-. penyimpangan yang terjadi. Triple constraint yang terdiri dari cost, scope dan time merupakan tiga batasan dalam pengendalian proyek yang harus selalu diperhatikan saat pelaksanaan proyek sampai dengan sasaran proyek sudah tercapai. Secara cost atau biaya proyek harus tidak melebihi rencana anggaran yang sudah ditetapkan, sedangkan secara scope yang lebih mengarah ke spesifikasi serta ruang lingkup pekerjaan yang dilaksanakan haruslah sesuai dengan kriteria dan kesepakatan awal. Terakhir secara time atau waktu pelaksanaan proyek harus sesuai atau lebih cepat dari jadwal pelaksanaan yang sudah ditetapkan. Pengendalian biaya proyek merupakan proses monitoring biaya pada saat pekerjaan proyek setiap periode waktu tertentu sehingga dapat diketahui sejak awal ada potensi penyimpangan biaya ataupun cost overrun dan dapat dilakukan pencegahan sejak awal untuk meminimalisir resiko yang akan terjadi. Biaya merupakan komponen yang fundamental bagi setiap proyek konstruksi, salah satu masalah yang sering terjadi pada proyek di seluruh dunia adalah pembengkakan biaya (cost overrun) sehingga perlu pembelajaran lebih lanjut untuk bisa mengatasi 8.

(27) permasalahan tersebut (Puteri, et al., 2021). 2.2.1. Rencana Anggaran Biaya Proyek Rencana anggaran biaya proyek merupakan total perkiraan biaya yang diperlukan termasuk biaya langsung dan biaya tidak langsung yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan proyek dan juga dapat disebut dengan total anggaran proyek atau Budget At Completion (BAC) (Ibrahim, 1993). Unsur biaya pada proyek yang merupakan acuan untuk pengendalian biaya adalah sebagai berikut : a. Biaya Langsung (Direct Cost) Biaya langsung merupakan biaya yang berhubungan langsung yang menunjang progress pekerjaan di lapangan. Biaya langsung terdiri dari : - Biaya Material - Biaya Upah - Biaya Peralatan dan operasional peralatan - Biaya Subkontraktor b. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost) Biaya tidak langsung merupakan biaya yang secara tidak langsung berhubungan dengan progres pekerjaan di lapangan, tetapi biaya ini harus ada untuk menunjang administrasi dan bagian umum di proyek. Biaya tidak langsung terdiri dari : - Biaya overhead yang terdiri dari biaya umum, biaya gaji, biaya personalia, biaya keuangan proyek, biaya operasional proyek dan lain-lain. - Biaya resiko proyek yang digunakan untuk biaya yang tidak terduga dan mungkin akan terjadi.. 2.2.2. Optimasi, efektifitas waktu dan efisiensi biaya Optimasi, efektifitas waktu dan efisiensi biaya merupakan pondasi utama dalam mendukung berbagai kegiatan seperti kegiatan bisnis, teknologi, manufaktur, lingkungan dan sektor publik. Apabila diterapkan ketiga aspek ini akan memiliki potensi untuk meningkatkan 9.

(28) kinerja, produktivitas dan keberlanjutan. Optimasi adalah proses pencarian satu atau lebih solusi dan menerapkan solusi terbaik sehingga diperoleh suatu kegiatan yang lebih optimal (Berlianty & Arifin, 2010). Dapat disimpulkan bahwa optimasi adalah suatu proses pencarian solusi pada suatu kegiatan dengan mendapatkan. kualitas. dan. hasil. kerja. yang. tinggi. dengan. mempertimbangkan seluruh aspek yang menjadi hambatan serta memanfaatkan sumber daya yang ada secara efisien. Optimasi bisa berupa pemilihan strategi, alokasi sumber daya atau pengaturan tata kelola suatu sistem. Contoh penerapan optimasi adalah optimasi dalam kegiatan produksi, seperti mengatur sumber daya yang tepat sehingga waktu pelaksanaan lebih efektif serta biaya produksi yang lebih efisien. Efektifitas waktu adalah kemampuan mengatur suatu kegiatan sehingga. dapat. mengalokasikan. waktu. yang. tepat. dengan. memanfaatkan sumber daya yang ada. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk mengatur prioritas dan memampatkan suatu kegiatan. Beberapa prinsip efektifitas waktu meliputi : 1. Perencanaan, membuat jadwal atau rencana kerja untuk mengatur kegiatan dalam jangka waktu tertentu. 2. Pengaturan Prioritas, menentukan kegiatan yang prioritas (kegiatan yang kritis) dengan mengatur keperluan sumber daya yang ada 3. Pengelolaan Prokrastinasi, menghindari penundaan suatu kegiatan. Efisiensi biaya merupakan suatu usaha dengan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengurangi pemborosan biaya. Efisiensi biaya berarti mencapai tingkat keuntungan yang optimal dengan pengeluaran yang minimal. Beberapa strategi efisiensi biaya meliputi : 1. Analisis Biaya, menghitung dan mengevaluasi dari seluruh sumber daya untuk mendapatkan keuntungan yang sepadan dengan pengeluaran biaya. 10.

