PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Memuat Temuan Penelitian dan Pembahasan: Larangan Masjid Sebagai Tempat Kampanye Pemilu Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Tinjauan Fiqih Siyasah Tentang Larangan Penggunaan Masjid Sebagai Tempat Kampanye. Pasal 22E merupakan hasil Perubahan Ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang terdiri dari enam ayat. Namun dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tidak ada satupun pasal yang menyebutkan pentingnya pemilu.
42Titikk Triwulan Tutik, pemilihan pimpinan daerah berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2004 dalam sistem pemilu menurut UUD 1945, (Jakarta; Penerbit Selamat Pustaka 2006), hal., 35. Kampanye menurut undang-undang pasal 1 ayat 26 nomor 10 Definisi Tahun 2008 Kampanye adalah kegiatan yang dilakukan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan suatu visi. Bahwa masjid dilarang menjadi tempat kampanye pemilu, hal ini sesuai dengan UU No 7 Tahun 2017, baik metode kampanyenya dengan pertemuan tatap muka maupun pertemuan terbatas, karena rincian kegiatannya dibuat dalam laporan. dan tidak mengharuskan tempatnya di tempat ibadah termasuk masjid, namun di gedung atau ruangan, dan juga pemasangan alat peraga kampanye yang dilakukan di tempat ibadah khususnya masjid, telah mencederai nilai etika karena telah melanggar nilai etika. jauh dari semangat fungsi masjid dan juga merugikan nilai estetika masjid, serta debat terbuka antar konstituen yang diadakan di kampus-kampus dengan disiarkan langsung di televisi.
UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Volksraad, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Rakyat Daerah. Undang-undang (atau disingkat UU) adalah peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan bersama dari Presiden.
Metodologi Penelitian
Sistematika Penulisan
Penulisan sistematis merupakan suatu pola dasar pembahasan suatu skripsi yang berbentuk bab dan subbab yang saling berkaitan satu sama lain secara logis. Berisi Pendahuluan: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Penerapan Penelitian, Penelitian Sebelumnya, Metode Penelitian, Sistematika Penulisan. Berisi : Kajian Teoritis yang memuat teori-teori yang berkaitan dengan tema yang akan diangkat dalam penelitian ini: Teori pemilu, teori kampanye, masjid dan kegunaannya, teori Fiqih Siyasah.
KAJIAN TEORI
Teori Kampanye
Masjid dan penggunaananya
Teori Fiqh Siyasah
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Tinjauan Fiqh Siyasah Mengenai Larangan Menggunakan Masjid Sebagai
Tempat ibadah bagi umat Islam seperti solat fardu lima waktu, solat Jumaat, zikir dan lain-lain jenis ibadat. Pada zaman Rasulullah, masjid menjadi pusat pengajian agama dan ilmu umat Islam dan benar-benar mengoptimumkan fungsi masjid. Apabila timbul perselisihan, pertelingkahan dan permusuhan antara orang Islam, Rasulullah hendaklah mendamaikan mereka, mengadili dan mengeluarkan keputusan undang-undang yang adil, yang dijalankan di masjid.
Tempat Latihan Perang, pada masa Rasulullah masjid difungsikan sebagai tempat latihan perang, baik untuk pembinaan fisik maupun mental. Hal ini menandakan bahwa kegiatan kampanye termasuk seluruh alat peraganya dilarang untuk dilakukan dan dipasang di tempat ibadah dan dalam hal ini juga masjid yang merupakan tempat ibadah umat Islam.100. Kedua, fungsi sosial, sebagai pusat bimbingan, pendidikan, pelatihan umat Islam dan sebagai pusat penyelenggaraan negara, tempat konsultasi dan komunikasi mengenai permasalahan publik, tempat bantuan sosial, markas pertahanan dan keamanan, tempat penyelenggaraan pemerintahan. pengobatan korban perang, tempat perdamaian dan penyelesaian sengketa, tempat pertemuan keagamaan, dan tempat menerima tamu negara.
Pertemuan tatap muka atau pertemuan terbatas tentu saja diadakan di tempat umum, namun masjid dilarang karena masjid digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, tempat belajar bagi umat Islam, tempat memberikan fatwa dan tempat mengadili perkara jika muncul. . Pemasangan alat peraga kampanye pemilu dilakukan dengan memperhatikan etika, estetika, kebersihan dan keindahan kota atau daerah setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pemasangan alat peraga kampanye, dengan ketentuan di atas, harus mengedepankan etika dan estetika, terutama bila dipasang di tempat umum. Menurut penulis, pemasangan alat peraga kampanye di tempat ibadah khususnya masjid telah merugikan nilai etika karena jauh dari ruh fungsi masjid sebagaimana disebutkan di atas dan juga merugikan nilai estetika masjid.
Kerana masjid dijadikan tempat ibadat umat Islam, tempat orang Islam menuntut ilmu, tempat berfatwa, tempat mengadili kes-kes jika berlaku perselisihan, perbalahan dan permusuhan sesama Islam, tempat aktiviti sosial, a tempat untuk perkhidmatan perubatan atau penjagaan kesihatan. Kempen itu juga menggunakan ayat al-Quran untuk menarik simpati umat Islam, atau parti politik menggunakan tempat ibadat untuk memperkenalkan wadah politik mereka. Fungsi masjid adalah sebagai tempat ibadat umat Islam, tempat orang Islam menuntut ilmu, tempat berfatwa, tempat menilai persoalan bila.
Pemasangan alat peraga kampanye pemilu dilakukan dengan memperhatikan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau daerah setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila dilakukan di dalam masjid maka estetika dan etikanya kurang tepat karena seperti yang telah dijelaskan di atas, fungsi masjid antara lain sebagai tempat ibadah umat Islam, tempat belajar bagi umat Islam, tempat memberi fatwa, tempat untuk beribadah. dia. mengadili perkara-perkara yang terjadi perselisihan pendapat, perselisihan dan permusuhan antar umat Islam, tempat kegiatan sosial, tempat pelayanan pengobatan atau kesehatan. Bahwa dalam siyasah fiqh dilarang menggunakan masjid sebagai tempat kampanye, baik untuk rapat terbatas maupun tatap muka, menyiapkan alat peraga dan debat pasangan calon, karena masjid digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, tempat umat Islam. untuk belajar, tempat. untuk mengeluarkan fatwa, terjadi tempat mengadili perkara, perselisihan, pertengkaran dan permusuhan antar umat Islam, tempat kegiatan sosial, tempat pelayanan pengobatan atau kesehatan.
Tutik, Titikk Triwulan, Pemilihan Pimpinan Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dalam Sistem Pemilihan Umum Berdasarkan UUD 1945, Jakarta; Prestasi Penerbit Pustaka 2006. Alat peraga kampanye dipasang di tempat ibadah https://megapolitan.kompas.com/read Alat.Perag.Kampanye.Diangkat.di.Tempat.Ibadah.dan.Skolah, (diakses 15 Januari 2022) .