PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Pelaksanaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) di Kota Metro P2) di Kota Metro. Peneliti kemudian masuk ke penjelasan tentang pengenalan pajak bumi dan bangunan di Kota Metro.
LANDASAN TEORI
Pengertian Pajak Bumi dan Bangunan
4 Marihot Pahala Siahaan, Pajak Bumi dan Bangunan di Indonesia, Teori dan Praktek, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009), h. Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tanggal 15 September 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, kewenangan memungut pajak bumi dan bangunan di sektor pedesaan dan perkotaan dialihkan ke pemerintah kabupaten atau kota.
Kriteria Pajak
Adalah sistem pemungutan yang memberikan kewenangan kepada otoritas (fiskus) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak a) Kewenangan untuk menentukan besarnya pajak yang terutang ada pada fiskus. Sistem pemungutan pajak yang memberikan wewenang kepada pihak ketiga (bukan fiskus dan bukan wajib pajak yang bersangkutan) untuk menentukan besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak.
Subjek dan Objek Pajak
Penggunaan kata dan atau di sini berarti objek fiskal ada tiga kemungkinan, yaitu tanah (hanya), bangunan (hanya), dan tanah dan bangunan. Objek pajak berupa tanah mudah ditemukan seperti tanah kosong, sawah, ladang, kebun dan objek pajak sejenis. Objek pajak berupa tanah dan bangunan lebih mudah ditemukan, misalnya rumah berdiri di atas tanah, bangunan berdiri di atas tanah.22 Dalam menentukan klasifikasi tanah/tanah ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan: lokasi, tujuan, penggunaan , kondisi lingkungan dll. -lainnya.
12 Tahun 1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (LBT). Tarif pajak adalah tarif yang digunakan untuk menghitung besarnya pajak yang harus dibayar (pajak yang harus dibayar). Tarifnya berupa jumlah yang tetap (sama) sampai dengan berapapun yang dikenakan pajak sehingga jumlah pajak yang terutang adalah tetap.
Nilai Perolehan Baru adalah suatu pendekatan/metode penentuan nilai jual kembali suatu aset pajak dengan memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut pada saat dilakukan penilaian, dikurangi penyusutan berdasarkan kondisi fisik objek aset tersebut. Nilai jual pengganti adalah pendekatan/metode untuk menentukan nilai jual objek pajak berdasarkan hasil produksi objek pajak tersebut. Nilai Jual Barang Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) ditetapkan paling sedikit Rp. sepuluh juta rupiah) untuk setiap wajib pajak.
Pajak Dalam Pandangan Ekonomi Islam
- Pengertian Pajak dalamEkonomi Islam
- Dasar Hukum
- Karakteristik Pajak dalam Ekonomi Islam
- Pengertian Ekonomi Islam
- Prinsip- prinsip dasar Ekonomi Islam
PBB P2 yang peneliti teliti berada di Kota Metro, sehingga pajak bumi dan bangunan mengacu pada PDRB perkotaan. Di Kota Metro, PBB P2 dioperasikan dan dikelola oleh Badan Pengelola Pajak dan Imbalan Daerah (selanjutnya disingkat BPPRD). 4 Wawancara dengan pegawai BPPRD Kota Metro yaitu Ny. Astuti, S.Ip sebagai Kepala Divisi Umum dan Personalia, pada tanggal 23 Mei 2017.
Kriteria PBB P2 di Kota Metro dilihat menurut Bapak I Nyoman Gede Yasa, S.E. berdasarkan objek pajak bumi dan bangunan perkotaan, yang termasuk dalam lingkup tanah dan bangunan yang wajib dikenakan pajak. 7Wawancara dengan pegawai BPPRD Kota Metro yaitu Bpk. I Nyoman Gede Yasa, S.E sebagai Kasubag Pendataan dan Pengkajian, 23 Mei 2017. 9Wawancara dengan staf BPPRD Kota Metro yaitu Ibu Intan Ciciery Triana, M.H sebagai Kabid Penetapan dan Penagihan, 23 Mei 2017.