(29) 2. Automatisasi dan Teknologi, perkembangan dan penerapan teknologi saat ini dapat meningkatkan kinerja serta mengurangi biaya operasional dalam jangka waktu yang panjang. 3. Manajemen Supply Chain, dengan memperkuat manajemen supply chain seperti dengan mengoptimalkan persediaan dan biaya transportasi dapat mengurangi pengeluaran biaya. Manfaat dengan penerapan optimasi, efektifitas waktu dan efisiensi biaya pada suatu kegiatan bisnis adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan daya saing bisnis 2. Membuat bisnis yang sustainable 3. Melindungi dan menjaga lingkungan 4. Meningkatkan kualitas dan kinerja personil 2.2.3. Crash Program Proyek Crash Program menjadi salah satu pendekatan yang populer dalam mengatasi tantangan yang ada dalam pelaksanaan proyek saat ini, khususnya pada proyek-proyek pemerintah. Pendekatan ini memanfaatkan sumber daya yang besar dalam waktu yang singkat untuk mencapai target waktu yang telah ditetapkan. Crash Program telah berhasil menangani berbagai masalah yang kompleks pada proyek walaupun cara ini penuh dengan resiko. Crash program atau percepatan pelaksanaan pekerjaan dapat diartikan dengan mempersingkat waktu pelaksanaan proyek (Irwan, 2019). Waktu pelaksanaan proyek merupakan jumlah waktu pada pekerjaan. yang. termasuk. dalam. lintasan. kritis,. sehingga. mempersingkat waktu pelaksanaan dengan mengelola waktu pada pekerjaan yang termasuk dalam lintasan kritis. Karakteristik Proyek Crash Program 1. Waktu Singkat, waktu pelaksanaan lebih pendek dari pada proyek sejenis yang dijalankan secara normal. 2. Alokasi Sumber Daya Besar, membutuhkan alokasi sumber daya yang besar, baik dalam hal anggaran, tenaga kerja, infrastruktur ataupun teknologi. 11.

(30) 3. Tim Khusus, untuk melaksanakan crash program dibutuhkan tim khusus yang ahli dan profesional di bidangnya untuk mengatasi segala permasalahan yang ada dan memonitor setiap penyimpangan yang terjadi serta cepat dalam pengambilan keputusan. 4. Komitmen Pemangku Kepentingan, keterlibatan dan dukungan dari. stakeholders. sangat. diperlukan. untuk. mengatasi. permasalahan yang ada. Kelebihan proyek Crash Program adalah dapat mengatasi masalah yang mendesak dengan cepat, meningkatkan inovasi dan kolaborasi dan memberikan solusi jangka pendek untuk situasi krisis. Sedangkan tantangan pada proyek crash program adalah tingginya tekanan waktu yang menyebabkan resiko kualitas dan kegagalan, biaya yang tinggi dan peningkatan resiko keuangan serta dibutuhkan manajemen resiko yang cermat. Definisi – definisi yang diperlukan dalam percepatan adalah sebagai berikut (Ervianto, 2004) : 1. Waktu Normal (Normal Day), merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan dengan sumber daya yang normal. 2. Biaya Normal (Normal Cost), merupakan biaya yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan dengan waktu normal. 3. Waktu dipersingkat (Crash Time), merupakan waktu yang sudah dipersingkat durasinya dengan mengevaluasi kebutuhan sumber daya. 4. Biaya untuk waktu yang dipersingkat (Crash Cost), merupakan biaya yang dibutuhkan untuk mempersingkat penyelesaian proyek.. 12.

(31) 2.3 Konsep Earned Value Management Konsep earned value bisa menjadi salah satu alat dalam mengelola proyek konstruksi dengan mengintegrasikan antara biaya dan waktu, sehingga bisa menjadi indikator bagi kinerja proyek dari segi biaya dan waktu dan dapat melakukan tindakan pencegahan serta proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana (Kartikasari, 2014). Dari segi biaya, dalam konsep earned value dilakukan dengan membandingkan jumlah biaya yang sesungguhnya dikeluarkan (aktual) dengan rencana anggaran biaya yang ditetapkan, sedangkan dari segi waktu konsep ini menganalisis kurun waktu yang dicapai dibandingkan dengan perencanaan (Munandar, 2021). Dari metode earned value ini dapat memberikan proyeksi biaya dan waktu sampai dengan selesainya proyek, apakah proyek tersebut akan terjadi pembengkakan biaya (cost overrun) ataupun akan terjadi keterlambatan pelaksanaan pekerjaan.. Gambar 2.3 Grafik Kurva S Earned Value Sumber : (Soemardi, et al., 2007). 2.3.1. Indikator Acuan berdasarkan Metode Earned Value.. Terdapat tiga indikator yang menjadi acuan berdasarkan metode earned value (Pandeiroth, 2012), yaitu :. 13.

(32) a. Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) BCWS merupakan anggaran yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang diselesaikan dalam waktu tertentu, yang merupakan perpaduan antara biaya, lingkup kerja dan jadwal (Witjaksana & Reresi, 2012). BCWS dapat juga diartikan dengan anggaran yang diperlukan sesuai dengan rencana schedule. Rumus yang digunakan untuk perhitungan BCWS : BCWS = (%Progres Rencana) x (Total Anggaran) b.. 2.1. Actual Cost for Work Performed (ACWP) ACWP merupakan total biaya aktual yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan selama periode waktu tertentu, data ACWP dapat diperoleh dari data akuntasi proyek dengan menjumlahkan biaya material, biaya upah, biaya alat, biaya subkon, biaya keuangan dan biaya umum proyek (Witjaksana & Reresi, 2012).. c. Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) BCWP merupakan nilai pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan terhadap anggaran yang tersedia, yang biasanya juga disebut dengan nilai hasil (earned value) yang dipakai untuk mengukur berapa pekerjaan yang sudah dapat diselesaikan (Witjaksana & Reresi, 2012). Rumus BCWP adalah sebagai berikut : BCWP = (%Progress Aktual) x (Total Anggaran) 2.3.2. 2.2. Varians Biaya (Cost Variance) dan Varians Jadwal (Schedule Variance). a. Varians biaya (CV) merupakan selisih dari nilai hasil dari anggaran yang telah dialokasikan untuk mengerjakan suatu pekerjaan pada periode waktu tertentu (Kartikasari, 2014). CV = BCWP – ACWP. 2.3. CV = 0 ; biaya proyek sesuai rencana CV > 0 ; biaya proyek lebih kecil dari rencana (efisiensi) CV < 0 ; biaya proyek lebih besar dari rencana (inefisiensi) 14.

