• Tidak ada hasil yang ditemukan

tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istri"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak dibawah ini yang telah turut serta membantu penulis menyelesaikan disertasi ini.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dari uraian di atas terlihat bahwa peneliti tertarik untuk menggali dan mengetahui tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istrinya (studi kasus di Masyarakat Pattallassang Kabupaten Gowa). Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istrinya, dimana tingkat kepedulian suami pada masyarakat Pattallassang masih sangat rendah.

Defenisi Operasional

Penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan kepada keluarga khususnya suami mengenai tingkat kepedulian terhadap kehamilan istri di masyarakat Pattallassang kabupaten Gowa.

Kajian Teori

Dukungan Suami

Dukungan laki-laki diterjemahkan sebagai sikap kepedulian yang ditujukan pada kerjasama yang baik, serta pemberian dukungan moral dan emosional (Jacinta, 2005) Dukungan laki-laki adalah dukungan yang diberikan laki-laki kepada perempuan, suatu bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh laki-laki. secara psikologis. bantuan berupa motivasi, perhatian dan penerimaan. Pemberian dukungan sosial dari suami atau istri mempunyai tingkat keeratan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber dukungan lainnya.Kedekatan yang dimaksud di sini lebih menekankan pada kualitas hubungan, bukan kuantitas. Dukungan ini mencakup ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap individu, sehingga individu merasa nyaman, dicintai dan diperhatikan.

Dukungan ini meliputi pengungkapan empati dan kepedulian terhadap individu, sehingga individu merasa nyaman, dicintai dan diperhatikan, termasuk dengan memberikan perhatian dan kasih sayang serta bersedia mendengarkan keluh kesah orang lain. Bentuk dukungan ini menyangkut bantuan langsung, misalnya berupa bantuan keuangan atau bantuan dalam melaksanakan tugas tertentu. Saat jauh, sang suami selalu menanyakan kabar istrinya. Laki-laki harus menunjukkan bahwa ia selalu memikirkan istrinya, peduli padanya dan menjaga komunikasi dengannya.

Saat berpisah suami selalu menanyakan kabar istrinya, hendaknya suami menunjukkan bahwa ia selalu mengingat, peduli dan menjaga komunikasi dengan istrinya.

Teori

Berdasarkan pengertian di atas maka perhatian laki-laki sangat penting bagi kehamilan perempuan, laki-laki harus menunjukkan perhatian dan kepeduliannya terhadap keadaan perempuan, misalnya menanyakan apakah perempuan sudah makan atau belum, mendampingi selama berobat, memeriksakan kandungan dan saat lahir. Dengan demikian dalam interaksionisme simbolik proses interaksi individu dimulai dari suatu proses stimulus yang secara otomatis dan segera menimbulkan respon dari aktor. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai suatu proses interaksi yang terjadi dalam lingkungan keluarga, dimulai dari proses stimulus dan kemudian respon.

Dalam lingkungan keluarga juga dikenal simbol-simbol komunikasi agar anggota keluarga saling memahami dan memahami tindakan anggota keluarga lainnya. Dari pendekatan kedua teori sosiologi yang telah diuraikan di atas, yaitu teori struktural fungsionalis dan teori interaksi simbolik mengenai institusi keluarga, masing-masing menggambarkan dengan sangat jelas proses sosial yang terjadi dalam keluarga. Dan sebagai lembaga sosialisasi pertama (lembaga keluarga) yang di dalamnya terjadi proses interaksi antar anggota keluarga, sehingga terjadilah.

Menurut saya, kedua pendekatan tersebut masih ada dalam institusi keluarga hingga saat ini, hal ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari individu sebagai anggota institusi keluarga.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lokus Penelitian

Fokus Penelitian

Instrumen Penelitian

Instrumen survei adalah alat yang berguna untuk mengumpulkan data dari wawancara. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Penelitian itu sendiri yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan atau terlibat langsung dalam kegiatan orang-orang di lapangan.