15 Wawancara dengan wajib pajak yaitu Sdr. Poniran sebagai Wajib Pajak Kota Metro dengan NJOP kurang dari 1 Miliar, pada tanggal 26 Mei 2017. 17 Wawancara dengan pegawai BPPRD kota Metro yaitu Ibu Intan Ciciery Triana, M.H sebagai Kabid Penetapan dan Penagihan, pada tanggal 23 Mei 2017. 18Wawancara dengan Pegawai BPPRD Kota Metro, Ibu Intan Ciciery Triana, M.H sebagai Kabid Provisi dan Penagihan, pada tanggal 23 Mei 2017.
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh dari sumber pertama, baik perseorangan atau perseorangan, seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasanya dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel data dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan tujuan tertentu atau teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan khusus sehingga layak dijadikan sampel. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Ny. Astuti, S.IP sebagai kepala bagian umum dan personalia, mrs. Intan Ciciery Triana, S.STP.
Sumber data sekunder merupakan sumber data yang sudah tersedia, sehingga peneliti tinggal mencari dan mengumpulkannya, dan data sekunder dapat diperoleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia. Sumber data sekunder adalah data yang meliputi dokumen, buku, hasil penelitian, berupa laporan, catatan harian, jurnal, surat kabar, majalah, internet, dll. 6 Sumber data sekunder diperoleh berupa buku dan dokumen terkait perpajakan . atau arsip, mengenai data pajak bumi dan bangunan dan PBB di pedesaan dan perkotaan.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data terkait dengan pemeriksaan ini, peneliti meminta keterangan kepada pihak yang berwenang yaitu Ibu Astuti, S.IP selaku Kepala Bagian Umum dan SDM, Ibu Intan Ciciery Triana, S.STP. Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mempelajari catatan-catatan yang berkaitan dengan data pribadi responden, seperti yang dilakukan seorang psikolog ketika memeriksa perkembangan klien melalui catatan-catatan pribadinya.9 Dokumentasi yang diperlukan dalam pengumpulan data adalah dokumen-dokumen atau catatan dan juga buku-buku yang berkaitan dengan pajak bumi dan bangunan desa dan kota yang berlaku dalam peraturan di wilayah Kota Metro.
Teknik Analisis Data
Sejarah lahirnya Kota Metro diawali dengan berdirinya kampung induk baru bernama Trimurjo. Lalu lintas di Kota Metro didukung oleh jaringan jalan yang baik, terminal dan angkutan umum yang memadai. Satu hal yang bisa kita banggakan adalah Kota Metro telah ditetapkan sebagai sentra lele di provinsi Lampung.
28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Tugas Daerah (PDRD) dari Pasal 77 sampai dengan Pasal 84 mulai tahun 2010, sehingga PBB P2 di Kota Metro yaitu sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Metro No. 02 Tahun 2012.7. Menurut Ibu Intan Ciciery, M.H., dasar pengenaan pajak yang digunakan sebagai dasar PBB P2 di Kota Metro adalah NJOP karena NJOP merupakan ukuran seberapa besar pajak yang akan dikenakan kepada wajib pajak.9 2) Jumlah penjualan adalah nilai Barang Kena Pajak (NJOP) ditetapkan setiap 3 (tiga) tiga). 14 Wawancara dengan wajib pajak yaitu Sdr. Eka Wahyudi sebagai wajib pajak Kota Metro dengan NJOP di bawah 1 Miliar, 25 Mei 2017.
16 Data Bpk. CN sebagai Wajib Pajak Kota Metro dengan NJOP di atas 1 Miliar diperoleh dari arsip kantor BPPRD Kota Metro pada tanggal 23 Mei 2017. Dapat dilihat bahwa Pemerintah Daerah Kota Metro telah menetapkan kebijakan tarif sebesar 0,15% untuk pajak fasilitas dengan nilai di atas atau sama dengan Rp 1 miliar memberikan kontribusi penurunan pendapatan PBB-P2 yang signifikan. Apalagi dengan keluarnya Perda Kota Metro No. 02 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah, yang menetapkan kebijakan tarif sebesar 0,15% untuk objek pajak dengan nilai lebih dari /.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Seperti pajak lainnya, pajak bumi dan bangunan merupakan kontribusi bagi suatu daerah. Pajak Bumi dan Bangunan yang kewenangan pemungutannya kini telah dilimpahkan kepada kabupaten/kota yaitu Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (selanjutnya disingkat PBB-P2). PBB P2 merupakan salah satu pendapatan daerah yang sangat penting untuk mendukung keuangan daerah suatu kabupaten/kota.