(33) b. Varians Jadwal (SV) adalah perbedaan antara realisasi pekerjaan yang dicapai dengan yang direncanakan pada periode tertentu (Kartikasari, 2014). SV = BCWP - BCWS. 2.4. SV = 0 ; realisasi progress proyek tepat waktu SV > 0 ; realisasi progress proyek lebih cepat terhadap rencana SV < 0 ; realisasi progress proyek terlambat terhadap rencana Tabel 2.1 Analisis Varian Terpadu Nilai SV Positif. Nilai CV Positif. Nol. Positif. Positif Nol Negatif. Nol Nol Negatif. Nol. Negatif. Negatif Positif. Nol Negatif. Keterangan Waktu pekerjaan lebih cepat dan biaya lebih kecil dari anggaran Waktu pekerjaan sesuai rencana dan biaya lebih kecil dari anggaran Waktu pekerjaan lebih cepat dan biaya sesuai anggaran Waktu pekerjaan sesuai rencana dan biaya sesuai anggaran Waktu pekerjaan terlambat dari rencana dan biaya lebih tinggi dari anggaran Waktu pekerjaan sesuai rencana dan biaya lebih tinggi dari anggaran Waktu pekerjaan terlambat dan biaya sesuai anggaran Waktu pekerjaan lebih cepat dari rencana dan biaya lebih tinggi dari rencana. Sumber : (Soeharto, 1995) 2.3.3. Indeks Kinerja Proyek. a. Cost Performance Index (CPI) CPI merupakan indeks yang menunjukkan produktifitas keuangan (efisiensi biaya) (Kartikasari, 2014). CPI = BCWP/ACWP. 2.5. CPI = 1 ; biaya proyek sesuai rencana CPI > 1 ; biaya proyek lebih kecil dari rencana (efisiensi) CPI < 1 ; biaya proyek lebih besar dari rencana (inefisiensi) b. Schedule Performance Index (SPI) SPI merupakan indeks yang digunakan untuk meninjau progres realisasi yang ada dan dibandingkan dengan target rencana pada 15.

(34) periode tertentu (Kartikasari, 2014). SPI = BCWP/BCWS. 2.6. SPI = 1 ; realisasi progres proyek sesuai rencana SPI > 1 ; realisasi progres proyek lebih cepat dari rencana SPI < 1 ; realisasi progres proyek lebih lambat dari rencana 2.3.4. Analisis Perkiraan Waktu Penyelesaian Proyek. a. Estimate to Complete (ETC) ETC adalah perkiraan waktu untuk pekerjaan tersisa proyek (Abma, 2016). ETC = (Rencana – Waktu Pelaporan)/SPI. 2.7. b. Estimate at Complete (EAC) EAC merupakan perkiraan waktu penyelesaian proyek (Abma, 2016). EAC = ETC + Waktu Pelaporan 2.3.5. 2.8. Analisis Perkiraan Biaya Akhir Proyek. a. Estimate to Complete (ETC) ETC adalah jumlah biaya yang diperlukan untuk penyelesaian proyek terhadap data produktivitas terakhir yang sudah dicapai (Kartikasari, 2014). ETC = (BAC - BCWP)/CPI. 2.9. b. Estimate at Complete (EAC) EAC merupakan perkiraan total biaya proyek sampai dengan selesai. EAC = ACWP + ETC. 2.10. 2.4 Percepatan Proyek Proses crashing atau percepatan proyek merupakan proses mereduksi atau 16.

(35) mengurangi durasi suatu pekerjaan secara maksimal yang dapat mempengaruhi waktu penyelesaian proyek dengan biaya yang paling ekonomis (Ervianto, 2004). Percepatan proyek dilakukan karena dua hal yaitu karena permintaan owner/pemilik proyek supaya pekerjaan dilakukan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, dan yang kedua dikarenakan terjadi keterlambatan proyek sehingga diperlukan percepatan pekerjaan agar waktu penyelesaian tetap sama dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Untuk melakukan percepatan pekerjaan proyek dapat dilakukan dengan beberapa alternatif yaitu (Kartikasari, 2014) : a. Penambahan jam kerja (Lembur) b. Pembagian giliran kerja c. Penambahan tenaga kerja d. Penambahan/pergantian peralatan e. Pergantian atau perbaikan metode kerja f. Konsentrasi pada kegiatan tertentu g. Kombinasi dari alternatif yang ada Pada percepatan proyek, akan mempengaruhi biaya total penyelesaian proyek yang terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Hubungan antara biaya terhadap waktu normal dan terhadap waktu dipercepat dapat dilihat pada Gambar 2.4 :. Gambar 2.4 Grafik hubungan waktu-biaya normal dan dipercepat untuk suatu kegiatan Sumber : (Soeharto, 1997) Pada Gambar 2.4 dapat disimpulkan bahwa semakin besar penambahan jam kerja (lembur), maka akan semakin cepat waktu penyelesaian proyek, serta 17.