Jenis dan Sumber Data Penelitian

Informan Penelitian

Profil Informan

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa suami mempunyai pendidikan STM tertinggi yaitu dua orang, dan minimal SLTA, tamat, dan pelaut yaitu hanya satu orang.

Teknik Pengumpulan Data

  • Analisis Data

Apabila seorang peneliti akan menggunakan teknik wawancara dalam penelitiannya, maka ia harus mengetahui terlebih dahulu: apa sasaran, tujuan dan masalah yang dibutuhkan peneliti, karena dalam wawancara dapat diperoleh informasi yang berbeda-beda dan terkadang tidak sesuai dengan maksud peneliti. Peneliti melakukan wawancara terhadap subjek penelitian yaitu ibu hamil di Desa Pattallassang Kabupaten Gowa.Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap dalam pengumpulan datanya. Metode ini merupakan suatu metode pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga diperoleh data yang lengkap, valid, dan tidak berdasarkan perkiraan dengan mengambil data yang sudah ada dan tersedia dalam catatan dokumen.

Banyak sekali data yang dikumpulkan dari lapangan sehingga harus dicatat secara cermat dan detail. Data yang telah disusun dari hasil reduksi data kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Hal ini akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi dan merencanakan langkah kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah Anda pahami.

Dalam hal ini, hasil penelitian didukung dengan data yang lengkap agar dapat ditarik kesimpulan yang kredibel.

Teknik Keabsahan Data

  • Profil Wilayah Penelitian
  • Desa Paccellekang
  • Desa Panaikang
  • Desa Sunggumanai
  • Profil Informan

Luas wilayah Kabupaten Gowa adalah 1.883,33 km2 atau setara dengan 3,10% luas Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah Kabupaten Gowa terbagi menjadi 18 kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan akhir sebanyak 167 dan 726 dusun/lingkungan. Wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar terdiri dari dataran tinggi yang berbukit-bukit yaitu sekitar 72,26% dan meliputi 9 kecamatan yaitu Kecamatan Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Kuncio Pao dan Biringbulu.

Dengan topografi wilayah yang sebagian besar berupa dataran tinggi, maka wilayah Kabupaten Gowa dilalui oleh 15 sungai besar dan kecil yang mempunyai potensi besar sebagai sumber tenaga listrik dan irigasi. Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Kabupaten Gowa hanya mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Wilayah Desa Je'nemaddinging berpenduduk 840 jiwa baik laki-laki maupun perempuan.

Wilayah Desa Paccellekang mempunyai jumlah penduduk laki-laki dan perempuan sebanyak 520 orang. Wilayah Desa Panaikang berpenduduk 820 jiwa laki-laki dan perempuan. Terdapat 720 orang laki-laki dan perempuan yang tinggal di wilayah Desa Sunggumanai.

Hasil Penelitian

  • Tingkat Kepedulian Suami Terhadap Kehamilan Istri
  • Tindakan Kepedulian Suami Terhadap Kehamilan Istri