Menurut Ibu Astuti, Pajak Bumi dan Bangunan S.Ip sudah diperkenalkan sejak tahun 2012, namun baru difungsikan secara maksimal pada tahun 2013. 4PBB P2 sangat penting bagi Kota Metro karena pajak ini memberikan kontribusi yang besar terhadap penyelenggaraan pemerintahan kota dari segi ekonomi, sosial dan politik. Menurut Ibu Astuti, S.Ip, kebijakan di BPPRD Kota Metro selalu berpedoman pada peraturan daerah Kota Metro, sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh instansi tersebut harus melalui ketentuan peraturan daerah. PBB P2 di Kota Metro dilakukan dengan prosedur yang berbeda, yang memiliki proses panjang. Klasifikasi dan besaran NJOP tanah ditentukan berdasarkan kriteria pemblokiran, nama jalan, kode ZNT, kelas tanah dan klasifikasi nilai jual tanah.
Data Pak CN (inisial) menyatakan bahwa tarif yang dikenakan kepadanya adalah 0,15%, setelah tarif baru ini jumlah pajak yang harus dibayar dikurangi/dikurangi sedikit dibandingkan dengan perhitungan yang lama. 4) Menurut Ibu Intan Ciciery, M.H cara penghitungan tarif pajak bumi dan bangunan yaitu besarnya pokok pajak bumi dan bangunan yang terutang di pedesaan dan perkotaan dihitung dengan menggeser tarif berdasarkan perpajakan kemudian dikurangi dengan NJOPTKP. Selisih dari kedua perhitungan tersebut adalah faktor pengurangan NJOPTKP dimana besarnya sebelum pengalihan pengelolaan PBB-P2 dari Pemda ke Kota Metro adalah sebesar Rp. Berikut perhitungan besaran PBB-P2 antara skema lama (Pajak Pusat) dengan skema baru (Pajak Daerah).
Analisis Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Pajak Bumi dan
Hal ini tentunya tidak sejalan dengan optimalisasi penerimaan PBB-P2 yang diharapkan dari pengalihan PBB-P2 dari pusat ke daerah. Berdasarkan analisis peneliti, tarif yang ditetapkan untuk pos-pos pajak di atas Rp1 miliar sekurang-kurangnya harus 0,20% agar penerimaan PBB-P2 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dan hal ini dapat menciptakan rasa keadilan di masyarakat sesuai dengan asas dan nilai dasar pajak yaitu keadilan dan keseimbangan.
Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan bahwa PBB P2 di Kota Metro baik dalam menetapkan tarif yang nilainya kurang dari 1 Milyar, namun tarif yang nilainya di atas 1 Milyar belum dapat dikatakan baik karena menyebabkan penurunan pendapatan yang cukup signifikan. . Berdasarkan hasil survei yang telah disampaikan pada pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa dengan pelimpahan kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan dari Pusat kepada Kabupaten/Kota yaitu PBB P2 di Kota Metro untuk keperluan devolusi pajak, pengaturan tarif yang sesuai 0,1% untuk kurang dari 1 miliar. Namun, penetapan tarif sebesar 0,15% untuk 1 miliar atau lebih masih belum tepat dilihat dari prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemanfaatan dalam ekonomi Islam, karena penetapan tarif tersebut dapat mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan.
Pemerintah Kota Metro sebaiknya membuat peraturan daerah yang menyentuh rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya dalam menetapkan tarif pajak PBB P2 di Kota Metro agar tidak terlalu rendah bagi wajib pajak yang lebih mampu. BPPRD harus lebih teliti dan nyaman dalam menyelenggarakan pemungutan objek pajak dan wajib pajak. Efektivitas Pajak Online Dalam Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak, Bagian Ekonomi Syariah dan Syariah, Program Studi Ekonomi Syariah.
PENUTUP
Saran