(36) tambahan biaya yang dikeluarkan juga semakin besar. Sedangkan hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung dan biaya tidak langsung dapat dilihat pada Gambar 2.5 :. Gambar 2.5 Grafik hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung, dan biaya tidak langsung Sumber : (Soeharto, 1997) 2.4.1. Penambahan Jam Kerja (Lembur). Sesuai dengan grafik indeks penurunan produktivitas jam lembur oleh (Soeharto, 1997), semakin besar penambahan jam lembur semakin turun produktivitasnya seperti pada Gambar 2.6:. Gambar 2.6 Grafik Indeks Penurunan Produktivitas Jam Lembur Sumber : (Soeharto, 1997) Dari Gambar 2.6 dapat diuraikan sebagai berikut (Husein & Musyafa, 2018) : 1.. 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣. Produktivitas Harian = 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛. 2.11. 18.

(37) 2.. Produktivitas Tiap Jam = 𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽𝐽 𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝 ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎. 𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃𝑃. 2.12. 3.. Produktifitas harian akibat kerja lembur. 2.13. = (jam kerja per hari x Produktivitas tiap jam) + ( a x b x produktivitas tiap jam) a = jumlah penambahan jam kerja (lembur) b = koefisien penurunan produktivitas akibat penambahan jam kerja (lembur) Tabel 2.2 Koefisien Penurunan Produktifitas. Sumber : (Soeharto, 1997) 4.. 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣. Crash Duration = 𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝𝑝 ℎ𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠𝑠ℎ 𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 2.4.2. 2.14. Pelaksanaan Penambahan Tenaga Kerja. Penambahan tenaga kerja sangat mungkin dilakukan dengan syarat areal kerja yang tersedia untuk tambahan tenaga kerja tersebut serta penambahan personil pengawasan pekerjaan di lapangan supaya selalu dapat terkontrol. Perhitungan kebutuhan penambahan tenaga kerja dapat dihitung dengan rumusan sebagai berikut : 1.. Jumlah tenaga kerja normal =. 2.15. 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑥𝑥 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛. 19.

(38) 2.. Jumlah Tenaga kerja dipercepat =. 2.4.3. 2.16. 𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾𝐾 𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡 𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝑥𝑥 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑. Biaya Tambahan Pekerja (Crash Cost). Berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 menyatakan untuk upah penambahan waktu kerja mempunyai nilai yang bervariasi yaitu : untuk satu jam pertama, upah pekerja mempunyai nilai 1,5 kali upah perjam pada waktu normal serta untuk penambahan waktu kerja berikutnya dengan nilai upah 2 kali upah perjam waktu normal (Husein & Musyafa, 2018). Perhitungan untuk biaya tambahan pekerja dapat dirumuskan sebagai berikut (Husein & Musyafa, 2018) : 1.. Normal Upah Per hari. 2.17. = Produktifitas harian x harga satuan upah pekerja 2.. Normal upah pekerja per jam. 2.18. = Produktifitas perjam x harga satuan upah pekerja 3.. Biaya Lembur Pekerja. 2.19. = (1,5 x upah perjam normal untuk 1 jam pertama lembur) + (2 x n x upah perjam normal untuk penambahan jam kerja lembur berikut nya) n = jumlah penambahan jam kerja 4.. Crash Cost pekerja per hari. 2.20. = (jam kerja per hari x normal cost pekerja) + (n x biaya lembur per jam) 5.. 2.21. Cost Slope =. 𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶ℎ 𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐𝑐 − 𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷 𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 − 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷 𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶ℎ. 20.

(39) 2.5 Proyek Pembangunan Bendungan Bendo Bendungan Bendo sudah diusulkan sejak tahun 1974 dalam Rencana Induk Proyek Pengembangan Wilayah Sungai Bengawan Solo, dilanjutkan kajian ulangnya oleh Konsultan Nippon Koei Co. Ltd., Jepang melalui studi Comprehensive Development and Management Plan (CDMP) pada tahun 2000 dan masih menjadi salah satu bendungan yang direkomendasikan untuk dilakukan studi lebih lanjut (PT. Indra Karya, 2004). Pada tahun 2004 dilanjutkan studi kelayakan, penyusunan desain, tes model spillway dan Detail Design, kemudian dilakukan studi pengelolaan lingkungan hidup pada tahun 2005 dan pada tahun 2006 dilakukan studi pengadaan tanah, studi amdal dan studi LARAP serta keluarnya sertifikat desain, dilanjutkan mulai pembangunan fisik tahap 1 dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2019 serta pembangunan fisik tahap 2 dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 (Putra, 2021).. Gambar 2.7 Timeline Proses Pembangunan Bendungan Bendo. 21.

(40) Bendungan bendo merupakan salah satu upaya untuk pengembangan daerah pada Kabupaten Ponorogo yaitu berkaitan dengan pengembangan sumber daya air dengan sasaran untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat seperti air irigasi, air baku serta untuk pengendalian banjir yang terjadi setiap tahunnya (PT. Indra Karya, 2004). Manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat Kabupaten Ponorogo adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan aspirasi masyarakat setempat terhadap pengembangan sumber daya air secara berkesinambungan untuk pengembangan ekonomi daerah Ponorogo dan sekitarnya. b. Memperkecil kesenjangan penyediaan dan distribusi air antar kabupaten di wilayah sungai Bengawan Solo. c. Solusi dalam mengatasi kekurangan air irigasi pada musim kemarau. d. Solusi terhadap peningkatan kebutuhan air baku domestik maupun industri. e. Mengurangi dampak banjir di hilir sungai Kali Keyang dan Kali Ngindeng, termasuk daerah perkotaan. Pekerjaan utama pada pekerjaan Pembangunan Bendungan Bendo secara keseluruhan adalah sebagai berikut : 1. Pekerjaan Jalan Masuk 2. Pekerjaan Terowongan Pengelak 3. Pekerjaan Bendungan Utama 4. Pekerjaan Bangunan Pelimpah 5. Pekerjaan Bangunan Pengambilan 6. Pekerjaan Bangunan Fasilitas 7. Pekerjaan Hidromekanikal. 22.