Ini adalah kehamilan saya yang pertama dari suami saya yang kedua dan kehamilan saya yang keempat juga, tentunya berbeda dengan kehamilan saya sebelumnya karena suami saya berbeda jadi perhatiannya juga berbeda, di kehamilan kali ini suami saya sangat perhatian, sangat memanjakan saya dan memberiku semua yang aku minta.melarangku melakukan pekerjaan rumah dan pekerjaan yang membuatku terlalu lelah,selama hamil aku berhenti membuat kue karena suamiku melarangku,suamiku juga lebih sering berada di rumah dibandingkan di tempat kerja,karena suamiku sangat semoga calon buah hati kami nanti lahir dengan sehat tanpa ada kendala apapun.Kekurangan sekecil apa pun sama dengan saya. Saya mengalami kendala pada kehamilan pertama saya karena suami saya tidak ada di sini, suami saya hanya datang enam bulan sekali karena dia bekerja sebagai pelaut, apalagi saya sudah hamil 5 bulan tetapi suami saya masih belum datang tidak, tentu saja Tentu saja aku sangat stres, hanya suamiku yang hanya kuperhatikan lewat telepon, tapi itu tidak cukup karena tidak ada yang mengantarku ke dokter, tidak ada yang bisa memenuhi semua kebutuhanku selama hamil dan tidak ada laki-laki di dekatku. .” Di kehamilan saya yang kedua ini, yang sudah menginjak usia 2 bulan, saya merasa sangat kesal, saya tidak bisa makan dengan baik, saya bahkan tidak bisa tidur nyenyak dan saya tidak masuk kerja lagi karena tidak ada keluarga yang merawat saya. dan anak saya, sedangkan suami saya jarang ada di rumah karena dia bekerja di daerah itu sebagai kontraktor. Suami saya jarang memberi kabar kepada saya. Dia bertanya tentang kesehatan saya tentang kehamilan saya, tapi mungkin karena saya sibuk dengan pekerjaan di sana, saya punya saya tak sempat memberinya kabar, namun suamiku bahagia saat mendengar aku hamil, namun selama kehamilanku suamiku tak pernah pulang."

Ini bukan kehamilan saya yang pertama tapi ini kehamilan saya yang ketiga, tidak jauh beda dengan kehamilan sebelumnya, saya masih aktif melakukan pekerjaan rumah tangga dan sawah atau kebun, suami saya juga perawatannya sama seperti kehamilan sebelumnya, bawa ke dokter, beri dia perhatian sebanyak-banyaknya, karena suamiku, aku lebih sering berada di sawah dari pada di rumah, bermalam di sawah dan melihat pompa air dan memanen sawah seperti lombok, jagung, padi dan lain-lain . . Kemudian setelah mengetahui tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istrinya, perlu diketahui juga tindakan kepedulian suami terhadap kehamilan istrinya di Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap masing-masing informan ibu hamil terpilih, diperoleh hasil wawancara di atas bahwa tingkat kepedulian suami terhadap kehamilan istrinya masih belum sesuai dengan peran yang seharusnya dilakukan suami selama kehamilan istrinya tidak berperan, dan berdasarkan data yang diperoleh dipengaruhi oleh faktor pekerjaan dan waktu serta kurangnya pengetahuan suami mengenai kehamilan istrinya.

Berdasarkan penjelasan di atas maka setiap laki-laki harus meningkatkan perhatiannya terhadap istrinya yang sedang hamil, dan ilmu suami juga sangat diperlukan untuk menjaga dan mencukupi segala kebutuhan yang diinginkan istri selama proses kehamilan. . rasa khawatir agar kehamilan istri terasa aman dan nyaman selama prosesnya.

PENUTUP

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan diskusi, sebaiknya laki-laki meningkatkan kepeduliannya terhadap ibu hamil agar perempuan dapat menjalankan kehamilannya dengan baik tanpa rasa khawatir atau khawatir sedikitpun. Dukungan sosial dapat diberikan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih dibandingkan sebelum hamil, dan sebaiknya seorang suami juga menambah pengetahuannya tentang cara merawat ibu hamil dengan rajin mencari informasi, baik melalui media sosial maupun dari teman dan keluarga. Metode Penelitian Mikroperspektif: Grounded Theory, Fenomenologi, Etnometodologi, Etnografi, Dramaturgi, Interaksi Simbolik, Hermeneutika, Konstruksi Sosial, Metodologi Analisis Wacana dan Refleksi, Surabaya: Sarjana Insan.

RIWAYAT HIDUP

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan persetujuan untuk menjadi responden dalam penelitian yang berjudul “Hubungan Mutu Pelayanan Antenatal Care pada Masa Pandemi Covid- 19 dengan Tingkat Kepuasan Ibu Hamil

Tingkat pendidikan suami, tingkat penghasilan suami, tingkat pendidikan istri dan MMR area memiliki hubungan yang signifikan dengan dukungan emosional suami pada ibu hamil dan