(41) Gambar 2.8 Proyek Bendungan Bendo. 2.6 Penelitian Terdahulu Tentang Metode Earned Value Management dan Metode Crashing Penelitian tentang metode earned value dan metode crashing sudah banyak dilakukan, beberapa review penelitian sebelumnya dapat dilihat pada Tabel 2.3 :. 23.

(42) Tabel 2.3 Review Penelitian-Penelitian Sebelumnya No 1. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Riset. Hasil Riset. Aplikasi Metode Nilai. (Pujihastuti & Priyo,. Perlu adanya proses. Metode Konsep Nilai. pada penelitian ini pelaksanaan proyek. Hasil (Earned Value. 2012). pengendalian untuk. Hasil. tidak mengalami keterlambatan atau. Method) pada Sistem. meminimalisasi segala. percepatan dan juga tidak. Pengendalian Proyek. penyimpangan yang. menghasilkan untung ataupun merugi. dapat terjadi selama proyek berlangsung 2. Analisis Pemakaian. (Anwar & Hayati,. menganalisis pemakaian. Metode earned value. nilai yang diperoleh untuk analisis. Metode Earned Value. 2013). metode earned value. varians biaya dan varians jadwal. Sebagai Alat Pengendalian. sebagai alat. adalah positif artinya biaya produksi. Proyek. pengendalian proyek. proyek lebih kecil dari rencana anggaran biaya dan jadwal pelaksanaan lebih cepat dari jadwal rencana. 3. Analisis Pengendalian. (Rantung, et al.,. Untuk mengetahui. metode deskriptif. hasil penerapan konsep nilai hasil. Biaya Dan Jadwal Pada. 2014). pengendalian biaya dan. dengan pendekatan. dalam pengendalian biaya dan jadwal. Tahap Pelaksanaan. waktu terhadap suatu. studi kasus pada. pada beberapa Pembangunan. Konstruksi Dengan. proyek konstruksi pada. Proyek-proyek. Bangunan Pengaman Pantai di. 24.

(43) No. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Riset. Hasil Riset. “Analisis Nilai Hasil”. tahap pelaksanaan. Pembangunan. Propinsi Sulawesi Utara diperoleh. (Earned Value Analysis). berdasarkan varians. Bangunan Pengaman. kinerja yang menurun. Studi Kasus Pada Proyek. biaya dan varians jadwal. Pantai di Provinsi. Bangunan Pengaman. serta indeks kinerja. Sulawesi Utara pada. Pantai Di Provinsi. biaya dan indeks kinerja. Balai Wilayah. Sulawesi Utara. jadwal Proyek-proyek. Sungai Sulawesi I. Pembangunan Bangunan (BWSS-I) yang Pengaman Pantai di. memakai desain. Provinsi Sulawesi Utara. deskriptif. pada Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS-I) Tahun 2014 4. Analisis Pengendalian. (Abma, 2016). Waktu Dengan Earned. Menentukan kinerja. analisa earned value. proyek secara waktu. Proyek mengalami keterlambatan yang cukup besar. Value Pada Proyek Pembangunan Hotel Fave Kotabaru Yogyakarta 5. Penerapan Metode Earned. (Sufa'atin, 2017). mengetahui kemajuan. Metodologi. Dengan menggunakan metode EVM. 25.

(44) No. 6. Judul. Peneliti dan. Tujuan. Tahun. Metode Riset. Value Management (Evm). suatu proyek lebih besar. Dalam Pengendalian. atau lebih kecil dari. mengestimasikan biaya dan jadwal. Biaya Proyek. anggaran yang. proyek. Dengan menggunakan metode. dianggarkan atau lebih. EVM dapat mengendalikan biaya dan. cepat atau lebih lambat. waktu proyek agar biaya dan waktu. dari jadwal yang sudah. pengerjaan proyek sesuai dengan yang. ditentukan. direncanakan. Pengendalian Biaya dan. (Auzan, et al., 2017). penelitian deskriptif. Hasil Riset dapat mengurangi kesalahan dalam. Menentukan kinerja. Konsep Nilai Hasil. Estimasi waktu pelaksanaan terlambat. Waktu Proyek dengan. proyek secara Waktu. (Earned Value). dengan biaya akhir proyek meningkat. Metode Konsep Nilai. dan Biaya Proyek. Hasil (Earned Value). pembangunan Jembatan. Menilai kinerja Proyek. metode earned value. Jika kinerja pelaksanan proyek pada. Anggaran Terpadu. pembangunan JLS Jawa. analysis atau EVA. pelaporan hari ke-150 berjalan tetap. Dengan Metode Earned. Timur secara biaya dan. sama sampai proyek selesai, perkiraan. Value Analysis Pada. waktu. biaya yang dibutuhkan (EAC). Petuk 1 (MYC) Ruas Jalan Lingkar Kota Kupang 7. Pengendalian Jadwal Dan. (Gardjito, 2017). 26.

(45) No. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Riset. Pekerjaan Konstruksi. Hasil Riset Rp.5,8950 milyar, proyek akan mendapatkan keuntungan Rp.0,1924 milyar, karena masih dibawah rencana anggaran (PV) Rp.6,0874 milyar. Dari aspek jadwal pelaksanaan, perkiraan waktu untuk menyelesaikan proyek (EAS) adalah 216 hari, artinya proyek akan mengalami keterlambatan 6 hari dari periode kontrak. 8. Analisis Biaya Dan Waktu. (Guna, 2019). Untuk mengetahui. Earned Value. Kinerja biaya Proyek Pembangunan. Menggunakan Metode. kinerja biaya pada. Method. Supermall Pakuwon Indah Phase 4. Evm (Earned Value. proyek pembangunan. Anderson Surabaya tidak sesuai. Method) Pada Proyek. Supermall Pakuwon. dengan biaya (mengalami kerugian).. Konstruksi (Studi Kasus. Indah Phase 4 Anderson. Kinerja waktu Proyek Pembagunan. Pada Proyek Konstruksi. Surabaya berdasarkan. Supermall Pakuwon Indah Phase 4. Supermall Pakuwon Indah. metode EVM (Earned. Anderson Surabaya pada minggu ke-. Phase 4 Anderson. Value Method). Untuk. 69 sampai dengan minggu ke-71 nilai. Surabaya). mengetahui kinerja. SPI > 1, artinya kinerja waktu sesuai. 27.

(46) No. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Riset. waktu pada proyek. Hasil Riset jadwal rencana (Terlambat). pembangunan Supermall Pakuwon Indah Phase 4 Anderson Surabaya berdasarkan metode EVM (Earned Value Method). 9. Evaluasi Biaya Dan. (Hayati & Salim,. Menentukan kinerja. Metode Earned. Estimasi Waktu pelaksanaan dan Biaya. Waktu Dengan Metode. 2019). proyek secara Waktu. Value Management. akhir sesuai dengan rencana. menentukan 3 indikator. Konsep Nilai Hasil. Kinerja proyek hingga akhir bulan ke-. Value Pada Proyek. utama EVM, yaitu. (Earned Value). 15 menunjukkan bahwa kinerja biaya. Konstruksi Jalan Tol. BCWS, ACWP, BCWP,. dan Biaya. Earned Value Management (Studi Kasus: Pembangunan Masjid Al-Hijri 2, Universitas Ibn Khaldun Bogor) 10. Penerapan Konsep Earned. (Susanti, et al., 2019). proyek sangat baik, ditandai dengan. 28.

(47) No. Judul. Peneliti dan Tahun. (Studi Kasus Ruas Jalan. Tujuan. Metode Riset. Indikator CPI dan SPI. Hasil Riset nilai CPI sebesar 1,10. Jika. Tol Kayu agung-. penyelesaian seluruh sisa pekerjaan. palembang- Betung). dilaksanakan dengan kinerja yang sama dengan saat dilakukan evaluasi, maka perkiraan biaya akhir proyek dapat menghasilkan efisiensi biaya sebesar 8.9% dari biaya rencana. Namun hasil perhitungan menunjukkan bahwa kinerja jadwal proyek kurang baik sebagaimana diindikasikan oleh nilai SPI sebesar 0.97.. 11. Pengendalian Proyek. (Mahapatni, et al.,. menganalisis pemakaian. Metode Earned. Proyek tidak mengalami keterlambatan. Dengan Earned Value. 2019). metode earned value. Value. dan tidak mengalami kerugian. Method (Evm) Pada. sebagai alat. Proyek Pemeliharaan Jalan. pengendalian proyek. Provinsi DenpasarSimpang Pesanggaran. 29.

(48) No 12. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Riset. Hasil Riset. Perbandingan Metode. (Sugiyanto &. membandingkan akurasi. Metode Earned. penggunaan Earned Value Method. Earned Value, Earned. Gondokusumo,. dari ketiga metode. Value, Earned. (EVM), Earned Schedule Method. Schedule, Dan Kalman. 2020). Schedule, Dan. (ESM), dan Kalman Filter Earned. Filter Earned Value Untuk. Kalman Filter. Value Method (KEVM) pada tahap. Prediksi Durasi Proyek. Earned Value. awal tidak dapat digunakan untuk prediksi durasi proyek, pada tahap setelah separuh proyek berjalan baru prediksi durasi proyek dapat digunakan. 13. Analisis Biaya Dan Jadwal. (Zakariyya, et al.,. Untuk pemeriksaan data,. Metode penelitian. Dari perhitungan didapatkan proyek. Proyek Pembangunan. 2020). pengolahan data, dan. analistis dan. Pembangunan Gedung Dinas. Gedung Dinas Kesehatan. dianalisa untuk. deskriptif. Kesehatan Kabupaten Trenggalek. Kabupaten Trenggalek. mengetahui kinerja. didapatkan pada akhir akan. Dengan Metode Earned. pekerjaan proyek. mendapatkan keuntungan sedangkan. Value. Pembangunan Gedung. dari segi waktu akan mengalami. Dinas Kesehatan. keterlambatan. Kabupaten Trenggalek 14. Optimalisasi Biaya dan. (Wibowo, et al.,. mengkaji varian biaya. metode Earned. proyek ini memiliki kinerja yang baik. 30.

(49) No. Judul Waktu Proyek Kontruksi. Peneliti dan. Tujuan. Tahun 2021). dan varian jadwal pada. Metode Riset Value. Hasil Riset karena lebih banyak SV yang positif,. Pelebaran Jalan. periode waktu selama. yang artinya pelaksanaan proyek tidak. Menggunakan Earned. proses proyek berjalan. mengalami keterlambatan. Value. pada proyek pelebaran jalan jombang-plosolegundi-gresik, Jawa Timur. 15. Pengendalian Biaya dan. (Sukmono, et al.,. menganalisis pemakaian. Earned Value. Berdasarkan perhitungan estimasi. Waktu dengan Metode. 2021). metode earned value. Concept. biaya untuk penyelesaian proyek. Earned Value (Studi. sebagai alat. (EAC), biaya untuk menyelesaikan. Kasus : Rancang dan. pengendalian proyek. proyek lebih kecil dari rencana dan. Bangun Sistem. berpotensi menambah keuntungan. Penyediaan Air Minum Kota Dumai 450 LPD Tahap 1A) 16. Analisa Optimalisasi Waktu Proyek Dengan. (Haq, et al., 2019). Mengetahui Jumlah. Metode kuantitatif. Penambahan waktu 1 jam membuat. Waktu yang dipercepat. deskriptif. penyelesaian proyek 16 hari lebih. 31.

(50) No. Judul. Peneliti dan Tahun. Tujuan. Metode Crash Program. Metode Riset. Hasil Riset. menggunakan CPM. cepat. Menganalisis waktu dan. Metode Crashing. Waktu dan biaya akibat percepatan. biaya proyek. dan metode. yang optimum adalah dengan. overlapping. menggunakan metode gabungan. Pada Proyek Rumah Sakit Di Kota Tangerang 17. Analisis Waktu dan Biaya. (Umar, et al., 2021). dengan Metode Crashing, Overlapping dan Gabungan Crashing. crashing dan metode overlapping. Overlapping (Studi Kasus Proyek Pembangunan Bendungan Bendo Lanjutan di Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur) 18. Analisa Percepatan Proyek. (Adi, et al., 2016). Mencari Lintasan Kritis,. Metode Crashing. Lintasan kritis pada pekerjaan struktur. Metode Crash Program. Menganalisa Biaya dan. atas, Terjadi kenaikan biaya setiap. Studi Kasus : Proyek. Waktu, Menentukan. penambahan waktu percepatan, durasi. Pembangunan Gedung. pekerjaan yang. optimal adalah dengan percepatan 12. Mixed Use Sentraland. dilakukan percepatan,. hari, dampak yang terjadi adalah. 32.

(51) No. Judul. Peneliti dan. Tujuan. Tahun. Metode Riset. Hasil Riset. Mengevaluasi dampak. kenaikan biaya 0,51% dan. percepatan. mempengaruhi mutu, lingkungan dan K3. 19. Analisis Percepatan. (Husein, 2018). Mengetahui durasi. Metode Time Cost. Total percepatan dengan penambahan. Proyek Konstruksi dengan. penyelesaian proyek dan. Trade Off dan. lembur dua jam, tiga jam dan empat. Metode Penambahan Jam. biaya total proyek. Metode Crashing. jam adalah 1,176%, 1,250% dan. Kerja pada Pembangunan. setelah dilakukann. 1,304% dengan kenaikan biaya. Villa Graha Internal. percepatan. 1,045%, 1,099% dan 1,137%. Malang 20. Optimasi Waktu dan. (Saragi &. Mengetahui biaya. Metode Time Cost. Alternatif yang lebih ekonomis adalah. Biaya Percepatan Proyek. Situmorang, 2022). proyek yang lebih. Trade Off dan. penambahan tenaga kerja. Menggunakan Metode. ekonomis untuk. Metode Crashing. Time Cost Trade Off. mempercepat durasi. dengan Alternatif. proyek. Penambahan Tenaga Kerja dan Jam Kerja (Lembur) 21. Percepatan Waktu. (Oktaviani,, et al.,. Mengetahui percepatan. Metode Time Cost. Percepatan waktu selama 26 hari. Pelaksanaan Pekerjaan. 2019). waktu setelah crashing. Trade Off dan. dengan kenaikan biaya Rp. 19.923.466. 33.

(52) No. Judul. Peneliti dan Tahun. Konstruksi dengan Metode. Tujuan. Metode Riset. Hasil Riset. dan penambahan biaya. Metode Crashing. Mengetahui waktu dan. Crash Program. Iterasi 1 diperloleh percepatan proyek. Kritis dengan Cara. biaya yang timbul. dengan overlapping. selama 8 hari dan tidak berpengaruh. Overlapping (Study. dengan metode. terhadap biaya proyek. Review). overlapping. Iterasi ke 2 diperoleh percepatan waktu. CPM dan TCTO 22. Crash Program Jalur. (Irwan, 2019). 10 hari dan mempengaruhi biaya proyek. Pada penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak membahas pengendalian biaya dan waktu penyelesaian proyek yang sedang berjalan dan belum ada yang membahas terhadap proyek yang sudah selesai dikerjakan seperti pada penelitian ini.. 34.

(53) BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Tinjauan Umum Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dapat dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan dan ditemukan pengetahuan, teori, untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam kehidupan manusia (Sugiyono, 2012). Bab ini membahas tentang metode yang digunakan dalam studi kasus ini. Metode penelitian berisi uraian tentang metode pendekatan, sumber dan jenis data, serta metode analisis data. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode earned value yang bertujuan untuk memberikan pengukuran yang objektif terkait dengan status proyek, memberikan dasar untuk memprediksi biaya akhir proyek dan jadwal penyelesaian proyek serta menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik untuk pengendalian proyek (Susanti, et al., 2019). Untuk reschedule percepatan proyek menggunakan metode crashing dengan mereduksi waktu pelaksanaan pekerjaan yang termasuk ke dalam lintasan kritis sehingga didapat durasi percepatan dengan biaya yang optimal. 3.2 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu menguraikan gambaran dari data yang diperoleh dan menghubungkannya satu sama lain untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya, sehingga diperoleh gambaran yang baru atau menguatkan suatu gambaran yang sudah ada (Ishaq, 2017). 3.3 Sumber Data Penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data proyek pembangunan Bendungan Bendo tahap 2, yang terdiri dari data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari lapangan dan data sekunder yaitu sumber data dari 35.

(54) buku, jurnal atau prosiding (Nugrahani, 2014). Sumber data primer yang diambil dari proyek Bendungan Bendo Tahap 2 adalah Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule, Laporan Bulanan Proyek dan Laporan Keuangan Proyek. 3.4 Tahapan Penelitian Dalam penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang dilalui, yaitu sebagai berikut : 1. Tahapan Persiapan Tahapan ini mulai dilakukan ketika inisiasi permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian mulai dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian dan batasan penelitian. 2. Tahapan Tinjauan Pustaka Pada tahapan ini mengumpulkan literatur mengenai metode Earned Value dan metode crashing baik itu dari jurnal penelitian, prosiding ataupun buku. 3. Tahapan Pengumpulan data Tahapan ini mengumpulkan seluruh data yang diperlukan untuk dapat melakukan perhitungan dengan metode Earned Value dan metode crashing mulai dari Rencana Anggaran Biaya (RAB), Time Schedule, Laporan Bulanan Proyek dan Laporan Keuangan Proyek. 4. Tahapan Pengolahan Data Pada tahapan ini dilakukan perhitungan terhadap data yang dikumpulkan pada tahap sebelumnya, sehingga didapatkan data-data sebagai berikut : I. Analisis Perhitungan Earned Value a. Nilai BCWS merupakan biaya yang diperlukan sesuai progress rencana dengan perhitungan sebagai berikut : BCWS = (%Bobot Rencana) x (BAC). 3.1. b. Nilai ACWP merupakan biaya aktual yang sudah dikeluarkan proyek untuk prestasi pekerjaan pada periode tertentu. ACWP didapatkan dengan menjumlahkan biaya langsung dan biaya tidak langsung yang terjadi pada periode tersebut. 36.

(55) c. Nilai BCWP merupakan perhitungan nilai biaya prestasi pekerjaan pada periode tertentu dan didapatkan pada laporan bulanan proyek ke owner. BCWP = (%Bobot Realisasi) x (BAC). 3.2. d. Menghitung Nilai Cost Varians (CV) dan Schedule Varians (SV) dengan rumus : CV = BCWP – ACWP. 3.3. SV = BCWP – BCWS. 3.4. e. Menghitung nilai CPI dan nilai SV dengan rumus : CPI = BCWP/ACWP. 3.5. SPI = BCWP/BCWS. 3.6. f. Nilai waktu ETC ETC = (Rencana – Waktu Pelaporan)/SPI. 3.7. g. Nilai waktu EAC EAC = ETC + Waktu Pelaporan. 3.8. h. Nilai Biaya ETC ETC = (BAC - BCWP)/CPI. 3.9. i. Nilai Biaya EAC EAC = ACWP + ETC. 3.10. II. Analisis Data Percepatan dan Crash Program a. Menentukan pekerjaan yang termasuk lintasan kritis b. Menentukan jumlah resource pada durasi normal Jumlah resource perhari =. 𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉𝑉 𝑥𝑥 𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘𝑘 𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷𝐷 𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁. Upah per hari = jumlah resource x upah per hari. 3.11. 3.12. c. Analisis Percepatan dengan penambahan jam kerja 1. Menghitung Produktivitas Harian 𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣𝑣. Produktifitas Harian = 𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑𝑑 𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛𝑛. 3.13. 37.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi berjudul “ Analisis Biaya Percepatan Proyek Pembangunan Hotel Magani Kuta-Bali: Penambahan Jumlah Tenaga Kerja, Penambahan Jam Kerja, dan Kombinasinya ”

Skripsi berjudul “ Analisis Biaya Percepatan Proyek Pembangunan Hotel Magani Kuta-Bali: Penambahan Jumlah Tenaga Kerja, Penambahan Jam Kerja, dan Kombinasinya ”

Penambahan tenaga kerja dilakukan dengan cara menghitung ulang kebutuhan tenaga kerja dari masing – masing kegiatan berdasarkan durasi percepatan atau durasi

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari metode Duration Cost Trade Off dengan membandingkan optimasi biaya dan waktu penambahan jam kerja (lembur) dengan

Analisis Biaya Langsung, Biaya Tidak Langsung dan Biaya Total Proyek Pada kelima alternatif tahap percepatan (crashing) yang telah dianalisis dapat diketahui besarnya

dapat dilihat waktu dan biaya yang optimal untuk proyek yaitu dengan melakukan penambahan alat dengan durasi proyek 100 hari kerja dengan biaya total Rp

Pada aktivitas percepatan melalui penambahan tenaga kerja terjadi perbedaan jumlah tenaga kerja yang dialokasikan dibanding nonnal, sedangkan biaya upah tetap tetapi ada

Biaya Aktual Biaya Aktual Actual Cost=AC atau Actual Cost of Work Performed ACWP adalah jumlah biaya aktual dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, yang dapat digunakan sebagai alat